
Zeno, Turse dan juga Hole, mereka semua akhirnya kembali pergi meninggalkan beberapa mayat yang baru saja mereka bunuh. Tapi masalahnya, bagaimana caranya berangkat kembali menuju Nuvoleon, bukankah kereta kuda dan pemiliknya terbunuh? Lagipula ini sudah dini hari, kereta kuda mana yang bersedia mengantarkan mereka?
Berbeda dengan kereta kuda tadi, beberapa kusir masih berada di tempat sebelum tengah malam. Mereka akan pulang tepat tengah malam jika tidak ada penumpang. Memang, pekerjaan dan waktu bekerja tersebut juga sama persis dengan yang ada di benua negara.
Zeno menghela napas berat, terpaksa mau tidak mau dia harus berjalan kaki dengan Turse ataupun Hole. Jika berjalan kaki seperti ini, sepertinya sampai di kekaisaran Nuvoleon membutuhkan waktu sampai pagi menjelang siang.
Lagipula, jika dihitung beberapa menit yang lalu, bunga teratai emas akan mekar dalam lima hari lagi. Jadi tidak masalah apabila berjalan kaki dengan santai, yang terpenting dua atau tiga hari sebelum bunga itu mekar, mereka harus menuju pegunungan Apiluc terlebih dahulu.
Itu terlihat jelas, karena mereka bertiga harus mengambil kesempatan peperangan antara kelompok kriminal dan juga pihak Nuvoleon untuk menguasai gunung Apiluc dengan tujuan mengambil bunga teratai emas. Siapapun yang memenangkan perang nanti, yang pasti Zeno akan mengalahkan pihak yang menang itu dengan mudah, karena keterbatasan energi karena peperangan.
Jalan juga sepi, menandakan bahwa seluruh orang sudah tertidur. Namun, semenjak tadi pemandangan yang cukup asing bagi Zeno membuat dia sedikit takjub. Bagaimana tidak, dia yang berpikiran bahwa empire di benua ini sama saja dengan Kekaisaran di benua negara, ternyata sangat indah di malam hari.
Lampu di sepanjang jalan membuat seluruh kota terang benderang. Bahkan, tempat sepi pun masih dihiasi sebuah obor yang menyala dengan menghasilkan cahaya yang indah. Benar-benar, seperti tidak ada kegelapan sama sekali di benua ini.
Tidak heran, itulah yang seharusnya terjadi di benua cahaya. Karena kondisi tempat juga harus menyesuaikan dengan nama benua tersebut.
"Jika perlu tahu, ibumu sakit apa?" Tanya Zeno penasaran.
"Entahlah, yang pasti sepuluh tahun terakhir, semenjak aku masih kecil, ibuku terbaring dengan penyakit yang tidak begitu jelas. Untungnya, ayahku masih setia dan menemani ibuku." Hole menjelaskan.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, Zeno terdiam, tapi disisi lain dia juga membatin sesuatu, "Cukup menyedihkan. Tapi jika dilihat, penyakit ibumu tidak terlalu parah karena bisa bertahan bertahun-tahun. Berbanding dengan ibuku yang umurnya tersisa dua puluh enam hari lagi."
"Jika dilihat dari beberapa tahun ibumu sakit, penyakit ibumu tidak tidak terlalu mematikan. Setidaknya masih ada obat lainnya yang tersedia di dunia ini. Tapi mengapa kau malah repot-repot ingin mencuri bunga teratai emas? Lagipula musuhmu adalah dua pihak yang tidak dapat diremehkan." Turse bertanya dengan penuh keraguan.
"Iya memang, tapi beberapa obat yang ada disini harganya sangat mahal, aku bahkan tidak mampu untuk membelinya. Selain itu, beberapa obat tersebut juga tidak sepenuhnya bisa menyembuhkan ibuku. Hanya teratai emas yang merupakan obat dari segala penyakit yang bisa." Hole menjelaskan.
Turse tidak berkata-kata lagi, begitu juga dengan Zeno. Selain itu, Zeno juga melirik Hole yang ada di sampingnya dengan begitu sinis.
…..
Tepat pada pagi hari, di sebuah pinggiran kota, terdapat sebuah bangunan usang yang tidak ada sesiapapun yang mau mendapatinya. Bagaimana tidak, konon katanya, bangunan tersebut dipenuhi oleh roh orang mati yang tidak dapat dikalahkan dengan mudah.
Lebih tepatnya bangunan usang itu bukanlah bangunan yang penuh misteri, melainkan bangunan yang digunakan kelompok kriminal, termasuk perampok yang menyerang Zeno tadi malam untuk dijadikan sebuah markas.
Di dalam bangunan tersebut, terdapat seorang pria yang mengenakan pakaian hitam dan penutup kepala, serta topeng. Sehingga tidak ada sesiapapun yang tahu siapa orang tersebut.
"Tuan sepuluh, maafkan aku, beberapa orang dari kami dibunuh oleh korban yang seharusnya kami rampok. Mereka benar-benar sangat kuat. Jujur, dua dari tiga orang yang seharusnya menjadi target kami, memang tidak memiliki elemen cahaya. Tapi teknik dan kemampuan bertarungnya susah untuk dilawan." Dua orang tersebut bersujud ke arah pria bertopeng.
Memang, dari ribuan kriminal yang ada di benua ini, tapi tidak ada yang tahu nama orang yang memakai topeng tersebut yang merupakan pemimpin dari seluruh kelompok kriminal. Mereka semua hanya memanggilnya dengan sebutan tuan sepuluh, karena pemimpin tersebut merupakan orang kesepuluh yang menjadi pewaris pemimpin kelompok kriminal.
__ADS_1
Tuan sepuluh berdiri, dia menendang salah satu wajah bawahannya yang sedang berlutut hingga terlempar. Dengan nada suara yang tinggi, tuan sepuluh berkata, "Apakah menurutmu lucu gagal merampok yang kesekian kali?"
"Maafkan aku tuan sepuluh, tapi salah satu dari mereka yang kulawan adalah bagian dari keluarga Forjen. Sehingga kami merasa bahwa dia bukan lawan kami. Dan di sisinya, ada dua orang yang kuceritakan sebelumnya." Jawab orang yang terlempar itu dengan menahan rasa sakit di wajahnya.
"Keluarga Forjen? Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Justru kalian yang sangat bodoh, mengapa kalian bisa salah sasaran seperti itu? Tapi tidak apa, keluarga Forjen juga tidak akan bisa menghadapiku." Kata tuan sepuluh dengan begitu sombong.
Tuan sepuluh berbalik badan dan menghela napas, kemudian berkata, "Lupakan itu, yang paling penting. Apakah kalian berhasil melaksanakan tugas utamaku? Aku harap kalian tidak lupa."
Seseorang yang masih berlutut bergetar hebat karena melihat salah seorang temannya yang terlempar karena ditendang oleh tuan sepuluh. Dengan gugup, dia berkata, "Su-sudah tuan, sekitar delapan ribu kriminal yang sebelumnya merupakan bawahan tuan sudah ku kumpulkan kembali."
Kriminal di benua ini memang bertindak kejahatan sesuka hatinya. Tapi, semua kriminal tersebut memiliki sebuah kesatuan dan juga memiliki seorang pemimpin. Separuh hasil dari tindak kejahatan mereka, mereka serahkan kepada tuan sepuluh.
Itulah mengapa tuan sepuluh memiliki kekuasaan dan bisa menyerang apapun dengan mudah.
"Bagus, lantas apakah kau sudah meminta mereka berkumpul dalam satu tempat yaitu gunung Apiluc?" Tanya tuan sepuluh kembali.
"Sesuai perintah." Jawabnya singkat.
"Kali ini kita yang akan mendapatkan bunga teratai emas. Dan aku akan menjualnya dengan sangat mahal." Tuan sepuluh berkata dengan tertawa keras setelahnya.
__ADS_1
"Walaupun kaisar Lexus merupakan kaisar terkuat kedua di dunia. Tapi, aku juga tidak ingin kalah. Mendapatkan teratai emas lima belas dan lima tahun yang lalu merupakan sebuah kemajuan bahwa Lexus tidak becus menghadapi orang sepertiku." Sambungnya.