
Pagi hari telah tiba, tidak, lebih tepatnya pagi menjelang siang. Zeno kala itu baru terbangun dari tidurnya. Ia turun dari ranjang dengan suara hentakan kaki di atas lantai yang terbuat dari papan kayu.
Tidak seperti biasa, Zeno kali ini bangun kesiangan karena mimpi yang membuatnya lelah. Walaupun tidak ada luka yang membekas, rasa sakit di bagian perut masih saja terasa sakit.
Zeno mencoba keluar dan membuka pintu dari rumahnya, tetapi entah kenapa tepat saat Zeno membuka pintu, ada Fang Yuna yang kala itu juga ingin mengetuk pintu.
Semerbak aroma harum dari Yuna membuat hidung Zeno seakan dimanjakan, berdandan dengan cantik memang ciri khas sebagai nona kekaisaran.
“Nona Yuna, ada perlu apa sehingga anda repot-repot datang kesini?” Katanya dengan menundukkan kepalanya.
“Kakek menyuruhku untuk mengantarkan uang makan mu selama satu bulan." Kata Yuna dengan diiringi senyumnya.
Zeno menggarukkan kepalanya, dia pun berkata. "Bukankah tugas seorang pelayan kekaisaran untuk mengantarkannya, kenapa anda repot-repot untuk mengantarkannya."
“Haha itu tidak penting.” Sambil menyerahkan satu kantong emas yang berukuran sedikit besar.
“Ini sudah ada limapuluh koin emas.” Sambungnya.
“Banyak sekali, bukankah dengan dua puluh koin emas saja sudah bisa untuk makan selama satu bulan.” Kata Zeno yang merasa agak mengeluh membawa koin emas yang begitu banyak.
Bahkan kemarin ia juga memberikan satu kantong berisi 5 koin emas kepada pemilik kereta kuda, dia tahu itu terlalu banyak, tapi dia melakukan itu karena Zeno tahu bahwa sebentar lagi dirinya juga akan mendapatkan uang dari Fang Yoshi. Lagipula dia melakukan itu karena dia tidak ingin lama-lama memegang koin emas yang didapatkan dari merampas, walaupun itu dari Zayn sendiri.
"Sudahlah, jangan membantah. Semoga harimu menyenangkan." Kata Yuna dengan berbalik meninggalkan rumah Zeno.
Zeno hanya bisa menggelengkan kepala, seorang keluarga kekaisaran tidak seharusnya melakukan ini. Tetapi Zeno tetap menghargainya, selagi itu baik.
Zeno kali ini ingin pergi ke kedai, lagipula dia sangat lapar dan ingin memakan makanan. Apalagi setelah melakukan pertarungan di dalam mimpi membuat Zeno benar-benar tidak memilik energi lagi.
Kemudian Zeno berjalan keluar dari rumah, tetapi dia belum tahu tentang daerah sekitar yang memiliki kedai.
Terpaksa dia hanya bisa bertanya kepada seseorang, daripada dia tersesat dan tidak tau arah pulang. Zeno melangkahkan kakinya dengan cepat, menghampiri seorang pemuda seumurannya yang terlihat berjalan biasa.
__ADS_1
"Permisi." Sapa Zeno dari belakang kepada pemuda itu.
Pemuda itu menoleh kebelakang dengan tatapan yang nampak bersahabat, pemuda itu bisa ditebak memiliki sifat yang begitu ramah dan tersenyum kepada siapapun. Bahkan Zeno juga ikut senang karena pemuda yang ia temui begitu segan.
"Bagaimana? Ada perlu apa Zeno?" Ucap pemuda itu yang sepertinya mengenal Zeno.
Zeno terkejut, semenjak dia berada di negara ini dia sama sekali belum mempunyai teman dan memperkenalkan diri kecuali kepada keluarga kekaisaran.
"Tunggu bagaimana kau bisa mengenalku?" Tanya Zeno mengerutkan dahinya karena penasaran.
"Tidak perlu terkejut, namaku adalah Fang lou. Salah satu anggota keluarga cabang dari keluarga Fang. Seluruh anggota Fang sudah mengetahui keberadaan mu Zeno." Kata pemuda itu bukan lain yang merupakan anggota keluarga Fang.
Mendengar hal itu, Zeno menundukkan kepalanya karena ia baru mengetahui bahwa di depannya adalah salah satu keluarga Fang.
"Maaf apabila saya melakukan kelancangan." Ucap Zeno.
"Haha, kau jangan begitu, aku hanya anggota keluarga cabang, jadi aku tidak perlu dihormati berlebihan bagaikan keluarga inti seperti kaisar Tan, serta nona Yuna." Kata Fang Luo merendah.
"Tidak perlu, sepertinya saya lupa apa yang saya tanyakan." Kata Zeno begitu malu apa yang ia lakukan.
"Ayolah Zeno, kau tidak perlu sungkan dan begitu formal." Katanya sambil memegang pundak Zeno.
"Baiklah Fang Luo, bisakah kau mengantarkan kepadaku kedai?" Kata Zeno dengan begitu blak-blakan. Bahkan dia berani menyebut nama Fang Luo dengan langsung seakan Zeno tidak memiliki sopan santun.
Zeno melakukan itu juga karena permintaan Fang Luo yang menyuruhnya untuk tidak terlalu formal, ia sudah tidak bisa membantah lagi dengan perintah Luo itu sendiri. Karena menurutnya berdebat perkara tidak penting dengan pemuda seumuran Zeno akan membuatnya membuang-buang waktu.
"Mari ikut aku, aku akan menraktirmu." Ucap Fang Luo sambil mendorong pundak Zeno.
Zeno menggelengkan kepala, padahal hari ini dia baru saja mendapatkan beberapa koin emas dari Fang Yoshi, tetapi Fang Luo juga ingin mentraktirnya makan.
Memang keberuntungan berada di pihak Zeno, tetapi Zeno juga memiliki hati yang mana dia tidak ingin kurang ajar karena terlalu memanfaatkan keuangan keluarga Fang.
__ADS_1
Pemberian dari Fang Yoshi menurutnya sudah cukup banyak, bahkan Zeno sendiri juga merasa tidak enakan kepada keluarga kekaisaran.
"Fang Luo, kau sepertinya tidak perlu untuk mentraktirku, aku hanya perlu kau menunjukkan kedainya." Zeno menggarukkan kepalanya dengan tidak begitu gatal.
"Aku tau bahwa dirimu mendapatkan uang dari Patriark, jadi simpan saja uangmu itu untuk berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu." Kata Luo dengan kembali berjalan bersama Zeno.
Zeno hanya menghela nafas panjang. Sepertinya ada benarnya juga tentang perintah Luo untuk menyimpan uang koin yang ia dapatkan. Apabila ada sesuatu yang mendesak, jadi Zeno tidak perlu untuk meminta kepada Fang.
Mereka berdua akhirnya telah sampai kedai yang sepertinya begitu besar. Beberapa orang di dalamnya hanya sedang menikmati makanan, banyak dari mereka juga bercengkrama dengan orang-orang di sekitarnya.
"Bawakan kami dua makanan dan minuman yang sering dibeli oleh orang-orang di sini." Ucap Fang Luo kepada seorang pelayan kedai.
"Baiklah tuan Luo, apakah anda perlu meja khusus untuk anda dan teman anda?" Tanya pelayan tersebut.
"Tidak perlu!" Sahut Zeno.
"Baiklah, meja biasa saja." Kata Fang Luo kepada pelayan tersebut.
Fang Luo dan Zeno akhirnya beranjak dan pergi menuju meja yang akan ia tempati. Sembari menunggu makanan, ia menguping pembicaraan orang-orang disekitar yang mungkin akan sangat penting bagi Zeno.
Makanan yang dibawa pelayan sangat menggugah selera, bahkan Zeno akan sangat rakus memakannya apabila dia sendirian dan tidak ada orang disekitar.
"Aku dengar kaisar Hanzi Ares dan Kaisar Fang tan akan melakukan turnamen untuk para keluarga kekaisaran mereka berdua."
"Iya, turnamen persahabatan antar dua negara akan diselenggarakan sebentar lagi."
Zeno namak kaget dengan percakapan orang-orang di dekatnya, dan dia yakin bahwa dia mendengar bahwa ada yang menyebut nama Hanzi Ares, yang mana Ares merupakan nama keluarga ibunya.
"Turnamen itu memiliki peserta yang berisi keluarga kaisar angin, serta keluarga kaisar air. Aku harap aku yang akan memenangkannya, dan kau Zeno, jangan lupa untuk mendukungku." Ucap Fang Luo penuh semangat setelah melihat Zeno terkejut setelah mendengar percakapan seseorang.
"Tidak, bukan itu yang membuat aku terkejut."
__ADS_1