Penguasa 5 Elemental

Penguasa 5 Elemental
Mencari informasi


__ADS_3

Zeno hanya mengangguk dan menuruti perkataan ibunya, bagaimanapun ia tidak bisa membantah apa yang ibunya katakan hanya untuk membuatnya sangat cemas untuk kesekian kalinya. Lagipula kondisinya belum membaik dalam jangka waktu beberapa hari ke depan.


Setidaknya satu minggu seperti apa yang Arina perintahkan, Zeno dapat mempelajari sebuah teknik atau membuat sendiri untuk elemen petir. Dengan begitu, Zeni lebih bersiap untuk melawan Gongnyu. Dalam waktu seminggu juga Gongnyu mungkin akan lebih tertekan karena pencarian yang dilakukan oleh tiga negara.


Pertemuan telah selesai setelah beberapa keputusan dibuat oleh dua kaisar secara langsung, kekaisaran negara air juga akan meningkatkan penjagaan yang lebih ketat di wilayah kekaisaran, khususnya kamar Zeno yang akan dijaga lebih ketat lagi karena takutnya musuh masih mengincar kembali Zeno.


Zeno pun kembali ke kamarnya, namun sebelum itu, ia mampir sejenak menuju ruang perpusakaan kekaisaran untuk mencari lebih lanjut teknik-teknik yang berhubungan dari negara petir. Walaupun sebenarnya ia akan membutuhkan waktu setengah hari untuk mencari informasi itu, karena elemen petir yang bukan elemen dasar negara air.


“Kau mau kemana? Bukankah jalan menuju kamarmu sebelah sana?” Fang Yuna menghentikan langkah Zeno dengan memegang pundaknya.


Zeno membalik wajahnya dengan tersenyum pahit. “Aku hanya pergi menuju perpustakaan untuk mengambil beberapa buku. Bukankah sangat membosankan di kamar sendirian tanpa melakukan kegiatan apapun? Itupun ibu menyuruhku untuk berada di kamar dalam waktu satu minggu.”


Yuna mendahului Zeno sambil menatap sinis kepada dirinya, tetapi ia juga masih tetap memegang pundak Zeno yang tingginya berada di atas kepala Yuna. “Katakan! Buku apa yang kau cari? Aku bisa membantumu.”


“Hah.” Zeno menghela napas melihat tingkah kakaknya yang sepertinya terlalu memperdulikannya, padahal hanya di perpustakaan dia bisa mengambilnya sendiri. “Kau terlalu curiga kakak, akan sangat kurang puas jika aku tidak memilih sendiri. Begini saja, jika kau terlalu curiga kepadaku, maka kau bisa mengikuti di perpustakaan, lagipula mungkin kau dapat membantuku.” Ucap Zeno sambil melepaskan tangan kakaknya dari pundaknya.


“Baiklah.” Yuna mengangguk dan mengiyakan perkataan Zeno, setidaknya rasa curiga kepada Zeno untuk kabur dari kamarnya berkurang.


“Memangnya buku apa yang kau cari?” Tanya Yuna yang berada di belakang Zeno.


“Akan kutunjukkan sesuatu saat di sana.” Jawab Zeno sambil melirik sedikit kepada Yuna.

__ADS_1


Yuna hanya mengangguki apa yang Zeno ucapkan, terlebih lagi ia melihat bahwa Zeno terlihat sangat serius saat mengucapkan itu, hal tersebut menandakan Zeno akan memberitahukan sesuatu yang sangat penting.


Zeno dan Yuna akhirnya telah sampai di ruang perpustakaan kekaisaran, walaupun tempat ini jarang ada yang datang karena orang-orang terlalu tidak minat untuk membaca, tetapi ruangan ini cukup bersih lantaran pihak kekaisaran juga mempekerjakan seseorang untuk tetap membersihkan perpustakaan.


Zeno menutup pintu perpustakaan dan memastikan tidak ada yang membuntutinya. Hal itu membuat Yuna kebingungan dan mengerutkan dahinya sambil berkata, “Apa yang kau lakukan?”


Zeno mengulurkan tangannya dan menunjukkannya kepada Yuna bahwa dirinya memiliki sebuah elemen petir. Zeno yang merasa cukup untuk memperlihatkan sebuah bola petir kepada Yuna.


Yuna yang melihat itu membuka matanya sangat lebar, bahkan ia merasa tidak percaya bahwa adiknya bisa mengeluarkan sebuah elemen yang bukan turunan dari orang tuanya. Padahal, sebuah elemen milik seseorang akan serupa dengan elemen dari salah satu atau kedua orang tuanya. Tetapi Zeno berbeda, elemen air dan angin sudah cukup membuktikan bahwa Zeno merupakan anak dari Arina Ares dan Fang Zhuo atau nama ayah Zeno.


Tetapi menurutnya ini ada kesalahan lain, Yuna mencoba mencari sebuah catatan mengenai mengapa itu bisa terjadi pada seseorang.


Tetapi Yuna tidak menghiraukan apa yang Zeno ucapkan, dia hanya fokus untuk mencari sebuah buku mengenai permasalahan atau lebih tepatnya keajaiban yang terjadi pada adiknya.


“Ketemu.” Kata Yuna sambil mengambil sebuah buku pada sebuah rak.


“Mungkin kau juga bingung mengapa kau bisa memiliki sebuah elemen.” Sambungnya.


Zeno yang mendengar itu sebenarnya tidak terlalu peduli saat elemen yang bukan berasal dari orang tuanya keluar, karena ia sendiri tahu jelas bahwa elemen petir merupakan elemen pemberian dewi Luna yang harus dibangkitkan sendiri.


“Kau bisa baca ini, sekitar 5% populasi manusia yang hidup di Zaman kekaisaran pertama di negara ini dapat memiliki elemen yang bukan berasal dari orangtuanya. Itu terjadi karena mungkin mereka sadar bahwa mereka merupakan reinkarnasi pada orang sebelumnya yang memiliki sebuah elemen yang berbeda dari elemen di kehidupan berikutnya.

__ADS_1


Sebagai misalnya, aku memiliki sebuah elemen air dan angin karena faktor keturunan, namun aku teringat bahwa di kehidupan sebelumnya, aku memiliki sebuah elemen petir. Secara otomatis, aku akan mendapatkan sebuah elemen petir sama seperti di kehidupan sebelumnya.” Kata Yuna sambil menunjukkan sebuah kalimat di atas sebuah buku.


“Katakan, sebenarnya kau reinkarnasi siapa? Apa tujuanmu kau ingin hidup kembali?” Sambungnya sambil menunjuk ke arah Zeno.


Zeno mengerutkan dahinya dan tidak mengerti apa yang Yuna ucapkan, karena ia merasa bahwa dirinya tidak memiliki kehidupan sebelumnya sehingga mengakibatkan elemen lainnya bangkit. Tetapi Zeno tetap tenang dan menjelaskan bahwa ia tidak pernah melakukan reinkarnasi atau terlahir kembali, bahkan ia berani mengatakan sumpah bahwa dirinya tidak pernah ingat bahwa ia pernah berada di kehidupan sebelumnya.


“Bukankah itu hal yang aneh? Elemen petir merupakan elemen yang tidak dimiliki oleh orang tua kita? Bagaimana kau bisa mendapatkannya?” Kata Yuna yang masih tidak percaya.


“Bisakah kau melupakan itu? Yang aku butuhkan merupakan sebuah buku teknik yang berkaitan dengan elemen petir.” Ucap Zeno yang merasa sudah bosan.


“Baiklah aku mengerti.” Fang Yuna mengembalikan sebuah buku pada tempatnya, lantas ia kembali berkeliling untuk mengambil sebuah buku tua yang hampir lapuk namun masih jelas tulisannya.


“Hubungan Ama dan Fang merupakan adik kakak, sehingga Ama pernah meninggalkan buku yang berisi teknik yang berhubungan dengan elemen petir. Tidak salah, mengapa buku ini terlihat sangat tua, karena umur buku ini ratusan tahun lebih tua darimu.” Fang Yuna menyerahkan buku tua itu kepada Zeno.


Sekilas, buku tua ini sudah dipenuhi debu yang sangat tebal, bahkan Zeno yang membukanya terus menerus bersin karena debu yang berterbangan. Tetapi itu tidak memudarkan rasa senangnya karena sudah mendapatkan buku teknik elemen petir, dengan rasa gembira, ia membuka satu persatu halaman yang mungkin berjumlah sepuluh lembar.


Namun saat ia membuka teknik ketiga atau teknik yang terakhir ditulis dalam buku ini, Zeno tersenyum lebar dan memandang serius buku itu.


“Drake Soul? Bukankah itu merupakan teknik turun temurun dari keluarga Ama? Bagaimana jika aku bisa menguasainya?”


  

__ADS_1


__ADS_2