
Sementara di tempat yang berbeda …
Tampak Amara membawa Jerome dan Evan menuju Kebun Raya Bogor. Orang bilang tidak afdol jika ke Bogor, tetapi tidak mengunjungi Kebun Raya Bogor. Oleh karena itulah, Amara membawa Jerome dan keponakan kecilnya itu ke Kebun Raya Bogor.
“Ke Kebun Raya Bogor mau Van?” tanya Amara kepada ponakannya itu.
“Iya, mau Tante,” jawab Evan.
Oleh karena itu, Amara segera membawa keponakannya itu menuju Kebun Raya Bogor yang jaraknya hanya sepuluh menit berkendara dengan mobil.
“Tante Mara, di Kebun Raya Bogor ada apa saja?” tanya Evan.
“Ada tumbuh-tumbuhan Van … berbagai jenis tanaman (flora) ada di sana. Kamu bisa melihat aneka burung juga di sana,” jawab Amara.
Evan kecil pun menganggukkan kepalanya, “Banyak tanaman di sini ya Tante?” tanyanya.
“Benar Van … ada banyak sekali tanaman mulai dari pohon, bunga, dan tumbuhan yang hidup di air. Di Jakarta sangat jarang ada tanaman seperti ini kan?” tanya Amara.
“Iya Tante … kalau di Jakarta biasanya main ke Mall sama Mama dan Papa,” jawab Evan lagi.
Setelah itu, Amara membawa Evan dan Jeroma untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor. Mereka melihat berbagai jenis tanaman. Perlu untuk kita ketahui bahwa Kebun Raya Bogor memiliki koleksi lebih dari 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Amara mengajak Jerome dan Evan kemari tentunya sekaligus untuk mengedukasi anak dan keponakannya tentang berbagai jenis pohon dan tumbuh-tumbuhan di sana.
“Itu tumbuhan apa Ma?” teriak Jerome.
“Itu namanya Pohon Akasia, Jerome. Kenapa?” tanya Amara kepada anaknya itu.
“Tinggi Ma, pohonnya,” teriak Jerome sembari menunjuk pohon yang menjulang tinggi itu.
“Akasia sebenarnya termasuk jenis semak-semak, Jerome. Dia berasal dari Afrika sana. Bagus kan pohon Akasianya?” jelas Amara kepada putranya.
__ADS_1
Jerome pun menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Mamanya mengenai Pohon Akasia itu. Evan pun juga mendengarkan penjelasan Tante Amara mengenai Pohon Akasia yang berada di sekitarnya.
“Kalau itu tumbuhan apa Tante?” tanya Evan kepada Tantenya. Evan menunjuk sebuah pohon yang tumbuh tidak jauh dari tempatnya berada saat ini.
Amara pun mendekat dan membaca papan informasi berwarna hijau yang terpasang di setiap pohon itu. Kemudian dia membaca ke arah pohon yang sedang ditunjuk Evan.
“Oh, ini namanya pohon Saga, Evan … pohon ini daunnya bermanfaat untuk mengobati sariawan,” jelas Amara.
“Aku sering sariawan Tante … berarti kalau aku sariawan bisa diobati pakai daun Saga ini dong?” tanya Evan dengan begitu polosnya.
Sontak saja Amara dan Jerome tertawa mendengar pertanyaan yang begitu polos dan juga lugu dari seorang Evan. Perlahan Amara pun mendekat dan sedikit menunduk supaya tingginya setara dengan Evan.
“Kalau Evan sedang sariawan dikasih apa sama Mama dan Papa? Diobati pakai apa?” tanya Amara.
“Diberi vitamin C rasanya jeruk, lalu harus dihisap sampai habis,” jelas Evan sembari mengingat vitamin C yang biasanya diberikan Papa dan Mamanya saat dia sariawan.
“Dulu mungkin saat belum ada vitamin C tablet hisap, orang-orang menggunakan daun Saga yang direbus untuk mengobati sariawan. Sekarang sudah ada vitamin C, jadi Evan minum vitamin C dan makan buah dan sayur supaya sehat dan tidak sariawan yah,” jelas Amara dengan begitu lembut kepada Evan.
Selanjutnya Amara mengajak Evan dan Jerome menuju ke Taman Akuatik. Taman Akuatik sendiri berisi koleksi tanaman habitat air mulai tumbuhan air tergenang, tumbuhan air mengapung, dan tumbuhan air menggenang sempurna.
“Lihat tuh Jerome dan Evan, koleksi tanaman air di Kebun Raya Bogor juga banyak dan lengkap sekali. Tante jamin yang seperti ini tidak ada di Jakarta,” ucap Amara.
“Tapi di Jakarta ada Monas dan Dufan, Tante,” teriak Evan.
Rupanya Evan pun bisa mengingat bahwa di Jakarta ada tempat yang pernah dia kunjungi yaitu Monas dan juga Dufan. Lagi-lagi Amara dan Jerome tertawa.
“Nanti kalau Jerome ke Jakarta, jalan-jalan sama aku ke Dufan yah?” ajak Evan kepada sepupunya itu.
“Oke Kak, nanti ajak Jerome ke Monas, Dufan, dan jalan-jalan ke Mall yah,” jawab Jerome.
__ADS_1
“Oke Jerome … tetapi kamu harus menginap di rumah Papa yah, supaya jalan-jalan ke semua tempat di Jakarta,” balas Evan.
Amara kemudian mengajak Evan dan Jerome berjalan-jalan menyisiri kolam-kolam yang bersih dan tertata rapi dengan tanaman hijau yang seolah menari-nari seolah tertiup angin yang berhembus. Suasana yang begitu asri, semua tumbuhan hijau, berpadu dengan kolam yang bersih, dan angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat Evan dan Jerome betah berlama-lama di Kebun Raya Bogor.
Melihat area di Taman Akuatik yang asri dan tidak begitu ramai, Amara pun memperbolehkan Evan dan Jerome untuk bermain-main di sana. Lantaran usia yang masih kecil, Evan dan Jerome justru suka berlari-larian sembari mengitari kolam kecil yang dipenuhi tanaman Teratai.
“Larinya hati-hati ya Evan dan Jerome, jangan terlalu ke tepi, supaya kalian tidak jatuh,” ucap Amara yang memperingati anak dan keponakannya itu.
Sebab, mengajak anak-anak ke tempat umum memang membutuhkan pengawasan. Tidak boleh dilepas begitu saja, lagipula di area Taman Akuatik terdapat beberapa kolam, jadi Amara harus lebih waspada.
Setelah capek berlari-larian, Evan dan Jerome kemudian duduk di rerumputan yang tidak jauh dari kolam Teratai itu.
“Capek Ma,” ucap Jerome.
“Iya, capek Tante,” ucap Evan.
Rupanya setelah berlari-larian, keduanya pun kecapekan. Oleh karena itu, Amara memberikan air minum kepada Jerome dan Evan. Sekaligus menyuruh keduanya untuk beristirahat.
“Kalian minum dulu dan istirahat sebentar yah … abis ini kita minum cokelat hangat yah, setelah itu Tante antarkan Evan ke hotelnya Papa yah?” tawar Amara.
Evan yang usai meminum airnya pun menganggukkan kepalanya, “Iya Tante … kapan-kapan ajak Evan main ke Kebun Raya Bogor lagi ya Tante. Evan ingin bermain layang-layang kayak mereka itu loh Tante,” ucap Evan menunjuk beberapa anak-anak yang tengah bermain layang-layang.
“Oke Van … makanya sering main ke Bogor. Nanti Tante ajak kamu ke Kebun Raya Bogor, ke Taman Safari, dan tempat-tempat wisata lainnya. Pasti kamu akan suka,” balas Amara.
“Iya, suka Tante … Evan mau lihat hewan-hewan di Taman Safari,” teriak Evan dengan girang.
“Aku sudah sering ke sana Kak Evan,” balas Jerome.
“Kamu sering ke sana karena rumahmu di sini Jerome, kalau aku kan tidak karena rumahku di Jakarta,” balas Evan.
__ADS_1
Amara pun tertawa mendengar perbincangan Evan dan Jerome yang seakan tiada habis. Sembari sesekali Amara mengambil foto bagaimana Evan dan Jerome bermain di Kebun Raya Bogor, dan foto-foto akan dia kirimkan kepada Belva supaya Kakaknya itu kalau Evan baik-baik saja bersama.