
"Sayang, temani makan malam besok yah. Bisa?" Belva mengajak istrinya kali ini untuk menemaninya makan malam. Tak biasanya, karena biasanya memang Belva jarang menerima undangan makan malam.
"Tumben Mas, makan malam sama siapa?" tanya Sara kepada suaminya itu.
"Sama CEO Jaya Corps yang baru. Kan Pak Jaya Wardhana mau purna tugas, jadi CEO nya diganti," jelas Belva kepada istrinya.
Sara masih menimbang dalam hatinya. Mungkinkah dia mengiyakan ajakan dari suaminya itu.
"Kiddos gimana Mas? Evan dan Elkan?" tanyanya kini kepada suaminya.
Sebagai seorang Ibu, sekarang jika hendak pergi Sara rasanya begitu berat, terlebih ada Evan dan juga si baby Elkan. Meninggalkan Kiddos mereka rasanya begitu berat.
"Duo E biar sama Mama dan Papa. Kan cuma malamnya aja. Palingan juga 2 jam. Temani aku yah. Besok itu kan Pak Jaya dengan istrinya, CEO yang baru juga dengan pasangannya. Hanya makan malam dan berkenalan dengan CEO baru saja," pinta Belva kali ini.
Sara melihat wajah suaminya yang seakan memang ingin mengajaknya untuk menemaninya makan malam itu.
"Ya sudah, tapi ya aku cuma seperti ini loh, Mas. Maaf kalau nanti mengecewakan kamu," balas Sara.
"Kamu tetap cantik, Sayangku. Ingat perkataanku … yang penting adalah kamu paling cantik buat aku dan Kiddos, Evan dan Elkan, itu saja," balas Belva.
Senyuman pun terbit dari bibir Sara, "Makasih Mamas. Besok formal atau gimana Mas? Biar aku siapkan kostum dulu, biar aku enggak salah kostum. Masak istrinya Mr. CEO salah kostum kan enggak lucu," balas Sara.
Belva senang karena Sara sedikit berubah. Bahkan Sara terlihat tertarik dengan makan malam yang diadakan besok. Belva yakin bahwa esok hari Sara akan mempersiapkan dirinya dengan baik.
"Formal Sayang, jadi … kamu pakai dress yah. Mau aku belikan dress?" tawar Belva kali ini.
"Enggak usah, aku punya banyak dress kok. Lagian di Bali, dress dari Desainer itu juga ada beberapa. Kalau dress nya batik gimana Mas?" tanya Sara kali ini.
Sebab, dia teringat dengan dress batik yang diberikan oleh Miss Aliya saat mereka bertemu di Bali dulu.
"Senyaman kamu saja Sayangku, yang penting kamu nyaman dan dampingilah suamimu ini," jawab Belva kali ini.
Belva pun tidak mempermasalahkan, bagaimana pun dia hanya ingin mengajak Sara untuk mendampinginya makan malam bersama CEO baru Jaya Crop yang akan dilaksanakan besok. Lagipula, Pak Jaya Wardhana juga sudah berpartner dengan Agastya Property sejak lama, karena itu Belva ingin mengajak Sara dan mengenalkan Sara kepada salah satu mitra bisnisnya itu.
***
Keesokan harinya ….
__ADS_1
Sejak sore Sara sudah bersiap, dia sengaja memilih satu dari berbagai dress yang dibelikan Belva untuknya saat di Bali dulu. Mengingat acara ini formal karena pertemuan antar CEO, Sara pun memilih untuk mengenakan gaun berwarna gold. Potongannya memang sederhana, tetapi saat dipakai tetap saja menunjukkan kesan mewah. Sara mengombinasikannya dengan menata rambutnya sedemikian rupa, berias dengan mengombinasikan eye shadow merah mudah yang lebih segar di mata, dan lipstik berwarna pink satin yang lembut. Lantaran, sudah melahirkan Sara pun mengenakan high heels yang menunjang penampilannya.
Sara yang sedang memantaskan diri di kamar pun, sampai tidak menyadari bahwa suaminya sudah berada di dalam kamar dan menungguinya.
“Amazing, cantik banget sih,” ucap Belva yang memperhatikan Sara.
“Gimana Mas, berlebihan enggak?” tanya Sara kepada suaminya.
“You look amazing, Honey … sexy,” jawab Belva yang memandang istrinya itu tanpa kedip.
“Ya sudah, gini aja ya Mas … sekarang yuk? Biar pulangnya enggak kemalaman,” ajak Sara.
Belva pun kemudian berdiri dan kemudian dia mengambil jasnya, dan Sara pun membantu suaminya untuk mengenakan jas. Tangan Sara menepuki bagian bahu suaminya, dan wanita itu tersenyum.
“Kamu kalau pakai jas gini keren loh Mas,” ucapnya dengan tiba-tiba.
“Makasih Sayang … kamu juga cantik. Cantik banget sih, gak kelihatan kalau sudah punya duo E,” ucap Belva yang mencuri ciuman di pipi istrinya itu.
Sampai akhirnya mereka berpamitan dengan Mama Diana dan Papa Agastya, selanjutnya mereka bergegas menuju salah satu restoran yang berada di tower paling tinggi sebuah hotel bintang lima yang ada di Ibukota. Belva sendiri yang mengemudikan mobilnya, dan sesekali tidak mencuri pandang ke arah Sara yang memang begitu memukau di sampingnya.
Begitu tiba di restoran, rupanya Pak Jaya Wardhana beserta istri sudah tiba terlebih dahulu. Belva pun mengajak Sara untuk mendekat dan kemudian mengenalkannya kepada mitra bisnisnya itu.
“Selamat malam, saya Sara,” ucap Sara memperkenalkan dirinya.
“Pak Belva istrinya cantik banget loh ini … masih muda juga,” balas istri Pak Jaya.
Tidak berselang lama, datang pasangan lain yang bergabung dengan mereka berdua. “Malam, Papa … Mama,” sapa seorang wanita datang dan memeluk Pak Jaya dan Istrinya, Bu Sasmita.
Betapa kagetnya Sara saat melihat sosok pria yang datang dengan wanita cantik itu, karena Sara tentu begitu mengerti pria itu.
“Dokter Bisma yah?” tanya Sara secara spontans.
“Mamanya Evan kan?” tanya pria yang baru saja dipanggil Sara itu.
Mendengar Sara yang mengenali pria yang baru saja datang itu, Belva pun mengernyitkan keningnya. Mencoba mengingat siapa pria ini, sampai-sampai istrinya yang jarang ke luar rumah pun bisa mengenalnya. Pun demikian, pria itu tahu bahwa putranya bernama Evan.
Sebelum pasangan masing-masing curiga, Sara pun segera menjelaskan yang sebenarnya. Supaya tidak terjadi kesalahpahaman.
__ADS_1
“Mas, dia ini Dokternya Evan … Dokter Spesialis Anak yang sudah pegang Evan sejak baby,” jelas Sara.
Lega sudah hati Belva, dia mengira bahwa ada hubungan yang tidak-tidak antara istrinya dengan pria yang disebut Dokter Bisma itu, rupanya Dokter Bisma adalah Dokter Spesialis Anak yang selalu didatang Sara untuk mengimunisasikan Evan dulu.
“Kenalkan … dia putri saya, Kanaya dan suaminya Dokter Bisma,” ucap Pak Jaya.
Kanaya pun mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Belva dan juga Sara. “Halo, saya Kanaya … lebih terkenal suami saya yah, maklum suami saya memang favorit Mama-Mama di Rumah Sakit,” balas Sara dengan tertawa.
“Maaf Bu Kanaya, karena memang dua Kiddos selalu vaksinasi sama Dokter Bisma,” jawab Sara.
“Tidak apa-apa Bu Sara … anaknya sudah dua yah?” tanya Kanaya dengan ramah.
“Benar Bu, yang satu masih baby baru dua bulan,” jawab Sara.
“Luar biasa, sudah lengkap cewek dan cowok?” tanya Kanaya lagi.
“Dua cowok Bu,” balas Belva yang turut bergabung dalam obrolan.
Dokter Bisma pun tersenyum, “Sama seperti Istri saya yang jadi paling cantik di rumah, karena kedua anak kami juga cowok,” balas Dokter Bisma.
“Makanya saya minta satu lagi cewek, Dok,” sahut Belva dengan tiba-tiba. Sehingga semua yang ada di situ pun tertawa.
Di makan malam kali ini, Pak Jaya menjelaskan keputusannya untuk purna tugas, dan hendak menikmati hari tua bersama istrinya. Sementara ke depannya Jaya Corp akan diserahkan kepada Kanaya sebagai CEO yang ditunjuk oleh Pak Jaya, selain itu kerja sama dengan Agastya Property akan terus berjalan walau terjadi perubahan CEO. Selebihnya, justru banyak obrolan santai yang terjadi.
Sara pun bisa membawa diri dengan baik, mendampingi suami dan tentu ada Belva yang juga membimbingnya supaya bisa melewati dinner ini dengan baik.
“Maaf Pak Belva, ini pertanyaan pribadi … istrinya masih muda yah? Selisih berapa tahun?” tanya Kanaya yang hanya ingin tahu saja.
“Selisih 6 tahun, Bu,” balas Belva dengan tertawa.
“Oh, tapi tidak terlalu jauh kok Pak Belva,” sahut Kanaya lagi.
“Kalau Bu Kanaya dan suami, seusia atau bagaimana?” Sara yang rupanya juga turut bertanya dengan sopan.
“Kami seusia sih Bu … dulu kami teman satu SMA,” balas Kanaya.
Belva dan Sara rasanya kagum, berarti ikatan cinta antara CEO baru ini dengan suaminya sungguh luar biasa. Keduanya sampai kagum.
__ADS_1
“Luar biasa Bu … saya doakan Bu Kanaya dan Dokter Bisma langgeng, sehat, dan bahagia selamanya,” ucap Sara dengan tulus.
Melihat pasangan muda yang harmonis dan bisa menjaga ikatan cintanya, membuat Sara begitu kagum. Dalam hatinya, semoga saja nanti dirinya dan Belva bisa saling mencintai, saling mengisi satu sama lain, dan bisa menua bersama.