Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Jeju Island


__ADS_3

Keesokan harinya, Belva benar-benar membawa Sara untuk mengunjungi Pulau Jeju yang berada di sebelah selatan semenanjung Korea. Apabila terlihat dari pesawat udara, pulau ini memiliki spektrum alam dalam warna biru dan hijau. Biru untuk mewakili lautan, dan hijau untuk hutan dan berbagai jenis flora yang berada di sana.


Pulau Jeju sendiri merupakan sebuah pulau tersendiri dari daratan Korea. Pulau ini memiliki tempat wisata yang alam yang begitu indah. Ditambah dengan panorama Gunung Hallasan yang merupakan gunung tertinggi di Jeju yang kian menambah indahnya panorama di pulau itu.


Tidak tanggung-tanggung, Belva pun membawa Sara untuk menginap di salah satu hotel bintang lima terkenal di pulau itu. Sara begitu terpana, ketika dari kaca jendela hotelnya terlihat dataran pulau Jeju dengan keindahan lautnya yang biru.


"Wah, ini indah sekali. Justru lebih indah Jeju, daripada Seoul," ucap Sara kali ini.


Belva pun tersenyum kecil di sudut bibirnya, "Jadi kamu suka?" tanyanya kepada Sara.


Sara pun mengangguk dengan bahagia, "Ya, sangat senang. Ini adalah panorama terindah yang pernah kulihat. Makasih Pak Belva," ucapnya yang tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Belva.


"Kamu tidak lapar?" tanya Belva kali ini.

__ADS_1


Sebab, mereka menempuh penerbangan pagi dan belum sempat bersarapan. Oleh karena itu, Belva sebenarnya ingin mengajak Sara untuk mengisi perutnya terlebih dahulu.


"Lapar," jawabnya sembari memegangi perutnya.


Akhirnya, Belva menyewa sebuah mobil dari hotel dan dia membawa Sara mengunjungi Kafe Delmoondo. Sebuah kafe yang berada tepat di bibir pantai, menikmati makan lezat sembari menikmati keindahan pantai yang biru tentu sangat indah.


Lagi-lagi Sara pun terpesona dengan keindahan yang ditawarkan kafe Delmoondo. Agaknya Belva memang tidak tanggung-tanggung untuk membahagiakannya. Hotel bintang lima, makanan lezat, dan sekarang kafe dengan view yang sangat indah semua itu Belva berikan untuk Sara.


"Pesan aja apa yang kamu mau? Kita bisa refreshing sejenak sembari melihat birunya lautan itu," ucap Belva.


Menunggu kurang lebih 15 menit, makanan yang mereka pesan pun dihantarkan. Menikmati makanan lezat di tempat seindah ini bukan hanya memanjakan lidah mereka, tetapi juga memanjakan mata mereka dengan panorama yang sangat indah.


Keduanya makan dengan diam, lantaran memang lapar sehingga Beef Steak itu seolah melaju cepat dari mulut menuju tenggorokan begitu saja. Setelah menikmati makanan mereka, rupanya langit Jeju yang semula panas kini berubah menjadi mendung gelap. Maka, Belva memutuskan untuk mengajak Sara kembali ke hotel.

__ADS_1


Cuaca di Jeju memang bisa berubah-ubah. Di hari yang terik pun bisa terjadi hujan deras. Terkadang saat musim dingin, bisa terjadi juga hujan deras dan angin kencang di pulau itu.


"Kita kembali ke hotel sekarang atau ingin berteduh dulu?" ucap Belva sembari sedikit berlari karena sebelumnya mereka duduk di ruangan terbuka di pesisir pantai.


Mau tidak mau, badan mereka pun terkena air hujan.


"Ke hotel langsung saja, Pak," jawab Sara yang berlarian di belakang Belva. Wanita itu mengangkat telapak tangannya seolah untuk menudungi kepalanya. Akan tetapi, semuanya sia-sia. Sebab hujan pun membasahi kepala dan wajahnya.


Begitu sampai di hotel dengan badan dan wajah yang setengah basah, Belva melajukan mobilnya menuju hotel. Terlihat dari awan gelap di atas sana, memang memungkinkan hujan turun dengan deras dan cukup lama. Oleh karena itu, memilih kembali ke hotel adalah pilihan terbaik.


"Hati-hati licin." Belva memperingatkan Sara untuk hati-hati berjalan saat memasuki hotel. Sebab, kaki licin dan basah bisa berbahaya saat berjalan di atas lantai berlapis keramik, porselen, atau marmer. Bisa membuat tergelincir.


"Baik Pak, makasih," jawab Sara yang seketika lebih berhati-hati menginjakkan kakinya di atas lantai itu.

__ADS_1


Dinginnya usai kehujanan, berpadu dengan ruangan AC di hotel itu seolah sirna dengan perhatian yang Belva berikan. Entah mengapa bagi Sara, Belva justru adalah sosok yang hangat dan perhatian. Dari ucapannya, dari caranya memperingatkan Sara seolah menunjukkan bahwa Belva adalah pria berhati hangat.


__ADS_2