
Dengan menyusulnya Duo E yaitu Evan dan Elkan, Belva pun memperpanjang masa liburannya di Paris. Kali ini, sang Papa akan mengajak putranya itu mengunjungi tempat-tempat indah di Paris. Tidak akan melewatkan kesempatan kali ini untuk berliburan bersama dua putranya tercinta.
“Evan dan Elkan pengen jalan-jalan ke mana?” tanya Belva kepada putranya. Setidaknya Belva ingin mengajak kedua putranya berjalan-jalan ke tempat yang diinginkan putranya. Terutama Evan yang bisa memilih dan membuat keputusan ingin berjalan-jalan ke mana. Sehingga, Belva pun ingin menuruti permintaan putranya.
“Ke Menara Eiffel saja Pa … lari-lari di sana, pasti Adik El suka,” jawab Evan.
Wah, rupanya Evan tumbuh menjadi sosok Kakak yang baik. Bahkan pilihannya pun juga mengedepankan si Adik yang masih suka mengeksplorasi ruangan terbuka.
“Ya sudah, nanti kita ke Menara Eiffel yah,” balas Belva.
“Papa, sama kalau mau pulang beli oleh-oleh ya Pa … Evan boleh enggan bagiin oleh-oleh untuk teman-teman sekelas Evan dan untuk Miss-nya,” tanya Evan kali ini kepada Papanya.
Belva pun menganggukkan kepalanya, “Boleh … nanti beli Macarons untuk teman-teman sekelas Evan yah,” balas Belva.
Macarons adalah kue yang dibuat dengan putih telur, tepung gula, gula rafinasi, tepung almond, dan pewarna makanan. Kue ini berbentuk bulat kecil, aneka warna, renyah di luar, tetapi bagian tengahnya terdapat krim lumer yang lembut di mulut. Macarons sendiri sudah menjadi salah satu dari sekian banyak makanan dari Perancis yang mendunia.
“Makasih Papa,” ucap Evan yang berterima kasih kepada Papanya.
Menjelang sore hari, Belva bersama Sara, Evan, dan Elkan kembali mengunjungi Menara Eiffel. Si Papa menggendong si kecil Elkan dengan menggunakan hipseat, sementara Sara berjalan dengan menggandeng tangan Evan.
“Menaranya bagus ya Ma,” ucap Evan dengan menunjuk kerangka besi yang berdiri dengan begitu megahnya itu.
“Biasanya kita melihat dari Ensiklopedia Kota di Dunia milik Evan, sekarang kita bisa menyaksikannya langsung. Evan senang enggak?” tanya Sara kepada putranya itu.
“Senang Ma … senang banget,” jawab Evan dengan menunjukkan rasa senang bisa melihat Menara Eiffel. "Nanti ambil foto di Menara Eiffel ya Ma ... makasih Mama sudah mengajak Evan liburan ke tempat yang indah," ucapnya dengan terus berjalan dan menggandeng tangan Mamanya.
__ADS_1
Kini, keempatnya memberikan ruang bagi Elkan untuk mengeksplorasi taman yang ada di sekitar Menara Eiffel. Bahkan Evan dan Elkan terlihat kompak berlari, berjalan, dan melompat. Tentu saja ada Belva dan Sara yang mengawasi langsung dan terlibat dengan kedua putranya. Tidak akan membiarkan bermain sendirian.
“Papa, tahu gitu tadi Jerome diajak. Pasti seneng deh, Jerome lari-lari kayak gini,” ucap Evan.
Evan benar-benar seorang anak yang peduli dengan orang lain. Sosok kakak yang baik dan keren. Bahkan tak jarang Evan mengalah dengan Elkan. Walau kadang kala berantem dengan Elkan, tetapi tak jarang juga Evan mau berbagi mainan bahkan makanannya dengan si adik.
“Wah, iya … coba Papa kirim pesan ke Tante Amara yah, sapa tahu mereka mau menyusul ke sini,” balas Belva.
Belva sungguh-sungguh menghubungi Amara, dan Amara sendiri berkata akan menyusul mereka. Jadi, Belva dan Sara pun akan menunggu Amara di Taman Trocadero. Sebuah taman yang bernama Square d’Ajaccio. Sebuah taman kecil di mana Menara Eiffel terlihat dari sini, taman yang berdekatan dengan Army Museum dan terdapat patung terkenal seorang General Henri Gonraud.
Musim dingin yang dingin, matahari pun seakan tidak menunjukkan panasnya, tetapi Evan dan Elkan justru menikmati kegiatan outdoor di taman itu.
Tidak berselang lama pun, Evan dan Elkan duduk di bangku taman. Sara mengeluarkan minuman dan kotak bekalnya yang sengaja dia bawa dari hotel. Memberi waktu untuk kedua putranya istirahat.
“Sudah mainnya? Sorry yah … Tante Amara, Om Rizal, dan Jerome baru menyusul,” sapa Amara yang baru saja datang dengan menggandeng Jerome.
“Sandwich kayak punya Kak Evan, Ma,” tunjuk Jerome yang seolah menginginkan sandwich yang sedang dimakan oleh Kakak Sepupunya yaitu Evan.
Sara tersenyum melihat Jerome, kemudian dia memberikan sandwich dari kotak bekalnya untuk Jerome. “Ini Jerome … Aunty punya nih. Dimakan yah,” ucap Sara.
“Makasih Aunty,” balas Jerome dengan menerima sandwich di tangannya.
Usai makan sandwich dan meminum air putih, ketiga bocah itu tampak kembali bermain-main. Kali ini para Papa yang bermain dengan anak-anak mereka di tempat terbuka. Sementara Amara dan Sara memilih duduk di bangku taman dan mengobrol bersama.
“Liburannya sudah cukup atau masih kurang Kak?”
__ADS_1
Tentu saja pertanyaan dari Amara itu adalah bercanda. Sebab, Amara tahu tujuan Kakaknya menitipkan Evan dan Elkan menitipkan kepadanya untuk misi khusus yang tengah dilakukan Kakaknya itu.
“Sudah cukup … aku sudah kangen banget sama Evan dan Elkan,” sahut Sara.
“Jadi, kapan the third baby launching?” tanya Amara dengan tertawa.
“Ssstts, jangan keras-keras. Doakan saja yah … nanti kalau sudah garis dua merah, aku kasih tahu. Makasih ya Mara, sudah mau dititipin Duo E,” ucap Sara dengan tulus.
Sara beruntung karena memiliki Adik Ipar yang baik. Ada kalanya Belva menitipkan Duo E kepadanya, dan Amara sama sekali tidak keberatan. Justru Amara merasa senang karena Jerome memiliki teman bermain.
“Sama-sama Kak … untuk baby yang mau launching tidak masalah,” jawabnya dengan tertawa dan menutup mulutnya.
“Kamu bisa saja … kamu kalau mau Second Honeymoon sama Rizal juga boleh. Jerome biar di rumah, aku asuh. Jangan sungkan,” ucap Sara.
“Boleh Kak … tahun depan saja. Apa barengan saja ya Kak, kita hamilnya? Biar nanti Mama dan Papa pulang dari Singapura langsung punya dua cucu?” balas Amara yang lagi-lagi tertawa.
“Boleh … ide bagus tuh,” balas Sara dengan terkekeh geli.
“Cuma, aku pengen program bayi tabung deh Kak … pengen punya baby kembar. Aku dan Mas Rizal kan tidak punya genetif kembar, jadi ya gak bisa punya anak kembar. Cuma kalau pembuahan dilakukan di luar, bisa menghasilkan dua yang kembar sekaligus. Jadi, aku mau bayi kembar saja dengan program bayi tabung,” jelas Amara kepada Sara.
“Teknologi sudah canggih ya. Untuk medis pun juga canggih, membuahkan di luar bisa dan bisa menghasilkan dua baby kembar. Cepatan gih, biar aku punya tambah ponakan dua,” balas Sara.
Amara lagi-lagi tertawa, “Nanti dibelikan kadonya dua loh Aunty … kembar,” balas Amara.
“Tenang saja … untuk keponakan nanti dibelikan Aunty kembar yah. Aman itu,” jawab Sara dengan tertawa.
__ADS_1
Menyempatkan waktu bersama keluarga seperti ini memang menyenangkan. Bukan hanya sekadar liburan dan mendapatkan suasana baru, tetapi hubungan antara keluarga bisa menjadi kian akrab, banyak hal yang bisa dibicarakan, ada tentunya Duo E bisa mengeksplorasi tempat terbuka dan bermain-main dengan Jerome, sepupunya.