Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Elkan is Turning One!


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu pun berganti minggu, dan bulan pun berganti bulan. Bayi kecil bernama Elkan Agastya itu tidak terasa akan berusia satu tahun.


Ulang tahun pertama anak-anak biasanya menjadi momen berkesan untuk anak dan juga untuk orang tuanya. Tumbuh kembang sang anak mulai dari lahir, mencapai setiap tahap milestone-nya hingga mencapai usia satu tahun adalah tahapan tumbuh kembang anak yang sungguh luar biasa. Oleh karena itu, banyak orang tua merayakan hari ulang tahun untuk anak mereka.


"Sayang, seminggu lagi Elkan akan berusia satu tahun. Kita buat ulang tahun yuk untuknya," ucap Belva kepada Sara.


"Boleh Mas ... mau dirayakan di mana?" tanya Sara.


"Mau di Agastya Property? Ada aula luas, biar pegawai bisa ajak anak-anak mereka datang," balas Belva.


Rasanya berbagi keceriaan dengan anak-anak para karyawan di Agastya Property cukup menyenangkan juga. Oleh karena itulah, Belva mengusulkan untuk dilakukan di perusahaannya saja.


"Kalau boleh sama Mr. CEO ini sih boleh-boleh saja," balas Sara dengan terkekeh geli.


Rasanya, jika sedang bercanda dengan Belva, Sara rasanya suka menyebut suaminya itu Mr. CEO. Seolah sebutan ini begitu tepat untuk suaminya.


"Ya sudah, aku nanti cari event organizer saja, Sayang. Kamu tidak usah repot-repot. Ada usul enggak mau pakai tema apa?" tanya Belva.


"Si Adik sukanya channel Youtube Cocomelon yang iconnya Semangka itu Papa ... jadi temanya itu saja," pinta Sara.


"Lagu-lagu bahasa Inggris yang ditonton ELkan tiap hari itu ya Sayang?" tanya Belva.


"Iya ... dia suka banget sama karakternya J.J, yang rambutnya kayak ice cream scrull itu," sahut Sara dengan tertawa.


Sebab, jika diputarkan aneka lagu dari chanell itu, Elkan terlihat bahagia. Terkadang dia bertepuk tiap kali lagunya usia. Walaupun terkadang berebut dengan Evan, karena masing-masing anak memiliki selera tontonan yang berbeda, tetapi Sara selalu mengajar kepada Evan dan Elkan untuk berbagi. Sharing is caring, itu adalah kata-kata yang selalu Sara ucapkan dan ajarkan kepada Evan.


"Boleh, nanti Papa yang atur saja. Mama tinggal ke Agastya Property dan ajak Kiddos," perintah dari Belva kepada istrinya itu.


“Siap Mr. CEO, nanti aku lakukan seperti arahannya Pak Bos,” jawab Sara dengan masih terkekeh geli.


Belva pun menyipitkan kedua matanya melihat istrinya itu, “Bisa-bisanya sih? Bukan hanya aku yang CEO, kamu pun CEO. Kamu pemilik waralaba minuman yang sukses di negeri ini. Jumlah cabang kamu sudah belasan. Kamu hebat, Sayang. Untuk orang yang tidak mengenyam pendidikan bisnis, tetapi bisa memiliki waralaba yang besar, kamu itu hebat banget,” balas Belva.

__ADS_1


Apa yang diucapkan Belva benar adanya, karena memang Sara adalah orang awam dan belajar secara autodidak di dalam dunia bisnis. Akan tetapi, siapa yang menyangka bahwa wanita yang hanya mengecap pendidikan SMA itu kini sudah memiliki belasan cabang Coffee Bay di kota besar.


“Apa Mas, itu cuma mainan saja … sekalian mengurangi sedikit pengangguran. Aku ilmu bisnis enggak tahu. Hanya saja, kalau labanya sudah cukup besar mending buat cabang lagi, memutar uang dari sana sih,” jawab Sara.


“Tuh, kamu saja pintar … kamu juga CEO tahu,” balas Belva dengan merangkul bahu istrinya itu. Sungguh, Belva sangat senang dan bangga dengan kemampuan Sara mengelola bisnisnya sendiri. Sekadar menjalankan konsep sederhana itu saja, Coffee Bay sudah berdiri di belasan kota besar di Indonesia.


***


Seminggu kemudian ….


Di salah satu aula milik Agastya Property sudah didekorasi dengan sedemikian rupa dengan aneka balon dan action figure dari channel youtube kesukaan Elkan itu. Sementara Belva, Sara, dan Evan, serta Elkan sudah bersiap dengan kostum mereka.


Sementara dari anak-anak dari pegawai Agastya Property sudah berkumpul di tempat itu. Sehingga aula itu penuh dengan anak-anak. Sementara di bagian depan terdapat sebuah dekorasi yang bertuliskan, “Elkan is Turning One”. Dekorasi yang dipenuhi dengan balon berwarna biru itu tentu menjadi kian semarak dengan banyaknya anak-anak dan keriuhan mereka.


“Selamat ulang tahun Elkan … panjang umur dan sehat selalu.”


“Happy birthday Elkan!”


“Panjang umur dan sehat selalu Elkan.”


“Selamat sore Pak Belva dan Bu Sara … selamat ulang tahun untuk Baby Elkan,” ucap Abraham. Seorang fotografer yang dulu pernah memotretkan Belva, Sara, dan juga mendiang Anin saat Sara masih hamil Evan. Untuk pesta ulang tahun kali ini, Belva rupanya mempercayakan acaranya kepada Abraham juga untuk mengabadikan momen perayaan ulang tahun Elkan.


“Makasih Bram … gimana sehat?” tanya Belva kepada pria yang dulu juga sering memotret mendiang istrinya itu.


“Sehat Pak Belva,” balas Abraham.


Sara pun menganggukkan kepalanya, dan dia tersenyum melihat wanita yang tengah hamil yang berdiri tidak jauh dari Abraham.


“Sama siapa Mas Abraham?” tanya Sara.


“Oh, perkenalkan istri saya, Bu … dia Marsha,” balas Abraham yang mengenalkan istrinya kepada Belva dan juga Sara.

__ADS_1


Sara pun mendekat dan mengulurkan tangannya kepada Marsha, “Salam kenal Mbak Marsha,” sapa Sara dengan sopan.


“Panggil saya Marsha saja, Bu Sara,” balas Marsha dengan menjabat tangan Sara.


“Baru hamil ya Marsha?” tanya Sara yang tangannya bergerak dan hendak memberikan usapan di perut wanita yang sudah begitu membuncit itu.


“Iya Bu Sara, sudah tujuh bulan,” jawab wanita bernama Marsha itu.


“Wah, sebentar lagi nih … senangnya ya Marsha. Nanti kalau sudah lahiran, beritahu yah. Biar bisa tengokin Debaynya,” balas Sara.


“Iya Bu Sara … ini hadiah untuk Duo E,” balas Marsha dengan memberikan kotak hadiah kepada Sara.


“Terima kasih banyak yah … duduk saja. Enjoy saja Marsha, itu suami kamu masih memotret-motret,” balas Sara.


“Iya Bu Sara, terima kasih banyak,” sahut Marsha dengan sopan.


Kini Sara, Belva, Evan, dan Elkan maju ke depan. Di acara inti ulang tahun itu sendiri yaitu tiup lilin dan juga memotong kue. Lagu selamat ulang tahun dan dilanjutkan dengan tiup lilinnya pun dinyanyikan kemudian MC memberikan aba-aba supaya Elkan bisa meniup lilin di atas kue ulang tahun berbentuk Semangka itu.


“Sekarang tiup lilinnya yah … satu … dua … tiga. Tiup lilinnya!” seru sang MC dengan begitu bersemangat.


Lantaran Elkan juga belum bisa meniup, sehingga Evanlah yang meniupkan kue ulang tahun untuk adiknya itu. Diiringi tepuk tangan dari anak-anak para karyawan Agastya Property yang jumlahnya hampir 100 orang anak itu.


Sungguh, ini adalah hari yang berbahagia untuk Sara, Belva, Evan, dan Elkan. Bisa merayakan ulang tahun pertama Elkan dan juga berbagi kebahagiaan untuk anak-anak karyawan yang bekerja di Agastya Property. Snack dan makanan terbaik dipesan Belva secara khusus, tidak lupa berbagai pilihan minuman dari Coffee Bay dan Crofflee milik Sara, dan juga hadiah berupa tas sekolah lengkap dengan alat tulis untuk semua anak-anak yang hadir.


Happy Birthday, Elkan!


***


Dear My Bestie,


Ingin tahu kisah serunya Abraham dan Marsha? Mampir yuk ke ceritaku lainnya yang berjudul “Hasrat Terlarang Sang Istri.” Bermula dari rumah tangga yang hambar dan suram, justru membuat Marsha menemukan kehangatan di luar rumahnya. Rumah tangga yang pelik dan berbagai kesakitan yang dialami Marsha justru membawanya untuk melepaskan belenggu dan memulai lembaran baru dengan Abraham Narawangsa.

__ADS_1


Mampir dan dukung yah …


Love U!


__ADS_2