Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Pilihan Anin


__ADS_3

Merasa bahwa Sara seolah tidak memberikan jawaban dan justru menyerahkan pilihan kepadanya, Anin pun merasa bingung. Bagaimana mungkin, Sara yang akan berbulan madu, tetapi dialah yang memilihkan tempatnya.


"Kamu yakin dengan pilihanku?" tanya Anin kepada Sara.


Perlahan Sara pun menganggukkan kepalanya, "Iya Kak, kamu saja yang memilihkan," jawab Sara pada akhirnya.


Rasanya tidak enak, dia pergi bersama suaminya dan hendak berbulan madu. Seolah-olah Sara tengah mencuri Belva dari seorang Anin. Maka dari itulah, Sara mempercayakan perihal tentang bulan madu itu kepada Anin. Sara percaya bahwa Anin akan memilihkan yang terbaik. Sekalipun bukan dirinya, setidaknya Anin akan memilihkan yang terjadi untuk Belva.


"Yakin?" tanya Anin lagi sebelum dia hendak mengambil keputusan.


"Baiklah, aku yang akan memilih. Lagipula, apa salahnya sih memilih. Tinggal bilang saja ingin ke mana, aku yang akan mengatur akomodasi dan transportasi untuk kamu dan Belva," ucap Anin lagi dengan memincingkan matanya menatap Sara.


Setelah itu, Anin mulai berselancar dengan handphone pintarnya. Dia mencari rekomendasi untuk tempat bulan madu.

__ADS_1


"Kamu ingin di dalam atau di luar negeri, Sara?" tanya Anin lagi kepada Sara. Sebatas untuk memilih di dalam atau di luar negeri.


"Terserah kamu saja, Kak," jawab Sara. Sebuah jawaban yang lagi-lagi hanya akan mengikuti apa yang Anin pilihkan.


Anin pun kemudian berdecak, "Cckk, kenapa kamu ini setipe dengan Belva? Selalu tidak bisa memilih," sahut Anin dengan menggelengkan kepalanya.


Sara kemudian tertawa, "Sebab aku tahu, kamu akan memilihkan yang tepat, Kak. Uhm, maksudku tepat untukku," jawab Sara pada akhirnya.


Jika hanya berbekal semua adalah pilihannya, seolah-olah Anin tengah memaksakan kehendaknya kepada Sara. Anin seolah-olah bersikap otoriter dan meminta Sara untuk mengikuti kemauannya. Padahal yang dia mau adalah Sara bisa menyampaikan keinginannya kepada Anin.


Hubungan seorang istri dan madunya tidak harus berselimut dengan rasa cemburu bukan? Hubungan istri dan madunya pun bisa menjadi layaknya saudara, kakak dengan adiknya. Itu yang Anin inginkan dan kehendaki.


Lagipula, anak yang akan dikandung dan dilahirkan Sara nanti juga akan menjadi anaknya bukan? Jika hanya sebatas menyewa rahim, bukan berarti Sara akan mencuri suaminya pada akhirnya nanti.

__ADS_1


Sara kemudian tersenyum, "Ayolah Kak, jangan seperti itu. Aku pun merasa tidak enak denganmu," aku Sara bahwa dirinya pun merasa tidak enak dengan Anin.


"Jangan merasa tidak enak, lagipula kita akan bekerja sama bukan? Aku pun akan bahagia saat kamu akan berhasil mengandung anak Belva nanti." Anin menjawab dengan tersenyum.


Hingga akhirnya perbincangan keduanya membuat Anin untuk menentukan pilihan. Anin merasa ada sebuah tempat yang sangat cocok untuk berbulan madu bagi Sara dan Belva.


"Seoul, Korea Selatan. Bagaimana kamu mau ke sana?" tanya Anin kepada Sara.


Dalam hidup pun, Sara tidak pernah terpikirkan bisa mengunjungi kota yang memiliki akses internet paling cepat di dunia itu. Kota yang menjadi latar dari setiap drama Korea yang selama ini dia nonton di layar kaca. Bisa mengunjungi Seoul, Korea Selatan seolah merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi Sara.


"Oke, baiklah. Kamu dan Belva akan ke Korea Selatan. Nikmati perjalanan dan bulan madumu di sana," ucap Anin lagi dengan mencari tiket penerbangan Jakarta - Seoul dan juga tempat menginap untuk Sara dan Belva.


Happy Reading ^^

__ADS_1


__ADS_2