
Semalam, rasanya Sara terasa risih, kaku, dan bingung harus tidur seranjang dengan Belva. Terlebih seolah Belva yang terus-menerus menempel padanya, membuat Sara nyaris tidak bisa bergerak dan tidur dengan leluasa.
Menjelang pagi, Sara bangun. Dia terlebih dulu, duduk bersandar di head board tempat tidurnya, wanita itu tampak memperhatikan Belva yang masih tertidur pulas di sana. Kemudian Sara menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha membuang jauh-jauh pikirannya.
Ya Tuhan, jika terus-menerus berdekatan dengannya, bagaimana jika aku jatuh hati?
Menginginkan pria yang merupakan miliki orang lain akan membuatku sangat berdosa. Berkali-kali menekan perasaanku sendiri untuk tidak melibatkan perasaanku, tetapi bagaimana jika perasaanku ini mengombang-ambingkanku begitu dalam?
Usai itu, Sara pun memilih berdiri, dia mengambil kantong plastik yang terdapat beberapa test pack dan gelas tampung dari plastik. Dia masih mengingat pesan yang Belva berikan kepadanya kemarin, sehingga pagi hari Sara memilih untuk bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan uji reaksi kimia di dalam kamar mandi.
Dengan harap-harap cemas, Sara memasukkan dua buah test berlainan jenis ke dalam gelas tampung itu. Wanita itu memejamkan matanya, sesungguhnya dia takut. Jika benar positif, Sara membayangkan apakah hamil akan begitu menyakitkan? Sementara jika hasilnya negatif yang Sara pikirkan adalah raut wajah penuh kekecewaan milik Belva.
Beberapa menit menunggu akhirnya, terdapat gerakan, garis merah samar di salah satu test pack. Pikirnya, hanya satu garis berarti masih negatif. Akan tetapi, hanya berselang sekian detik, garis merah satu samar itu terlihat lebih tebal dan diikuti satu garis lagi.
Sungguh, Sara menjadi tercengang di buatnya. Bukan bahagia, wanita itu justru terlihat bingung. Pagi hari yang masih redup tanpa sinar mentari, tetap Sara seolah sudah linglung. Sementara dengan test pack lainnya, juga menunjukkan dua garis.
__ADS_1
Ya Tuhan, apa benar aku hamil?
Benih Pak Belva sudah tertanam dan bersemi di dalam sini.
Aku harus berbahagia atau harus bersedih ya Tuhan?
Nyatanya perasaanku justru kalut.
Sekaligus membersihkan dirinya, Sara memilih untuk keluar dari kamar tidurnya. Dia pun merasa bingung harus memberitahu dua garis yang dia dapatkan saat uji kimiawi kepada Belva dengan cara seperti apa. Mereka yang menikah karena cinta akan menyampaikan kabar kehamilan dengan memberikan kejutan, tetapi saat ini hubungan antara Sara dan Belva tak ayal hanyalah kerja sama saja.
“Kamu sudah bangun Sara? Kenapa tidak membangunkanku?” tanya Belva kepada Sara.
Sara pun tersenyum pias, enggan untuk menjawab Belva.
Akan tetapi, sesaat kemudian Belva kembali duduk di hadapan Sara, “Sudah kamu test?” tanyanya kali ini.
__ADS_1
Wanita itu pun mengangguk, “Iya, sudah,” jawabnya.
Merasa bahwa Sara sudah mengetes urinenya, maka Belva kembali berdiri, “Mana, di mana hasilnya? Ayo, aku ingin lihat,” ucap pria itu yang terlihat begitu antusias untuk melihat hasil test kehamilan yang dilakukan Sara.
Tanpa menunggu lama, Belva pun menarik tangan Sara dan membawa wanita itu untuk berjalan mengikutinya kembali ke dalam kamar.
“Mana hasilnya? Kenapa kamu hanya diam? Seharusnya kamu memberitahuku dulu,” ucap Belva lagi.
Perlahan Sara pun menghela nafasnya, wanita itu kemudian mengambilkan hasil test pack dari dalam kamar mandi yang sudah dia bersihkan sebelumnya dan memberikannya kepada Belva.
Masih terlihat dua garis merah yang menyala di sana.
Seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang, Belva pun tertawa dengan wajah yang memerah, bahkan pria itu juga meneteskan air matanya.
“Yes, akhirnya aku akan menjadi seorang Papa. Thank you Sara, kamu membuat mimpiku menjadi nyata. Akhirnya, aku akan menjadi seorang Papa, thank you so much, Sara,” ucap Belva kali ini dengan memeluk Sara begitu eratnya.
__ADS_1
Ya, rasanya kebahagiaan pria itu tak terperi sekarang ini. Bertahun-tahun berumahtangga tanpa ada buah hati yang menyemarakkan kehidupan rumah tangganya, dan kini impiannya memiliki buah hati akan menjadi nyata. Setidaknya satu mimpi Belva akan menjadi nyata, memiliki seorang penerus yang di dalamnya mengalir darahnya benar-benar membuat pria itu bahagia.