Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Kelegaan Bahagia


__ADS_3

“Silakan Bu Sara naik ke brankar … kita lakukan pemeriksaan dengan USG yah,” ucap Dokter Indri lagi.


Sara pun menganggukkan kepalanya, dia menitipkan sling bag miliknya kepada suaminya terlebih dahulu, kemudian menaiki brankar. Seorang perawat membantu menyingkap baju hamil yang dikenakan Sara dan mengoleskan USG gell di permukaan kulit di perut Sara.


“Maaf ya Bu Sara,” ucap perawat itu, saat sedikit menurukkan celana di pinggang Sara hingga sampai di bawah pusarnya.


“Iya,” balas Sara.


Kemudian Dokter Indri mengetikkan tanggal pemeriksaan di komputer, dan bersiap dengan transducer di tangannya. Perlahan-lahan Dokter Indri menggerakkan transducer di atas perut Sara.


“Oke, kita mulai pemeriksaannya yah … usia kehamilan sekarang tepat yah. Sudah 19 hingga 20 minggu. Ini artinya sudah setengah jalan dari 40 minggu yang harus dilalui ya Bu Sara. Janin Ibu sekarang besarnya kira-kira seukuran lobak dengan berat kurang lebih 150 gram dan panjangnya kira-kira 12 centimeter. Di kehamilan ini, tempurung bayi berkembang dengan baik ya Bu. Tulang rawan dan tempurungnya kian mengeras. Selain itu, plasentanya berkembang pesat. Plasenta janin sudah berkembang pesat dengan ribuan pembuluh darah yang dapat membantu mengoptimalkan fungsinya untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke janin dan membuat zat sisa janin. Tali pusatnya pun sudah menjadi lebih kuat dan tebal." Dokter Indri menjelaskan semua itu dengan begitu detail kepada Sara.


Informasi seputar kehamilan seperti inilah yang membuat Sara ada kalanya senang menjalani kehamilan. Mendapatkan Obgyn yang baik, ramah, dan menjelaskan detail adalah hal yang baik bagi Ibu hamil.


"Mau sekalian melihat jenis kelaminnya Bu Sara dan Pak Belva?" tanya Dokter Indri kepada mereka berdua.


"Ya, boleh Dok ... walau deg-degan," jawab Sara.


Ini memang kehamilan ketiganya, tetapi tetap saja saat hendak mengetahui jenis kelamin babynya, rasanya tetap saja jantungnya berdebar-debar. Walau dalam hati, Sara mengira bahwa pastilah janinnya kali ini adalah cowok. Mengingat Evan dan Elkan yang juga cowok.


Kembali Dokter Indri menekan-nekan transducer di perut Sara, mengarahkannya ke posisi jenis kelamin bayi. Sedikit berputar, sedikit menekan, hingga terlihatlah tampilan di layar monitor yang saat itu oleh direkam Belva dengan handphonenya.


"Saya mau tanya dulu nih, Bu Sara dan Suami inginnya jenis kelamin apa untuk babynya?" tanya Dokter Indri.


"Ya, sebenarnya kalau bisa cewek sih, Dok ... kan sudah ada dua jagoan di rumah, Evan dan Elkan," jawab Sara.

__ADS_1


"Benar sih Dok ... pengennya cewek, buat teman Mamanya. Cuma kalau cowok lagi ya tidak apa-apa. Kalau cowok lagi, bisa usaha lagi sampai lima kali," balas Belva dengan tertawa.


"Kok lima kali Pak Belva?" tanya Dokter Indri.


"Kalau sampai kehamilan kelima dan masih memiliki baby boy, kami punya Pandawa Lima, Dok. Sudah tutup pabrik saja," balas Belva.


Mendengar apa yang dikatakan suaminya, membuat Dokter Indri, seorang perawat, dan Sara pun tertawa. Tidak mengira jika anaknya kali ini tetap cowok, Belva akan meminta Sara untuk hamil lagi sampai anak yang kelima. Jika anak kelima masih saja cowok, itu artinya mereka memiliki Pandawa Lima.


"Kamu bisa saja sih Mas," balas Sara untuk menatap tajam kepada suaminya.


"Lah gimana ... jangan tiga anak cowok. Lima saja sekalian," balas Belva dengan begitu entengnya.


Kemudian Dokter Indri segera mengalihkan pembicaraan ke hasil USG yang sudah dia ketahui, tetapi sengaja ingin mendengar jawaban dari pasangan suami dan istri itu.


"Sayangnya, Anda tidak akan mendapatkan Pandawa Lima, Pak Belva ... karena this is baby girl," balas Dokter Indri.


"Wah, lega saya, Dok ... berarti tidak perlu hamil sampai lima kali. Cukup satu dan tutup pabrik," jawab Sara dengan terkekeh.


"Benar Bu Sara ... selamat yah. Jika menjadi Pandawa Lima, karena si baby ini cewek. Biar saya tunjukkan dan Bu Sara bisa lihat di monitor yah. Ini kepala bayi, ini perut, ini tangan dan kaki, nah, lalu ini pantat bayi ... lalu di sini, tidak terlihat monasnya. Jadi, dia baby girl," ucap Dokter Indri menjelaskannya kepada Sara dan Belva.


"Makasih banyak Dokter ... Evan dan Elkan akan menjagai adiknya yang cewek," balas Sara.


"Benar ... dijagai sama Kakak-kakaknya," balas Dokter Indri.


Mengakhiri pemeriksaan dengan USG, kemudian sisa-sisa gell di perut Sara dibersihkan seorang perawat dengan menggunakan tissue, kemudian Belva berdiri dan membantu istrinya itu turun dari brankar dan kini keduanya kembali duduk di depan meja Dokter Indri.

__ADS_1


"Sekali lagi selamat ya Bu Sara dan suami ... kondisi baby juga baik. Hanya jaga kesehatan dan jangan kecapekan saja," ucap Dokter Indri.


"Untuk vitamin masih diminum rutin sampai usia kehamilan 9 bulan, dan juga saya tambahkan kalsium karena bayi mulai proses pembentukan tulang rawan," jelas Dokter Indri lagi.


Menyudahi pemeriksaan malam itu, keduanya pulang setelah sekaligus ke apotek untuk mengambil vitamin khusus Ibu hamil yang tinggi asam folat itu, dan juga kalsium yang diberikan oleh Dokter Indri. Keduanya pun bergandengan tangan dan kembali pulang ke rumah.


"Wajah kamu kelihatan bahagia banget sih Mas?" tanya Sara yang tersenyum dan melirik wajah suaminya itu.


Belva pun menganggukkan kepalanya dengan pasti, "Jelas dong ... aku seneng banget, gak sabar rasanya lihat kamu versi kecil," balas Belva.


"Hmm, aku versi kecil?" tanya Sara.


"Kan baby girl, Sayang ... seolah-olah ya aku bakalan lihat kamu versi kecil. Setelah bertahun-tahun, akhirnya kamu akan memiliki princess di rumah. Aku sih seneng banget," balas Belva.


"Aku juga seneng sih. Horor banget waktu kamu pengen usaha sampai anak yang kelima. Aku bisa turun mesin itu, Mas," jawab Sara dengan terbahak dalam tawa.


Tidak bisa membayangkan jika memang suaminya menghamilinya sampai lima kali, dan dengan selisih anak yang hanya beberapa tahun saja. Ibarat mobil atau sepeda motor, sudah pasti Sara akan turun mesin.


Belva pun turut terbahak-bahak mendengar ucapan istrinya itu. "Kamu bisa sih ... masak ya sampai turun mesin? Gak akan turun mesin Sayang ... aku punya resepnya khusus buat kamu," balas Belva dengan terkekeh geli.


"Lega sih ... akhirnya punya baby girl. Aku pengen beliin baju-baju cewek yang lucu dan serba pink. Ya ampun, manis dan lucu banget pasti," ucap Sara dengan mengusapi perutnya yang sudah terlihat membuncit.


"Iya Sayang ... nanti kalau sudah tujuh bulan yah, kita beli-beli buat baby girl. Kayaknya Evan akan seneng nih, soalnya dia kan bilang pengen adik cewek," balas Belva lagi.


"Iya ... ya nanti, kita beritahu ke Kak Evan," balas Sara.

__ADS_1


Sungguh, baik Sara dan Belva sama-sama merasa lega. Semula memang Sara sendiri berpikir bahwa bayinya akan cowok lagi. Namun, setelah pemeriksaan dengan USG dan bayi mereka perempuan, rasanya tak sabar untuk menyambut baby girl di keluarga Agastya.


__ADS_2