Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Tumbuh Kembang Baby Elkan


__ADS_3

Bulan demi bulan pun berganti. Tidak terasa bahwa Elkan, yang rasanya baru saja dilahirkan sekarang sudah berusia 8 bulan. Bayi itu sudah bisa melakukan berbagai aktivitas, dari mulai tengkurap hingga merangkak, Elkan pun sudah bisa duduk juga. Sungguh Sara benar-benar terharu bisa melihat setiap fase tumbuh kembang Elkan.


Fase tumbuh kembang anak seperti ini yang dia lewatkan saat tumbuh kembang Evan dulu. Ya, dulu ... Sara hanya menggunakan aplikasi di handphonenya untuk mengetahui milestone anak. Hanya sebatas membaca di aplikasi tersebut, dan membayangkan mungkin Evannya sudah bisa melakukan hal yang serupa.


Akan tetapi, kini ... Sara bisa melihat bagaimana Elkan yang benar-benar bertumbuh. Dari bayi yang masih merah, sampai bisa miring, tengkurap, bahkan bisa duduk, dan juga merangkak. Hari-hari yang dihabiskan Sara dengan melihat tumbuh kembang Elkan adalah anugerah yang begitu besar untuknya.


Sementara dengan Evan, Sara pun berusaha untuk bisa adil dan membagi kasih sayangnya. Walaupun dalam delapan bulan ini, ada kalanya Evan bersikap posesif, ada kalanya juga Evan terlihat sayang kepada Adiknya. Tak jarang, Evan juga mengajak Elkan bermain, sebatas memberikan mobil-mobilan miliknya.


Seperti hari ini, Elkan yang tengah tummy time yaitu bayi mulai tengkurap. Tummy time bertujuan untuk perkembangan otot leher dan batang leher serta mencegah deformasi tengkorak. Sementara Evan memberikan mobi-mobilannya untuk adiknya itu.


"Ini Adik ... main mobil-mobilannya Kak Evan," ucapnya dengan memberikan mobil-mobilnya kepada adiknya.


Si Elkan yang diberikan mobil-mobilan milik Kakaknya itu tertawa, menunjukkan empat giginya di barisan depan. Bayi itu terlihat lucu dengan pipinya yang begitu chubby.


"Aaa ... aa ... ya," ucap Elkan dengan bahasa bayinya (babbling).


"Mama, Mama ... lihat tuh Ma, Adiknya seneng dikasih mobil-mobilan. Nanti lain kali kita belikan mainan untuk Adik ya, Ma," teriak Evan dengan kegirangan.


Sara pun tersenyum, walau Elkan kian aktif dan lincah, tetapi dengan bermain bersama Evan seperti ini bisa mempererat hubungan Kakak Adik antara Evan dan Elkan. Mereka bisa saling bermain, berbagi dengan mainan mereka, dan juga belajar menyayangi. Kendati demikian, Sara juga berusaha untuk menjabarkan arti kasih sayang dari Kakak kepada Adik, dan sebaliknya itu dalam kalimat sederhana dan kalimat aksi secara nyata.


Misalnya saat Elkan menangis dan terlihat menginginkan mainan yang dipegang kakaknya, Sara akan menjelaskan bahwa Elkan ingin meminjam sebentar, jika Evan sayang kepada adik, yuk, berbagi mainan. Bermain bersama, saling meminjam. Dengan sering mengulang-ulang, Sara yakin Evan juga bisa belajar untuk sayang kepada Adiknya.


"Iya Kakak Evan ... nanti kalau Papa sudah punya uang yah beli mainannya," jawab Sara.

__ADS_1


"Emangnya Papa tidak punya uang ya Ma?" tanya Evan dengan begitu kritisnya.


"Ya, punya uang Kak Evan, hanya saja untuk kebutuhan rumah tangga kan banyak ... untuk susunya Kak Evan, untuk diapersnya Adik Elkan, untuk menabung. Lagipula, mainannya Kak Evan kan banyak ... jadi berbagi ya sama Adik," balas Sara.


Secara materi atau finansial, Belva dan Sara sendiri memiliki pundi-pundi Rupiah. Hanya saja, Sara ingin mengajarkan Evan bahwa orang tua bekerja untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan juga menabung di masa depan. Selain itu, mainan yang dimiliki Evan juga banyak, sehingga bisa berbagi dan juga sharing dengan Elkan.


"Iya Ma ... boleh kok. Iya ya Ma, mainannya Kak Evan kan banyak ... sharing sama Adik," balasnya.


Setidaknya Evan sudah mengerti arti berbagi mainan dengan adiknya. Lagipula, walaupun kaya raya bukan berarti harus memberikan anak semua jenis mainan. Anak-anak memiliki rasa bosan yang cukup tinggi, karena itu lebih baik bermain seperlunya. Sementara Sara juga kadang menyimpan beberapa mainan, dan nanti akan dikeluarkan berkala, sehingga Evan merasa bahwa mainannya masih baru, padahal itu adalah mainan yang memang sengaja disimpan oleh Mamanya.


"Tos dulu dong sama Mama ... Kakak Evan baik deh karena mau sharing sama Elkan. Saling sayang yah," ucap Sara dengan mengangkat telapak tangannya dan mengajak Evan untuk tos.


Evan pun tertawa, dia membawa tangannya dan mengajak Mamanya untuk tos.


Sara pun membawa mengangkat tangan Elkan, dan si Kakak pun ber-tos dengan adiknya.


"Ma, Adik bisa berjalan kapan Ma? Mau jalan-jalan sama Dik Elkan," tanya Evan kini kepada Mamanya.


"Ada baby yang satu tahun bisa berjalan, ada juga yang membutuhkan waktu lebih. Semoga saja, nanti di usianya yang satu tahun, Adik Elkan bisa jalan ya Kak," balas Sara.


Evan pun menganggukkan kepalanya, "Iya Ma ... mau jalan-jalan sama Mama, Papa, dan Adik. Sama Evan mau adik lagi dong Ma ... Adik cewek yang cantik dong Ma," pinta Evan dengan tiba-tiba.


Mendengar perminta Evan, Sara hanya tertawa. Kini dia membawa Evan dalam pangkuannya dan memeluk putranya yang sudah hampir berusia 5 tahun itu.

__ADS_1


"Evan mau punya adik lagi?" tanya Sara.


"Iya mau ... cuma cewek dong Ma ... kan kalau Elkan sudah cowok," balasnya dengan begitu polosnya.


"Cuma, Adik Elkan masih minum ASI Mama. Nanti kalau Mama hamil lagi, Adik Elkan gak bisa minum ASI dong?" tanyanya.


Evan kemudian berdiri, dan mengambil kardus susu formula miliknya, "Adik minum ini saja Ma ... nanti minumnya sama seperti Kakak," balasnya.


Lagi-lagi Sara pun tertawa, "Ya nanti, Mama bicara dulu sama Papa yah ... Kak Evan juga mau sekolah. Masuk ke Playgrup nanti yah, biar Kak Evan belajar berteman," ucapnya.


"Iya Mama ... Evan mau kok," balasnya.


Rupanya, keseruan Sara dan anak-anaknya bermain itu, dilihat oleh Belva yang baru saja pulang dari kantornya. Dengan diam, Belva memotret ketiganya yang sedang bermain, kemudian menyapa mereka.


“Papa sudah pulang,” ucap Belva. Itu adalah kalimat wajib yang selalu Belva ucapkan begitu sudah sampai di rumah.


Ada Elkan yang cuek dan asyik merangkak, ada Evan yang melompat kegirangan melihat Papanya datang, dan ada Sara yang tersenyum ceria melihat kedatangan suaminya.


“Welcome home, Papa,” ucap Sara dan Evan bersamaan.


Sungguh, sore hari yang seperti ini yang sangat dinantikan oleh Belva. Pulang ke rumah dan melihat senyuman dan kebahagiaan dari istri dan juga anak-anaknya. Seolah rasa lelahnya usai bekerja seharian sirna sudah.


“Papa, mandi dulu yah … abis ini main sama Papa,” pamit Belva untuk mandi terlebih dahulu, membersihkan tubuhnya dan kemudian usai mandi dia akan turun lagi ke bawah untuk bermain dengan anak-anaknya.

__ADS_1


Sore hari, usai bekerja Belva selalu menyempatkan waktu untuk bermain dengan Evan dan Elkan sampai waktunya makan malam. Kini, karena Elkan juga bertambah usia, terkadang keduanya juga bergantian untuk menidurkan kedua putranya. Memiliki dua putra yang sedang aktif-aktifnya walaupun lelah, tetapi keduanya sangat bersyukur. Tidak ada yang lebih menggembirakan selain melihat anak-anak tumbuh sehat dan juga bahagia sepanjang hari.


__ADS_2