Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Happy 6 Weeks!


__ADS_3

Selang sepekan, akhirnya Belva dan Sara akan mendatangi Rumah Sakit, untuk memeriksakan kondisi kehamilan. Untuk kali ini, keduanya memilih mengajak serta Evan dengan tujuan supaya Evan tahu bahwa calon adiknya sedang tumbuh di dalam rahim Mamanya. Sekaligus, Sara dan Belva sebelumnya sudah berdiskusi bersama dan menyepakati bahwa keduanya akan mempersiapkan Evan menjadi Kakak.


“Mama, kita mau ke mana sore-sore begini Ma?” tanya Evan kepada Mamanya itu.


Tentu saja Evan bertanya, karena memang Evan jarang keluar rumah saat sore hari. Kalaupun Belva dan Sara mengajaknya pergi, pasti saat siang hari. Sore sudah dihabiskan di rumah, membaca buku, makan malam, dan kemudian tidur.


“Kita mau periksa ke Dokter, Van,” jawab Belva.


“Kenapa ke Dokter, Pa? Kan Evan tidak sakit,” balas Evan lagi. Kali ini bisa terlihat bagaimana otak Evan bisa menghubungkan sesuatu. Dirinya tidak sakit, tetapi mengapa justru Mama dan Papanya mengajaknya ke Dokter.


Perlahan Sara pun tersenyum, “Kita mau cek kehamilan Mama, Nak … kan di dalam perut Mama ini ada Adik bayi. Ada Dokter yang bernama Dokter Kandungan, Dokter itu yang akan memeriksa Adik bayi di dalam sini,” balas Sara sembari mendekatkan tangan mungil Evan ke perutnya yang masih rata.


Mendengarkan penjelasan dari Mamanya, Evan pun perlahan menganggukkan kepalanya, “Oh … periksa Adik bayi seperti di Youtube itu ya Ma. Perut Mama dikasih USG,” balas Evan.


Memang anak yang lahir di zaman digital, mereka bisa belajar dengan menggunakan teknologi terkini. Sama seperti Evan yang bisa mengerti pembelajaran visual melalui Youtube. Kendati demikian anak-anak harus tetap didampingi yah, karena banyak konten yang bermuatan adegan dewasa di Youtube. :)


“Benar Evan, kayak yang kamu lihat di Youtube itu. Nanti akan terlihat kan bagaimana Adik bayinya. Sekarang, Evan temani Mama yah? Kita periksakan Adik bayi bersama-sama,” balas Sara.


“Oke deh Ma,” sahut Evan dengan menganggukkan kepalanya.


Tidak berselang lama, kemudian Belva, Sara, dan Evan telah tiba di Rumah Sakit. Sama seperti kehamilan Sara sebelumnya. Kali ini Belva dan Sara juga memilih untuk memeriksakan kandungannya kepada Dokter Indri. Mereka menunggu sampai nomor antrian mereka, terkadang Sara membantu Evan bermain karena saat itu Evan membawa Hot Wheels miliknya, memainkan mobil-mobilnya di kursi tunggu pasien. Terkadang mereka juga berbincang dengan Belva.


Sampai pada akhirnya, nama Sara pun dipanggil oleh seorang perawat.


“Selanjutnya, Ibu Sara Valeria,” panggil perawat itu.


Sara menganggukkan kepala, kemudian memasuki ruangan pemeriksaan dengan Belva dan juga Evan. Sebelumnya perawat menimbang terlebih dahulu berat badan Sara, mengukur tekanan darah, mencatat hari pertama menstruasi dan hari terakhir menstruasi. Setelahnya, barulah mereka bertemu kembali dengan Dokter Indri, Dokter Kandungan yang sebelumnya menangani Sara saat dirinya mengandung dan melahirkan Evan dulu.

__ADS_1


“Halo Dok,” sapa Sara kepada Dokter Indri.


“Halo, bertemu lagi Bu Sara dan Pak Belva,” sapa Dokter Indri dengan ramah. Kemudian Dokter Indri melihat ke arah anak laki-laki yang duduk di pangkuan Belva, “Ini jagoannya yang lahir sama Dokter dulu kan? Siapa namanya?” tanya Dokter Indri.


“Evan, Dok,” balas Evan.


Jika anak-anak merasa takut dengan Dokter, hingga tak jarang mereka menangis saat mendengar nama Dokter. Akan tetapi, Evan tidak takut. Bahkan dia membalas pertanyaan dari Dokter Indri.


“Pinter yah … sekarang Dokter tanya-tanya dulu ya Mamanya yah. Jadi, bagaimana Bu? Apakah ada kabar baik dari Bu Sara?” tanya Dokter Indri.


Sara yang tersenyum malu-malu pun akhirnya menganggukkan kepalanya, “Iya, benar Dok … beberapa hari lalu, saya melakukan tes prediksi kehamilan, rupanya hasilnya positif,” jelas Sara kali ini.


“Alhamdulillah ya Bu. Semoga saja benar positif yah. Yuk, kita cek dengan menggunakan USG,” respons dari Dokter Indri.


Mulailah Sara dibantu seorang perawat untuk naik ke atas brankar. Agaknya kali ini jenis USG yang digunakan Dokter Indri adalah USG Transvaginal. “Kita gunakan USG Transvaginal ya Bu. Sebab, usia kandungan itu masih muda. Dengan USG jenis ini memungkinkan kita melihat embrio dalam keadaan lebih jelas dan juga alat reproduksi Ibu bisa terlihat dari dinding rahim, rahim, saluran rahim, dan sebagainya,” jelas Dokter Indri lagi.


Mulailah Dokter Indri mempersilakan Sara untuk melepas underware yang dia kenakan dan perawat membantu mengenakan kain menutupi dari pinggang hingga kaki Sara. “Kedua paha harap dibuka ya Bu, kita masukkan alat USG-nya, harap jangan berpikiran yang aneh-aneh, dan kita akan mulai lihat perkembangan dedek bayinya,” jelas Dokter Indri.


Setiap Dokter Kandungan saat melakukan USG dengan jenis Transvaginal biasanya akan mengatakan kepada pasien untuk tidak berpikiran aneh-aneh karena memang penggunaan USG jenis ini adalah dimasukkan ke dalam inti tubuh wanita.


Perlahan Sara membuka kedua pahanya, saat Dokter Indri mulai memasukkan USG itu, Sara tampak menahan nafas dan sedikit memejamkan matanya, karena tidak dipungkiri bahwa rasanya sangat aneh ketika inti tubuhnya dimasuki USG.


“Ya, jikalau beberapa hari lalu hasilnya dengan menggunakan test pack positif. Hari ini hasilnya juga sama ya, Bu. Positif,” jelas Dokter Indri.


Sara yang mendengarkan bahwa dirinya benar-benar positif pun sampai meneteskan air mata. Tidak mengira karena kehidupan baru, bibit unggul dari suaminya benar-benar bersemi di dalam rahim.


“Alhamdulillah,” jawab Sara dengan lirih.

__ADS_1


“Sekarang janin Bu Sara dalam usia 5-6 minggu. Masih sangat muda yah. Bisa dilihat di monitor bahwa embrio kecil yang tengah melayang-layang di dalam rahim Ibu ini adalah embrionya. Masih sangat kecil, kita ukuran yah … dari atas hingga ke bawah ukurannya baru 2,35 milimeter. Kendati kecil, organ tubuhnya akan berkembang dengan sangat pesat. Titik hitam yang terlihat di monitor ini adalah bakal mata, tempat dia bergerak dan melayang-layang ini namanya rahim,” jelas Dokter Indri dengan sangat detail.


“Apakah ada yang dirasakan saat ini Bu Sara?” tanya Dokter Indri lagi.


“Tidak Dok … saya sehat. Sama seperti waktu mengandung Evan dulu, yang mengalami morning sickness justru adalah suami,” jelas Sara kali ini.


Dokter Indri yang mendengarkannya pun tersenyum, “Wah, kelihatannya Pak Belva memiliki ikatan yang kuat dengan Bu Sara. Sampai dua kali Ibu Sara mengandung, dua kali juga Pak Belva mengalami Kehamilan Simpatik,” balas Dokter Indri.


Setelah itu, Dokter Indri juga mulai mengeluarkan USG dari inti tubuh Sara dan dilanjutkan dengan sessi konsultasi.


“Sekali lagi, selamat ya Bu Sara dan Suami. Hasilnya sungguh positif dan janin berusia 5-6 minggu. Masih begitu kecil, karena itu harus dijaga dengan baik. Di masa-masa ini akan mulai terasa perubahan di tubuh Ibu Sara, kalau perut yang menyembul masih belum terlihat, tetapi tubuh Ibu Sara akan mengalami gejolak perubahan hormon mulai Estrogen, Progesteron, hCG, dan HPL. Jadi, biasanya Ibu hamil akan merasa lebih lelah dan mengalami perubahan suasana hati.” Dokter Indri menjelaskan berbagai perubahan yang akan dialami wanita hamil.


“Apakah ada yang ingin ditanyakan?” tanya Dokter Indri lagi.


“Maaf Dok, apakah boleh melakukan hubungan suami istri atau ditahan dulu?” Kali ini tampak Belva yang bertanya. Sebenarnya pria itu sangat malu menanyakan hal demikian, tetapi lebih baik Belva bertanya langsung ke ahlinya.


Tampak Sara menunduk malu, sementara Dokter Indri kembali tersenyum. “Begini Pak, sebenarnya berhubungan ini memberikan dampak positif juga untuk Ibu Hamil. Akan tetapi, saat Trimester Awal sebaiknya dikurangi karena ada Hormon Prostaglandin di dalam milik Bapak yang bisa menyebabkan kontraksi pada janin. Kalau melakukan intensitasnya di kurangi dan juga dikeluarkan di luar sana, supaya janinnya tidak pusing karena menerima efek dari hormon itu,” jelas Dokter Indri.


Sara dan Belva sama-sama menganggukkan kepalanya. Sebab, saat hamil Evan dulu, kondisi mereka begitu dingin, tidak menyentuh Sara pun tidak masalah bagi Belva saat itu. Namun, sekarang kondisinya sudah berubah. Sehingga tidak menyentuh Sara bisa dipastikan bahwa Belva akan sakit kepala.


“Ada yang ingin ditanyakan lagi?” tanya Dokter Indri.


“Tidak Dok … sementara sudah jelas,” balas Sara.


“Baiklah, saya akan resepkan obat penguat janin karena janin masih sangat kecil, asam folat dan juga penambah darah (mineral) untuk Ibu Sara. Diminum setiap hari. Lalu, pemeriksaan selanjutnya bulan depan ya,” ucap Dokter Indri.


Mereka sama-sama mengangguk. Tentu kabar bahagia ini direspons dengan ucapan syukur di dalam hati Sara dan Belva. Terlebih saat mendengar penjelasan dari Dokter Indri yang sangat detail membuat Sara harus lebih berhati-hati menjaga janinnya itu.

__ADS_1


__ADS_2