Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Membeli Test Kehamilan


__ADS_3

Usai mendengar penjelasan dari Dokter Willy bahwa mungkin saja, dirinya tengah terkena Kehamilan Simpatik atau Couvade Syndrom, Belva pun siang itu juga memilih untuk ke apotek dan membeli beberapa test pack dengan berbagai merek di sana. Tidak hanya satu, tetapi dia membeli hingga lima test pack.


“Semoga saja benar, ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahimmu, Sara,” gumamnya sembari membayar test pack itu ke kasir.


Petugas kasir pun tersenyum melihat semua test pack yang dibeli Belva, selain itu Belva pun juga membeli multivitamin untuk calon ibu hamil yang mengandung Asam Folat yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya keguguran pada janin.


“Istrinya sedang tanda-tanda hamil ya Pak?” tanya petugas kasir itu sembari men-scan setiap belanjaan Belva.


Sang CEO pun mengangguk, “Iya, benar,” jawabnya dengan menunjukkan wajahnya yang dingin dan datar seperti biasanya.

__ADS_1


Usai pulang dari apotek, Belva pun memberikan semua yang baru saja dia beli kepada Sara. Pria itu tanpa permisi langsung memasuki kamar Sara.


“Sarah, ini terimalah,” ucapnya sembari menyerahkan kantong plastik yang berisi test pack dan multivitamin untuk Ibu hamil.


Sara pun mengernyitkan keningnya saat membuka isi dalam kantong plastik tersebut, “Test pack sebanyak ini, Pak?” tanyanya.


Bagi Sara, semua yang dibeli oleh Belva berlebihan. Setidaknya membeli dua jenis test pack dengan merek yang berbeda saja sudah cukup. Tidak perlu membeli sampai lima, pemborosan dan juga sayang tidak terpakai.


Melihat antusias yang ditunjukkan Belva, justru Sara takut kita apa yang dialami Belva hanya sekadar masuk angin biasa. Bagaimana jika ternyata dirinya tidak hamil, apakah itu tidak hanya menyakiti Belva?

__ADS_1


“Ini terlalu banyak, Pak … bagaimana jika nyatanya belum ada apa-apa di dalam sini?” tanya Sara sembari mengelus perutnya.


“Tidak apa-apa, santai saja. Hanya saja, kamu tetap harus mengetesnya terlebih dahulu. Ah, iya … nanti malam aku juga akan bermalam di sini. Aku akan memastikan sendiri dan menunggu hasilnya esok pagi,” ucap Belva.


Sungguh, rasanya Belva pun tak sabar untuk bisa mengetahui hasil dari tes yang akan dilakukan Sara. Akan tetapi, dia harus bersabar semalaman, karena baru keesokan harinya dia akan tahu hasil dari test kehamilan itu. Kendati demikian, Belva sangat berharap Sara benar-benar berbadan dua kali ini.


Mau tidak mau, Sara pun mengangguk. Melihat antusiasme Belva, sungguh Sara tidak ingin memberikan harapan kosong kepada Belva. Sara takut jika nyatanya dia belum hamil, dan Belva akan menjadi bersedih karenanya.


Melihat diamnya Sara, Belva pun membawa keduanya tangannya guna menyentuh bahu Sara, “Jangan terlalu dipikirkan. Anggap saja, kalau belum beruntung kita bisa mencobanya lagi. Yang penting, pagi nanti kamu test terlebih dahulu. Bolehkan aku berharap?” tanyanya kali ini.

__ADS_1


Perlahan Sara mengangguk, “Baiklah, Pak … hanya saja jika hasilnya masih zonk ku harap Pak Belva tidak kecewa,” sahut Sara dan berharap bahwa jika hasilnya negatif, pria itu tidak akan kecewa.


"Tenang saja, bukankah sudah kukatakan, jika belum berhasil kan aku bisa meminta kembali hakku. Aku akan terus menggumulimu sampai kamu hamil," ucap Belva dengan begitu entengnya. Pria itu tidak memikirkan jika Sara merasa badannya benar-benar lemas saat Belva mengucap tentang gumul-menggumuli.


__ADS_2