Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Berpapasan dengan Anthony


__ADS_3

Usai mengajak Sara melihat film di bioskop, Belva mengajak Sara di salah satu restoran mahal yang berada di Mall tersebut. Belva mengajak Sara memasuki sebuah restoran Jepang dengan menu khasnya adalah Sushi.


Pria itu memesan berbagai jenis Sushi mulai dari Kani Mentai Mayo Roll, Salmon Mentai, Aburi Salmon, hingga berbagai jenis Sushi yang lainnya. Kali ini agaknya Sara cukup bisa menebak bahwa Belva suka dengan hidangan khas Jepang , salah satunya adalah Sushi.


“Kamu suka Sushi ya Pak?” tanya Sara perlahan.


Belva pun mengangguk, “Iya … kamu bisa makan Sushi kan?” tanya Belva kepada Sara.


“Bisa,” sahut Sara dengan cepat.


“Baguslah … kamu bisa makan Sushi di sini sepuasmu. Aku pesankan Salmon juga untuk kamu supaya ASI kamu lebih sehat karena mengandung Omega 3 yang bagus untuk Evan,” jelas Belva kemudian.


“Ya Pak, makasih,” sahut Sara.


Kurang lebih 15 menit, keduanya menunggu hingga Sushi disajikan. Beberapa kali mereka terlibat dalam obrolan dan Sara memang bersikap lebih pasif kali ini. Hanya sekadar menjawab pertanyaan Belva saja.


“Gimana senang jalan-jalan hari ini?” tanya Belva kepada Sara. Pria itu sembari memasukkan satu potong Sushi ke dalam mulutnya.


“Iya Pak … makasih sudah diajak jalan-jalan,” jawab Sara.


“Mau jalan-jalan berdua lagi?” tanya Belva kemudian.

__ADS_1


“Tidak Pak, kasihan Evan kalau terlalu lama ditinggal. Kenapa sejak tadi Kak Anin tidak mengirimkan pesan yah? Aku hanya takut Evan rewel,” ucap Sara kali ini.


Ya, nalurinya sebagai seorang Ibu, Sara merasa tidak nyaman meninggalkan Evan terlalu lama. Takut jika bayinya itu rewel.


“Dia aman sekarang … Evan kan bersama Mamanya, tenang saja,” sahut Belva kemudian.


Ah, benar yang disampaikan Belva bahwa Evan bersama dengan Mamanya. Sehingga sudah pasti Evan aman sekarang. Lagipula, jika Evan rewel sudah pasti Anin akan mengiriminya pesan. Sara seakan kembali diingatkan bahwa Anin adalah Mama bagi Evan. Terlepas dia melahirkan atau tidak, tetapi Anin adalah Mamanya Evan.


Mendengar ucapan Belva, Sara pun mengangguk. Wanita itu memilih mengalihkan pikirannya dan mencoba memakan Sushi yang sudah Belva pesan untuknya.


Melihat Sara yang hanya diam, Belva lantas menaruh satu potong Sushi di piring saji milik Sara.


“Ini Sara … makanlah,” ucapnya.


Sara mengambil potongan Sushi itu dengan menggunakan sumpit, mencocolkannya terlebih dahulu ke kecap asin yang sudah dicampur dengan sedikit wasabi dan memakannya. Ya, lebih baik Sara memang mengalihkan pikirannya terlebih dahulu. Menikmati apa yang ada di hadapannya sekarang ini. Usai mengunyah dan menelan Sushi itu, Sara meminum terlebih dahulu Strawberry Ice Tea yang dia pesan.


Akan tetapi, baru meneguk minuman itu dan membasahi tenggorokannya, ada sesosok yang dia kenali.


“Oh hai, kita ketemu di sini lagi, Manis,” ucap Anthony dengan senyum menyeringai kepada Belva dan Sara.


Pria itu tampak berdiri di depan meja milik Belva dan Sara. Pandangan mata Sara pun langsung menunduk, tidak mengira dirinya akan kembali bertemu dengan Anthony.

__ADS_1


Anthony tampak tertawa lebar, “Wah … rupanya sang CEO benar-benar memiliki hubungan gelap dengan wanita murahan ini yah?” ucap Anthony.


“Tutup mulutmu itu,” sahut Belva.


Merasa bahwa kedatangannya Anthony membuat Belva bad mood dan tentu Belva harus segera melindungi Sara. Belva memilih untuk berdiri, menggandeng tangan Sara dan segera keluar dari restoran Sushi itu.


Akan tetapi, rupanya Anthony masih mengikuti Belva dan Sara. Pria itu menghentikan Sara dengan memegang bahu Sara.


“Hei Sara … untuk apa kamu dekat-dekat dengan pria yang sudah bersuami? Lebih baik datanglah padaku dan aku akan memberimu uang sebanyak apa pun yang kamu mau,” ucap Anthony.


“Tutup mulutmu itu, jangan mengangap Sara sebagai perempuan seperti itu,” sahut Belva.


Ya, Belva merasa bahwa saat ini Anthony tengah merendahkan Sara secara verbal. Rasanya Belva sangat tidak suka dengan sikap dan mulut Anthony yang terus-menerus merendahkan Sara.


“Apa perlu aku ungkap kebusukanmu? Bagaimana mungkin pengusaha terpandang sepertimu nyatanya justru bermain api dengan gadis pelayan bar seperti dia?” Anthony berbicara dan seolah ingin menekan Belva sekarang ini.


“Dia gadis terhormat dan gadis baik-baik. Sekali lagi, kamu mengatakan yang bukan-bukan tentang Sara, aku akan memukul mulutmu itu,” sahut Belva.


Pria itu kemudian menggandeng tangan Sara. Membawa Sara menjauh dari Anthony, menghiraukan tawa Anthony di belakangnya dan memilih mengajak Sara untuk kembali memasuki mobilnya.


Niat hati untuk jalan-jalan dan menyenangkan Sara, justru berakhir dengan tidak menyenangkan lantaran pertemuan mereka dengan Anthony. Belva segera melajukan mobilnya keluar dari Mall, dan arah yang dia tuju sekarang adalah menuju luar kota. Ya, Belva mengemudikan mobilnya menuju ke arah Bogor. Sepanjang perjalanan, Belva hanya diam, Sara pun tidak berani untuk mengajak Belva berbicara. Wanita itu hanya mengikuti kemana Belva akan membawanya sekarang ini.

__ADS_1


Dalam hatinya, Sara hanya berharap bahwa Belva tidak akan bersikap aneh-aneh, dan dia bisa segera pulang ke rumah. Baru beberapa jam berlalu dan Sara sudah sangat merindukan Evan. Rasanya Sara ingin segera pulang ke rumah dan memeluk bayinya itu. Namun yang terjadi, Belva justru melajukan mobilnya menuju ke arah Bogor.


__ADS_2