
Sebagai seorang istri dan merasakan bahwa suami datang dengan membawa buah tangan tentu saja merasa senang. Sama halnya dengan Sara yang merasa senang karena suaminya datang dan membawakan camilan untuknya.
“Makasih oleh-olehnya loh Papa … ini tadi, aku kerasa lapar. Apa efek hamil ya Pa? Rasanya lapar melulu,” balas Sara sembari menggigit macarons berwarna pink dengan rasa stroberi ini.
Belva yang usai mandi dan bergabung dengan istri dan Duo E pun terkekeh geli mendengar istrinya itu, “Enggak apa-apa … Bumil kan bawaannya itu, bisa lapar terus, bisa ke toilet terus, atau bisa merasa capek dan inginnya tidur. Apa pun itu yang penting kamu sehat Sayang,” balas Belva.
"Papa, Evan juga mau dong Macaronsnya ... Evan ambil boleh?" tanya si Sulung kepada Papanya.
"Tentu boleh dong Kak Evan ... Papa beli kan juga banyak. Bisa buat Mama, buat Evan, dan juga buat Adik Elkan. Kalian boleh makan," balas Belva.
Setelah mendapatkan izin dari Papanya, kemudian Evan pun mengambil macarons yang berwarna hijau, kemudian dia juga mengambilkan satu macarons berwarna kuning untuk Elkan. Namun, saat Evan memberikan macarons yang berwarna kuning, Elkan justru menggelengkan kepalanya.
"No, ijau ... ijau," pinta Elkan yang rupanya meminta macarons punya Evan yang berwarna hijau.
"Ya sudah ... kamu yang hijau ya, Dik ... Kakak makan yang kuning saja," balas Evan.
Belva dan Sara sama-sama tersenyum. Ada kalanya memang Evan bisa mengalah dengan adiknya, tetapi ada kalanya Evan juga kekeh dengan apa yang dia punya. Namun, sebagai seorang kakak ... justru Evan sangat dewasa dan begitu baik dengan adiknya. Evan juga banyak mengalah dengan adiknya.
"Saling berbagi ya Kakak dan Adik," ucap Sara dengan menatap kedua putranya yang sedang menikmati mengunyah macarons itu.
"Papa tidak makan?" tanya Sara.
"Boleh ... Papa mau yang rasa apa? Biar Mama ambilkan," ucap Sara yang sudah bersiap berdiri dan juga hendak mengambilkan Macarons untuk suaminya.
"Yang Mint itu saja Sayang, cobain satu," pintanya.
__ADS_1
Sara pun mengambil Macarons berwarna hijau lainnya yang berasa mint itu dan kemudian memberikannya kepada Belva.
"Makasih Mama," balas Belva.
Hingga sore itu, seakan seluruh keluarga asyik menikmati Macarons. Belva juga membelikan Macarons untuk asisten rumah tangganya yang tinggal di rumahnya. Belva dan Sara adalah tuan rumah yang baik, dan memperhatikan kesejahteraan para asisten rumah tangganya yang ada di rumah. Tak jarang, mereka menganggap para asisten rumah tangganya seperti seorang saudara.
"Enyak ... enyak (enak ... enak)," seru Elkan dengan masih mengunyah Macarons. Sampai satu buah macarons miliknya saja sudah hampir habis.
"Pelan-pelan makannya, Elkan," balas Sara sembari mengusap sudut bibir Elkan yang belepotan.
"Enyak Ma," balas Elkan.
"Iya, ambil lagi boleh ... asalkan satu dimakan dan dihabiskan dulu yah. Hargai makanan, jadi makan dulu sampai habis, setelah itu ambil lagi boleh," balas Sara.
"Yes, yes ... Ma," balas Elkan.
Sara kemudian tersenyum, dan mengusapi puncak kepala putranya itu. "Good, Elkan pandai yah ... nanti kalau macarons yang di tangannya Elkan sudah habis, mau ambil lagi boleh. Kak Evan mau lagi enggak?" tanya Sara kepada Evan.
"Boleh, Ma ... satu lagi saja. Cuma sebentar saja, Ma ... Evan habiskan dulu punya Evan," balas Evan.
Malam hari, setelah menikmati macarons, makan malam, dan menidurkan putra-putranya. Kini Sara dan Belva memilih untuk duduk bersama, mengobrol menjelang waktu akan tidur.
"Makasih loh Mamas untuk macaronsnya," ucap Sara berterima kasih kepada suaminya.
"Iya, sama-sama ... besok mau dibawain apa? Kirimin aku pesan saja, nanti kalau aku pulang dari kantor, aku belikan," balasnya.
__ADS_1
"Baik banget sih," balas Sara sembari menatap wajah suaminya itu.
"Bukan baik Sayang ... cuma kan kamu sedang hamil, sapa tahu kamu ngidam sesuatu. Gak usah sungkan, bilang saja," balas Belva.
Sara kemudian menganggukkan kepalanya, "Iya ... punya suami baik itu anugerah, dan kamu juga tambah perhatian kayak gini jadinya aku dapat anugerah yang luar biasa," balas Sara.
"Kamu bisa saja sih ... sudah pasti aku akan perhatian sama kamu. Kamu separuh jiwaku, kamu belahan jiwaku, kamu pasangan hidupku," balas Belva dengan sungguh-sungguh.
Senyuman pun mengembang di wajah Sara, "Tuh ... kamu sekarang kalau berbicara banyak glukosanya deh Mas ... aduh, aku jadi enggak kuat," balas Sara dengan menundukkan wajahnya.
Belva pun tertawa, bercanda seperti ini dengan istrinya membuatnya sangat senang. Sungguh, obrolan yang hangat dan candaan yang renyah membuat lelahnya Belva selama bekerja hilang sudah.
***
Dear All My Bestie,
Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih untuk dukungan kalian di novel Rahim Sewaan Mr. CEO ini. Hanya saja, minggu ini akan menjadi minggu menuju tamat cerita ini yah. Kemudian cerita akan berlanjut ke kisahnya Evan saat dewasa dalam novel yang berjudul Terjerat Pernikahan Kontrak.
Yuk, follow nama pena aku yah ... Kirana Pramudya. Sehingga saat karya barunya Evan publish, kalian bisa langsung mengikuti kisahnya. Catat yah ... judulnya Terjerat Pernikahan Kontrak yang pastinya akan seru seperti kisah Mama Sara dan Papa Belva. Selalu dukung ya Bestie.
I Love U,
Kirana
__ADS_1