
Tangisan Sara pecah, tidak menyangka di hadapannya kini berdiri dua jagoan kecilnya. Ada Evan dan Elkan. Sejak semalam sebenarnya Sara merasa cemas karena pesannya kepada Evan sama sekali tidak terkirim. Namun, semalam Sara tidak bisa menghubungi Evan karena semalam benar-benar dihabiskan dengan Belva.
Pagi ini, Sara mengecek kembali handphonenya dan lagi-lagi pesannya kepada Evan juga masih tidak terkirim. Berbagai pikiran negatif pun datang menghampiri. Namun, semua pikiran negatif itu lenyap saat melihat dua putra kesayangannya berdiri di hadapannya. Evan yang memeluk perutnya, sementara Elkan yang tingginya lebih pendek memeluk kakinya.
Sara segera berjongkok dan memeluk kedua putranya itu. “Mama kangen banget sama kalian,” balasnya dengan menangis sesegukan dan memeluk putranya.
Belva pun turut terharu, tidak menyangka bahwa istrinya itu akan menangis seperti ini melihat Evan dan Elkan yang bisa berada di Paris. Ini adalah sebuah kejutan yang Belva atur bersama Amara. Kejutan yang disembunyikan dari Sara.
“Mama, kami kangen Mama,” balas Evan kali ini.
Seolah Evan menjadi penyambung lidah bagi adiknya juga, si Sulung itu mengatakan kepada Mamanya jika mereka berdua pun begitu kangen dengan Mamanya. Terbiasa berada di dalam rumah, tumbuh dalam pengasuhan sang Mama, dan tiba-tiba Mamanya liburan dengan Papanya tentu membuat Evan dan Elkan begitu kangen dengan Mamanya.
Sara menganggukkan kepalanya dan mulai mencium putranya itu satu per satu. Sangat senang melihat kehadiran Evan dan Elkan di hadapan matanya. Tidak berselang lama ada rombongan keluarga Amara, Rizal, dan Jerome yang mendatangi kamar Sara.
“Surprise Kak! Are you happy?” tanya Amara dengan terkekeh geli melihat wajah Kakak Iparnya yang justru berderai air mata. Rasanya sangat puas bisa melihat kebahagiaan bercampur haru yang terpancar di wajah Sara.
“Jahat banget sih. Aku sejak kemarin cemas kok Evan enggak balas pesan aku lagi. Sampai pagi ini, pesan dariku juga hanya centang satu. Mama mana yang tidak cemas jika pesannya tidak masuk sampai pagi ini,” balas Sara. Wanita itu berkata dengan jujur. Begitu cemas kenapa Evan tidak membalas pesannya. Biasanya di waktunya Evan tidak sekolah atau belajar, putranya itu terbilang gercep dalam membalas pesannya.
“Evan kan naik pesawat, Ma … di pesawat tidak boleh menghidupkan koneksi untuk handphone,” balas Evan. Anak itu memberikan jawaban yang logis bahwa selama di dalam pesawat, para penumpang tidak diperkenankan untuk mematikan handphone.
__ADS_1
“Aku sudah anterin Duo E ke Paris ya Kak … jadi, nanti waktu kalian di Jakarta, aku sesekali boleh dong titip Jerome,” ucap Amara kepada Kakaknya sendiri yaitu Belva.
Setidaknya jika Amara ingin menikmati waktu bersama dengan Rizal, dia bisa gantian menitipkan Jerome ke rumah Unclenya. Sebagaimana Belva yang juga sering meminta bantuannya untuk menjaga Evan dan Elkan saat ini, Amara pun berencana untuk melakukan bulan madu kedua bersama suaminya.
“Tentu boleh … Jerome boleh menginap kapan pun Jerome mau,” balas Belva.
“Makasih Uncle,” balas Jerome dengan bertos dengan Uncle-nya itu.
Amara dan keluarga kemudian masuk ke dalam mereka, sementara Duo E tentu masuk di kamar Mamanya. Tanpa sepengetahuan Sara juga, rupanya kamar yang mereka tempati itu terkoneksi dengan Family Room yang sudah Belva sewa sebelumnya. Kamar yang akan ditempati Evan dan Elkan dan terkoneksi dengan kamar mereka berdua.
“Mama kangen banget sama kalian,” ucap Sara lagi. Wanita itu masih menitikkan air matanya. Tidak mengira akan bisa memeluk kedua putranya.
“Mama … angis,” ucap Elkan dengan suara babynya yang memang belum jelas pelafalannya.
“Kalian mandi dulu yuk … Mama mandikan. Biar segar, habis itu istirahat dulu pasti kalian capek bukan?” tanya Sara kepada putranya.
“Apek … Ma, Ekan apek,” sahut Elkan.
Bocah kecil itu tampak begitu lucu ketika berbicara. Kendati demikian, Sara dan Belva justru begitu gemas dengan nada bicara Elkan.
__ADS_1
Sara pun segera memandikan kedua putranya itu. Tentu untuk menyegarkan tubuh keduanya dan juga biar Evan dan Elkan bebas dari kuman-kuman yang bisa saja menempel selama dalam perjalanan. Setelah memandikan Evan dan Elkan, Sara menyuapi kedua anaknya itu, membuatkan susu untuk Elkan di dalam dodotnya. Kemudian menemani mereka. Tidak membutuhkan waktu lama Evan dan Elkan tertidur dalam pelukan Sara.
“Senang kan Duo E akhrinya ke mari,” balas Belva.
“Senang banget … makasih ya Papa … dari semalam banyak banget kejutannya,” balas Sara.
“Buat menyenangkan kamu, Sayang. Acara bulan madu kita sudah usai, sekarang dilanjutkan dengan acara keluarga bersama kesayangan kita. Evan dan Elkan. Aku tahu bahwa aku tidak bisa meninggalkan mereka terlalu lama, makanya aku meminta Amara untuk mengantar mereka ke Paris. Kita bisa jalan-jalan berempat di Paris. Tahun-tahun yang akan datang, kita bisa jalan-jalan bersama berlima atau mungkin berenam,” balas Belva.
“Amin … semoga saja. Yang penting Papa kuat gendong kalau babynya tambah banyak kan kalau jalan-jalan kayak gini bisa semakin rempong,” sahut Sara dengan terkekeh geli.
Sebuah fakta bagi orang tua yang sudah memiliki momongan, ketika bepergian begitu banyak persiapan tempur yang harus dibawa mulai dari diapers, tissue basah dan kering, baju ganti si baby, hand sanitizer, pumping, kantong ASIP, dan ice gell. Belum berbagai perintilan-perintilan lainnya yang wajib ada di dalam tas. Sehingga jika sewaktu-waktu butuh tidak akan kesusahan mencarinya.
“Kuat dong Sayang … gendong kamu saja aku kuat,” balas Belva dengan menggerakkan satu alis di matanya.
Sara terkekeh geli melihat suaminya itu. Bisa-bisanya suaminya memberikan jawaban konyol yang justru mengundang tawa.
“Makasih Papa … aku gak tahu harus bilang apa lagi. Yang pasti aku senang bisa melihat Elkan dan Evan di sini. Aku kangen banget sama mereka berdua. Sekarang, bisa melihat mereka, memeluk mereka, memberikan pengasuhan lagi kepada mereka, rasanya aku sangat senang,” ucap Sara dengan tulus.
Belva pun menganggukkan kepalanya, “Sama-sama Sayang … aku juga mana tega melihat kamu yang sedih dan berurai air mata tiap kali bertukar pesan sama Evan. Aku pun tahu kamu sudah kangen banget sama Duo E. Jadi, enjoy this time with our sons,” balas Belva.
__ADS_1
Sudah beberapa hari berlalu dan hanya dihabiskan bersama Sara, kali ini Belva mengatur sedemikian rupa untuk bisa menikmati waktu liburan bersama dengan kedua putra mereka di kota Paris ini. Banyak tempat indah yang bisa mereka kunjungi. Membuat waktu indah bersama, waktu indah yang akan selalu membekas di hati anak-anaknya.