Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Family Time


__ADS_3

“Sayang, siapkan koper ya … besok kita ke bandara,” ucap Belva kali ini yang meminta kepada Sara untuk menyiapkan koper.


Sara pun terkejut. Sebelumnya suaminya tidak berbicara apa-apa kepadanya, dan sekarang tiba-tiba Belva meminta kepadanya untuk menyiapkan sebuah koper. Itu berarti Sara harus berkemas dan juga suaminya itu akan mengajaknya bepergian dengan pesawat terbang.


“Kemana Mas?” tanya Sara kepada suaminya itu.


“Rahasia … kamu penting ikut saja. Yuk, kita berkemas … siapkan pakaian buat kita dan Evan. Besok kita akan ke bandara pagi,” ucap Belva lagi.


Belva sendiri sedang menyiapkan sebuah kejutan untuk Sara dan Evan. Pria itu ingin mengajak istri dan putranya untuk berlibur. Lagipula, kandungang Sara sudah memasuki Trimester dua dan aman untuk diajak bepergian dengan menaiki pesawat terbang. Sekaligus ini adalah hadiah jalan-jalan dari Belva sebelum Sara akan melahirkan beberapa bulan lagi.


Sara pun memilih tidak banyak bertanya. Wanita itu mengikuti instruksi yang diberikan suaminya untuk menata pakaian dan perlengkapan lainnya di dalam koper. Tentu Belva pun turut membantu Sara. Tidak mungkin Belva membiarkan istrinya itu kecapekan dan menata pakaian ke dalam koper. Belva hanya tertawa dalam hati melihat reaksi Sara yang tampak bingung. Memang untuk membuat sebuah kejutan harus membuat bingung istri terlebih dahulu, dan sekarang tidak apa-apa membuat istrinya kebingungan asalkan nanti Sara akan bahagia dengan kejutan yang dia berikan.


***


Keesokan harinya di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno - Hatta …


Belva, Sara, dan Evan tengah boarding untuk menunggu waktu terbang. Rencananya Belva akan mengajak Sara dan Evan untuk liburan selama sepekan di resort miliknya yang berada di Bali. Setidaknya di sana Sara bisa relaksasi dengan lihat lautan biru yang memberikan kesegaran. Ibu hamil juga membutuhkan suasana baru dan sedikit jalan-jalan sebelum waktu bersalin tiba nanti.


“Ke Bali, Mas?” tanya Sara kali ini kepada Belva.


“Iya, ke resort kita saja,” balas Belva.


“Kirain aku mau diajak ke Cappadocia,” sahut Sara dengan tertawa.


Ekspektasinya terlalu tinggi, Sara mengira bahwa Belva akan mengajaknya ke Cappadocia di Turki. Rupanya suaminya itu mengajaknya untuk liburan sepekan di Pulau Dewata.


“Seminyak, Bali juga indah kok Sayang … seindah Cappadocia. Nanti aku ajak kamu ke Cappadocia dan jalan-jalan di pesisir Laut Bosphorus,” sahut Belva pada akhirnya.


“Iya … bersamamu, tempat-tempat yang kukunjungi akan selalu istimewa kok,” sahut Sara.


Hingga terdengar suara pemberitahuan bahwa penumpang dipersilakan untuk masuk ke pesawat. Kali ini, Belva berjalan dengan menggandeng Sara dan Evan, membawa istri dan putranya itu untuk berwisata bersama menuju ke Pulau Dewata. Menikmati waktu kebersamaan dengan keluarga,

__ADS_1


“Pakai sabuk pengamannya Sayang,” ucap Belva yang membantu Sara mengenakan sabuk pengamannya.


“Evan juga yah, pakai sabuk pengamannya,” kali ini Belva yang mengenakan sabuk pengaman di pinggang Evan.


Keluarga kecil itu begitu menikmati perjalanan udara dari Jakarta menuju Denpasar, Bali. Ada Sara yang duduk bersama Evan yang begitu senang. Keduanya mengobrol bersama, tertawa bersama, dan membaca buku bersama selama penerbangan berlangsung.


Sementara Belva sesekali mengamati interaksi istri dan putranya itu. Sedikit mengajak keluarganya untuk liburan bukan masalah besar bagi Belva. Jika ada masalah, pastilah itu terkiat waktu dan pekerjaannya. Namun, kali ini Belva bisa meluangkan waktu dan mengajak mereka berwisata.


Hampir dua jam pesawat mengudara, sekarang mereka telah tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Ada sopir dari resort milik Belva yang sudah menjemput mereka bertiga.


“Selamat datang di Bali Pak Belva dan keluarga,” sambut sopir itu.


“Makasih Pak,” ucap Belva yang sudah merasa dilayani oleh sopir itu saat tiba di Bali.


“Ada tempat yang mau dituju atau langsung ke resort?” tanya si sopir yang diketahui bernama Bapak Made itu.


“Langsung ke resort saja Pak Made … soalnya istri saya sedang hamil, dan dia membutuhkan istirahat,” balas Belva.


Sara tersenyum saat Belva terlihat memperhatikannya dan kondisi kehamilannya. Wanita itu tersenyum tipis dan memberikan usapan di perutnya. Sementara Evan juga turut menganggukkan kepalanya.


“Iya, sore saja ya Van … kalau siang masih panas,” balas Belva.


“Oke Pa,” jawab Evan dengan menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya hingga membentuk huruf 0, sebagai tanda ‘Oke’ kepada Papanya.


Begitu sampai di resort mereka, Belva membawa serta menempati resort pribadi dengan dua kamar di sana. Membantu Evan dulu di kamarnya yang terkoneksi dengan kamar utama, dan juga setelahnya Belva meminta kepada Sara untuk beristirahat terlebih dahulu.


“Istirahat dulu Sayang … perut kamu kenceng enggak usai naik pesawat tadi?” tanya Belva sembari memberikan usapan yang lembut di perut istrinya itu.


“Enggak … enggak kenceng kok Mas … cuma ya sedikit capek saja,” balas Sara.


Belva kemudian membantu Sara menaiki ranjang, menaruh beberapa bantal di bagian pinggang istrinya supaya Sara bisa duduk bersandar di headboard dengan nyaman. Kemudian Belva mengambil air putih yang berada di botol mineral untuk Sara.

__ADS_1


“Minum dulu, Sayang,” ucap Belva.


“Makasih Mas … baik banget sih,” balas Sara yang kemudian meminum air mineral itu sedikit untuk membasahi tenggorokannya yang kering.


“Kita liburan di sini yah … family time dulu, nanti sambil curi-curi waktu kita bisa quality time berdua yah.” Belva berbicara sembari tersenyum dan mengangkat alisnya hingga pria itu terlihat tengah begitu modus kepada Sara.


“Tuh, modus pasti,” balas Sara.


“Kan sekalian menyelam minum air, Sayang … biar kamu rileks juga, Evan bisa bermain, dan sekaligus kita mendapatkan pahala,” balas Belva.


Sara kemudian menyipitkan kedua matanya menatap suaminya itu, “Kalau gitu aja pinter banget … tapi kalau aku kecapean, pending dulu ya Mas,” ucap Sara.


“Iya … santai saja. Aku kan sudah berjanji bahwa aku tidak akan memaksamu. Percayai aku,” balas Belva kali ini.


Sara kemudian menganggukkan kepalanya, “Iya … makasih sudah memahami aku,” balas Sara.


Belva sedikit bergerak, dan memeluk Sara. Mengusapi punggung istrinya itu dengan gerakan tangan naik dan turun, menyalurkan kasih sayang dan perhatiannya kepada wanita itu.


“Tentu … aku akan memahami kamu. Yang penting Bumilku ini nyaman,” balas Belva.


“Makasih Mas … yang penting kita buat kenangan indah bersama Evan juga. Mengisi gelas cintanya dengan kasih sayang dari kita berdua,” balas Sara.


Walaupun ada waktu yang akan mereka sisipkan untuk menikmati kebersamaan mereka berdua, tetapi Sara meminta kepada suaminya itu untuk tetap memprioritaskan Evan. Bagaimana pun Evan harus dicukupi kebutuhan dan perhatiannya. Mengisi gelas cinta milik Evan dengan kasih sayang dan perhatian yang nyata dari kedua orang tuanya.


***


Dear My Bestie,


Sebelumnya aku ingin memberitahu dulu bahwa cerita Sara dan Belva akan berakhir Bulan September ini. Namun, jangan khawatir yah ... kita sambungkan ke kisahnya Evan saat sudah besar nanti. Jangan lupa follow nama pena aku untuk mendapatkan info update terbaru. Bulan ini akan ada novel terbaru juga untuk Event 100% Kekasih Ideal. Mau kisah cinta CEO dengan sudut pandang dan alur yang berbeda? Ikuti di novel yang akan segera publish bulan ini yah.


Dukung selalu sampai akhir yah.

__ADS_1


Love U All,


Kirana


__ADS_2