
Menjelang sore, Belva mengajak Sara berjalan-jalan sore di Sungai Han. Katanya, Sungai Han menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati senja di Seoul, oleh karena itulah, Belva memilih mengajak Sara untuk berjalan-jalan sore di pinggir Sungai Han.
Banyak taman, spot foto, dan pertunjukan musik yang berada di sekitar Sungai Han. Selain itu, Sungai Han juga sering kali menjadi spot untuk syuting drama Korea. Sara benar-benar tidak mengira, dirinya bisa mendatangi tempat yang wara-wiri di drama Korea itu.
Sekarang keduanya memilih duduk bersama menikmati senja yang merekah merah jingga di angkasa. Ditambah angin musim semi yang cukup dingin justru membuang area itu kian indah rasanya. Tak ingin menyia-nyiakan waktu itu, Sara kemudian mengabadikan tempat itu dengan kamera handphonenya.
"Bunyikan kamera handphone kamu, karena saat berada di sini jepretan kamera harus berbunyi. Masyarakat Korea tidak suka jika dirinya difoto diam-diam, jadi bunyikan kameramu dulu," ucap Belva yang memberitahu Sara.
Sara mengangguk mendengar penjelasan Belva, setelahnya dia segera membuka pengaturan kamera dan membunyikan kameranya. Sekalipun, Sara memilih diam, tetapi terlihat jelas bahwa Sara menikmati sore menuju senja di tepi Sungai Han itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya, ada para pemuda yang tengah asyik bermain sepatu roda di area Sungai Han itu. Nyaris ada seorang pemuda yang hendak menabrak Sara. Dengan setengah berlari, Belva menarik tangan Sara hingga tubuh Sara menempel padanya. Wanita itu terkesiap dengan tindakan tiba-tiba dari Belva.
“Hati-hatilah, pemuda itu nyaris menabrakmu,” ucap Belva dengan menunjuk pemuda yang nyaris saja menabrak Sara.
Sara pun mengangguk, “Baik Pak, terima kasih,” ucapnya dengan menundukkan wajahnya.
Keadaan kian canggung bagi Sara, karena Belva justru enggan melepaskan tangannya dari kedua lengan Sara. Hingga akhrinya, Sara bergerak, “Kita kembali ke hotel, Pak?” tanyanya dengan maksud supaya Belva melepaskan tangannya. Sebab, terlalu lama tangannya digenggam oleh Belva yang ada justru tangannya kian bertambah dingin.
Pria itu pun akhirnya mengangguk, “Ya, baiklah. Sudah seharian kita berjalan-jalan. Rasanya istirahat lebih baik,” ucapnya dengan berjalan terlebih dahulu mendahului Sara. Oleh karena itu, Sara pun segera mengikuti langkah kaki Belva, mengekorinya pria yang memiliki langkah kaki yang besar dan cukup cepat itu.
__ADS_1
Cukup jauh Belva berjalan, rupanya Sara masih berada jauh di belakangnya. Oleh karena itulah, Belva memilih berhenti dan menunggu Sara. Pria itu sedikit tersenyum, melihat Sara yang berlarian kecil mengejarnya. Tidak mengira bahwa wanita itu begitu lucu, bahkan sikapnya saja justru terlihat menarik di mata Belva.
“Kamu tertinggal jauh di belakang,” ucap Belva dengan menaruh kedua tangannya di dalam saku mantel tebal yang dia kenakan.
Sara mengangguk, “Pak Belva berjalannya cepat sekali sih, langkah kaki Bapak itu lebar,” sahutnya sembari menetralkan pernafasannya yang kelelahan mengikuti langkah kaki Belva.
“Maaf, mulai sekarang aku berjalan pelan-pelan,” ucap pria itu sembari kembali berjalan, dan benar saja kali ini Belva memang berjalan lebih pelan. Menyelaraskan langkah kakinya dengan Sara.
Happy Reading ^^
__ADS_1