Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Swimming Time!


__ADS_3

Ketika akhir pekan tiba, rupanya Belva benar-benar membuktikan perkataannya untuk mengajari Sara berenang. Tanpa sepengetahuan Sara, Belva bahkan sudah membelikan pakaian renang untuk istrinya itu.


“Sayang, yuk … aku latih berenang,” ucap Belva kali ini kepada Sara. Pria itu terlihat begitu bersemangat untuk mengajari istrinya berenang.


“Males, Mas,” sahut Sara.


Bukannya Sara enggan belajar, tetapi Sara merasa malas dan tidak yakin apakah mungkin dirinya bisa berenang. Usianya sudah tidak muda lagi. Untuk itu, Sara memang tidak tertarik untuk belajar berenang.


“Ayo … nanti kalau kamu hamil, berenang bagus untuk kesehatan Ibu Hamil,” ucap Belva kali ini.


“Enggak ah … siapa bilang berenang bagus untuk ibu hamil. Modusnya kamu saja,” sahut Sara yang menilai bahwa itu adalah akal-akalan dari suaminya saja.


Kini, tampak Belva yang mengeluarkan handphonenya, dan menunjukkan sebuah artikel dari mesin pencarian kepada Sara.


“Nih … lihat Sayang. Enggak ada ya aku tuh modus. Nih, artikel ini bilang kalau berenang itu adalah salah satu olahraga yang bagus untuk Ibu Hamil. Bisa menjaga keseimbangan berat badan, mengobati nyeri punggung, menguatkan otot dan sendi, dan melancarkan peredaran darah. Jadi, belajar yuk … mudah kok. Aku ajarin pelan-pelan,” ucap Belva kemudian.


“Kan aku juga belum hamil, Mas … nikah aja belum lama masak sudah mikir hamil sih?” keluh Sara kali ini kepada Belva.


Ya, bukannya Sara berpikiran negatif bahwa menikah pun belum lama, masak dirinya akan hamil. Pernikahannya baru menginjak bulan kedua. Terbilang masih baru. Rasanya Sara masih ingin menikmati waktu bersama Belva dan juga Evan. Tidak perlu terburu-buru untuk memiliki bayi.


“Ya, dipersiapkan sejak sekarang kan lebih bagus, Sayang … yuk, ah … aku sudah belikan baju renang buat kamu,” ucap Belva sembari mengedipkan satu matanya kepada Sara.


Belva lantas mengeluarkan sebuah paper bag dan menyerahkannya kepada Sara. Begitu terkejutnya Sara melihat pakaian renang yang terbuka hanya berupa bra dan segitiga saja. Berwarna orange yang mencolok. Sungguh, rasanya Sara ingin memukul suaminya itu. Sejak kapan suaminya menjadi me-sum seperti itu.


“Ah, ogah ah Mas,” teriak Sara kali ini.

__ADS_1


“Itu bagus, Sayang. Cocok buat kamu,” sahut Belva sembari menyeringai kepada Sara.


“Nakal banget,” balas Sara sembari melemparkan satu set pakaian renang itu kepada Belva.


“Bukan nakal, Sayang … cuma kan pengen lihat kamu pakai itu,” jawab Belva dengan jujur. Tidak dipungkiri bahwa pria itu ingin melihat istrinya mengenakan pakaian renang layaknya orang luar negeri yang berenang hanya mengenakan bra dan under wear saja.


“Gak mau,” balas Sara dengan cepat.


Kini terlihat Belva mendekati Sara dan mendekap tubuh istrinya itu dari belakang. “Ya sudah … itu kan hanya fantasy-ku saja Sayang. Ini aku belikan juga model surf suit yang tertutup. Seperti baju menyelam. Yuk ah, biar kamu sehat. Lagipula sekarang waktu luangmu banyak. Berenang untuk kesehatan saja,” sahut Belva.


Hingga akhirnya Sara pun melunak. Wanita itu membawa surf suit yang tertutup seperti baju penyelam itu dan mulai ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Kemudian keduanya menuju ke kolam renang. Tampak Belva yang masuk ke dalam kolam renang terlebih dahulu. Pria itu menunjukkan tubuh atletis dengan dadanya yang bidang. Badan atletis yang terkena air membuat Belva kian terlihat begitu menggoda saja. Sara yang masih menunggu di dekat kolam renang saja seakan terpesona dengan suaminya itu.


“Yuk, masuk ke kolam renang … aku ajarin,” ucap Belva sembari mengulurkan tangan kanannya kepada Sara.


“Aku takut,” keluh Sara kali ini. Sebagai orang yang tidak punya pengalaman berenang tentu saja membuat Sara merasa takut kali ini.


Kemudian Belva membimbing Sara untuk berpegangan dengan tepian kolam renang. “Jangan langsung berenang. Kenalan dulu dengan airnya supaya kamu terbiasa. Pelajaran pertama, gunakan kedua tangannya berpegangan ke tepi kolam renang ini kemudian gerakkan kakimu yah. Lakukan beberapa menit, gerakan kaki ini untuk mendorong pergerakan kita di dalam air,” instruksi Belva kepada Sara.


Tampak Sara mengikuti instruksi suaminya itu. Sara berpegangan ke tepian kolam dan mulai menggerakkan kakinya. Tampak Belva yang memperbaiki posisi Sara, membuat wanita itu seolah mengapung di dalam air. Belva pun juga terlihat begitu telaten mengajari Sara. Membenarkan posisi kakinya yang sedang bergerak di air. Seolah-olah Belva kini menjadi pelatih renang profesional bagi Sara.


“Bagus, gerakkan kakimu dulu,” ucap Belva lagi.


Setelah cukup lama melatih kaki, kemudian Belva mengajari Sara cara menahan nafas dan mengambil nafas di dalam air. Pria itu cukup telaten untuk mengajari Sara.


“Sekarang coba menyelam, hitung berapa detik aku mampu menahan nafas di dalam air. Ingat ya pakai teknik pernafasan diafragma. Ambil oksigen banyak-banyak simpan sampai perut kita mengeras, kemudian keluarkan perlahan-lahan,” instruksi Belva kali ini.

__ADS_1


Sara juga berusaha mengikuti instruksi suaminya itu. Lantaran masih awam, Sara beberapa kali terbatuk karena tidak kuat menahan nafas.


“Pelan-pelan Sayang … taruh oksigen sampai perut kamu keras, kemudian keluarkan pelan-pelan,” ucap Belva lagi.


“Susah,” balas Sara.


Hanya beberapa menit mencoba saja mata Sara sudah memerah karena menyelam dan menahan nafas.


“Ya sudah … sekarang ikutin aku yuk. Sini berikan kedua tangan kamu, aku bantu kamu sampai ke tepian kolam itu ya. Kepala tidak perlu menyelam dulu,” sahut Belva.


Mulailah Belva menarik tangan Sara, membuat wanita itu berenang dengan bantuannya. Membawa Sara hingga ke tepian kolam.


“Bisa kan … tinggal masukkan kepala kamu di air saja,” sahut Belva.


Lantas Sara tersenyum, rupanya belajar berenang cukup menyenangkan walaupun dirinya kepayahan dan masih belum bisa.


Kemudian Belva tampak memeluk tubuh Sara sekarang dengan posisi keduanya masih sama-sama di dalam kolam renang. Belva menundukkan tubuhnya dan membawa Sara menyelam di air.


Mulailah Belva mengikis wajahnya, dan melakukan underwater kiss dengan Sara. Pria itu mengecup bibir Sara dan memagutnya di dalam air. Dada Sara rasanya begitu sesak, dirinya yang belum bisa teknik pernafasan ternyata justru mendapat kejutan dengan dicium oleh suaminya itu di dalam air.


Beberapa detik berlalu, kemudian Belva membawa tubuh Sara naik kembali ke atas permukaan air. Tampak Sara yang terengah-engah dan seolah kepayahan untuk bernafas.


“I Love U,” ucap Belva kali ini dengan tiba-tiba. “Bernafas Sayang,” sambungnya.


Rasanya begitu menyenangkan mencuri ciuman dari Sara dan melakukan underwater kiss dengan tiba-tiba. Agaknya Belva harus memanfaatkan momen seperti ini untuk memberikan kejutan-kejutan selanjutnya untuk Sara.

__ADS_1


__ADS_2