Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Keanehan Belva


__ADS_3

Beberapa hari setelah Sara mengantarkan Anin ke Psikolog, Belva merasa bangun tidak bersemangat. Pagi hari di meja makan, pria itu tampak menguap. Melihat Belva yang terlihat lesu, Sara pun bertanya kepadanya.


"Apa Pak Belva kurang sehat?" tanya Sara. Pertanyaan itu memang singkat, tetapi membuat Belva terkesiap.


Pria itu akhirnya menggelengkan kepalanya, "Ah tidak, mungkin karena begadang semalaman. Jadi aku kurang tidur," jawabnya.


Kemudian Sara pun berdiri menuju dapur, tanpa disuruh dan diminta, Sara justru berinsiatif membuatkan secangkir kopi hitam untuk Belva.


"Kopinya, Pak … kopi hitam dengan dua sendok teh gula," ucapnya sembari menyodorkan secangkir kopi hitam buat Belva.


Pria itu pun mengangguk dan mulai menyeruput kopi hitam buatan Sara. "Makasih," ucapnya.


Sembari menyeruput kopinya, Belva pun sesekali menggeleng-gelengkan lehernya. Wajah pria itu terlihat lesu, dan kali ini baru beberapa kali menyeruput kopi itu rasanya Belva ingin muntah. Rasa mual menyeruak di dalam lambung hingga tenggorokannya. Hingga akhirnya Belva pun segera berlari menuju kamar mandi yang berada di sisi dapur. Mulailah pria itu memuntah isi perutnya, tetapi yang keluar hanyalah air. Rasa pahit sontak menyelimuti seluruh rongga mulutnya.


Sara pun berlari mengikuti Belva ke dalam kamar mandi, bahkan wanita itu membantu memijat tengkuk Belva.


“Apa Pak Belva masuk angin?” tanya Sara perlahan.

__ADS_1


Dengan cepat Belva menggelengkan kepalanya, “Ah, tidak … aku baik-baik saja, kok.”


Akan tetapi, usai mengatakan itu Belva lagi-lagi merasa mual dan kembali mengeluarkan cairan dari mulutnya. Dia sesekali menatap Sara dari pantulan cermin itu.


“Pergilah, kamu tidak jijik melihatku muntah-muntah seperti ini?” tanya kepada Sara.


“Tidak, aku tidak jijik.” Sara menjawab dengan masih memijat tengkuk Belva.


Kemudian Belva pun menyeka mulutnya dengan air, sekaligus membasuh wajahnya. Wajah pria tampan itu memerah usai mual dan muntah yang baru kali pertama dia rasakan.


Kemudian Sara mengambil tissue dan memberikannya kepada Belva untuk menyeka mulutnya.


“Ya, makasih,” jawabnya dengan menerima tissue itu dan segera menyeka mulutnya.


Melihat bahwa ada tissue yang menempel di kening Belva, Sara pun berjinjit dan mengambil tissue di kening Belva. Akan tetapi, saat tangannya menyentuh kening Belva, Sara merasakan kening pria itu yang cukup panas. Sehingga Sara kembali menyentuh kening Belva dengan tangannya.


“Pak Belva demam ya? Ayo, kita ke Dokter untuk periksa, Pak,” ajak Sara usai menyentuh kening Belva yang terasa panas. Sara berpikir mungkin saja Belva demam dan masuk angin.

__ADS_1


Akan tetapi, Belva segera menggelengkan kepalanya, “Tidak … aku akan memanggil Dokter pribadiku saja. Bisa bawa aku ke kamar?” tanyanya kepada Sara.


Sara pun mengangguk, “Ya, Pak … aku akan mengantar Pak Belva ke kamar,” jawabnya.


Kali ini Belva pun segera merangkul bahu Sara, dan berjalan bersisian dengan Sara. Saat hendak menaiki anak tangga, Sara melingkarkan tangannya di pinggang Belva.


“Maaf, aku hanya membantu Pak Belva,” ucapnya dengan tertunduk.


Tidak dipungkiri bahwa Sara pun sebenarnya begitu deg-degan saat ini. Sedekat ini dengan Belva dan bisa mencium aroma parfum yang dikenakan sang CEO, membuat dirinya tegang.


Belva justru tersenyum, “Tidak apa-apa, lagipula kamu kan menolongku. Kamu istriku juga yang boleh memegangku,” ucap pria itu dengan pandangan yang lurus ke depan dan sesekali mencuri pandangan kepada Sara.


“Bawa aku ke kamarmu saja,” ucap Belva kali ini yang justru memilih untuk berada di kamar Sara.


“Eh, kamarku, Pak?” tanya Sara yang sekadar menyakinkan.


“Iya, kamarmu. Aku akan beristirahat di kamarmu saja,” jawab Belva.

__ADS_1


Akhirnya Sara pun membawa Belva ke kamarnya, di sana juga dia membantu Belva berbaring di atas ranjangnya. Rasanya memang canggung, tetapi dia hanya melakukan apa yang Belva minta. Lagipula, kamar ini memang milik Belva, dia hanya akan menempatinya untuk satu tahun saja. Oleh karena itulah, Sara membiarkan Belva untuk beristirahat di kamarnya.


__ADS_2