Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
Pertanyaan Kristis Evan


__ADS_3

Beberapa hari setelahnya, saat siang hari di mana Evan dan Sara tengah membaca buku bersama di ruang bermain Evan. Tampak Evan yang mengambil buku berjudul, "Aku Sayang Ibu." Sebuah buku yang pernah Sara berikan sebagai hadiah pertama di ulang tahun Evan. Sara benar-benar tidak mengira bahwa buku yang dulu dia berikan masih disimpan oleh Evan.


"Mama, lihat buku ini deh. Buku ini adalah punyanya Evan loh sejak Evan masih bayi," ucap Evan dengan tiba-tiba.


Tampak tangan Sara terulur dan mulai menerima buku dari Evan itu. Sara tersenyum dan mengusap sampul buku bagian depan yang menggambarkan seorang Ibu yang sedang menimang anaknya. Buku dengan warna biru di beberapa tempat terlihat lecek, mungkin karena seringnya buku itu dibuka.


"Oh, yah … Evan suka buku ini?" tanya Sara kepada putranya itu.


Tampak Evan menganggukkan kepalanya, "Iya dong Ma. Papa bilang Mama ya yang membelikan buku ini?" tanya Evan kemudian.


"Iya Evan, dulu Mama menghadiahkan buku ini untuk Evan. Di ulang tahun Evan yang pertama," balas Sara.


Tentu Sara masih ingat bagaimana dulu dirinya membeli buku itu. Mengirimkan buku itu dari Bogor ke Jakarta, supaya bisa memberikan sebuah kado untuk Evan. Memang secara materi buku itu begitu murah. Sara yakin suaminya bisa membelikan semua buku dan mainan mewah untuk Evan. Akan tetapi, Sara memilih buku itu karena Sara ingin menunjukkan kepada Evan bagaimana rasa sayangnya kepada Evan.


"Mama pasti sayang sama Evan yah?" tanya Evan lagi.


"Iya, Mama sayang banget sama Evan," balas Sara.


Bahkan rasa sayangnya yang terlampau besar membuat Sara yang sekalipun jauh ingin tetap mengirimkan ASInya untuk Evan. Mengalami demam, bengkak, dan nyaris mastitis karena sumber ASI yang hanya dipumping elektrik tanpa pernah diminum langsung oleh Evan. Hingga membuatnya mengalami peradangan di jaringan ASI. Akan tetapi, Sara ingin Evan bisa minum ASI hingga berusia 2 tahun.


"Ma, kalau Mama sayang sama Evan. Evan mau adik dong Ma," pinta Evan dengan wajah polosnya kali ini.


Entah pikiran dari mana, Evan nyatanya kini justru meminta adik kepada Sara. Mendengar permintaan Evan, Sara pun tampak tersenyum dan mengusapi puncak kepala putranya itu.


"Evan mau adik? Coba deh, Evan cerita dulu sama Mama, kenapa Evan mau adik?" tanya Sara kali ini kepada Evan.


Tentu pertanyaan ini bersifat stimulasi supaya Evan belajar mengutarakan isi hati dan isi pikirannya kepada Sara. Sebab, Sara yakin bahwa Evan pasti memiliki alasan kenapa dirinya menginginkan seorang adik.

__ADS_1


"Buat teman di rumah, Ma… teman bermain dan belajar. Teman kalau Papa lembur sampai malam. Nanti Evan mau dipanggil Kakak. Terus Evan mau ajakin adik maen Lego dan Uno," jawab Evan kali ini.


Sebuah jawaban yang sederhana dari Evan. Alasannya ingin memiliki adik supaya dia memiliki teman bermain di rumah. Adik yang bisa menemaninya dan bermain bersama saat Papanya harus lembur sampai malam.


Mendengar jawaban Evan, nyatanya Sara pun tersenyum. Kini Sara tampak memangku putranya itu.


"Evan yakin mau adik? Kalau nanti punya adik, Evan belajar berbagi dengan adik mau? Mama dan Papa juga harus membagi waktu dan perhatian untuk adik bayi nanti. Evan tidak keberatan?" tanya Sara lagi kepada Evan.


"Seperti apa Ma?" tanya Evan.


Memang seorang anak belum terlalu bisa memahami sesuatu yang sifatnya abstrak. Oleh karena itu, hal yang bersifat abstrak itu harus dijabarkan dalam tindakan-tindakan praktis yang bisa langsung dimengerti oleh anak.


"Contohnya ya nanti Mama akan mengandung. Di dalam perut ini akan ada adik bayinya. Terus kalau adik bayi sudah lahir, Mama harus mandiin adik, kasih ASI, menemani adik. Seperti itu, Evan mau tidak berbagi dengan adik?" jelas Sara kali ini kepada Evan.


Terlihat Evan yang diam. Seolah-olah dia tengah berpikir saat ini. Hingga akhirnya Evan pun menganggukkan kepalanya.


"Besok adiknya ada Ma?" tanya Evan lagi.


Kali ini Sara benar-benar tertawa melihat kepolosan Evan. Wanita itu tampak memeluk Evan.


"Harus berusaha dulu, Nak. Selain itu, Evan berdoa ya sama Tuhan biar di dalam perut Mama ini akan ada adiknya Evan. Mama juga harus mengandung dulu 9 Bulan 10 hari. Jadi, prosesnya panjang," jelas Sara kepada Evan.


"Oh, lama ya Ma? Ya sudah, nanti Evan berdoa deh kepada Tuhan. Evan beneran mau kok punya adik dan menjadi Kakak," sahutnya kali ini.


***


Malam harinya … 

__ADS_1


Ketika Sara dan Belva tengah berada di dalam kamar. Tampak Sara ingin menceritakan kegiatannya sepanjang hari ini kepada suaminya. Tentang pertanyaan Evan yang kritis dan jjuga permintaan spesial dari Evan.


"Mas, aku mau cerita boleh," tanya Sara kali ini kepada suaminya itu. Seakan dirinya meminta izin untuk bertanya terlebih dahulu.


"Boleh dong. Istriku ini mau cerita apa?" respons Belva kali ini kepada Sara.


"Evan itu kritis banget ya Mas? Kok bisa sih? Aku sampai kadang harus menjelaskan dengan sederhana dan detail kepada Evan. Rasa ingin tahunya tinggi," cerita Sara kali ini kepada suaminya itu.


"Aku dengar anak seusia Evan memang otaknya berkembang dengan sangat pesat. Sinapsis dalam otaknya kian banyak yang terhubung. Mungkin itu yang membuat Evan banyak bertanya," jawab Belva.


Sara tampak mendengarkan penjelasan dari suaminya. Hingga akhirnya Sara hendak memberitahu apa yang diminta Evan tadi kepadanya.


"Mas, Evan minta adek," ucap Sara kali ini.


Sebenarnya Sara malu untuk menyampaikan permintaan dari putranya itu kepada suaminya. Akan tetapi, permintaan Evan membuat Sara untuk berkata kepada suaminya itu.


Belva justru tersenyum. Pria itu membuka tangannya dan mengisyaratkan kepada Sara untuk masuk ke dalam pelukannya.


"Sini Sayang, yang mau adek bayi, Evan?" tanya Belva.


Tampak Sara mendekat ke arah Belva dan memeluk suaminya itu. Kedua tangannya melingkari pinggang suaminya.


"Hmm, iya," jawab Sara.


"Papanya Evan juga mau kok punya baby lagi," sahut Belva dengan cepat.


Wah, agaknya Sara salah kali ini memberitahu suaminya itu. Yang ada justru Belva mendapatkan durian runtuh untuk bisa merasakan surga dunia lagi dengan dalih supaya bisa memberikan adik bayi bagi Evan.

__ADS_1


__ADS_2