Rahim Sewaan Mr. CEO

Rahim Sewaan Mr. CEO
City of Love


__ADS_3

"Je Taime, Papa Belva," sahut Sara dengan tersenyum.


Liburan ini sangat berkesan untuk Sara. Kali pertama menjejakkan kakinya di Benua Biru, dan kini dia bisa melihat ikon tersohor kota Paris yang berdiri megah dan memberikan kesan begitu romantis itu.


Kota cinta atau city of love itu adalah sebutan untuk kota Paris sendiri. Banyak tempat-tempat romantis yang bisa dikunjungi pasangan begitu berliburan di Paris. Pun, sama kali ini bagi Sara dan Belva. Perjalanan kali ini justru terasa seperti perjalanan Honeymoon Ketiga untuk keduanya.


"Ini masih siang, kamu mau jalan-jalan atau di kamar saja sama aku?" tanya Belva kali ini kepada Sara.


"Jalan-jalan ke Menara Eiffel mau?" tawarnya dengan penuh semangat kepada suaminya.


"Boleh yuk ... pakai mantel kamu supaya hangat. Hari ini suhu udara sampai 3℃. Jadi pastikan kamu hangat, dan jangan masuk angin,” balas Belva.


“Iya Mamas … tenang saja. Kan ada kamu yang siap memberi kehangatan untukku,” jawabnya sembari bercanda.


“Kalau mau diberi kehangatan, bisa-bisa kita hanya stay di hotel saja, Sayang … dan aku tahu bahwa kamu juga ingin jalan-jalan. Jadi, yuk … kita eksplor kota Paris berdua. Membuat banyak momen romantis berdua,” ungkapnya.


Sara menganggukkan kepalanya, ya jauh-jauh sampai ke Paris, tentu Sara tidak mau jika kegiatannya hanya sebatas bercinta di ranjang. Kapan lagi bisa mengunjungi Paris. Maka dari itu, Sara pun ingin tahu keindahan kota yang dijuluki sebagai kota cinta itu dan mengambil beberapa foto yang mesra dan indah untuk mereka berdua.


Kali ini Belva mengajak Sara untuk berjalan-jalan di area Champ De Mars, melihat kerangka besi yang menjulang setinggi 334 meter itu. Ikon global kota Paris yang begitu tersohor, dan sekaligus tempat yang romantis bagi para pasangan. Bahkan dengan matanya, keduanya melihat para pasangan yang berjalan-jalan saling berpelukan, saling bergandengan tangan, bahkan ada yang ciuman di bawah Menara Eiffel itu.


"Bagus banget yah ... kesannya di sini jauh lebih romantis daripada di Seoul," ucap Sara dengan melihat Menara Eiffel itu.


Langit kota Paris yang biru dengan kumpulan awan putih, tempat yang lapang, membuat Menara Eiffel begitu indah sebagai landmark kota Paris. Beberapa kali Sara mengabadikan momen itu dengan kamera handphonenya.


"Kamu berdiri di situ, Sayang ... aku fotoin. Senyum yang manis yah," ucap Belva dengan menunjuk sebuah titik untuk mengambil gambar.

__ADS_1


Dengan kamera DSLR yang memang Belva bawa, pria itu memotret Sara dengan berbagai pose.


"Mau foto berdua dong Mas," pinta Sara kali ini.


Belva mengatur kameranya dengan sedemikian rupa, dan mengatur timernya. Kemudian pria itu berdiri di samping Sara, merangkul wanita itu dan memandangnya dengan sorot mata yang lembut.


Hingga jepretan kamera pun mengabadikan pose keduanya. Belva juga melihat hasil jepretan dengan kamera miliknya dengan memanfaatkan timer itu. Belva pun tersenyum karena foto-foto yang dihasilkan sangat bagus.


"Sayang, wefie (foto berdua - sementara selfie adalah foto sendiri) yuk," ajaknya.


Kali ini bukan menggunakan kamera DSLR, tetapi menggunakan handphone miliknya keluaran terbaru dengan logo apel di belakangnya itu.


Beberapa kali Belva mengambil foto wefie bersama dengan Sara. Saat Sara masih berkutat dengan melihat hasil foto mereka berdua di layar handphonenya, Belva mendekati Sara perlahan. Tangan kanannya membeli sisi wajah Sara, kemudian mengikis jarak kedua wajah mereka hingga kedua bibirnya menempel dengan sempurna di bibir Sara.


Cup!


Sara tersipu malu dengan tindakan impulsif suaminya itu. Tidak mengira bahwa di tempat terbuka, di bawah Menara Eiffel, Belva menciumnya.


"Mas, kok cium-cium sih?" tanyanya.


Belva pun menganggukkan kepalanya, "Enggak apa-apa. Aku bakalan cium kamu di tempat romantis yang akan kita datangi selama di kota ini," balas Belva dengan tenang.


Wajah Sara rasakan memanas mendengar ucapan suaminya itu. Sepenuhnya dia tahu bahwa berciuman di Eropa dengan budaya barat yang lebih liberal, tidak masalah. Banyak juga pasangan yang berciuman di tempat-tempat umum. Hanya saja, sebagai wanita Indonesia, tetap saja Sara merasa begitu malu.


“Yuk, kita ke Ponts des Arts,” ajak Belva kali ini kepada Sara.

__ADS_1


Ponts des Arts atau Jembatan Cinta adalah jembatan yang melintang di atas Sungai Seine, Paris. Di jembatan ini penuh dengan gembok bertuliskan nama pasangan dari seluruh dunia. Kali ini, Belva mengajak Sara untuk mengunjungi jembatan cinta yang begitu tersohor di dunia.


“Ini Sayang … Ponts des Arts atau Jembatan Cinta. Lihat romantis banget kan,” ucap Belva dengan menggandeng tangan Sara dan menyeberangi jembatan ini.


“Pengen pasang gembok cinta atas nama kita berdua di sini deh Mas,” ucapnya.


Belva tersenyum, pria itu kemudian memberikan sebuah gembok yang dari saku mantel tebalnya, dan memberikannya kepada Sara.


“Ini … tuliskanlah nama kita berdua. Kemudian buang kuncinya ke Sungai Seine,” ucap Belva kepada Sara.


Sara yang begitu excited dan bahagia pun segera menuliskan nama mereka berdua di Jembatan Cinta itu.


Belva & Sara


Gembok berwarna pink magenta itu, dipasang keduanya di sana. Kemudian Sara membuang gemboknya ke Sungai Seine. Konon katanya, pasangan yang memasang gembok cinta dan membuat cintanya ke Sungai Seine, cintanya akan awet dan hubungannya akan langgeng.


“Bagus kan?” tanya Belva. "Kamu pasti suka," ucapnya. Dengan melihat wajah Sara yang penuh senyuman dan juga ekspresi wajah dari istrinya itu yang cerah, Belva sepenuhnya yakin bahwa Sara sangat menikmati momen di Kota Paris ini. Bahkan Belva akan membuat istrinya itu untuk mengingat selalu kenangan perjalanan mereka di Kota Cinta itu.


Sara menganggukkan kepalanya, kemudian dia memotret gembok miliknya dan Belva yang sudah terpasang di sana. “Walau semua ini hanya mitos, jauh di dalam hatiku … aku berharap hubungan kita, cinta kita akan abadi. Sampai maut yang memisahkan,” ucap Sara.


Bagi Sara itu bukan hanya sekadar ucapan, itu adalah doanya. Dalam hatinya, Sara berharap bahwa hubungannya dengan Belva akan selalu awet, langgeng, sampai maut yang memisahkan. Menua bersama, melihat anak-anak mereka tumbuh dewasa, dan juga mengisi setiap hari dengan menyemai cinta di dalam hati.


"Aku juga Sayang ... aku tahu dan yakin bahwa hubungan dan ikatan cinta kita berdua melebihi semuanya," balas Belva.


Belva kini kian mendekat, pria itu tersenyum dan menundukkan wajahnya, menarik dagu Sara sesaat, mengunci tatapan mata Sara hanya tertuju padanya, dan Belva kembali melabuhkan ciumannya yang hangat di bibir Sara.

__ADS_1


Kali ini bibirnya menempel sempurna untuk beberapa saat lamanya. Berlatarkan Ports den Arts yang mempesona dan juga Sungai Seine yang indah, Belva kembali mencium Sara. Di kota cinta yang romantis ini akan penuh cinta dari semua kenangan yang mereka jejakan di sana.


__ADS_2