
Hidup tidak melulu berjalan mulus. Ada kalanya hidup berjalan dengan melewati banyak tikungan bahkan juga tanjakan dan turunan yang terjal. Begitulah hidup manusia. Angin yang segar tak selamanya bertiup, ada kalanya hujan bahkan badai diizinkan Tuhan untuk datang dan sedikit mengguncang kestabilan yang sudah terjadi sekian lama. Sama seperti saat ini di Agastya Property yang sedang diterpa gosip miring antara Sang CEO yaitu Belva Agastya dan juga sekretaris barunya yaitu Annisa. Kabar yang disinyalir merebak dari salah seorang staf Agastya Property yang mengetahui keduanya berada di kota Surabaya.
Bahkan beredar beberapa foto yang memperlihatkan kedekatan Belva dengan sekretaris barunya yang bernama Anisa itu.
Belva sendiri tampak murka saat ini. Bagaimana bisa perjalanan bisnis untuk kali pertama dengan mengikutsertakan Anisa justru membuatnya diterpa gosip miring seperti ini. Belva yang begitu murka, kemudian memanggil Ridwan untuk menemuinya. Pria itu menekan tombol interkom yang mengarah ke meja Ridwan.
"Ridwan, temui saya sebentar ini penting," perintah Belva kepada sekretarisnya itu.
Tidak menunggu lama, Ridwan pun masuk dan menemui atasannya tersebut.
"Ya, Bos ... ada apa?" tanyanya kepada atasanya itu.
"Ridwan, bisa kamu jelaskan kenapa kabar tidak jelas buktinya itu bisa menyebar sedemikian rupa? Bahkan saya sendiri mendengarnya," ucap Belva kali ini.
"Saya kurang tahu, Bos ... tetapi ada staf di sini yang melihat Bos bersama Anisa di Surabaya pekan yang lalu," ucap Ridwan.
"Kamu kan tahu semua agenda saya di sana, karena kamu pun ikut serta. Kenapa kamu tidak bisa memberi bantahan?" tanya Belva dengan menatap tajam sekretarisnya itu.
"Saya sudah membantah, Bos. Akan tetapi, Bos kan juga tahu sendiri bahwa kabar itu dengan cepat merebak dan naik ke permukaan," balas Ridwan.
Pada dasarnya Ridwan memang telah memberikan bantahan bahwa semua itu hanya kabar angin. Ridwan pun yang menyusun agenda acara dan kegiatan yang dilakukan Belva selama di Surabaya. Akan tetapi, kabar seperti itu juga bergerak lebih cepat daripada yang dibayangkan.
Foto yang beredar di grup chat para karyawan Agastya Property adalah saat Belva tengah berjalan hendak masuk ke dalam hotel bersama Anisa. Sehingga seakan-akan, Belva terlihat tengah melakukan cek in dengan sekretarisnya itu.
"Aku membayar semua karyawan untuk bekerja dengan benar, bukan untuk menggunjingkan satu sama lain, terlebih menggunjingkan pemilik perusahaan," ucap Belva dengan tegas kali ini.
__ADS_1
Tidak dipungkiri bahwa sebagai seorang CEO Agastya Property, dirinya mempekerjakan banyak karyawan untuk bekerja, memenuhi setiap deadline yang sudah ditentukan. Akan tetapi yang terjadi, dirinya para karyawan sedang menggunakan CEOnya.
Ridwan yang mendengar perkataan dari Belva pun hanya mampu menundukkan wajahnya. Belva yang jarang sekali marah, kali ini terlihat lebih menyeramkan.
"Saya akan sampaikan ke seluruh divisi bahwa perusahaan akan menindak tegas kepada para karyawan untuk menghentikan gosip yang tidak jelas artinya ini," balas Ridwan.
"Baiklah, selesaikan dengan segera," perintah Belva kali ini kepada sekretarisnya itu.
Sepeninggal Ridwan, Belva merasa menyesali keputusannya memperkerjakan sekretaris wanita. Dirinya yang sama sekali tidak melakukan apa-apa, justru seolah-olah terlihat melakukan hubungan gelap dengan sekretarisnya yang baru yaitu Annisa.
Dalam mimpi pun, Belva sama sekali tidak menginginkan untuk memiliki hubungan gelap dengan wanita mana pun. Bahkan di saat dirinya menyandang predikat duda, dan hidup sendiri. Belva juga sangat menjaga hidupnya, dan tidak pernah berlaku serong sama sekali. Jikalau dia mau berbuat yang tidak benar, tentu akan Belva lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Akan tetapi, sejak dulu Belva sama sekali tidak pernah bermain hati dengan wanita lain. Jika dengan Sara, dirinya bahkan menikahi Sara, Belva juga menggumuli Sara ketika keduanya berada dalam hubungan pernikahan sehingga tidak ada zinah di antara dirinya dan juga Anin. Seumur hidup hanya dua wanita yang pernah ada di dalam hidup Belva. Pertama adalah mendiang Anin sebagai cinta pertamanya, dan kemudian Sara, wanita yang Belva inginkan akan terus berada di sampingnya sebagai cinta terakhirnya.
Di satu sisi justru Annisa kali ini tampak menundukkan wajahnya. Wanita itu beberapa kali ditanyai langsung oleh rekan kerjanya.
“Apa ini tujuan Pak Bos punya sekretaris cewek biar bisa dimanfaatkan?”
“Wah, enak banget baru saja masuk sudah pintar menggaet si Bos.”
"Makanya gue curiga, gak biasanya Pak Bos punya sekretaris cewek. Kali ini, sekretarisnya cewek. Fixed sih, ada yang tidak benar di sini."
Berbagai gunjingan pun Annisa terima hari itu, tetapi agaknya Annisa bisa terlihat santai dan tidak terpengaruh dengan kabar yang cukup menggemparkan Agastya Property.
Sampai pada akhirnya, handphone milik Annisa pun berdering, terlihat seseorang menghubunginya sekarang ini.
Mr. T
__ADS_1
Berdering
“Jadi, gimana Sa? Lo berhasil jebak Belva seolah-olah terlibat affair sama lo?” tanya pria dalam telepon itu.
“Kelihatannya, tetapi aku tidak yakin. Si Bos juga kelihatan panik,” balas Annisa dengan menutup sedikit mulutnya saat menjawab telepon itu.
“Oke, baiklah … terus lanjutkan kerja lo di sana. Jangan lupa laporkan kerja sama Agastya Property dengan Jaya Corp, berikan idenya sama gue,” perintah pria yang bernama Mr. T di handphone Annisa itu.
“Iya-iya baiklah … bagaimana dengan Istrinya Si Bos? Aku dengar Istrinya Si Bos sedang hamil sekarang ini. Apakah kabar ini bisa mempengaruhi kandungannya?” tanya Annisa.
“Lo tenang saja, urusan Sara biar gue yang urus. Lo cukup di sana dan lakukan tugas lo,” instruksinya.
“Ya sudah, tutup teleponnya sekarang, Ridwan mau ke mari,” balas Annisa.
Usai menerima panggilan telepon itu kemudian Annisa mengakhiri panggilan teleponnya dan menaruh handphonenya di atas nakas. Wanita itu melirik ke arah Ridwan yang mulai mengambil tempat duduk di sisinya.
“Kenapa Kak?” tanya Annisa.
Tampak Ridwan menghela nafas sembari mengusap wajahnya dengan kasar, “Gak apa-apa, cuma aku cukup terguncang juga bagaimana foto dan gosip seperti ini bisa mengguncang Pak Belva. Padahal dia adalah pria yang baik dan sangat mencintai istrinya itu. Bisakah kamu memberi sanggahan kepada semua karyawan di sini bahwa semuanya itu tidak benar?” pinta Ridwan.
“Gimana caranya harus menyanggah semuanya Kak?” tanya Annisa.
Ridwan merasa sangat pening sebenarnya. Kabar ini dan juga banyaknya pekerjaan di Agastya Property membuatnya sangat pusing. Sementara Ridwan melirik sekilas kepada Annisa, pria itu mengernyitkan keningnya karena melihat Annisa yang justru tampak biasa saja. Walaupun terkadang wanita itu menundukkan wajahnya, tetapi bisa Ridwan lihat bahwa air muka Annisa tampak biasa saja.
Ridwan lantas menoleh dari ruangan kaca yang berada tidak jauh dari tempat duduknya sekarang ini, terlihat Belva yang sangat serius. Seolah-olah kabar miring ini sangat mengganggu Belva.
__ADS_1