Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 1 – Xing Guang Jiejue


__ADS_3

Cahaya emas menerjang keluar, menghancurkan jiejue. Langit menggelap, guntur bergemuruh, petir ungu turun menghantam Fan Yin Gu diikuti bola api langit. Lian Song dan lainnya tidak bisa


masuk Fan Yin Gu, hanya melihat dari luar semua yang terjadi. Setelah langit kembali


cerah, hujan bunga fengwei turun diseluruh Fan Yin Gu. Disaat mereka masih


melihat fenomena yang terjadi, Dong Hua Di Jun sudah menggendong Bai Feng Jiu


yang penuh luka keluar dari Fan Yin Gu. Dong Hua Di Jun hanya melewati mereka,


segera membawa Bai Feng Jiu ke Bi Hai Cang Ling.


Dong Hua membaringkan Bai Feng Jiu dan duduk disamping


ranjang melihat Bai Feng Jiu yang pucat dengan badan penuh luka hingga ke


tulang. Zhe Yan segera memeriksa keduanya “Dong Hua, Xiao Jiu dalam kondisi


mati suri, lukanya sangat parah, melukai jantung dan jiwa dewanya… apa yang terjadi


sebenarnya di Xing Guang Jiejue ? kondisimu walau tidak separah Xiao Jiu, tapi


kekuatanmu… Qiu Shui Du sudah bersih dari tubuhmu…” Dong Hua melihat Zhe Yan


“Zhe Yan, selamatkan Xiao Bai…” Zhe Yan “Dong Hua, Xiao Jiu adalah anak yang


kubesarkan dari kecil, tidak perlu kau minta, aku juga akan berusaha


menyelamatkannya… hanya saja kondisinya, semoga Xiao Jiu bisa bertahan…


sebaiknya kita keluar, biarkan Cheng Yu menggantikan bajunya…” Cheng Yu sudah


maju dengan linangan air mata “Cheng Yu, oleskan saleb ini ke luka Xiao Jiu…”


Dong Hua sudah merebut saleb itu sebelum sampai ke tangan Cheng Yu “keluar…”


semuapun keluar.


Tanpa mempedulikan lukanya sendiri, Dong Hua perlahan


membuka baju Feng Jiu, melihat semua lukanya. Dong Hua menitikkan air mata,


mencium semua lukanya, membersihkan dan mengobati Feng Jiu. Setelahnya, kembali


memanggil Zhe Yan memeriksa “Dong Hua, lukamu ini juga harus diobati…” Dong Hua


duduk mematung melihat Feng Jiu membiarkan Chong Lin membantu mengobati lukanya.


Zhe Yan memberikan ramuan untuk Dong Hua dan Feng Jiu. Dong Hua tidak


mempedulikan dirinya, menyuapi Feng Jiu ramuan. Feng Jiu tidak bisa meminum


ramuannya, selalu keluar dari bibirnya. Dong Hua meminum ramuan Feng Jiu,


semulut-semulut menyuapi Feng Jiu.


Selama 6 bulan, Dong Hua Di Jun tidak mempedulikan dirinya, terus setia menjaga Bai Feng Jiu yang


masih terbaring tidak sadarkan diri. Sejak keluar dari Xing Guang Jiejue, Dong


Hua Di Jun menggendong Bai Feng Jiu yang terluka ke Bi Hai Cang Ling. Dong Hua tidak


menjelaskan apapun, dia juga sebenarnya tidak jelas apa yang terjadi. Keluarga


Bai awalnya ingin membawa Bai Feng Jiu kembali ke Qing Qiu, tidak mendapat


persetujuan Di Jun hanya bisa pasrah.


Beberapa hari setelah pertarungan Xing Guang Jiejue, Sie Gu


Cou sudah membawa Bai Gun Gun ke Bi Hai Cang Ling. Bai Gun Gun sudah saling


mengenal dengan Dong Hua Di Jun dan semua keluarga Bai. Dong Hua menyerahkan


Bai Gun Gun pada keluarga Bai, dia tidak beranjak dari samping Bai Feng Jiu.


Ban Xin Liu Li Jie di jari Bai Feng Jiu, tiap hari mengeluarkan cahaya ungu


yang lemah. Luka Bai Feng Jiu melukai jantung dan jiwa dewanya, walau berhasil


menyelamatkan nyawanya, tidak tahu kapan akan sadar. Dibawah perawatan Dong Hua


dan Zhe Yan, semua luka luar Bai Feng Jiu dan Dong Hua sudah sembuh.


Zhe Yan masuk memeriksa Dong Hua Di Jun “Dong Hua, kau

__ADS_1


tidak bisa begini terus, kau harus biguang secepatnya” Dong Hua memegang tangan


Feng Jiu “Zhe Yan, tunggu Xiao Bai sadar, aku baru biguang” Zhe Yan menggeleng


“Dong Hua, Xiao Jiu tidak tahu kapan sadar, bahkan mungkin kau selesai


biguangpun yatou belum sadar. Lebih baik kau manfaatkan waktu biguang


secepatnya, jangan sampai yatou sadar, ada hal lain lagi yang terjadi” Dong Hua


mengangkat kepala melihat Zhe Yan ‘apa yang dikatakan Zhe Yan betul, jika Xiao


Bai sadar dan melihat kondisinya saat ini pasti akan khawatir. Lagipula dengan


kondisinya saat ini juga tidak bisa melindungi Xiao Bai’.


Zhe Yan meneruskan “Dong Hua, walau qiushui du dalam


tubuhmu sudah bersih semua. Sekarang kemampuanmu tinggal 1 tingkat belum lagi


lukamu yang sebelumnya belum pulih. Jangankan menjaga Xiao Jiu, bahkan kau


tidak bisa menjaga dirimu sendiri.” Dong Hua “kalau aku biguang, Xiao Bai


bagaimana ? Gun Gun ?” Zhe Yan “kau biguang saja dengan tenang, keluarga Bai


akan menjaga mereka”.


Dong Hua menghela nafas “keluarlah, aku akan memikirkannya…” Zhe Yan tahu Dong Hua


memerlukan waktu memikirkannya. Dong Hua dengan tidak mudah menunggu 200 tahun


untuk bertemu Feng Jiu, hampir berpisah selamanya di Xing Guang Jiejue.


Sekarang demi memulihkan kondisi, harus berpisah lagi. Perpisahan kali ini


walau untuk kebaikan mereka berdua, tapi untuk Dong Hua, hal ini sangat berat.


Dong Hua berbaring disamping Feng Jiu ‘Xiao Bai, kapan kau akan bangun ? Zhe Yan


benar, aku harus segera biguang, kondisiku yang sekarang tidak dapat


melindungimu. Xiao Bai, sementara aku biguang, ayahmu pasti akan membawamu ke


dan mencarimu di Qing Qiu, kau harus menungguku. Xiao Bai, tunggu aku sudah


pulih dan kau sudah bangun, aku akan memberimu pernikahan yang tak terlupakan.


Kau harus menungguku, kau tidak boleh berkeliaran lagi’ mencium keningnya.


Dong Hua mengumumkan dia akan biguang di Bi Hai Cang Ling, Bai Feng Jiu dan Bai Gun


Gun akan dibawa ke Qing Qiu. Dong Hua mengatur Chong Lin untuk selalu memantau


perkembangan Bai Feng Jiu bersama Lian Song, Cheng Yu, dan Sie Ming. Dengan berat


hati, Dong Hua melepas Bai Feng Jiu dibawa Bai Yi ke Qing Qiu. Zhe Yan mengatur


Bai Feng Jiu di Yan Hua Dong agar membantu pemulihan tubuhnya.


300 tahun setelahnya, hujan bunga Fengwei dan 9981 burung berterbangan di Qing Qiu


diatas Yan Hua Dong. Bai Chen “Zhe Yan, ada apa ini ?” Zhe Yan tersenyum “xiao yatou,


akan segera sadar” bersama masuk ke Yan Hua Dong. Keluarga Bai sudah berkumpul


di samping Bai Feng Jiu. Dari luar Yan Hua Dong, bertebaran cahaya merah yang


bersama-sama masuk ke Yan Hua Dong, masuk ke tanda bunga Fengwei di kening Bai


Feng Jiu. Tanda bunga Fengwei memancarkan kemilau kemerahan diikuti tubuh Bai


Feng Jiu yang terangkat dan terbalut dalam cahaya merah keemasan, rambutnya


perlahan berubah merah keemasan.


Setelah tubuh Bai Feng Jiu berbaring kembali, Zhe Yan memeriksanya “semua jiwa Xiao Jiu


sudah bersatu kembali dan sekarang dia sudah Shan Shen”. Bai Yi “Shan Shen,


Xiao Jiu Shan Shen ? bagaimana bisa ?” Zhe Yan “tampaknya kali ini dia


memperoleh keberuntungan dalam kemalangan” Bai Chen “Zhe Yan, kenapa Xiao Jiu


belum sadar ?” Zhe Yan “Chen Chen, jangan terburu-buru, yatou akan sadar,

__ADS_1


biarkan dia beristirahat, saatnya tiba dia akan bangun” Gun Gun duduk disamping


Feng Jiu “Niang Qin, Niang Qin, kapan kau bangun ? kau tidak menginginkan Gun


Gun kah ?” Bai Chen “Gun Gun, ibumu mana mungkin tidak menginginkanmu, hanya


lukanya terlalu parah sebelumnya, jadi memerlukan waktu yang lebih lama untuk


sembuh”.


Setiap hari Gun Gun menemani Feng Jiu, hanya pergi untuk sekolah dan berlatih. Seminggu


kemudian, Bai Feng Jiu membuka mata, saat tidak ada yang menemaninya. Bai Feng


Jiu terduduk dan melihat sekeliling, berjalan keluar dari Yan Hua Dong. Gun Gun


yang baru pulang dari sekolah, dari jauh sudah melihat Bai Feng Jiu, berlari


memeluknya “Niang Qin… Niang Qin… kau sudah bangun… Niang Qin…”. Bai Feng Jiu


berdiri terdiam melihat Bai Gun Gun yang memeluknya. Gun Gun “Niang Qin, kau


kenapa ? kenapa tidak bersuara ?”. Bai Feng Jiu “kau siapa ?” Gun Gun melerai


pelukan “Niang Qin, kau kenapa ? tidak mengenal Gun Gun ?” Feng Jiu “Niang Qin


? Gun Gun ? kau siapa ? ini dimana ?”.


Mi Gu yang menemani Gun Gun segera menghampiri “Nu Jun, kau sudah sadar ?” Feng Jiu


“kau siapa lagi ?” Mi Gu “Nu Jun, aku Mi Gu, kau tidak kenal ?” Feng Jiu


menggeleng. Mi Gu menarik tangan Feng Jiu “Nu Jun, Mi Gu membawamu ke Zhe Yan


Shan Shen” Feng Jiu menahan dan menepis tangan Mi Gu, melihatnya dingin “ada


apa bicara saja, tidak perlu menarik. kau siapa ? katakan ini dimana ? siapa


kalian ?” Gun Gun anak pintar, segera membaca situasi ada yang salah dengan Bai


Feng Jiu “Niang Qin, aku Bai Gun Gun, putra Niang Qin. Dia adalah Mi Gu shushu,


yang menemani Niang Qin dari dulu. Disini adalah Qing Qiu.” Feng Jiu “Qing Qiu


?” Gun Gun dan Mi Gu mengangguk “Niang Qin, kita ke gua rubah dulu. Mi Gu


shushu, tolong panggilkan Zhe Yan Shan Shen ke gua rubah. Niang Qin ayo…” Feng


Jiu mengamati Gun Gun sejenak dan mengikutinya.


Di gua rubah, Bai Yi sedang mengurus masalah Qing Qiu bersama Bai Chen. Wen Xin – Bai


Yi Fu Ren sedang menyiapkan makan siang. Gun Gun membawa Feng Jiu masuk sambil


berteriak “waigong, si shu gong, waipo…” semua keluar mendengar teriakan Gun


Gun. Bai Chen “Xiao Jiu, kau sudah sadar ?” Feng Jiu melihat dingin ketiganya.


Bai Yi “Xiao Jiu, kapan kau sadar, bagaimana kondisimu ?” Bai Yi Fu Ren segera


memeluk “Xiao Jiu, akhirnya kau sadar, kau mengagetkan kami semua” Feng Jiu


berdiri tak bergerak “kalian siapa ? siapa Xiao Jiu?” Bai Yi Fu Ren melerai


pelukan “Xiao Jiu…” Zhe Yan berjalan masuk dari luar “yatou, sudah bangun…” mau


mengambil tangan Feng Jiu. Feng Jiu segera menghindar “kau siapa ?”.


Gun Gun menarik tangan Feng Jiu “Niang Qin, ini adalah Zhe Yan Shan Shen, dia tahu


pengobatan” menaruh tangan Feng Jiu ditangan Zhe Yan. Zhe Yan memeriksa dengan


seksama “yatou sudah pulih… tidak ada masalah dengan tubuhnya…” Gun Gun “kenapa


Niang Qin tidak mengingat Gun Gun ?” Zhe Yan “yatou, apa yang kau ingat ? apa


kau ingat siapa dirimu ?” Feng Jiu menggeleng. Zhe Yan menghadap semua


“sepertinya yatou hilang ingatan” Bai Chen “ini bagaimana baiknya ?” Zhe Yan


“Chen Chen, kau jangan panik dulu. Mungkin yatou hanya tidak sadarkan diri


terlalu lama, sehingga ingatannya terganggu. Harusnya perlahan ingatannya akan


kembali”

__ADS_1


__ADS_2