
Feng Wei berbalik,
membelakangi mereka, mengibaskan tangan, sebuah gerbang besar terpampang
dihadapan mereka ‘Yu Zhou Da Lu’. Feng Wei berjalan paling depan, memimpin
semuanya masuk ke dalam gerbang. Dibalik gerbang, mereka disambut 108 pasang
dewa penjaga. Langit cerah dengan aurora pelangi yang lembut menyinari satu Da
Lu. Setiap Feng Wei melangkah, penjaga berlutut memberi hormat “Selamat Datang
‘Shen Zhu’…”. Feng Wei terus melangkah tanpa mempedulikan para penjaga yang berlutut.
Lian
Song “Shen Zhu ? bukan Zheng Zhu ?” Qing Yun “san dianxia, Zhu Ren adalah Shen
Zhu… karena beberapa dewa di Si Hai Ba Huang memanggil Zhu Ren – Zheng Zhu,
Shen Zhu memerintah ‘tidak ada yang boleh memanggilnya Shen Zhu’ di Si Hai Ba
Huang” Sou Wan “jadi apa status Hong Ling disini ?” Qing Yun tersenyum “Shen Zhu adalah pemilik Yu Zhou Da Lu,
termasuk Si Hai Ba Huang kalian” semua terkejut. “Qing Yun…” Mei Shang
memperingati sambil melirik Feng Wei “hati-hati kau dihukum…” Qing Yun melirik
Feng Wei yang tetap berjalan tanpa terganggu ucapan mereka, bergidik ketakutan
“Shizu, sebaiknya kita jalan saja…” semua melirik ke Feng Wei, tutup mulut dan
jalan mengikuti langkah Feng Wei.
Semua yang terlewati Feng Wei, berlutut memberi hormat,
tanpa berani mengangkat kepala sekedar melirik Feng Wei. Lian Song “pantas di
Si Hai Ba Huang, Hong Ling tidak mau ada yang berlutut padanya…” Feng Wei terus
melangkah hingga terlihat sebuah istana termegah dan terbesar yang pernah
mereka lihat, dilindungi dalam jiejue pelangi. Feng Wei mengibaskan tangan,
jiejue terbuka diikuti gerbang raksasa keemasan terbuka. Diatas gerbang
tertulis ‘Cai Hong gong’, berjalan memasuki gerbang, terdapat 9 pasang singa
kirin merah keemasan yang berlutut menyambut mereka. Semua terbelalak melihat
istana yang mereka masuki, besarnya hampir setengah Jiu Jong Tian. Memasuki
istana kecil yang 2x lipat lebih besar dari Tai Chen gong, Feng Wei berhenti
“kalian, bawa mereka beristirahat… bersiap rapat di aula…” “baik Shen Zhu…”
langsung berbalik masuk ke dalam ruangan tanpa menunggu bantahan dari lainnya.
Qing Yun “para Shan Shen, silahkan ikut kami…” menghadang Hua Zi, Ling Ling dan
Gun Gun yang hendak mengikuti Feng Wei.
Gun Gun “Qing Yun Xian Nu, apa yang akan dilakukan Hong
Ling ?” Qing Yun “Zhu Ren akan memimpin rapat di aula Bing Huo gong” Bai Qian
“Bing Huo gong ? apa didalam istana ini juga ?” Mei Shang “Shan Shen, Cai Hong
gong adalah istana pribadi Cai Hong Huo Feng Shen Zhu. Bing Huo gong adalah
istana umum Yu Zhou Da Lu.” Ling Ling “apa kami bisa mengikuti rapat ?” Qing
Yun saling melihat bersama Mei Shang dan Hao Lun “Zhu Ren tidak mengatakan
__ADS_1
tidak bisa membawa mereka…” “iya, harusnya tak apa…” “baik, kami akan membawa
kalian. Tapi kalau sampai Zhu Ren marah, kalian harus membela kami…” ketiganya
menatap rombongan dari Si Hai Ba Huang. Zhe Yan “apa Hong Ling semenakutkan itu
?” ketiganya mengangguk mantap.
Ketiganya membawa rombongan ke aula Bing Huo gong yang
besarnya 3 kali lipat dari aula Jiu Tian “wah… aula ini besar sekali…” Bai Qian
berkomentar. Qing Yun cekikikan “Shan Shen, ini adalah aula terkecil di Yu Zhou
Da Lu…” semua tercengang “aula terkecil ? jadi aula terbesar, sebesar apa ?”
Qing Yun “aula umum di Yu Shen Da Lu ada 5 – ini aula He, paling dekat dengan
Cai Hong gong, yang terkecil, karena Zhu Ren tidak suka keributan. Selain ini
ada aula Zhong, aula Mo, aula Shen, dan aula Yao. Selain itu ada aula khusus
yaitu aula Long yang berdekatan dengan Huo Jin gong – istana Long Jin Shan Zuo
Zun dan aula Feng yang dekat dengan Feng Hong gong – istana Feng Huo Huang You
Zun. Aula terbesar adalah aula Zhong, sekitar 4 kali lebih besar dari aula He”
Sou Wan “semua ini adalah milik Hong Ling ?” ketiganya mengangguk.
Sudah banyak dewa dewi di dalam aula, terlihat 3 singgasana
di atas panggung. Dari luar terdengar pengawal memberitakan ‘You Zun tiba…’
semua berdiri memberi hormat, seorang dewi yang Hua Zi sudah kenal ‘Feng Huo
Huang memasuki aula’ duduk di singgasana sebelah kiri. Tidak lama terdengar
lagi suara pengawal ‘Zuo Zun tiba…’ sekali lagi semua berdiri memberi hormat,
di singgasana sebelah kanan. Lian Song “Yu Huang, ini bukannya dewa dewi yang
datang ke Liu Jiao Ting waktu itu !” Hua Zi mengangguk. Tidak terdengar suara
apapun didalam aula, walaupun ada ratusan dewa dewi yang hadir. Semua duduk di
tempat masing-masing dengan mata yang tegang, fokus menatap ke pintu aula.
Pengawal berteriak keras ‘Shen Zhu telah tiba’ semua segera
berlutut memberi hormat ‘Salam Hormat Shen Zhu… Shen Zhu Berjaya selamanya…
Berjaya selamanya… Berjaya selamanya…’ Feng Wei memakai pakaian merah keemasan
berjalan masuk dengan santai, tapi setiap langkahnya membawa aura dingin yang
mencekam. Zhe Yan berbisik “Ling Ling, lebih dingin darimu… Yu Huang, auranya
sama seperti saat kau marah. Ini Hong Ling hanya berjalan santai, bagaimana
jika marah”. Lian Song “Shan Shen, jangan lupa Di Hou hanya dengan 1 sihir
meluluh lantakkan Tai Chen gong”. Gun Gun “shu… shushu jangan bersuara…” Feng
Wei berjalan naik ke singgasana teratas yang terletak di tengah, berbalik,
mengibaskan tangan dan duduk santai. Semua berdiri ‘terima kasih Shen Zhu…’
memberi hormat sebelum kembali duduk.
Feng Wei acuh tak
acuh melirik Qing Yun, Qing Yun segera berdiri, memberi hormat pada Feng Wei
__ADS_1
“Shen Zhu, semenjak anda memperkuat segel Hei Ye Mo Zun, terdapat 3 bayangan
yang berhasil keluar. Salah satunya sudah anda hancurkan, satu lainnya kembali
ke Hei Ye Mo Zun, kami belum menemukan celah dari segel anda. Sementara
bayangan ketiga, kemungkinan berada antara Mo Zu dan Yao Zu. 15.000 tahun lalu
terjadi perang di Mo Zu, Jenderal ke 3 - Ming Jiangjun dan Jenderal ke 5 – Dong
Jiangjun yang memimpin perang, merasakan adanya aura Hei Ye Mo Zun.” menutup
laporannya. Dua pemuda berdiri dan berjalan ke tengah “Shen Zhu, diawal perang,
hamba tidak merasakan aura itu hingga akhir perang. Saat semua sudah berbenah
kembali, kami memantau sisa peperangan dan di hari ketiga muncul bayangan
hitam. Kami melihatnya sepintas, bayangan itu segera menghilang. Ming Jiangjun
mencurigai jiwa terhisap, segera ke tingkat 18 Di Huang sementara hamba tetap
berjaga di medan perang” “Shen Zhu, di Di Huang 18, hamba menemukan jiwa para
prajurit itu dengan titik hitam di keningnya. Hamba mengingat ajaran anda,
segera mengurung semua ke dalam Zhou Suo Tha” menyihir sebuah pagoda di
tangannya.
Pagoda itu segera menghilang muncul di tangan Feng Wei.
Feng Wei menatap sesaat pagoda itu, tersenyum sinis, pagoda di tangan membeku
seketika. Yang dari Si Hai Ba Huang terkejut, sementara lainnya hanya santai,
seperti tidak ada apapun yang terjadi. Kedua pemuda yang tadi melapor, kembali
duduk di tempatnya, berganti dengan 2 dewi “Shen Zhu, kami sempat melihat asap
hitam mengitari Bing Yu Hai 3 kali selama 30.000 tahun ini.” “30.000 tahun
lalu, asap hitam itu seperti menyerang Cai Hong Yu, tetapi terkena dampak dan
berubah putih sebagian, langsung menghilang. 15.000 tahun lalu, beberapa hari
setelah perang kedua jenderal, kami kembali melihat asap hitam itu melakukan
hal yang sama. Sama seperti kejadian sebelumnya, asap hitam itu memutih dan
menghilang. Yang ketiga terjadi beberapa hari yang lalu, tapi asap hitam itu
hanya melihat dari jarak aman untuknya sesaat dan menghilang” mata Feng Wei
menajam.
Feng Wei memainkan sihir di tangannya yang memegang pagoda.
Pagoda terbang ke tengah ruangan dan membesar, kedua dewi segera menyingkir
kembali ke tempat mereka. Atap aula hilang memperlihatkan langit yang cerah
beraurora pelangi. Pagoda mengeluarkan cahaya coklat kehitaman, dari langit
muncul asap hitam menghisap cahaya coklat kehitaman. Disaat cahaya dan asap
bertemu, cahaya balik menghisap asap hitam masuk ke pagoda. Sesaat kemudian,
semua kembali ke posisi semula. Feng Wei asik bermain dengan jari-jarinya yang
terdengar seperti derak langkah kuda. Semua menatap pagoda, menunggu hal yang
terjadi kemudian “Shen Zhu…” Long Jin Shan bersuara, Feng Wei melirik sinis
__ADS_1
tanpa bersuara. Pagoda mengecil dan menghilang dari tengah ruangan, semua
beralih melihat Feng Wei yang memainkan jari-jarinya.