Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 89 - Yu Zhou Da Lu


__ADS_3

Feng Wei berbalik,


membelakangi mereka, mengibaskan tangan, sebuah gerbang besar terpampang


dihadapan mereka ‘Yu Zhou Da Lu’. Feng Wei berjalan paling depan, memimpin


semuanya masuk ke dalam gerbang. Dibalik gerbang, mereka disambut 108 pasang


dewa penjaga. Langit cerah dengan aurora pelangi yang lembut menyinari satu Da


Lu. Setiap Feng Wei melangkah, penjaga berlutut memberi hormat “Selamat Datang


‘Shen Zhu’…”. Feng Wei terus melangkah tanpa mempedulikan para penjaga yang berlutut.


Lian


Song “Shen Zhu ? bukan Zheng Zhu ?” Qing Yun “san dianxia, Zhu Ren adalah Shen


Zhu… karena beberapa dewa di Si Hai Ba Huang memanggil Zhu Ren – Zheng Zhu,


Shen Zhu memerintah ‘tidak ada yang boleh memanggilnya Shen Zhu’ di Si Hai Ba


Huang” Sou Wan “jadi apa status Hong Ling disini ?” Qing Yun tersenyum  “Shen Zhu adalah pemilik Yu Zhou Da Lu,


termasuk Si Hai Ba Huang kalian” semua terkejut. “Qing Yun…” Mei Shang


memperingati sambil melirik Feng Wei “hati-hati kau dihukum…” Qing Yun melirik


Feng Wei yang tetap berjalan tanpa terganggu ucapan mereka, bergidik ketakutan


“Shizu, sebaiknya kita jalan saja…” semua melirik ke Feng Wei, tutup mulut dan


jalan mengikuti langkah Feng Wei.


          Semua yang terlewati Feng Wei, berlutut memberi hormat,


tanpa berani mengangkat kepala sekedar melirik Feng Wei. Lian Song “pantas di


Si Hai Ba Huang, Hong Ling tidak mau ada yang berlutut padanya…” Feng Wei terus


melangkah hingga terlihat sebuah istana termegah dan terbesar yang pernah


mereka lihat, dilindungi dalam jiejue pelangi. Feng Wei mengibaskan tangan,


jiejue terbuka diikuti gerbang raksasa keemasan terbuka. Diatas gerbang


tertulis ‘Cai Hong gong’, berjalan memasuki gerbang, terdapat 9 pasang singa


kirin merah keemasan yang berlutut menyambut mereka. Semua terbelalak melihat


istana yang mereka masuki, besarnya hampir setengah Jiu Jong Tian. Memasuki


istana kecil yang 2x lipat lebih besar dari Tai Chen gong, Feng Wei berhenti


“kalian, bawa mereka beristirahat… bersiap rapat di aula…” “baik Shen Zhu…”


langsung berbalik masuk ke dalam ruangan tanpa menunggu bantahan dari lainnya.


Qing Yun “para Shan Shen, silahkan ikut kami…” menghadang Hua Zi, Ling Ling dan


Gun Gun yang hendak mengikuti Feng Wei.


          Gun Gun “Qing Yun Xian Nu, apa yang akan dilakukan Hong


Ling ?” Qing Yun “Zhu Ren akan memimpin rapat di aula Bing Huo gong” Bai Qian


“Bing Huo gong ? apa didalam istana ini juga ?” Mei Shang “Shan Shen, Cai Hong


gong adalah istana pribadi Cai Hong Huo Feng Shen Zhu. Bing Huo gong adalah


istana umum Yu Zhou Da Lu.” Ling Ling “apa kami bisa mengikuti rapat ?” Qing


Yun saling melihat bersama Mei Shang dan Hao Lun “Zhu Ren tidak mengatakan

__ADS_1


tidak bisa membawa mereka…” “iya, harusnya tak apa…” “baik, kami akan membawa


kalian. Tapi kalau sampai Zhu Ren marah, kalian harus membela kami…” ketiganya


menatap rombongan dari Si Hai Ba Huang. Zhe Yan “apa Hong Ling semenakutkan itu


?” ketiganya mengangguk mantap.


          Ketiganya membawa rombongan ke aula Bing Huo gong yang


besarnya 3 kali lipat dari aula Jiu Tian “wah… aula ini besar sekali…” Bai Qian


berkomentar. Qing Yun cekikikan “Shan Shen, ini adalah aula terkecil di Yu Zhou


Da Lu…” semua tercengang “aula terkecil ? jadi aula terbesar, sebesar apa ?”


Qing Yun “aula umum di Yu Shen Da Lu ada 5 – ini aula He, paling dekat dengan


Cai Hong gong, yang terkecil, karena Zhu Ren tidak suka keributan. Selain ini


ada aula Zhong, aula Mo, aula Shen, dan aula Yao. Selain itu ada aula khusus


yaitu aula Long yang berdekatan dengan Huo Jin gong – istana Long Jin Shan Zuo


Zun dan aula Feng yang dekat dengan Feng Hong gong – istana Feng Huo Huang You


Zun. Aula terbesar adalah aula Zhong, sekitar 4 kali lebih besar dari aula He”


Sou Wan “semua ini adalah milik Hong Ling ?” ketiganya mengangguk.


          Sudah banyak dewa dewi di dalam aula, terlihat 3 singgasana


di atas panggung. Dari luar terdengar pengawal memberitakan ‘You Zun tiba…’


semua berdiri memberi hormat, seorang dewi yang Hua Zi sudah kenal ‘Feng Huo


Huang memasuki aula’ duduk di singgasana sebelah kiri. Tidak lama terdengar


lagi suara pengawal ‘Zuo Zun tiba…’ sekali lagi semua berdiri memberi hormat,


di singgasana sebelah kanan. Lian Song “Yu Huang, ini bukannya dewa dewi yang


datang ke Liu Jiao Ting waktu itu !” Hua Zi mengangguk. Tidak terdengar suara


apapun didalam aula, walaupun ada ratusan dewa dewi yang hadir. Semua duduk di


tempat masing-masing dengan mata yang tegang, fokus menatap ke pintu aula.


          Pengawal berteriak keras ‘Shen Zhu telah tiba’ semua segera


berlutut memberi hormat ‘Salam Hormat Shen Zhu… Shen Zhu Berjaya selamanya…


Berjaya selamanya… Berjaya selamanya…’ Feng Wei memakai pakaian merah keemasan


berjalan masuk dengan santai, tapi setiap langkahnya membawa aura dingin yang


mencekam. Zhe Yan berbisik “Ling Ling, lebih dingin darimu… Yu Huang, auranya


sama seperti saat kau marah. Ini Hong Ling hanya berjalan santai, bagaimana


jika marah”. Lian Song “Shan Shen, jangan lupa Di Hou hanya dengan 1 sihir


meluluh lantakkan Tai Chen gong”. Gun Gun “shu… shushu jangan bersuara…” Feng


Wei berjalan naik ke singgasana teratas yang terletak di tengah, berbalik,


mengibaskan tangan dan duduk santai. Semua berdiri ‘terima kasih Shen Zhu…’


memberi hormat sebelum kembali duduk.


           Feng Wei acuh tak


acuh melirik Qing Yun, Qing Yun segera berdiri, memberi hormat pada Feng Wei

__ADS_1


“Shen Zhu, semenjak anda memperkuat segel Hei Ye Mo Zun, terdapat 3 bayangan


yang berhasil keluar. Salah satunya sudah anda hancurkan, satu lainnya kembali


ke Hei Ye Mo Zun, kami belum menemukan celah dari segel anda. Sementara


bayangan ketiga, kemungkinan berada antara Mo Zu dan Yao Zu. 15.000 tahun lalu


terjadi perang di Mo Zu, Jenderal ke 3 - Ming Jiangjun dan Jenderal ke 5 – Dong


Jiangjun yang memimpin perang, merasakan adanya aura Hei Ye Mo Zun.” menutup


laporannya. Dua pemuda berdiri dan berjalan ke tengah “Shen Zhu, diawal perang,


hamba tidak merasakan aura itu hingga akhir perang. Saat semua sudah berbenah


kembali, kami memantau sisa peperangan dan di hari ketiga muncul bayangan


hitam. Kami melihatnya sepintas, bayangan itu segera menghilang. Ming Jiangjun


mencurigai jiwa terhisap, segera ke tingkat 18 Di Huang sementara hamba tetap


berjaga di medan perang” “Shen Zhu, di Di Huang 18, hamba menemukan jiwa para


prajurit itu dengan titik hitam di keningnya. Hamba mengingat ajaran anda,


segera mengurung semua ke dalam Zhou Suo Tha” menyihir sebuah pagoda di


tangannya.


          Pagoda itu segera menghilang muncul di tangan Feng Wei.


Feng Wei menatap sesaat pagoda itu, tersenyum sinis, pagoda di tangan membeku


seketika. Yang dari Si Hai Ba Huang terkejut, sementara lainnya hanya santai,


seperti tidak ada apapun yang terjadi. Kedua pemuda yang tadi melapor, kembali


duduk di tempatnya, berganti dengan 2 dewi “Shen Zhu, kami sempat melihat asap


hitam mengitari Bing Yu Hai 3 kali selama 30.000 tahun ini.” “30.000 tahun


lalu, asap hitam itu seperti menyerang Cai Hong Yu, tetapi terkena dampak dan


berubah putih sebagian, langsung menghilang. 15.000 tahun lalu, beberapa hari


setelah perang kedua jenderal, kami kembali melihat asap hitam itu melakukan


hal yang sama. Sama seperti kejadian sebelumnya, asap hitam itu memutih dan


menghilang. Yang ketiga terjadi beberapa hari yang lalu, tapi asap hitam itu


hanya melihat dari jarak aman untuknya sesaat dan menghilang” mata Feng Wei


menajam.


          Feng Wei memainkan sihir di tangannya yang memegang pagoda.


Pagoda terbang ke tengah ruangan dan membesar, kedua dewi segera menyingkir


kembali ke tempat mereka. Atap aula hilang memperlihatkan langit yang cerah


beraurora pelangi. Pagoda mengeluarkan cahaya coklat kehitaman, dari langit


muncul asap hitam menghisap cahaya coklat kehitaman. Disaat cahaya dan asap


bertemu, cahaya balik menghisap asap hitam masuk ke pagoda. Sesaat kemudian,


semua kembali ke posisi semula. Feng Wei asik bermain dengan jari-jarinya yang


terdengar seperti derak langkah kuda. Semua menatap pagoda, menunggu hal yang


terjadi kemudian “Shen Zhu…” Long Jin Shan bersuara, Feng Wei melirik sinis

__ADS_1


tanpa bersuara. Pagoda mengecil dan menghilang dari tengah ruangan, semua


beralih melihat Feng Wei yang memainkan jari-jarinya.


__ADS_2