
Song Xuan Ren menempel pada
Xiao Jiu “Xiao Jiu, mana Yun er ?” Xiao Jiu tersenyum “mengadu pada da ge
lagi…” Song Xuan Ren “haih… dia selalu mengadu…” Xiao Jiu “mempunyai Fu Wang
yang nakal sepertimu, Yun er membutuhkan pelampiasan hihihi… lagipula kenapa kau
begitu usil memindahkan Yun er malam-malam…” Song Xuan Ren “anak kecil itu
ingin mengambil tempatku, tentu saja tidak akan kuberikan. Yang bisa tidur
bersamamu hanya aku…” Xiao Jiu memukul lengan Song Xuan Ren “nakal… diakan
putramu ! cemburu dengan putra sendiri…” Song Xuan Ren “walaupun dia putraku
juga tidak boleh… kau hanya milikku, tidak akan kubagi dengan siapapun tanpa
kecuali…” memeluk erat Xiao Jiu yang cekikikan.
Disaat usia Song Xing Yun 25 tahun, Song Xuan Ren
menyerahkan tahta kerajaan padanya. Song Xuan Ren membawa Bai Xiao Jiu
berkeliling dan menetap lama di Desa Bai Ling. Mereka melewati hidup dengan
bebas tanpa beban, seperti yang diinginkan Bai Xiao Jiu. Mereka juga
mengunjungi Song Xuan Ying yang masih menyimpan dendam padanya. Song Xuan Ying
memanfaatkan kesempatan saat mereka bersama-sama ke kuil Dong Shen menjenguk Lao
Tai Hou. Dengan bantuan Chu Wan dan Yuan Chen, Song Xuan Ying memberi racun
pada Song Xuan Ren dan Bai Xiao Jiu.
Song Xuan Ren muntah darah setelah keluar dari kuil Dong
Shen “Xuan Ren gege, bagaimana denganmu ?” Song Xuan Ren tersenyum dan
menggeleng “kita kembali ke istana” Xiao Jiu mengangguk. Song Xuan Ying
menatapnya dengan senyum licik, sedangkan Chu Wan dan Lao Tai Hou menangis
tersedu-sedu. Setibanya di istana, tabib segera memeriksa dan menyatakan
keduanya terkena racun yang sama. Berbagai cara digunakan tabib untuk menolong
mereka tapi tidak membuahkan hasil. Song Xing Yun menangis “Fu Wang, Mu Hou,
aku…” Song Xuan Ren menggeleng sambil memeluk Xiao Jiu yang sudah terkulai
lemas “Yun er, sudahlah, biarkan saja… walau tidak terlahir bersama, Fu Wang
bisa mati bersama Mu Hou, adalah kebahagiaan tersendiri” “Fu Wang…” “Yun er,
jangan menyentuh Song Xuan Ying, berikan dia satu jalan hidup” Song Xing Yun
sempat terpana, kemudian mengiyakan “Fu Wang, aku berjanji padamu…”.
Xiao Jiu memegang tangan Song Xing Yun “Yun er, Mu Hou
mengembalikan ini padamu…” memberikan plakat emas. “Mu Hou bangga padamu, kau
harus menjadi Wang Jun yang baik… Fu Wang – Mu Hou sudah mengajarimu semua yang
dapat kami ajari, selanjutnya adalah bagianmu…” Song Xing Yun berlinang air
mata “Mu Hou – Fu Wang, jangan tinggalkan ananda…” Xiao Jiu membelai wajahnya
__ADS_1
“Yun er, semua manusia akan mati, yang membedakan hanya mati secara terhormat
atau ternoda, apa kau faham ?” Song Xing Yun mengangguk, kedua orang tua itu
tersenyum.
Xiao Jiu “Xuan Ren gege, aku sudah lelah, ingin tidur
sebentar…” Song Xuan Ren menitikkan air mata “Xiao Jiu, jika ada kehidupan
berikutnya, kuharap kita dapat bersama kembali” Xiao Jiu tersenyum “itu harus
melihat kemampuanmu hihihi…” Song Xuan Ren tersenyum lembut “Xiao Jiu, aku
mencintaimu, dari awal bertemu, mencintaimu sampai saat ini, cintaku semakin
bertumbuh. Bai Xiao Jiu, aku Song Xuan Ren sangat mencintaimu. Terima kasih
sudah bersedia menemaniku dalam kehidupan ini, kuharap kita akan selalu bersama
di berbagai kehidupan” setetes air mata terjatuh dari matanya, mengecup lembut
kening Xiao Jiu. Xiao Jiu “Song Xuan Ren, aku juga mencintaimu…” perlahan
menutup mata dan menghembuskan nafas terakhir. Song Xuan Ren melihat Xiao Jiu
sudah meninggal, tersenyum sedih “Yun er, dulu Mu Hou-mu mengatakan ingin
memiliki cinta sehidup semati seperti yeye dan nainainya, Fu Wang sudah
berhasil melakukannya. Yun er, Fu Wang berharap suatu saat kau juga akan
bertemu dengan pasangan jiwamu yang akan sehidup semati denganmu” tersenyum
melihat Song Xing Yun “Fu Wang…” Song Xuan Ren menatap wajah Bai Xiao Jiu “Xiao
Jiu, tidurlah, aku menemanimu… aku mencintaimu…” mencium bibir dingin Bai Xiao
Song Xuan Ren dan Bai Xiao Jiu meninggal bersamaan dengan
posisi saling berpelukan dan wajah tersenyum. Setelah kepergian Song Xuan Ren
dan Bai Xiao Jiu, Song Xuan Ying sekali lagi merencanakan pemberontakan dengan
memakai kekuatan Chong An guo. 7 Bai bersaudara mengatasi pemberontakan, tapi
juga tidak dapat selamat dari peperangan. Ketujuhnya merenggang nyawa di lokasi
peperangan, meninggalkan Bai Liu Dong dan Song Xing Yun mengatasi dampak
perang. Dalam pertempuran, Song Xuan Ying dan keempat anaknya tewas ditangan
kawan mereka sendiri. Song Xing Yun mengikuti perkataan Song Xuan Ren untuk
tidak menyentuh Song Xuan Ying sekeluarga. Chu Wan yang mendengar kematian Bai
Xiao Jiu merasa bersalah dan mengakhiri hidupnya sendiri. Lao Tai Hou membawa
perasaan bersalah kembali ke istana, bersama Bai Liu Dong, menemani Song Xing
Yun menjalankan pemerintahan.
Setelah menyelesaikan kultivasi, jiwa Song Xuan Ren kembali
ke raga Dong Hua Di Jun (mulai bab ini nama Hua Zi hanya untuk kembali memakai
Dong Hua Di Jun !) di Bi Hai Cang Ling. Saat kembali, jiwa Bai Xiao Jiu belum
kembali ke raga Cai Hong Huo Feng kecil (mulai bab ini pakai nama Shen Zhu ya
__ADS_1
!!! nb – panggilan sayang keduanya Hua Zi gege dan Feng Wei hanya untuk Di Jun
dan Shen Zhu ok readersku !!!). Dong Hua menatap Shen Zhu kecil dengan senyum
memanjakan “Feng Wei, aku sudah kembali, kau kemana ?” memeluk Shen Zhu kecil.
3 hari setelahnya, cahaya pelangi menyinari Bi Hai Cang
Ling. Tubuh Shen Zhu dan ketujuh telur bercahaya terang benderang selama
sebulan. Setelah sebulan, ketujuh telur menetas satu persatu dengan jarak
berdekatan. Bayi naga emas bercahaya merah, bayi kirin merah bercahaya jingga,
bayi unicorn perak bercahaya kuning, bayi beruang perak bercahaya hijau, bayi
penyu merah bercahaya biru, bayi singa perak bercahaya nila, dan bayi phoenix
emas bercahaya ungu. “mereka sudah terlahir kembali…” You Zun tersenyum melihat
ketujuh bayi yang mengelilingi Shen Zhu. Ling Ling “mereka imut sekali… warna
emas, perak, merah…” “bukankah ini warna yang sama dengan darah Bai Feng
Jiu” Sou Wan penasaran. Zuo Zun
mengangguk “kultivasinya untuk Hei ye, ketujuh hewan ini memiliki warah darah
merah perak emas ! mereka adalah makhluk kelahiran Zuan Bao Shi Dao pertama”.
Lian Song “apa yang terjadi setelah ini ?” You Zun “saat
mereka cukup kuat, akan kembali ke Zuan Bao Shi Dao atau dunia ilusi” Zu Zhe
“Shen Zhu ?” Zuo Zun “Huo Feng sudah memasuki mati surinya… mengenai kapan dia
sadar… haih… kultivasinya terbilang sukses, tapi karena sebelumnya memakai
energi…” Dong Hua “berapa lama ?” You Zun “Di Jun, tidak menutupi dari anda…
kondisi seperti ini, kami juga baru pertama menemuinya… 8 kultivasi ini sangat
membantu baginya… jika saja tidak ada insiden itu, kultivasinya akan lebih
optimal. Ketujuh hewan sudah memiliki jiwa utuh mereka, terbukti mereka sudah
bisa menetas sempurna. Huo Feng sudah berhasil, sekali lagi membuktikan cara
dan pemikirannya selalu tepat sasaran.” Dong Hua tersenyum sedih “mengorbankan
dirinya sendiri lagi !” semua menghela nafas.
You Zun “Di Jun, disaat ketujuhnya keluar dari Bi Hai Cang
Ling, jiejue pelangi akan terbuka. Huo Feng sudah tidak perlu menetap disini
lagi” Dong Hua “aku akan membawanya ke Tai Chen gong…” Zuo Zun mengangguk
“semoga tidak ada hal lain lagi…” Dong Hua “tidak akan ada hal lain… tidak akan
kubiarkan ada hal yang terjadi lagi… setelah menyelesaikan beberapa hal, aku
akan membawanya ke Feng Huo Cang Ling” You Zun “anda sudah bisa membukanya ?”
Dong Hua mengangguk, tersenyum melihat Shen Zhu kecil “bisa membukanya sedikit…
aku ingin saat Feng Wei sadar, aku sudah bisa berdiri di sisinya
melindunginya…” Zuo Zun “bagus sekali… manfaatkan waktumu dengan baik, kami
__ADS_1
akan menyempatkan diri melihat kalian di Feng Huo Cang Ling”