Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 194 - Menyelesaikan 8 kulitivasi


__ADS_3

Song Xuan Ren menempel pada


Xiao Jiu “Xiao Jiu, mana Yun er ?” Xiao Jiu tersenyum “mengadu pada da ge


lagi…” Song Xuan Ren “haih… dia selalu mengadu…” Xiao Jiu “mempunyai Fu Wang


yang nakal sepertimu, Yun er membutuhkan pelampiasan hihihi… lagipula kenapa kau


begitu usil memindahkan Yun er malam-malam…” Song Xuan Ren “anak kecil itu


ingin mengambil tempatku, tentu saja tidak akan kuberikan. Yang bisa tidur


bersamamu hanya aku…” Xiao Jiu memukul lengan Song Xuan Ren “nakal… diakan


putramu ! cemburu dengan putra sendiri…” Song Xuan Ren “walaupun dia putraku


juga tidak boleh… kau hanya milikku, tidak akan kubagi dengan siapapun tanpa


kecuali…” memeluk erat Xiao Jiu yang cekikikan.


          Disaat usia Song Xing Yun 25 tahun, Song Xuan Ren


menyerahkan tahta kerajaan padanya. Song Xuan Ren membawa Bai Xiao Jiu


berkeliling dan menetap lama di Desa Bai Ling. Mereka melewati hidup dengan


bebas tanpa beban, seperti yang diinginkan Bai Xiao Jiu. Mereka juga


mengunjungi Song Xuan Ying yang masih menyimpan dendam padanya. Song Xuan Ying


memanfaatkan kesempatan saat mereka bersama-sama ke kuil Dong Shen menjenguk Lao


Tai Hou. Dengan bantuan Chu Wan dan Yuan Chen, Song Xuan Ying memberi racun


pada Song Xuan Ren dan Bai Xiao Jiu.


          Song Xuan Ren muntah darah setelah keluar dari kuil Dong


Shen “Xuan Ren gege, bagaimana denganmu ?” Song Xuan Ren tersenyum dan


menggeleng “kita kembali ke istana” Xiao Jiu mengangguk. Song Xuan Ying


menatapnya dengan senyum licik, sedangkan Chu Wan dan Lao Tai Hou menangis


tersedu-sedu. Setibanya di istana, tabib segera memeriksa dan menyatakan


keduanya terkena racun yang sama. Berbagai cara digunakan tabib untuk menolong


mereka tapi tidak membuahkan hasil. Song Xing Yun menangis “Fu Wang, Mu Hou,


aku…” Song Xuan Ren menggeleng sambil memeluk Xiao Jiu yang sudah terkulai


lemas “Yun er, sudahlah, biarkan saja… walau tidak terlahir bersama, Fu Wang


bisa mati bersama Mu Hou, adalah kebahagiaan tersendiri” “Fu Wang…” “Yun er,


jangan menyentuh Song Xuan Ying, berikan dia satu jalan hidup” Song Xing Yun


sempat terpana, kemudian mengiyakan “Fu Wang, aku berjanji padamu…”.


          Xiao Jiu memegang tangan Song Xing Yun “Yun er, Mu Hou


mengembalikan ini padamu…” memberikan plakat emas. “Mu Hou bangga padamu, kau


harus menjadi Wang Jun yang baik… Fu Wang – Mu Hou sudah mengajarimu semua yang


dapat kami ajari, selanjutnya adalah bagianmu…” Song Xing Yun berlinang air


mata “Mu Hou – Fu Wang, jangan tinggalkan ananda…” Xiao Jiu membelai wajahnya

__ADS_1


“Yun er, semua manusia akan mati, yang membedakan hanya mati secara terhormat


atau ternoda, apa kau faham ?” Song Xing Yun mengangguk, kedua orang tua itu


tersenyum.


          Xiao Jiu “Xuan Ren gege, aku sudah lelah, ingin tidur


sebentar…” Song Xuan Ren menitikkan air mata “Xiao Jiu, jika ada kehidupan


berikutnya, kuharap kita dapat bersama kembali” Xiao Jiu tersenyum “itu harus


melihat kemampuanmu hihihi…” Song Xuan Ren tersenyum lembut “Xiao Jiu, aku


mencintaimu, dari awal bertemu, mencintaimu sampai saat ini, cintaku semakin


bertumbuh. Bai Xiao Jiu, aku Song Xuan Ren sangat mencintaimu. Terima kasih


sudah bersedia menemaniku dalam kehidupan ini, kuharap kita akan selalu bersama


di berbagai kehidupan” setetes air mata terjatuh dari matanya, mengecup lembut


kening Xiao Jiu. Xiao Jiu “Song Xuan Ren, aku juga mencintaimu…” perlahan


menutup mata dan menghembuskan nafas terakhir. Song Xuan Ren melihat Xiao Jiu


sudah meninggal, tersenyum sedih “Yun er, dulu Mu Hou-mu mengatakan ingin


memiliki cinta sehidup semati seperti yeye dan nainainya, Fu Wang sudah


berhasil melakukannya. Yun er, Fu Wang berharap suatu saat kau juga akan


bertemu dengan pasangan jiwamu yang akan sehidup semati denganmu” tersenyum


melihat Song Xing Yun “Fu Wang…” Song Xuan Ren menatap wajah Bai Xiao Jiu “Xiao


Jiu, tidurlah, aku menemanimu… aku mencintaimu…” mencium bibir dingin Bai Xiao


          Song Xuan Ren dan Bai Xiao Jiu meninggal bersamaan dengan


posisi saling berpelukan dan wajah tersenyum. Setelah kepergian Song Xuan Ren


dan Bai Xiao Jiu, Song Xuan Ying sekali lagi merencanakan pemberontakan dengan


memakai kekuatan Chong An guo. 7 Bai bersaudara mengatasi pemberontakan, tapi


juga tidak dapat selamat dari peperangan. Ketujuhnya merenggang nyawa di lokasi


peperangan, meninggalkan Bai Liu Dong dan Song Xing Yun mengatasi dampak


perang. Dalam pertempuran, Song Xuan Ying dan keempat anaknya tewas ditangan


kawan mereka sendiri. Song Xing Yun mengikuti perkataan Song Xuan Ren untuk


tidak menyentuh Song Xuan Ying sekeluarga. Chu Wan yang mendengar kematian Bai


Xiao Jiu merasa bersalah dan mengakhiri hidupnya sendiri. Lao Tai Hou membawa


perasaan bersalah kembali ke istana, bersama Bai Liu Dong, menemani Song Xing


Yun menjalankan pemerintahan.


          Setelah menyelesaikan kultivasi, jiwa Song Xuan Ren kembali


ke raga Dong Hua Di Jun (mulai bab ini nama Hua Zi hanya untuk kembali memakai


Dong Hua Di Jun !) di Bi Hai Cang Ling. Saat kembali, jiwa Bai Xiao Jiu belum


kembali ke raga Cai Hong Huo Feng kecil (mulai bab ini pakai nama Shen Zhu ya

__ADS_1


!!! nb – panggilan sayang keduanya Hua Zi gege dan Feng Wei hanya untuk Di Jun


dan Shen Zhu ok readersku !!!). Dong Hua menatap Shen Zhu kecil dengan senyum


memanjakan “Feng Wei, aku sudah kembali, kau kemana ?” memeluk Shen Zhu kecil.


          3 hari setelahnya, cahaya pelangi menyinari Bi Hai Cang


Ling. Tubuh Shen Zhu dan ketujuh telur bercahaya terang benderang selama


sebulan. Setelah sebulan, ketujuh telur menetas satu persatu dengan jarak


berdekatan. Bayi naga emas bercahaya merah, bayi kirin merah bercahaya jingga,


bayi unicorn perak bercahaya kuning, bayi beruang perak bercahaya hijau, bayi


penyu merah bercahaya biru, bayi singa perak bercahaya nila, dan bayi phoenix


emas bercahaya ungu. “mereka sudah terlahir kembali…” You Zun tersenyum melihat


ketujuh bayi yang mengelilingi Shen Zhu. Ling Ling “mereka imut sekali… warna


emas, perak, merah…” “bukankah ini warna yang sama dengan darah Bai Feng


Jiu”  Sou Wan penasaran. Zuo Zun


mengangguk “kultivasinya untuk Hei ye, ketujuh hewan ini memiliki warah darah


merah perak emas ! mereka adalah makhluk kelahiran Zuan Bao Shi Dao pertama”.


          Lian Song “apa yang terjadi setelah ini ?” You Zun “saat


mereka cukup kuat, akan kembali ke Zuan Bao Shi Dao atau dunia ilusi” Zu Zhe


“Shen Zhu ?” Zuo Zun “Huo Feng sudah memasuki mati surinya… mengenai kapan dia


sadar… haih… kultivasinya terbilang sukses, tapi karena sebelumnya memakai


energi…” Dong Hua “berapa lama ?” You Zun “Di Jun, tidak menutupi dari anda…


kondisi seperti ini, kami juga baru pertama menemuinya… 8 kultivasi ini sangat


membantu baginya… jika saja tidak ada insiden itu, kultivasinya akan lebih


optimal. Ketujuh hewan sudah memiliki jiwa utuh mereka, terbukti mereka sudah


bisa menetas sempurna. Huo Feng sudah berhasil, sekali lagi membuktikan cara


dan pemikirannya selalu tepat sasaran.” Dong Hua tersenyum sedih “mengorbankan


dirinya sendiri lagi !” semua menghela nafas.


          You Zun “Di Jun, disaat ketujuhnya keluar dari Bi Hai Cang


Ling, jiejue pelangi akan terbuka. Huo Feng sudah tidak perlu menetap disini


lagi” Dong Hua “aku akan membawanya ke Tai Chen gong…” Zuo Zun mengangguk


“semoga tidak ada hal lain lagi…” Dong Hua “tidak akan ada hal lain… tidak akan


kubiarkan ada hal yang terjadi lagi… setelah menyelesaikan beberapa hal, aku


akan membawanya ke Feng Huo Cang Ling” You Zun “anda sudah bisa membukanya ?”


Dong Hua mengangguk, tersenyum melihat Shen Zhu kecil “bisa membukanya sedikit…


aku ingin saat Feng Wei sadar, aku sudah bisa berdiri di sisinya


melindunginya…” Zuo Zun “bagus sekali… manfaatkan waktumu dengan baik, kami

__ADS_1


akan menyempatkan diri melihat kalian di Feng Huo Cang Ling”


__ADS_2