Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 215 - Menempa diri di Huang Jing


__ADS_3

Dong


Hua tersenyum sedih ‘Jiu er, kukira hari-hari bersama kita sudah dimulai,


ternyata kau hanya mengembalikan 2 tahun itu. Jiu er, apakah dihatimu, aku


sudah tidak memiliki tempat sama sekali. Jiu er, aku menyesal, aku menyesal


dulu mendorongmu menjauh. Jiu er, aku mencintaimu’ Dong Hua Di Jun berdiam diri


di penginapan alam fana 3 hari sebelum kembali ke Jiu Jong Tian. Kembali ke Jiu


Jong Tian, Chong Lin memberi kabar ada pergerakan di Miao Yi Yuan. Miao Yi Yuan


adalah tempat menyekap putri siluman Miao Luo. 32.000 tahun lalu, Dong Hua Di


Jun mengurung Miao Luo di Miao Yi Yuan karena membahayakan Si Hai Ba Huang.


Miao Luo sembarangan membunuh dewa dan iblis untuk meningkatkan kekuatannya.


            Dong Hua Di Jun segera memeriksa dan


menambah segel Miao Yi Yuan. Dong Hua Di Jun teringat pada Bai Feng Jiu ‘Jiu


er, walau aku menambah segel, pun hanya bisa menunda kehancuran Miao Yi Yuan


200 tahun. Jiu er, jika aku sudah tidak ada di dunia ini, apa kau akan


mengingatku. Haih sudahlah, bisa melihatmu sehebat dan sesukses ini akupun


bahagia. Hanya saja jika kau sudah mencintai yang lain… bagaimana denganku ???


Jiu er, Jiu er-ku’. Dong Hua yang kembali ke Jiu Jong Tian, biguang untuk


memulihkan kekuatannya.


            Bai Feng Jiu di Qing Qiu sudah


mendengar tentang Miao Yi Yuan dan tindakan Di Jun. Berkat 3 raja penggosip dan


Zhe Yan Shan Shen, Bai Feng Jiu bisa mengetahui seluruh cerita Miao Yi Yuan dan


Miao Luo. Dengan kepintarannya, Bai Feng Jiu juga bisa memperkirakan yang akan


terjadi pada Di Jun. Bai Feng Jiu merasa, ini adalah kesempatannya untuk


mengembalikan budi Di Jun padanya. Bai Feng Jiu mengunjungi Miao Yi Yuan di Fan


Yin Gu, menambah beberapa sihir pada jiejue Di Jun. Dengan sihir ini, Bai Feng


Jiu akan tahu jika terjadi sesuatu pada jiejue, inipun salah satu ilmu mistis


suku rubah yang dipelajarinya. Bai Feng Jiu merasa kemampuannya saat ini belum


cukup untuk membantu Di Jun mengalahkan Miao Luo, harus mencari ilmu lainnya.


Sebenarnya dia sudah mengetahui sihir pemungkas yang bisa mengalahkan Miao Luo,


tapi hal itu akan membahayakan nyawanya. Dia masih belum rela yuhua, masih


banyak yang ingin dilakukannya, budi Di Jun padanya masih sangat banyak yang


belum dibalas. Jika tidak dalam kondisi darurat, dia tidak akan memakai sihir


itu.


Dengan


pemikiran demikian, Bai Feng Jiu pergi ke Huang Jing, berguru pada Budha. Budha


sangat menyukai Bai Feng Jiu, dari dulu mau mengajarinya, hanya saja Bai Feng


Jiu yang dulu terlalu nakal dan tidak suka belajar. Melihat tekad Bai Feng Jiu,


Budha dengan senang hati mengajarinya. Bai Feng Jiu yang sudah bertekad sangat


cepat menguasai segala ajaran yang diberikan Budha dan sebagai gantinya Bai


Feng Jiu tiap hari bertanggung jawab menyiapkan makanan Budha dan 108


arahatnya.


Setelah

__ADS_1


6 bulan biguang, Dong Hua Di Jun akhirnya keluar dan bertanya kabar Bai Feng


Jiu pada Sie Ming. Sie Ming hanya memberitahu yang diketahuinya, bahwa Bai Feng


Jiu sedang berguru pada Budha di Huang Qing. Tidak ada yang tahu sebelumnya Bai


Feng Jiu pernah mengunjungi Miao Yi Yuan. Dong Hua Di Jun mengunjungi Huang Jing,


mengunjungi Bai Feng Jiu. Dong Hua Di Jun bersama Budha melihat Bai Feng Jiu


yang sedang berlatih “Di Jun, lihatlah anak ini, dulu yang mulia ingin


mengajarinya, satupun tidak ada yang masuk ke otaknya. Sekarang dengan keinginannya


sendiri belajar, baru beberapa bulan, peningkatannya sudah luar biasa” Bai Feng


Jiu yang baru menyelesaikan latihan menghampiri “shifu, kau membicarakan hal


burukku lagi. Qing Qiu Nu Jun Bai Feng Jiu memberi hormat pada Dong Hua Di Jun.


Shifu, aku akan menyiapkan makan siang kalian, aku permisi”. Dong Hua masih


tercengang dengan latihan Bai Feng Jiu tadi ‘Jiu er menjadi begitu hebat hanya


dalam beberapa bulan’.


Budha


melihat Dong Hua Di Jun yang melamun “Di Jun…” Dong Hua Di Jun segera tersadar


“Budha, apa kau tahu petir emas dan petir ungu ?...” menceritakan rintangan


petir Bai Feng Jiu pada Budha. Budha dengan tenang “Di Jun, tidak usah kau cari


alasannya, yang akan datang pasti datang, yang akan pergi pasti pergi. Segala


sesuatu ada sebab dan ada akibat. Nasib Bai Feng Jiu hanya dia sendiri yang


bisa menjalaninya, jangan melakukan apapun untuk merubahnya, jalani saja apa


adanya.” Dong Hua Di Jun adalah dewa yang bernalar tinggi, tentu saja


mengetahui arti kata Budha, tapi hal ini juga menumbuhkan rasa penasarannya


membicarakan perihal Bai Feng Jiu, membicarakan kitab dhamma.


Setelah


makan siang, Dong Hua Di Jun mengajak Bai Feng Jiu mengobrol, mengeluarkan suling


kecil “Jiu er, suling ini !” Bai Feng Jiu “oh… aku melihat selama perjalanan,


anda hanya tertarik pada ini, jadi memberikannya sebagai kenang-kenangan”


tersenyum manis. Dong Hua “aku merasa suling ini mirip dengan Thong Ling dulu,


itu saja. Ini kukembalikan padamu…” Bai Feng Jiu “Di Jun, sudah kuberikan


padamu maka tidak akan menerimanya kembali. ini sudah menjadi barang milikmu,


selanjutnya jangan mengambil alasan apapun untuk mengembalikannya lagi padaku.


Jika anda tidak menyukainya, buang saja” Dong Hua tercengang tapi segera


menerima dan berterima kasih “baik, kalau begitu yang mulia berterima kasih


atas hadiah Nu Jun”


Dong


Hua Di Jun bertanya “Jiu er, apa yang membuatmu datang ke Huang Jing berguru


pada Budha ?” Bai Feng Jiu menjawab santai “aku merasa kekuatanku belum cukup


jadi kesini. Sebagai Qing Qiu Nu Jun, aku harus bisa melindungi semua rakyatku.


Satu jenderal kecil saja bisa melukaiku, jika tidak meningkatkan kekuatan,


nanti semua akan mengatakan Qing Qiu Nu Jun hanya mengandalkan status tidak


memiliki kekuatan” Dong Hua Di Jun tersenyum ‘Jiu er memang sudah


dewasa’”kenapa tidak mencariku ? aku bisa mengajarimu” Bai Feng Jiu cekikikan

__ADS_1


“hihihi… Di Jun, kalau aku mencarimu, bukankah nanti aku berhutang budi lagi.


Baru selesai membalas satu budi, malah berhutang budi lebih banyak, aku tidak


bisa melakukannya” Dong Hua Di Jun cemberut “apakah kau berguru pada Budha,


tidak berhutang budi padanya ?” Bai Feng Jiu acuh tak acuh “tidak, dari dulu


Budha yang ingin mengajariku, aku yang menolak. Sekarang Budha mengajariku dan


aku memasak untuknya dan para arahatnya, kami impas”.


Dong


Hua Di Jun tercengang ‘Jiu er, apakah masalah budi ini sebegitu penting buatmu


? jika memang mau dihitung, budimu padaku dan budiku padamu sudah tidak


terhitung’ “Begini saja, ikut bersamaku ke Jiu Jong Tian, aku akan mengajarimu


beberapa jurus, kau memasakkan makanan untukku, kita tidak saling berhutang


bagaimana ?” demi bersama Bai Feng Jiu, Dong Hua Di Jun bisa menghalalkan


segala cara. Bai Feng Jiu berfikir ‘ingin menghadapi Miao Yi Yuan, belajar dari


Di Jun memang hal yang bagus. Tapi Di Jun juga tidak mungkin mengajariku sihir


yang bisa mengalahkan Miao Luo’ “Di Jun, aku baru berguru pada Budha dan sudah


berjanji untuk giat belajar dan menyiapkan makanannya selama 100 tahun. Aku


harus menepati kata-kataku, belajar dengan baik disini selama 100 tahun.


Setelah selesai dari sini, jika Di Jun masih bisa menerimaku, aku akan berguru


pada Di Jun.”


Dong


Hua Di Jun berfikir ‘100 tahun, sangat lama. Tapi aku juga bisa memanfaatkan


100 tahun ini untuk meningkatkan kemampuan. Jiu er juga akan aman disini, aku


tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Setelah Jiu er selesai dari sini, kami


masih mempunyai waktu 100 tahun bersama’ “baik, sepakat. Yang mulia menunggumu


menunaikan kata-katamu dalam 100 tahun.” Bai Feng Jiu tersenyum ceria “terima


kasih Di Jun. oh kalau boleh aku tahu, Di Jun kenapa tiba-tiba ingin


mengajariku ?” Dong Hua kebingungan dengan pertanyaan Feng Jiu ‘tidak mungkin


mengatakan karena aku ingin bersamanya kan’ “yang mulia hanya ingin tahu, ilmu


yang mulia hebat atau ilmu Budha hebat” Bai Feng Jiu mencibir “picik.. Di Jun,


apa anda tidak merasa anda terlalu picik ?” Dong Hua Di Jun tersenyum lucu


dengan tingkah dan jawaban Bai Feng Jiu “tidak merasa” Bai Feng Jiu semakin


sewot “haih, orang tua bermuka tebal” Dong Hua Di Jun tertawa terbahak-bahak.


Hanya bersama Bai Feng Jiu, Dong Hua Di Jun bisa merasakan apa itu bahagia !.


Setelah


bertamu seminggu di Huang Jing dan sempat mengajar beberapa kelas Dharma, Dong


Hua Di Jun pun kembali ke istana Tai Chen. Dong Hua Di Jun menyuruh Chong Lin


merubah dekorasi istana Tai Chen “Chong Lin, ini semua harus diubah, kau harus


membuatnya sesuai dengan kebiasaan Jiu er. Aku ingin dia merasa nyaman tinggal


disini” Chong Lin yang kebingungan dengan permintaan Dong Hua Di Jun pun hanya


bisa menaati perintah. Dong Hua Di Jun ingin memberikan yang terbaik pada Bai


Feng Jiu, mungkin setelah 100 tahun itu, mereka tidak akan bertemu lagi. Dong


Hua Di Jun hanya meninggalkan perintah pada Chong Lin dan biguang meningkatkan

__ADS_1


kekuatannya.


__ADS_2