
Dong
Hua tersenyum sedih ‘Jiu er, kukira hari-hari bersama kita sudah dimulai,
ternyata kau hanya mengembalikan 2 tahun itu. Jiu er, apakah dihatimu, aku
sudah tidak memiliki tempat sama sekali. Jiu er, aku menyesal, aku menyesal
dulu mendorongmu menjauh. Jiu er, aku mencintaimu’ Dong Hua Di Jun berdiam diri
di penginapan alam fana 3 hari sebelum kembali ke Jiu Jong Tian. Kembali ke Jiu
Jong Tian, Chong Lin memberi kabar ada pergerakan di Miao Yi Yuan. Miao Yi Yuan
adalah tempat menyekap putri siluman Miao Luo. 32.000 tahun lalu, Dong Hua Di
Jun mengurung Miao Luo di Miao Yi Yuan karena membahayakan Si Hai Ba Huang.
Miao Luo sembarangan membunuh dewa dan iblis untuk meningkatkan kekuatannya.
Dong Hua Di Jun segera memeriksa dan
menambah segel Miao Yi Yuan. Dong Hua Di Jun teringat pada Bai Feng Jiu ‘Jiu
er, walau aku menambah segel, pun hanya bisa menunda kehancuran Miao Yi Yuan
200 tahun. Jiu er, jika aku sudah tidak ada di dunia ini, apa kau akan
mengingatku. Haih sudahlah, bisa melihatmu sehebat dan sesukses ini akupun
bahagia. Hanya saja jika kau sudah mencintai yang lain… bagaimana denganku ???
Jiu er, Jiu er-ku’. Dong Hua yang kembali ke Jiu Jong Tian, biguang untuk
memulihkan kekuatannya.
Bai Feng Jiu di Qing Qiu sudah
mendengar tentang Miao Yi Yuan dan tindakan Di Jun. Berkat 3 raja penggosip dan
Zhe Yan Shan Shen, Bai Feng Jiu bisa mengetahui seluruh cerita Miao Yi Yuan dan
Miao Luo. Dengan kepintarannya, Bai Feng Jiu juga bisa memperkirakan yang akan
terjadi pada Di Jun. Bai Feng Jiu merasa, ini adalah kesempatannya untuk
mengembalikan budi Di Jun padanya. Bai Feng Jiu mengunjungi Miao Yi Yuan di Fan
Yin Gu, menambah beberapa sihir pada jiejue Di Jun. Dengan sihir ini, Bai Feng
Jiu akan tahu jika terjadi sesuatu pada jiejue, inipun salah satu ilmu mistis
suku rubah yang dipelajarinya. Bai Feng Jiu merasa kemampuannya saat ini belum
cukup untuk membantu Di Jun mengalahkan Miao Luo, harus mencari ilmu lainnya.
Sebenarnya dia sudah mengetahui sihir pemungkas yang bisa mengalahkan Miao Luo,
tapi hal itu akan membahayakan nyawanya. Dia masih belum rela yuhua, masih
banyak yang ingin dilakukannya, budi Di Jun padanya masih sangat banyak yang
belum dibalas. Jika tidak dalam kondisi darurat, dia tidak akan memakai sihir
itu.
Dengan
pemikiran demikian, Bai Feng Jiu pergi ke Huang Jing, berguru pada Budha. Budha
sangat menyukai Bai Feng Jiu, dari dulu mau mengajarinya, hanya saja Bai Feng
Jiu yang dulu terlalu nakal dan tidak suka belajar. Melihat tekad Bai Feng Jiu,
Budha dengan senang hati mengajarinya. Bai Feng Jiu yang sudah bertekad sangat
cepat menguasai segala ajaran yang diberikan Budha dan sebagai gantinya Bai
Feng Jiu tiap hari bertanggung jawab menyiapkan makanan Budha dan 108
arahatnya.
Setelah
__ADS_1
6 bulan biguang, Dong Hua Di Jun akhirnya keluar dan bertanya kabar Bai Feng
Jiu pada Sie Ming. Sie Ming hanya memberitahu yang diketahuinya, bahwa Bai Feng
Jiu sedang berguru pada Budha di Huang Qing. Tidak ada yang tahu sebelumnya Bai
Feng Jiu pernah mengunjungi Miao Yi Yuan. Dong Hua Di Jun mengunjungi Huang Jing,
mengunjungi Bai Feng Jiu. Dong Hua Di Jun bersama Budha melihat Bai Feng Jiu
yang sedang berlatih “Di Jun, lihatlah anak ini, dulu yang mulia ingin
mengajarinya, satupun tidak ada yang masuk ke otaknya. Sekarang dengan keinginannya
sendiri belajar, baru beberapa bulan, peningkatannya sudah luar biasa” Bai Feng
Jiu yang baru menyelesaikan latihan menghampiri “shifu, kau membicarakan hal
burukku lagi. Qing Qiu Nu Jun Bai Feng Jiu memberi hormat pada Dong Hua Di Jun.
Shifu, aku akan menyiapkan makan siang kalian, aku permisi”. Dong Hua masih
tercengang dengan latihan Bai Feng Jiu tadi ‘Jiu er menjadi begitu hebat hanya
dalam beberapa bulan’.
Budha
melihat Dong Hua Di Jun yang melamun “Di Jun…” Dong Hua Di Jun segera tersadar
“Budha, apa kau tahu petir emas dan petir ungu ?...” menceritakan rintangan
petir Bai Feng Jiu pada Budha. Budha dengan tenang “Di Jun, tidak usah kau cari
alasannya, yang akan datang pasti datang, yang akan pergi pasti pergi. Segala
sesuatu ada sebab dan ada akibat. Nasib Bai Feng Jiu hanya dia sendiri yang
bisa menjalaninya, jangan melakukan apapun untuk merubahnya, jalani saja apa
adanya.” Dong Hua Di Jun adalah dewa yang bernalar tinggi, tentu saja
mengetahui arti kata Budha, tapi hal ini juga menumbuhkan rasa penasarannya
membicarakan perihal Bai Feng Jiu, membicarakan kitab dhamma.
Setelah
makan siang, Dong Hua Di Jun mengajak Bai Feng Jiu mengobrol, mengeluarkan suling
kecil “Jiu er, suling ini !” Bai Feng Jiu “oh… aku melihat selama perjalanan,
anda hanya tertarik pada ini, jadi memberikannya sebagai kenang-kenangan”
tersenyum manis. Dong Hua “aku merasa suling ini mirip dengan Thong Ling dulu,
itu saja. Ini kukembalikan padamu…” Bai Feng Jiu “Di Jun, sudah kuberikan
padamu maka tidak akan menerimanya kembali. ini sudah menjadi barang milikmu,
selanjutnya jangan mengambil alasan apapun untuk mengembalikannya lagi padaku.
Jika anda tidak menyukainya, buang saja” Dong Hua tercengang tapi segera
menerima dan berterima kasih “baik, kalau begitu yang mulia berterima kasih
atas hadiah Nu Jun”
Dong
Hua Di Jun bertanya “Jiu er, apa yang membuatmu datang ke Huang Jing berguru
pada Budha ?” Bai Feng Jiu menjawab santai “aku merasa kekuatanku belum cukup
jadi kesini. Sebagai Qing Qiu Nu Jun, aku harus bisa melindungi semua rakyatku.
Satu jenderal kecil saja bisa melukaiku, jika tidak meningkatkan kekuatan,
nanti semua akan mengatakan Qing Qiu Nu Jun hanya mengandalkan status tidak
memiliki kekuatan” Dong Hua Di Jun tersenyum ‘Jiu er memang sudah
dewasa’”kenapa tidak mencariku ? aku bisa mengajarimu” Bai Feng Jiu cekikikan
__ADS_1
“hihihi… Di Jun, kalau aku mencarimu, bukankah nanti aku berhutang budi lagi.
Baru selesai membalas satu budi, malah berhutang budi lebih banyak, aku tidak
bisa melakukannya” Dong Hua Di Jun cemberut “apakah kau berguru pada Budha,
tidak berhutang budi padanya ?” Bai Feng Jiu acuh tak acuh “tidak, dari dulu
Budha yang ingin mengajariku, aku yang menolak. Sekarang Budha mengajariku dan
aku memasak untuknya dan para arahatnya, kami impas”.
Dong
Hua Di Jun tercengang ‘Jiu er, apakah masalah budi ini sebegitu penting buatmu
? jika memang mau dihitung, budimu padaku dan budiku padamu sudah tidak
terhitung’ “Begini saja, ikut bersamaku ke Jiu Jong Tian, aku akan mengajarimu
beberapa jurus, kau memasakkan makanan untukku, kita tidak saling berhutang
bagaimana ?” demi bersama Bai Feng Jiu, Dong Hua Di Jun bisa menghalalkan
segala cara. Bai Feng Jiu berfikir ‘ingin menghadapi Miao Yi Yuan, belajar dari
Di Jun memang hal yang bagus. Tapi Di Jun juga tidak mungkin mengajariku sihir
yang bisa mengalahkan Miao Luo’ “Di Jun, aku baru berguru pada Budha dan sudah
berjanji untuk giat belajar dan menyiapkan makanannya selama 100 tahun. Aku
harus menepati kata-kataku, belajar dengan baik disini selama 100 tahun.
Setelah selesai dari sini, jika Di Jun masih bisa menerimaku, aku akan berguru
pada Di Jun.”
Dong
Hua Di Jun berfikir ‘100 tahun, sangat lama. Tapi aku juga bisa memanfaatkan
100 tahun ini untuk meningkatkan kemampuan. Jiu er juga akan aman disini, aku
tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Setelah Jiu er selesai dari sini, kami
masih mempunyai waktu 100 tahun bersama’ “baik, sepakat. Yang mulia menunggumu
menunaikan kata-katamu dalam 100 tahun.” Bai Feng Jiu tersenyum ceria “terima
kasih Di Jun. oh kalau boleh aku tahu, Di Jun kenapa tiba-tiba ingin
mengajariku ?” Dong Hua kebingungan dengan pertanyaan Feng Jiu ‘tidak mungkin
mengatakan karena aku ingin bersamanya kan’ “yang mulia hanya ingin tahu, ilmu
yang mulia hebat atau ilmu Budha hebat” Bai Feng Jiu mencibir “picik.. Di Jun,
apa anda tidak merasa anda terlalu picik ?” Dong Hua Di Jun tersenyum lucu
dengan tingkah dan jawaban Bai Feng Jiu “tidak merasa” Bai Feng Jiu semakin
sewot “haih, orang tua bermuka tebal” Dong Hua Di Jun tertawa terbahak-bahak.
Hanya bersama Bai Feng Jiu, Dong Hua Di Jun bisa merasakan apa itu bahagia !.
Setelah
bertamu seminggu di Huang Jing dan sempat mengajar beberapa kelas Dharma, Dong
Hua Di Jun pun kembali ke istana Tai Chen. Dong Hua Di Jun menyuruh Chong Lin
merubah dekorasi istana Tai Chen “Chong Lin, ini semua harus diubah, kau harus
membuatnya sesuai dengan kebiasaan Jiu er. Aku ingin dia merasa nyaman tinggal
disini” Chong Lin yang kebingungan dengan permintaan Dong Hua Di Jun pun hanya
bisa menaati perintah. Dong Hua Di Jun ingin memberikan yang terbaik pada Bai
Feng Jiu, mungkin setelah 100 tahun itu, mereka tidak akan bertemu lagi. Dong
Hua Di Jun hanya meninggalkan perintah pada Chong Lin dan biguang meningkatkan
__ADS_1
kekuatannya.