
Bai Qian “Xiao Jiu,
bukankah Di Jun pergi untuk 10 hari, ini sudah hari ke-12, kenapa belum kembali
?” Feng Jiu sedang bermain dengan anak-anak “sudah lama Dong Hua tidak ke
Huangjing, mungkin ada sedikit masalah menahannya” menjawab santai. Sou Wan
“wah batu es itu tidak memotong waktu malah menambah, sungguh tidak biasa !
Xiao Jiu, jangan-jangan batu es itu terpesona oleh seseorang di Huangjing” Bai
Qian “shiniang, jangan sembarangan bicara…” melihat ke Feng Jiu yang tersenyum
santai “Xiao Jiu, jangan dengarkan shiniang !” Feng Jiu “gugu, apa aku sebegitu
lemahnya !” Dong Hua tidak kembali karena memikirkan kata-kata Budha, mencoba
mendapat keterangan dan kebenaran yang ditutupi Feng Jiu selama ini. Semakin
banyak yang difikirkannya, semakin banyak kecurigaan yang muncul di benaknya.
Saat tidak dapat menahan diri lagi, Dong Hua segera meninggalkan Huangjing ke
Qing Qiu.
Dong Hua yang baru sampai di Qing Qiu, mendengar ucapan Sou
Wan. 1 kilatan meluncur, Sou Wan terjatuh dari duduknya dengan beberapa bulu
phoenix yang terlepas “siapa… Dong Hua, apa yang kau lakukan ?” hendak marah
tapi melihat Dong Hua yang berjalan mendekat, hanya berani menegur. Dong Hua
berjalan melewati Sou Wan dan Bai Qian, segera memeluk Feng Jiu “Xiao Bai, aku
merindukanmu…” melerai pelukan, langsung menggendong Feng Jiu menuju pondok
bambu. Sou Wan “eh langsung pergi !” Bai Qian tersenyum mesem-mesem, minum teh
dan melihat anak-anak bermain.
Feng Jiu “Dong Hua, mau kemana ? Gun Gun dan Ling Ling
masih di gua rubah” Dong Hua tidak berbicara, berjalan perlahan ke pondok bambu.
Feng Jiu merasa aneh “ada apa ?” Dong Hua membawa Feng Jiu ke ruang buku,
mendudukkan Feng Jiu dan menuangkan teh untuknya. Dong Hua meminum tehnya dan
menatap Feng Jiu sesaat sebelum tangannya naik membelai wajah Feng Jiu. Feng
Jiu tersenyum “ada apa ?” Dong Hua “apa kau tidak lelah ?” Feng Jiu
mengkerutkan keningnya, Dong Hua tersenyum sedih “Xiao Bai, aku harus bagaimana
padamu ?” Feng Jiu tersenyum lembut “kenapa ? lao xiao hai itu ada mengatakan
apa padamu ?”
Dong Hua menarik Feng Jiu masuk ke pelukannya “Xiao Bai,
bersandarlah padaku… aku bisa menjadi tamengmu, bisa menjadi tempatmu
bersandar, bisa kau andalkan… aku hanya berharap kau bisa hidup bahagia dengan
bebas…” Feng Jiu “Dong Hua, kau sudah melakukannya dengan sangat baik…” Dong
Hua menggeleng “tidak cukup, tidak baik, aku bahkan tidak melakukan apapun
untukmu… Xiao Bai, jangan seperti ini ! jika lelah, kau bisa beristirahat,
jangan memaksakan dirimu hanya untuk yang lain… aku sakit melihatmu yang
seperti ini !” Feng Jiu mengusap punggung Dong Hua “ada apa ? kenapa
membicarakan hal seperti ini ?”
__ADS_1
Dong Hua mengeratkan pelukannya “Xiao Bai, katakan padaku,
seberapa parah lukamu ?” Feng Jiu “kau juga mengetahuinya, aku sudah sembuh kan
!” Dong Hua menggeleng “tidak, bukan luka Bai Feng Jiu, tapi sebagai Zheng Zhu,
seberapa parah luka Zheng Zhu ? berapa tingkat energi Zheng Zhu yang tertinggal
? Xiao Bai, beritahukan padaku yang sebenarnya” Feng Jiu “apa Budha yang
memberitahumu ?” Dong Hua menggeleng “aku yang memikirkannya sendiri… Xiao Bai,
aku mencintaimu, aku tidak peduli identitasmu, baik sebagai Bai Feng Jiu maupun
Zheng Zhu, yang kucintai adalah dirimu, dirimu sendiri secara keseluruhan” Feng
Jiu tersenyum “Dong Hua, aku juga mencintaimu…”
Dong Hua melerai pelukan “katakan padaku, seberapa parah
lukamu dan tinggal berapa tingkat energimu ?” Feng Jiu tersenyum lembut “Dong
Hua, apa yang terjadi saat kau menambah kekuatan jiejue Miao Luo 200 tahun
sebelum Xing Guang Jiejue ?” Dong Hua terkejut “tapi itu karena energiku hanya
3 tingkat, kau…” Feng Jiu tersenyum “Dong Hua, semua adalah sebab akibat… saat
aku yuhua di Fan Yin Gu, harusnya sudah tidak ada lagi Bai Feng Jiu di dunia
ini. Bai Feng Jiu bisa kembali karena sebagian jiwa yang ada padamu dan separuh
bayangan yang masih mengelana di Si Hai Ba Huang. Dong Hua, Zheng Zhu yang
selalu kau tanyakan bukanlah berasal dari Si Hai Ba Huang ini. Zheng Zhu kesini
untuk kultivasi setelah terluka menyegel Hei Ye. Masa kultivasi Zheng Zhu di Si
Hai Ba Huang membutuhkan waktu 100.000 tahun. Dalam masa 34.000 tahun ini
terjadi terlalu banyak masalah, mengacaukan semua cerita kultivasi. Tubuh Bai
belum mengumpulkan energi, segel Hei Ye sudah retak. Aku hanya bisa menggunakan
jiwa dan seluruh energi yang terkumpul dalam waktu singkat untuk memperbaiki
segelnya. Apa kau mengerti sekarang ?”
Dong Hua tercengang “jadi 6 tingkat kekuatan itu ?” Feng
Jiu tersenyum “6 tingkat kekuatan Bai Feng Jiu sebagai seorang yang baru
menjadi Shan Shen” Dong Hua “jadi lukamu ? selama ini kau memberiku sihir tidur
!” Feng Jiu tersenyum “Dong Hua, tubuh ini sudah tidak bisa memperbaiki jiwaku
dan mengobati lukaku” Dong Hua terkejut, segera memeluk Feng Jiu “tunggu,
katamu 100.000 tahun ? ini baru 34.000 tahun, jika begitu…” Feng Jiu “Zheng Zhu
akan berkultivasi kembali, tapi tidak sebagai Bai Feng Jiu. Haih Dong Hua, aku
tidak tahu takdir mengatur apa untukku… kalau aku tidak salah, lao yeye itu
sudah memberitahumu tentang evolusi !” Dong Hua mengangguk “Dong Hua, tidak
lama lagi, akan ada sesuatu yang terjadi yang menjadi jalanmu untuk berevolusi.
Sesuai dengan janjiku, aku akan selalu menemanimu hingga di akhir kehidupanmu.
Setelah kau kembali, kau tidak akan membawa ingatan tentang kita lagi. kau akan
hidup sebagai dewa yang baru.” tersenyum sedih. Dong Hua bergetar “bagaimana
denganmu ?” Feng Jiu “hal yang sama…”
Dong Hua meneteskan air mata “Xiao Bai, kenapa ? apa harus
__ADS_1
seperti ini ? jadi kau melatih kami semua ?” Feng Jiu “Dong Hua, melatihmu
untuk mempersiapkanmu menyelesaikan rintanganmu dengan baik. Aku hanya bisa
membantumu agar rintangan itu berakhir sampai pada masa hidupmu yang sekarang,
tidak merambat ke kehidupanmu yang selanjutnya. Maaf, hanya ini yang bisa
kulakukan !” Dong Hua “Xiao Bai, aku akan mencarimu di kehidupan selanjutnya…
aku tidak peduli dengan batu jodoh… aku hanya menginginkanmu, baik dikehidupan
ini maupun di kehidupan selanjutnya !” Feng Jiu tersenyum “Dong Hua, apa kau
tahu kenapa kita tidak berjodoh ?” Dong Hua menatap Feng Jiu “hihihi… tidak
beritahukan padamu… biar kau mengalami semuanya sendiri” memeletkan lidahnya.
Dong Hua merengek “Fu Ren…” Feng Jiu “rahasia langit tidak
boleh terbongkar… walaupun kau Di Jun pun tidak boleh mengetahuinya hihihi…”
Dong Hua “tapi kau tahu !” Feng Jiu “hmm… tidak tahu, tapi bisa memikirkan
beberapa alasannya… Dong Hua, yang dimaksud takdir itu, sangat susah berjalan
semestinya, seringkali akan berubah hanya karena hal kecil.” Dong Hua “aku
tidak peduli, kau adalah jodohku… takdirku, aku sendirilah yang memutuskan !”
tegas. Feng Jiu cekikikan “apa kau tidak bisa memikirkan alasannya ?” Dong Hua
menatap Feng Jiu, memikirkan kata-katanya “apa karena masa kultivasi Zheng Zhu
?” Feng Jiu “salah satunya…”
Dong Hua “Xiao Bai, apapun yang takdir atur, aku hanya tahu
kau adalah jodohku, baik dikehidupan ini ataupun dikehidupan berikutnya. Aku
tidak pernah takut takdir, akulah yang menentukan takdirku sendiri. Xiao Bai,
kita sudah menghadapi begitu banyak bersama, walaupun yuhua, aku juga tidak
akan melepasmu. Kau Zheng Zhu ataupun Bai Feng Jiu, hidup ataupun mati adalah
milikku” Feng Jiu tersenyum “benarkah ?” Dong Hua mengangguk mantap “nah itu
harus dilihat apa Di Jun ini bisa menangkapku tidak hihihi…” Dong Hua “Fu Ren
sangat nakal… selalu membuat hatiku was-was…” cemberut, Feng Jiu cekikikan
“Xiao Bai, aku tidak takut yuhua, tidak takut berevolusi. Satu-satunya yang
kutakutkan adalah berpisah darimu. Jika kau tidak ada di dunia ini lagi, aku
lebih memilih menghilang bersamamu. Xiao Bai, diriku yang seperti ini, apa kau
bisa menerimanya ?” Feng Jiu mengangguk “sudah diterima hihihi…”
Feng Jiu “apa kau tidak mau tahu rintanganmu ?” Dong Hua
menggeleng “tidak perlu, biarkan berjalan apa adanya. Selama ada kau disisiku,
aku bisa menghadapi apapun” Feng Jiu tersenyum lembut, masuk ke pelukan Dong
Hua “Di Jun, hatimu ini adalah milikku, kau tidak akan bisa kabur lagi…” Dong
Hua mengangguk senang “milikmu… selalu menjadi milikmu… aku merindukanmu…”
mencium bibir Feng Jiu dan dilanjutkan melepas kerinduan dan kegelisahannya.
Melalui kata-kata Feng Jiu, Dong Hua sudah menerima semua
yang akan terjadi kedepannya. Yang ingin dia lakukan sekarang adalah mencari
cara untuk bisa menyimpan ingatannya ini ke kehidupan selanjutnya. Selain itu,
__ADS_1
walau tidak bisa banyak membantu, Dong Hua akan berusaha meringankan luka Feng
Jiu.