Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 55 - Penjelasan Singkat


__ADS_3

Bai Qian “Xiao Jiu,


bukankah Di Jun pergi untuk 10 hari, ini sudah hari ke-12, kenapa belum kembali


?” Feng Jiu sedang bermain dengan anak-anak “sudah lama Dong Hua tidak ke


Huangjing, mungkin ada sedikit masalah menahannya” menjawab santai. Sou Wan


“wah batu es itu tidak memotong waktu malah menambah, sungguh tidak biasa !


Xiao Jiu, jangan-jangan batu es itu terpesona oleh seseorang di Huangjing” Bai


Qian “shiniang, jangan sembarangan bicara…” melihat ke Feng Jiu yang tersenyum


santai “Xiao Jiu, jangan dengarkan shiniang !” Feng Jiu “gugu, apa aku sebegitu


lemahnya !” Dong Hua tidak kembali karena memikirkan kata-kata Budha, mencoba


mendapat keterangan dan kebenaran yang ditutupi Feng Jiu selama ini. Semakin


banyak yang difikirkannya, semakin banyak kecurigaan yang muncul di benaknya.


Saat tidak dapat menahan diri lagi, Dong Hua segera meninggalkan Huangjing ke


Qing Qiu.


          Dong Hua yang baru sampai di Qing Qiu, mendengar ucapan Sou


Wan. 1 kilatan meluncur, Sou Wan terjatuh dari duduknya dengan beberapa bulu


phoenix yang terlepas “siapa… Dong Hua, apa yang kau lakukan ?” hendak marah


tapi melihat Dong Hua yang berjalan mendekat, hanya berani menegur. Dong Hua


berjalan melewati Sou Wan dan Bai Qian, segera memeluk Feng Jiu “Xiao Bai, aku


merindukanmu…” melerai pelukan, langsung menggendong Feng Jiu menuju pondok


bambu. Sou Wan “eh langsung pergi !” Bai Qian tersenyum mesem-mesem, minum teh


dan melihat anak-anak bermain.


          Feng Jiu “Dong Hua, mau kemana ? Gun Gun dan Ling Ling


masih di gua rubah” Dong Hua tidak berbicara, berjalan perlahan ke pondok bambu.


Feng Jiu merasa aneh “ada apa ?” Dong Hua membawa Feng Jiu ke ruang buku,


mendudukkan Feng Jiu dan menuangkan teh untuknya. Dong Hua meminum tehnya dan


menatap Feng Jiu sesaat sebelum tangannya naik membelai wajah Feng Jiu. Feng


Jiu tersenyum “ada apa ?” Dong Hua “apa kau tidak lelah ?” Feng Jiu


mengkerutkan keningnya, Dong Hua tersenyum sedih “Xiao Bai, aku harus bagaimana


padamu ?” Feng Jiu tersenyum lembut “kenapa ? lao xiao hai itu ada mengatakan


apa padamu ?”


          Dong Hua menarik Feng Jiu masuk ke pelukannya “Xiao Bai,


bersandarlah padaku… aku bisa menjadi tamengmu, bisa menjadi tempatmu


bersandar, bisa kau andalkan… aku hanya berharap kau bisa hidup bahagia dengan


bebas…” Feng Jiu “Dong Hua, kau sudah melakukannya dengan sangat baik…” Dong


Hua menggeleng “tidak cukup, tidak baik, aku bahkan tidak melakukan apapun


untukmu… Xiao Bai, jangan seperti ini ! jika lelah, kau bisa beristirahat,


jangan memaksakan dirimu hanya untuk yang lain… aku sakit melihatmu yang


seperti ini !” Feng Jiu mengusap punggung Dong Hua “ada apa ? kenapa


membicarakan hal seperti ini ?”

__ADS_1


          Dong Hua mengeratkan pelukannya “Xiao Bai, katakan padaku,


seberapa parah lukamu ?” Feng Jiu “kau juga mengetahuinya, aku sudah sembuh kan


!” Dong Hua menggeleng “tidak, bukan luka Bai Feng Jiu, tapi sebagai Zheng Zhu,


seberapa parah luka Zheng Zhu ? berapa tingkat energi Zheng Zhu yang tertinggal


? Xiao Bai, beritahukan padaku yang sebenarnya” Feng Jiu “apa Budha yang


memberitahumu ?” Dong Hua menggeleng “aku yang memikirkannya sendiri… Xiao Bai,


aku mencintaimu, aku tidak peduli identitasmu, baik sebagai Bai Feng Jiu maupun


Zheng Zhu, yang kucintai adalah dirimu, dirimu sendiri secara keseluruhan” Feng


Jiu tersenyum “Dong Hua, aku juga mencintaimu…”


          Dong Hua melerai pelukan “katakan padaku, seberapa parah


lukamu dan tinggal berapa tingkat energimu ?” Feng Jiu tersenyum lembut “Dong


Hua, apa yang terjadi saat kau menambah kekuatan jiejue Miao Luo 200 tahun


sebelum Xing Guang Jiejue ?” Dong Hua terkejut “tapi itu karena energiku hanya


3 tingkat, kau…” Feng Jiu tersenyum “Dong Hua, semua adalah sebab akibat… saat


aku yuhua di Fan Yin Gu, harusnya sudah tidak ada lagi Bai Feng Jiu di dunia


ini. Bai Feng Jiu bisa kembali karena sebagian jiwa yang ada padamu dan separuh


bayangan yang masih mengelana di Si Hai Ba Huang. Dong Hua, Zheng Zhu yang


selalu kau tanyakan bukanlah berasal dari Si Hai Ba Huang ini. Zheng Zhu kesini


untuk kultivasi setelah terluka menyegel Hei Ye. Masa kultivasi Zheng Zhu di Si


Hai Ba Huang membutuhkan waktu 100.000 tahun. Dalam masa 34.000 tahun ini


terjadi terlalu banyak masalah, mengacaukan semua cerita kultivasi. Tubuh Bai


belum mengumpulkan energi, segel Hei Ye sudah retak. Aku hanya bisa menggunakan


jiwa dan seluruh energi yang terkumpul dalam waktu singkat untuk memperbaiki


segelnya. Apa kau mengerti sekarang ?”


          Dong Hua tercengang “jadi 6 tingkat kekuatan itu ?” Feng


Jiu tersenyum “6 tingkat kekuatan Bai Feng Jiu sebagai seorang yang baru


menjadi Shan Shen” Dong Hua “jadi lukamu ? selama ini kau memberiku sihir tidur


!” Feng Jiu tersenyum “Dong Hua, tubuh ini sudah tidak bisa memperbaiki jiwaku


dan mengobati lukaku” Dong Hua terkejut, segera memeluk Feng Jiu “tunggu,


katamu 100.000 tahun ? ini baru 34.000 tahun, jika begitu…” Feng Jiu “Zheng Zhu


akan berkultivasi kembali, tapi tidak sebagai Bai Feng Jiu. Haih Dong Hua, aku


tidak tahu takdir mengatur apa untukku… kalau aku tidak salah, lao yeye itu


sudah memberitahumu tentang evolusi !” Dong Hua mengangguk “Dong Hua, tidak


lama lagi, akan ada sesuatu yang terjadi yang menjadi jalanmu untuk berevolusi.


Sesuai dengan janjiku, aku akan selalu menemanimu hingga di akhir kehidupanmu.


Setelah kau kembali, kau tidak akan membawa ingatan tentang kita lagi. kau akan


hidup sebagai dewa yang baru.” tersenyum sedih. Dong Hua bergetar “bagaimana


denganmu ?” Feng Jiu “hal yang sama…”


          Dong Hua meneteskan air mata “Xiao Bai, kenapa ? apa harus

__ADS_1


seperti ini ? jadi kau melatih kami semua ?” Feng Jiu “Dong Hua, melatihmu


untuk mempersiapkanmu menyelesaikan rintanganmu dengan baik. Aku hanya bisa


membantumu agar rintangan itu berakhir sampai pada masa hidupmu yang sekarang,


tidak merambat ke kehidupanmu yang selanjutnya. Maaf, hanya ini yang bisa


kulakukan !” Dong Hua “Xiao Bai, aku akan mencarimu di kehidupan selanjutnya…


aku tidak peduli dengan batu jodoh… aku hanya menginginkanmu, baik dikehidupan


ini maupun di kehidupan selanjutnya !” Feng Jiu tersenyum “Dong Hua, apa kau


tahu kenapa kita tidak berjodoh ?” Dong Hua menatap Feng Jiu “hihihi… tidak


beritahukan padamu… biar kau mengalami semuanya sendiri” memeletkan lidahnya.


          Dong Hua merengek “Fu Ren…” Feng Jiu “rahasia langit tidak


boleh terbongkar… walaupun kau Di Jun pun tidak boleh mengetahuinya hihihi…”


Dong Hua “tapi kau tahu !” Feng Jiu “hmm… tidak tahu, tapi bisa memikirkan


beberapa alasannya… Dong Hua, yang dimaksud takdir itu, sangat susah berjalan


semestinya, seringkali akan berubah hanya karena hal kecil.” Dong Hua “aku


tidak peduli, kau adalah jodohku… takdirku, aku sendirilah yang memutuskan !”


tegas. Feng Jiu cekikikan “apa kau tidak bisa memikirkan alasannya ?” Dong Hua


menatap Feng Jiu, memikirkan kata-katanya “apa karena masa kultivasi Zheng Zhu


?” Feng Jiu “salah satunya…”


          Dong Hua “Xiao Bai, apapun yang takdir atur, aku hanya tahu


kau adalah jodohku, baik dikehidupan ini ataupun dikehidupan berikutnya. Aku


tidak pernah takut takdir, akulah yang menentukan takdirku sendiri. Xiao Bai,


kita sudah menghadapi begitu banyak bersama, walaupun yuhua, aku juga tidak


akan melepasmu. Kau Zheng Zhu ataupun Bai Feng Jiu, hidup ataupun mati adalah


milikku” Feng Jiu tersenyum “benarkah ?” Dong Hua mengangguk mantap “nah itu


harus dilihat apa Di Jun ini bisa menangkapku tidak hihihi…” Dong Hua “Fu Ren


sangat nakal… selalu membuat hatiku was-was…” cemberut, Feng Jiu cekikikan


“Xiao Bai, aku tidak takut yuhua, tidak takut berevolusi. Satu-satunya yang


kutakutkan adalah berpisah darimu. Jika kau tidak ada di dunia ini lagi, aku


lebih memilih menghilang bersamamu. Xiao Bai, diriku yang seperti ini, apa kau


bisa menerimanya ?” Feng Jiu mengangguk “sudah diterima hihihi…”


          Feng Jiu “apa kau tidak mau tahu rintanganmu ?” Dong Hua


menggeleng “tidak perlu, biarkan berjalan apa adanya. Selama ada kau disisiku,


aku bisa menghadapi apapun” Feng Jiu tersenyum lembut, masuk ke pelukan Dong


Hua “Di Jun, hatimu ini adalah milikku, kau tidak akan bisa kabur lagi…” Dong


Hua mengangguk senang “milikmu… selalu menjadi milikmu… aku merindukanmu…”


mencium bibir Feng Jiu dan dilanjutkan melepas kerinduan dan kegelisahannya.


          Melalui kata-kata Feng Jiu, Dong Hua sudah menerima semua


yang akan terjadi kedepannya. Yang ingin dia lakukan sekarang adalah mencari


cara untuk bisa menyimpan ingatannya ini ke kehidupan selanjutnya. Selain itu,

__ADS_1


walau tidak bisa banyak membantu, Dong Hua akan berusaha meringankan luka Feng


Jiu.


__ADS_2