Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 266 - Racauan mabuk


__ADS_3

Setelah beberapa hari, mereka


keluar dari Bing Huo Dao kembali ke Bi Hai Cang Ling, beristirahat pasca


chuguang. Dong Hua mendengar Cai Hong Huo Feng menerima 2 kali rintangan di


Bing Huo Dao, membuatnya ketakutan. Dong Hua memanggil Zhe Yan memeriksa Cai


Hong Huo Feng “tidak ada masalah, semua baik-baik saja… peningkatan yang luar


biasa… kalian hebat, keempat anak juga sudah naik peringkat, termasuk Mo Yuan”


Dong Hua “dimana mereka ?” Zhe Yan “Tai Chen gong, mereka menjaga Chang Chang


dan Ching Ching yang mendapat rintangan Shan Shen 2 hari yang lalu…” Cai Hong


Huo Feng “ooo… keduanya juga sudah naik peringkat !” Zhe Yan “semua sangat


rajin, ingin mengikutimu berperang…” Cai Hong Huo Feng memainkan bibirnya “Hua


Zi gege, kita ke Tai Chen gong…” Dong Hua “baiklah…” langsung menghilang dan


muncul di Tai Chen gong.


            Ling Ling “Fu Qin Niang Qin…” sedang mengawasi Chang


Chang minum obat. Ching Ching berdiri dan berjalan perlahan memeluk Cai Hong


Huo Feng “nainai, aku sudah Shan Shen, aku hebatkan !” Cai Hong huo Feng


tersenyum lembut “hebat, semua sangat hebat… beristirahatlah…” memapahnya ke


ranjang. Menemani kedua cucu, menyembuhkan semua lukanya, Cai Hong Huo Feng


menyelesaikan laporan-laporan yang dibawakan para asisten. Dong Hua terus


menemaninya “berapa lama ?” Cai Hong Huo Feng “kau ingin berapa lama ?” Dong


Hua mengerutkan keningnya “tidak usah berwajah seperti itu. Perang akan terjadi


saat yang mulia mengatakannya” Dong Hua tersenyum “jika begitu, yang mulia


mengikuti perkataan dari ratuku ini !” Cai Hong Huo Feng tersenyum “paling


tidak perlu melatih 500 tahun… hmm… pada saat aku 18.000 tahun, itulah saat


peperangan berlangsung !” Dong Hua “baik…” membelai kepala gadis kesayangannya.


            Setelah kedua cucu sembuh dari luka-lukanya, sesuai perkataan


Cai Hong Huo Feng, mereka kembali ke Feng Huo Cang Ling. Ketujuh pemuda pemudi


langsung menghadap dan berlutut di hadapannya “wah kalian bersemangat sekali…”


“Zhu Ren, ayolah… kami ingin menggunakan kedua telapak tangan dan kedua kaki


baru ini hihihi…” Cia Hong Huo Feng tertawa terbahak-bahak “hahaha… untuk


pertama kali, yang mulia saja yang menjajal kedua tangan dan kaki kalian itu…”


“baik… minta petunjuk Zhu Ren…” semua bersamaan menyahut dengan senyum ceria.


Cai Hong Huo Feng menggeleng “kalian disini, perhatikan baik-baik…” berjalan ke


tengah hamparan luas bersama ketujuh pemuda pemudi.


            Ketujuhnya mengambil tempat masing-masing, memberikan


tempat di tengah untuk gadis kecil. Cai Hong Huo Feng “kalian ingin menggunakan


tangan dan kakikan…” menghentakkan kedua tangannya, segera cahaya muncul di


kedua telapak tangan. Ketujuhnya mengikuti dengan warna cahaya masing-masing,


mengangkat tangan. Segera perkelahian dimulai, 7 lawan 1, memakai tangan kosong


dan kaki mereka. 7 kekuatan melawan 1 kekuatan super (jika membayangkan, sama


seperti kungfu taichi melawan kungfu cepat ya hihihi…). Lainnya membuka mata

__ADS_1


lebar, menyaksikan pertarungan kedelapannya “tangan kosong sudah seperti ini


!”. berulang kali terlihat Cai Hong Huo Feng akan terkena pukulan ataupun


tendangan tapi meleset disaat terakhir hanya beberapa mm dari tubuhnya.


            Cai Hong Huo Feng tersenyum meladeni ketujuh pemuda


pemudi “hmm… apa hanya ini hasil kalian 6.000 tahun ?” ketujuhnya tersenyum,


semakin meningkatkan kekuatan, kecepatan meningkat bahkan cenderung hanya terasa


seperti semilir angin yang lewat. Meng Hao “dia betul-betul guru terbaik…” Mu


Rong “jika dulu aku menolak semua guru, ini aku akan bersimpuh di kakinya hanya


untuk mendapat pengajarannya…” Meng Hao “kenapa kau jadi berubah seperti ini ?”


Mu Rong “dia betul-betul luar biasa…” Dong Hua “hentikan…” kesal dengan


kata-kata kedua jenderalnya.


            Shanguang “Laba, kau bermimpi bisa mengalahkan Zhu Ren…”


Gang Laba “hahaha… aku juga tahu, Hei Ye sudah menggunakan segala cara, masih


tidak bisa terlepas dari genggaman tangan Zhu Ren ku yang luar biasa ini…” Man


Dong “Zhu Ren… kita berkelana lagi bagaimana ?” Cai Hong Huo Feng “akan membawa


kalian bermain…” Tian Xing “apa yang kita buat kali ini ?” Cai Hong Huo Feng


“gunung hahaha…” Bai Yin “berapa banyak ?” Cai Hong Huo Feng “hmm mungkin


1.000.000 prajurit, tapi mereka juga akan ikut…” Hui Sheng “ah Zhu ren, jatahku


berkurang…” merengek masih mempertahankan pukulannya. Cai Hong Huo Feng tertawa


terbahak-bahak “apa masih kurang ?” Gang Laba “kurang… kurang…” semua bersahutan.


            Yang melihat, menelan ludah mereka 1.000.000 prajurit


masih kurang untuk mereka berdelapan. Cai Hong Huo Feng “hmm… masih ada waktu,


bersahutan bersamaan suara tawa ceria Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng


memberi hentakan, menyudahi pertarungan “cukup… selanjutnya akan melatih


mereka…” “baik Zhu Ren…” “ayo kemarilah… perkenalkan diri kalian…” Cai Hong Huo


Feng menghampiri Dong Hua “hai semua, aku Tian Xing - langit, aku Gang Laba –


api, aku Shanguang – angin, aku Hui Sheng – tanah, aku Man Dong – air, aku Bai


Yin – salju, aku Huo Fei – alam, senang bertemu kalian semua…” semua memandang


ketujuh pemuda pemudi yang tampan dan cantik ini.


            Cai Hong Huo Feng “selanjutnya, kalian akan berlatih


bersama… setiap 100 tahun, aku akan menguji kalian… dalam pengujian terakhir,


yang bisa melampaui tingkat 35 akan ikut ke medan perang” “Siap Shen Zhu…”


semua memberi hormat. Cai Hong Huo Feng “hari ini istirahat, besok mulai latihan…”


“baik…” semua berpencar “Zhu Ren… Zhu Ren…” masing-masing mengeluarkan sesuatu


dari bajunya. Mata Cai Hong Huo Feng berbinar “wah kalian paling mengetahuiku…


ayo, kita pesta…” menarik Dong Hua duduk bersembilan. Lainnya yang sudah


berpencar, mendengar canda tawa mereka, berbalik, menghampiri “wah Niang Qin,


kau jahat sekali… yang begini juga tidak membaginya pada kami…”  Ling Ling menghardik Cai Hong Huo Feng yang


sedang menaruh kue dalam mulut kecilnya.


            Cai Hong Huo Feng cekikikan “ayo… ayo… Qing Yun…” memanggil

__ADS_1


asistennya yang segera hadir bersama 2 Zun Wang dan 2 asisten lainnya, membawa


banyak makanan dan arak “wah kalian sudah memulainya tanpa menunggu kami…”


semua duduk dan makan minum bersama, bercanda ria hingga mabuk bersama “Zhu


Ren, bisa melihatmu dengan wujud ini sangat baik… ah… indahnya semesta ini…” “ugh…


makanya jangan nakal-nakal, akan kubuat kalian kembali ke wujud semula jika


nakal hahaha…” semua menggeleng “tidak mau… jangan Zhu Ren… aku akan menurut


ya… Zhu Ren…” “Zhu Ren, aku ingin 100.000 prajurit… ah aku ingin melepaskan


kepala mereka… mereka sangat nakal…” “hei, jangan merusak gunungku… awas jika


aku tidak dapat melihat matahari terbit, akan sttt…” menggores tangannya ke


leher.


            “hihihi Zhu Ren… untuk apa buat gunung, kita buat kolam


saja bagaimana ?” “hei jangan menodai usia 18.000 tahun ku dengan darah kotor…”


“18.000 tahun… ulang tahun Zhu Ren… perayaan…” “bermain-main hihihi…” “ah Zhu


Ren, kembang api ya… ya…” Cai Hong Huo Feng menggeleng “matahari terbit…” “ah


perayaan… dud… dudu… dudu… duar… Zhu Ren…” “matahari… jika gunungku pendek, aku


akan memotong tinggi kalian hihihi…” semua menggeleng mendengar racauan


kedelapan remaja yang sudah mabuk.


            You Zun “mereka sangat lucu jika sedang seperti ini…” Zuo


Zun “haih kenapa memberikan arak pada para remaja ini ! jadilah mereka meracau


tidak jelas !” You Zun “Qing Yun, apa kau tidak tahu arak tidak boleh untuk


remaja…” Qing Yun cekikikan “Shen Zhu yang memintanya, kukira kemampuannya sama


seperti sebelumnya… hingga mabuk begini…” Bai Chen “dia sama seperti Xiao Jiu


dulu, selalu merajuk jika mabuk” Mei Shang “aku akan membuatkan ramuan


penghilang mabuk…” “hei ramuan apa ? tidak mau ramuan lagi…” Cai Hong Huo Feng


berdiri dan berteriak “siapa saja yang memberi ramuan pahit pada yang mulia akan


yang mulia tendang…” “tidak mau ramuan pahit…” satu persatu remaja itu bangkit


dengan sepoyongan “Feng Wei, kau sudah mabuk…” Dong Hua memegangnya. Cai Hong


Huo Feng menepis tangan Dong Hua “tidak mabuk… tidak mau ramuan pahit… hei,


bagaimana kalau mencari madu…” “madu… mau madu… madu…” “madu manis… madu manis…


ayo cari madu manis…” berputar-putar “mana hutan… Laba, mana hutan…” semua


berputar-putar menunjuk sembarang arah “sana hutan… Zhu Ren hutan…” berjalan


sempoyongan.


            “madu… cari madu… hihihi madu manis…” Cai Hong Huo Feng


berjalan tak tentu arah “Feng Wei, tidak ada madu disana… ayo kau sudah mabuk…”


Dong Hua memegangnya. Cai Hong Huo Feng kembali menepis tangannya “tidak mabuk…


sudah yang mulia katakan tidak mabuk…” “baik… baik… tidak mabuk… tidak mabuk…


ayo beristirahat…” Dong Hua kembali memapahnya. Cai Hong Huo Feng


menggeleng-gelengkan kepalanya “belum… belum mau istirahat… mau cari madu…


hutan… lapar… semua lapar…” Dong Hua “weifu akan mencarikannya untukmu ya… kita


istirahat… semua sudah kenyang… sudah makan banyak kue… lihat perutmu sudah

__ADS_1


kenyang…” Cai Hong Huo Feng memegang perutnya “eh kenyang… benar sudah


kenyang…”.


__ADS_2