
Setelah beberapa hari, mereka
keluar dari Bing Huo Dao kembali ke Bi Hai Cang Ling, beristirahat pasca
chuguang. Dong Hua mendengar Cai Hong Huo Feng menerima 2 kali rintangan di
Bing Huo Dao, membuatnya ketakutan. Dong Hua memanggil Zhe Yan memeriksa Cai
Hong Huo Feng “tidak ada masalah, semua baik-baik saja… peningkatan yang luar
biasa… kalian hebat, keempat anak juga sudah naik peringkat, termasuk Mo Yuan”
Dong Hua “dimana mereka ?” Zhe Yan “Tai Chen gong, mereka menjaga Chang Chang
dan Ching Ching yang mendapat rintangan Shan Shen 2 hari yang lalu…” Cai Hong
Huo Feng “ooo… keduanya juga sudah naik peringkat !” Zhe Yan “semua sangat
rajin, ingin mengikutimu berperang…” Cai Hong Huo Feng memainkan bibirnya “Hua
Zi gege, kita ke Tai Chen gong…” Dong Hua “baiklah…” langsung menghilang dan
muncul di Tai Chen gong.
Ling Ling “Fu Qin Niang Qin…” sedang mengawasi Chang
Chang minum obat. Ching Ching berdiri dan berjalan perlahan memeluk Cai Hong
Huo Feng “nainai, aku sudah Shan Shen, aku hebatkan !” Cai Hong huo Feng
tersenyum lembut “hebat, semua sangat hebat… beristirahatlah…” memapahnya ke
ranjang. Menemani kedua cucu, menyembuhkan semua lukanya, Cai Hong Huo Feng
menyelesaikan laporan-laporan yang dibawakan para asisten. Dong Hua terus
menemaninya “berapa lama ?” Cai Hong Huo Feng “kau ingin berapa lama ?” Dong
Hua mengerutkan keningnya “tidak usah berwajah seperti itu. Perang akan terjadi
saat yang mulia mengatakannya” Dong Hua tersenyum “jika begitu, yang mulia
mengikuti perkataan dari ratuku ini !” Cai Hong Huo Feng tersenyum “paling
tidak perlu melatih 500 tahun… hmm… pada saat aku 18.000 tahun, itulah saat
peperangan berlangsung !” Dong Hua “baik…” membelai kepala gadis kesayangannya.
Setelah kedua cucu sembuh dari luka-lukanya, sesuai perkataan
Cai Hong Huo Feng, mereka kembali ke Feng Huo Cang Ling. Ketujuh pemuda pemudi
langsung menghadap dan berlutut di hadapannya “wah kalian bersemangat sekali…”
“Zhu Ren, ayolah… kami ingin menggunakan kedua telapak tangan dan kedua kaki
baru ini hihihi…” Cia Hong Huo Feng tertawa terbahak-bahak “hahaha… untuk
pertama kali, yang mulia saja yang menjajal kedua tangan dan kaki kalian itu…”
“baik… minta petunjuk Zhu Ren…” semua bersamaan menyahut dengan senyum ceria.
Cai Hong Huo Feng menggeleng “kalian disini, perhatikan baik-baik…” berjalan ke
tengah hamparan luas bersama ketujuh pemuda pemudi.
Ketujuhnya mengambil tempat masing-masing, memberikan
tempat di tengah untuk gadis kecil. Cai Hong Huo Feng “kalian ingin menggunakan
tangan dan kakikan…” menghentakkan kedua tangannya, segera cahaya muncul di
kedua telapak tangan. Ketujuhnya mengikuti dengan warna cahaya masing-masing,
mengangkat tangan. Segera perkelahian dimulai, 7 lawan 1, memakai tangan kosong
dan kaki mereka. 7 kekuatan melawan 1 kekuatan super (jika membayangkan, sama
seperti kungfu taichi melawan kungfu cepat ya hihihi…). Lainnya membuka mata
__ADS_1
lebar, menyaksikan pertarungan kedelapannya “tangan kosong sudah seperti ini
!”. berulang kali terlihat Cai Hong Huo Feng akan terkena pukulan ataupun
tendangan tapi meleset disaat terakhir hanya beberapa mm dari tubuhnya.
Cai Hong Huo Feng tersenyum meladeni ketujuh pemuda
pemudi “hmm… apa hanya ini hasil kalian 6.000 tahun ?” ketujuhnya tersenyum,
semakin meningkatkan kekuatan, kecepatan meningkat bahkan cenderung hanya terasa
seperti semilir angin yang lewat. Meng Hao “dia betul-betul guru terbaik…” Mu
Rong “jika dulu aku menolak semua guru, ini aku akan bersimpuh di kakinya hanya
untuk mendapat pengajarannya…” Meng Hao “kenapa kau jadi berubah seperti ini ?”
Mu Rong “dia betul-betul luar biasa…” Dong Hua “hentikan…” kesal dengan
kata-kata kedua jenderalnya.
Shanguang “Laba, kau bermimpi bisa mengalahkan Zhu Ren…”
Gang Laba “hahaha… aku juga tahu, Hei Ye sudah menggunakan segala cara, masih
tidak bisa terlepas dari genggaman tangan Zhu Ren ku yang luar biasa ini…” Man
Dong “Zhu Ren… kita berkelana lagi bagaimana ?” Cai Hong Huo Feng “akan membawa
kalian bermain…” Tian Xing “apa yang kita buat kali ini ?” Cai Hong Huo Feng
“gunung hahaha…” Bai Yin “berapa banyak ?” Cai Hong Huo Feng “hmm mungkin
1.000.000 prajurit, tapi mereka juga akan ikut…” Hui Sheng “ah Zhu ren, jatahku
berkurang…” merengek masih mempertahankan pukulannya. Cai Hong Huo Feng tertawa
terbahak-bahak “apa masih kurang ?” Gang Laba “kurang… kurang…” semua bersahutan.
Yang melihat, menelan ludah mereka 1.000.000 prajurit
masih kurang untuk mereka berdelapan. Cai Hong Huo Feng “hmm… masih ada waktu,
bersahutan bersamaan suara tawa ceria Cai Hong Huo Feng. Cai Hong Huo Feng
memberi hentakan, menyudahi pertarungan “cukup… selanjutnya akan melatih
mereka…” “baik Zhu Ren…” “ayo kemarilah… perkenalkan diri kalian…” Cai Hong Huo
Feng menghampiri Dong Hua “hai semua, aku Tian Xing - langit, aku Gang Laba –
api, aku Shanguang – angin, aku Hui Sheng – tanah, aku Man Dong – air, aku Bai
Yin – salju, aku Huo Fei – alam, senang bertemu kalian semua…” semua memandang
ketujuh pemuda pemudi yang tampan dan cantik ini.
Cai Hong Huo Feng “selanjutnya, kalian akan berlatih
bersama… setiap 100 tahun, aku akan menguji kalian… dalam pengujian terakhir,
yang bisa melampaui tingkat 35 akan ikut ke medan perang” “Siap Shen Zhu…”
semua memberi hormat. Cai Hong Huo Feng “hari ini istirahat, besok mulai latihan…”
“baik…” semua berpencar “Zhu Ren… Zhu Ren…” masing-masing mengeluarkan sesuatu
dari bajunya. Mata Cai Hong Huo Feng berbinar “wah kalian paling mengetahuiku…
ayo, kita pesta…” menarik Dong Hua duduk bersembilan. Lainnya yang sudah
berpencar, mendengar canda tawa mereka, berbalik, menghampiri “wah Niang Qin,
kau jahat sekali… yang begini juga tidak membaginya pada kami…” Ling Ling menghardik Cai Hong Huo Feng yang
sedang menaruh kue dalam mulut kecilnya.
Cai Hong Huo Feng cekikikan “ayo… ayo… Qing Yun…” memanggil
__ADS_1
asistennya yang segera hadir bersama 2 Zun Wang dan 2 asisten lainnya, membawa
banyak makanan dan arak “wah kalian sudah memulainya tanpa menunggu kami…”
semua duduk dan makan minum bersama, bercanda ria hingga mabuk bersama “Zhu
Ren, bisa melihatmu dengan wujud ini sangat baik… ah… indahnya semesta ini…” “ugh…
makanya jangan nakal-nakal, akan kubuat kalian kembali ke wujud semula jika
nakal hahaha…” semua menggeleng “tidak mau… jangan Zhu Ren… aku akan menurut
ya… Zhu Ren…” “Zhu Ren, aku ingin 100.000 prajurit… ah aku ingin melepaskan
kepala mereka… mereka sangat nakal…” “hei, jangan merusak gunungku… awas jika
aku tidak dapat melihat matahari terbit, akan sttt…” menggores tangannya ke
leher.
“hihihi Zhu Ren… untuk apa buat gunung, kita buat kolam
saja bagaimana ?” “hei jangan menodai usia 18.000 tahun ku dengan darah kotor…”
“18.000 tahun… ulang tahun Zhu Ren… perayaan…” “bermain-main hihihi…” “ah Zhu
Ren, kembang api ya… ya…” Cai Hong Huo Feng menggeleng “matahari terbit…” “ah
perayaan… dud… dudu… dudu… duar… Zhu Ren…” “matahari… jika gunungku pendek, aku
akan memotong tinggi kalian hihihi…” semua menggeleng mendengar racauan
kedelapan remaja yang sudah mabuk.
You Zun “mereka sangat lucu jika sedang seperti ini…” Zuo
Zun “haih kenapa memberikan arak pada para remaja ini ! jadilah mereka meracau
tidak jelas !” You Zun “Qing Yun, apa kau tidak tahu arak tidak boleh untuk
remaja…” Qing Yun cekikikan “Shen Zhu yang memintanya, kukira kemampuannya sama
seperti sebelumnya… hingga mabuk begini…” Bai Chen “dia sama seperti Xiao Jiu
dulu, selalu merajuk jika mabuk” Mei Shang “aku akan membuatkan ramuan
penghilang mabuk…” “hei ramuan apa ? tidak mau ramuan lagi…” Cai Hong Huo Feng
berdiri dan berteriak “siapa saja yang memberi ramuan pahit pada yang mulia akan
yang mulia tendang…” “tidak mau ramuan pahit…” satu persatu remaja itu bangkit
dengan sepoyongan “Feng Wei, kau sudah mabuk…” Dong Hua memegangnya. Cai Hong
Huo Feng menepis tangan Dong Hua “tidak mabuk… tidak mau ramuan pahit… hei,
bagaimana kalau mencari madu…” “madu… mau madu… madu…” “madu manis… madu manis…
ayo cari madu manis…” berputar-putar “mana hutan… Laba, mana hutan…” semua
berputar-putar menunjuk sembarang arah “sana hutan… Zhu Ren hutan…” berjalan
sempoyongan.
“madu… cari madu… hihihi madu manis…” Cai Hong Huo Feng
berjalan tak tentu arah “Feng Wei, tidak ada madu disana… ayo kau sudah mabuk…”
Dong Hua memegangnya. Cai Hong Huo Feng kembali menepis tangannya “tidak mabuk…
sudah yang mulia katakan tidak mabuk…” “baik… baik… tidak mabuk… tidak mabuk…
ayo beristirahat…” Dong Hua kembali memapahnya. Cai Hong Huo Feng
menggeleng-gelengkan kepalanya “belum… belum mau istirahat… mau cari madu…
hutan… lapar… semua lapar…” Dong Hua “weifu akan mencarikannya untukmu ya… kita
istirahat… semua sudah kenyang… sudah makan banyak kue… lihat perutmu sudah
__ADS_1
kenyang…” Cai Hong Huo Feng memegang perutnya “eh kenyang… benar sudah
kenyang…”.