
Berita Feng Jiu yang akan
melatih Dong Hua segera tersebar ke telinga teman-teman dan keluarga Bai. Feng
Jiu meminta Gun Gun dibawa kembali ke Tai Chen gong “Gun Gun, Niang Qin akan
melatih Fu Qin. Apa Gun Gun mau ikut ?” Gun Gun mengangguk “mau Niang Qin, Gun
Gun juga mau dilatih Niang Qin !” Feng Jiu membelai kepala Gun Gun “baik…” Sou
Wan “Xiao Jiu, aku juga mau ikut !” Mo Yuan protes “Wan Wan !” Sou Wan “Ayuan,
kau juga ikut !” Long Nu “Gun Gun gege mau ikut yi niang, Long Nu juga mau…”
Feng Jiu terkejut “Zheng Zhu, shushu juga mau…” Meng Hao berjalan masuk bersama
Mu Rong “Di Hou, jika tidak keberatan, hamba juga mengharap mendapat pengajaran
anda” keluarga Bai, Yan Ci Wu, Lian Song, dan Zu Zhe juga bersahut-sahutan. Feng
Jiu terkejut sampai terduduk memijat pelipisnya “kalian mengira yang mulia
membuka perguruan kah ?” Dong Hua menatap dingin semua.
Meng Hao “Zheng Zhu, kami murid yang penurut, tidak akan
menyusahkan anda… Zheng Zhu, nah lihat kami semua adalah anak anda… anda tidak
boleh pilih kasih dan hanya mengajar Di Jun dan Gun Gun xiao dianxia… Zheng
Zhu…” sambil merengek. Feng Jiu mencibir “cih… shushu… usiamu denganku berbeda
sangat jauh, mau menjadi anak yang mulia ! jangan mengharapkan hal yang tidak
mungkin !” Dong Hua “Xiao Bai, jika tidak…” Feng Jiu mengangkat tangannya
“sudahlah, daripada nantinya satu persatu datang merecoki yang mulia. Yang
mulia dengan berat hati melatih kalian… tapi ingat, jangan menyesali keputusan
kalian hari ini. Jika ada yang menyerah di tengah jalan, jangan menampakkan
wajah kalian di hadapan yang mulia lagi” “SIAP, Mengikuti perintah Nu Jun…”
semua memberi hormat, Feng Jiu melirik dan menghela nafas.
Beberapa hari selanjutnya, semua berkumpul di Qing Qiu
“Xiao Jiu, apakah akan berlatih di Qing Qiu ?” Feng Jiu tersenyum menggeleng
“tidak, hanya meminjam gunung Tang Ting untuk berpindah… kalian sudah siap !”
semua mengangguk, Feng Jiu mengibaskan tangan, sekelompok dewa dewi itu
berpindah ke sebuah tanah yang subur. Seperti Bi Hai Cang Ling tapi jauh lebih
besar “ini adalah Feng Huo Cang Ling, selanjutnya kalian akan berlatih disini
!” Dong Hua merangkul Feng Jiu “Xiao Bai, ini adalah tempatmu ?” Feng Jiu
tersenyum “salah satunya, tempat ini dikhususkan untuk berlatih. Kalian bersiaplah,
kita akan langsung memulai latihan !” semua bersiap-siap.
Feng Jiu membawa mereka ke sebuah gua, mulutnya kecil
tetapi didalam sangat besar. Terlihat 2 arena latihan yang dipenuhi bola-bola
api yang terus bergoyang diudara dan ujung-ujung tombak yang tajam di bawahnya,
hanya ada batu-batu kecil sebagai pijakan. Feng Jiu mengibaskan tangan ke
semuanya “yang mulia sudah mengunci kekuatan kalian… kalian memutuskan sendiri
kelompok kalian, masuk kesana, berlatih seperti biasanya. Kalian dianggap
lulus, setelah bisa keluar tanpa terkena satupun rintangan di dalamnya” “Baik,
Nu Jun…” semua segera menurut tanpa protes. Hal yang dianggap mereka mudah,
ternyata sangat susah, apalagi tanpa kekuatan dan pelindung mereka.
Berkali-kali mereka terjatuh atau terlempar keluar, mengokohkan kaki, kembali
masuk kedalam. Tubuh mereka penuh dengan luka terbakar dan darah yang mengalir
karena tertusuk ujung tombak. Sementara Feng Jiu bermeditasi di pinggir dengan
__ADS_1
tenang dan aura energi yang mengitarinya.
Setelah langit menggelap, Feng Jiu menyudahi latihan,
menarik semua keluar dari arena “hari ini cukup sampai disini !” semua keluar
dengan tampang yang berantakan, Feng Jiu tersenyum menahan tawa “bagaimana ?
ada yang menyerah ?” “Tidak” semua kompak menjawab hingga suaranya menggema di
dalam gua. Feng Jiu menutup telinganya “Zheng Zhu, bagaimanapun, kami sudah
pernah menghadapi pertempuran besar… hal sekecil ini, tidak akan mempengaruhi
kami” Feng Jiu nyengir “shushu, kau semakin pintar berkata-kata… tidak tahu
siapa yang dulu dibodohi sampai rela mengorbankan nyawa hah…” Meng Hao merengek
“Zheng Zhu…” Feng Jiu kembali menutup telinganya “berhenti, bulu kudukku
berdiri semua mendengarmu” segera berlalu keluar gua.
Semua membersihkan diri dan menyantap makan malam yang sudah
disediakan oleh beberapa pelayan yang entah datang dari mana. Gun Gun
kecapekan, segera tertidur bersama Ali di kamar yang sudah disiapkan Feng Jiu
untuk mereka. Dikamar Dong Feng “Xiao Bai, dulu kau sering berlatih disini kah
?” Feng Jiu menggeleng “tempat ini untuk melatih dewa dewi yang terpilih. Aku
hanya terkadang bermain disini” Dong Hua “dimana tempat latihanmu ?” Feng Jiu
“tidak ada tempat, dimana saja bisa jadi tempat latihan buatku…” Dong Hua “kau
yang membuat semua arena itu ?” Feng Jiu mengangguk sambil mengoleskan saleb
kembang sepatu ke luka Dong Hua “hari ini sudah lelahkan ! istirahatlah ?” Dong
Hua tersenyum, segera menjatuhkan Feng Jiu ke ranjang “lelah, tapi weifu masih
belum melakukan latihan terakhir” Feng Jiu mengkerutkan keningnya “latihan a…”
mulutnya sudah ditutup oleh ciuman menggelora Dong Hua. Feng Jiu terengah-engah
cekikikan, mengalirkan energinya.
Keesokan harinya, mereka kembali berlatih di arena yang sama.
Selama sebulan, yang berhasil keluar tanpa luka sama sekali hanya Dong Hua. Mo
Yuan dan Zhe Yan masih memiliki 1-3 luka, diikuti lainnya. Sementara Gun Gun,
walau masih terluka, tapi sudah tidak terjatuh. Feng Jiu tersenyum “bagaimana ?
sudah sebulan, masih terus atau !” Sou Wan yang tidak pernah mau mengaku kalah,
malah semakin tertantang “terus… aku tidak percaya, tidak dapat lolos tanpa
luka dari sini !” Feng Jiu mengangguk “baik, Dong Hua, hari ini pertama kalinya
keluar tanpa luka. Selama seminggu kedepan, tetap berlatih disini. Jika bisa
meneruskan tanpa luka 5 hari, aku akan membawamu ke latihan selanjutnya !” Dong
Hua mengangguk, merangkul Feng Jiu.
Dong Hua lulus dengan baik, selama seminggu, hanya 1 hari
Dong Hua mendapat luka. Feng Jiu membawa Dong Hua ke arena latihan selanjutnya.
Arena kedua juga didalam gua, berbeda dari yang pertama, gua itu sangat dingin
penuh dengan stalaknit dan stalaktit yang terus berjatuhan. Sementara dari
sudut-sudut gua terus keluar tombak yang tidak beraturan tempatnya “Dong Hua,
sama dengan aturan di arena pertama” Dong Hua mengangguk “sebelum weifu masuk,
bolehkah meminta hadiah kecil dari Fu Ren-ku !” Feng Jiu “hadiah…” Dong Hua
segera mencium bibirnya “sangat manis, weifu semakin bersemangat” Feng Jiu
menggelengkan kepala, tersenyum “Dong Hua, selama sebulan ini, aku akan biguang
di sana. Jika kau sudah selesai, kembalilah ke Shi gong istirahat.” Dong Hua
__ADS_1
mencium kening Feng Jiu “baik… biguang dengan tenang, aku akan mengawasi
lainnya dan Gun Gun” Feng Jiu tersenyum memeluk Dong Hua.
Dong Hua melihat Feng Jiu yang bersila dan biguang di salah
satu sudut gua, memulai latihannya. Semua latihan dari Feng Jiu terlihat
sederhana, tapi setelah di hadapi, tingkat kesulitannya sangat tinggi. Hari
pertama tidak melihat Feng Jiu, semua bertanya dan tenang setelah melihat Feng
Jiu yang sedang biguang. Semua juga melihat arena latihan kedua mereka “setelah
panas, berpindah dingin. Apa xiao di hou sering berlatih disini ?” Dong Hua
menggeleng “ini hanya tempat bermain untuknya !” semua terkejut “tem… tempat
bermain !” Lian Song “jadi Dong Hua, dimana tempat latihan Feng Jiu ?” Dong Hua
tersenyum “kehidupan sesungguhnya adalah tempat latihannya.” Bai Ce “tidak tahu
apa yang sudah dialaminya, sekeras apa kehidupannya sebelumnya !” Zhe Yan “kita
keluar, jangan mengganggunya biguang !”
Saat Feng Jiu chuguang, sudah ada Mo Yuan, Zhe
Yan, Bai Ce, Gun Gun dan Long Nu yang menemani Dong Hua latihan di arena kedua.
Kedua anak kecil itu sangat lincah bergerak kesana kemari membuat Feng Jiu
tersenyum melihat semuanya. meninggalkan arena kedua, Feng Jiu melihat arena
pertama. Zu Zhe, Lian Song, Bai Yi, Bai Chen, Bai Qian, Ye Hua, Ali, Mu Rong,
dan Meng Hao sudah hampir lulus. Sedangkan Sou Wan dan Yan Ci Wu sering kalah
oleh sifat tergesa-gesa mereka sendiri. Feng Jiu menggelengkan kepala melihat
keduanya.
Feng Jiu meninggalkan mereka, beristirahat di shigong. Dong
Hua yang selesai latihan, tidak melihat Feng Jiu, segera mencari. Feng Jiu
sedang berendam di permandian yang pekat aura ling chi, terlindung oleh jiejue.
Feng Jiu membuka jiejue setelah merasakan aura Dong Hua “masuklah…” kembali
memasang jiejue setelah Dong Hua masuk. Dong Hua membuka bajunya, ikut
bergabung dengan Feng Jiu “Xiao Bai, kau chuguang tidak memberitahuku…” Feng
Jiu tersenyum “bukankah kau dengan mudah menemukanku…” masuk ke pelukan Dong
Hua. Dong Hua ber ‘shhh…” Feng Jiu segera melepasnya “maaf, maaf… tubuhmu
terluka !” Dong Hua tersenyum, kembali menarik Feng Jiu “tidak masalah… Xiao
Bai, aku merindukanmu…” mencium bibirnya.
Dong Hua “bagaimana lukamu ? kekuatanmu ?” Feng Jiu “sudah
pulih, kekuatan baru kembali 1 tingkat… bagaimana denganmu ? masih begitu
banyak luka !” sedih melihat luka-luka Dong Hua. Dong Hua tersenyum “tidak
masalah… metodemu sungguh berguna, tubuh terasa lebih ringan…” Feng Jiu nyengir
“hanya saja Sou Wan dan Xiao Yan belum bisa lulus dari tahap pertama… mereka
belum bisa mengalahkan emosi sendiri hihihi…” Dong Hua “otak mereka terlalu
kecil…” Feng Jiu tersenyum “setidaknya mereka memiliki jiwa juang yang kokoh…
kalian sudah berusaha keras selama ini, besok kita keluar bersenang-senang
bagaimana ?” Dong Hua “baik, kau ingin kemana ?” Feng Jiu “hmm… menjemput Ling
Ling di Qing Qiu… sudah lama tidak ke Fan Yin Gu, apa kau tidak mengajar lagi
?” Dong Hua “tidak berlatih lagi ?” Feng Jiu tersenyum “yang mulia Nu Jun
memberikan kalian sebulan untuk bersenang-senang…” Dong Hua “kalau begitu, Dong
Hua Di Jun berterima kasih atas kerendahan hati Nu Jun…” mereka tertawa
__ADS_1
bersama.