Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 44 - Bertarung dengan Nu Jun


__ADS_3

Dong Hua menggendong Feng Jiu kembali ke Tai


Chen gong. Mo Yuan “Dong Hua, Xiao Jiu menantang kita semua, dia pasti memiliki


keyakinan diri yang tinggi” Lian Song “benar, selama ini, Di Hou tidak pernah


melakukan sesuatu yang tidak pasti” Bai Qian “tapi…  apa Xiao Jiu bisa mengalahkan kita semua ?”


Bai Yi “bagaimanapun harus mencobanya ! tidak tahu berapa banyak yang disimpan


oleh putriku ini ! aku ingin mengenal putriku, dia sekarang sangat jauh…” Lian Song


“kita bisa mencobanya… Feng Jiu sudah berjanji tidak akan memakai Yao Chu Xin


dan Suo Yao Tha… Dong Hua, bagaimana denganmu ?” Dong Hua “jika ini adalah


syarat untuk menemaninya, aku harus memenangkan pertandingan besok, apapun


caranya” Bai Ce “sebaiknya, kita membahasnya…” Sou Wan “kita begini banyak,


walaupun xiao di hou kuat, tidak mungkin tidak lelah menghadapi kita begitu


banyak…” Lian Song “Shizu, anda jangan lupa, yang akan kita hadapi ini adalah


Feng Jiu. Kepintarannya jauh diatas kita semua. Jika ingin mengalahkannya, kita


harus memikirkan beberapa langkah kedepan…” Mo Yuan “setelah melihat aksinya


selama ini, aku tidak yakin bisa mengalahkannya. Walaupun Xiao Jiu tidak


memakai kekuatannya, tapi dengan kepintarannya itu, dengan mudah bisa


mengalahkan lawan dengan kekuatan lebih besar darinya” Dong Hua “tidak,


walaupun sedikit melukainya, harus memenangkan pertandingan !” mereka membahas


semua langkah=langkah.


            Feng


Jiu bangun keesokan paginya dengan kepala yang sakit “ah kepalaku…” “sudah


bangun !” Dong Hua membantu memijat kepala Feng Jiu “bangunlah dan minum ramuan


penghilang mabuk…” memapah Feng Jiu. Feng Jiu memijat pelipisnya “Dong Hua...”


meminum ramuannya “Xiao Bai, bagaimana ?” Feng Jiu “lebih baik…” Dong Hua “Xiao


Bai, dengan kondisi seperti ini, apa kau bisa bertarung ?” Feng Jiu bingung


“bertarung ?” masih berusaha mengumpulkan ingatan hari sebelumnya. Dong Hua


“Xiao Bai, kau tidak melupakan kata-katamu kemarin kan !” Feng Jiu “kata-kata…


apa aku ada mengatakan bertarung ?” Dong Hua mengangguk “kau mengatakan, satu


saja mengalahkanmu, kau akan membawa semua pergi bersama !” Feng Jiu berusaha


mengingat “benarkah ? sepertinya aku memang ada mengatakannya… ah sudahlah,


kepalaku masih sakit !” Dong Hua cemberut “Xiao Bai…” Feng Jiu melihat Dong Hua


“haiya… bukankah hanya bertarung, apa yang susah… baiklah, karena sudah


berjanji pada kalian, tinggal lakukan saja !” Dong Hua “Nu Jun begitu percaya


diri ?” Feng Jiu menggeleng “tidak, melawan kalian para dewa prasejarah Si Hai


Ba Huang, Nu Jun harus memutar otak… tapi otakku sekarang tidak dapat


berfikir…” Dong Hua tersenyum “siapa yang menyuruhmu meminum arak begitu banyak


!” sambil memijat kepala Feng Jiu “haih… sekali-sekali minum kan tak masalah…”

__ADS_1


            Setelah


sarapan, semua ke gunung Tang Ting, Feng Jiu terkejut melihat semuanya “kalian


semua !” Sou Wan “xiao di hou, kau tidak akan mengingkari janjimu kan !” Feng


Jiu cemberut “haih… kalian ini memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan…


shushu, kau disini juga mau ikut bertarung ?” “hihihi tentu saja xiao Zheng


Zhu. Ada kesempatan mengikutimu, walau membelah langit dan lautan, shushu juga


akan menerobosnya” yang berbicara adalah Meng Hao. Feng Jiu menghela nafas


kesal “haih kalian ini ya benar-benar ! Di Jun ya, teman-temanmu tidak cukup,


bahkan memanggil 72 jenderal ! apa kau mau berperang !” Dong Hua mengangguk


nakal. Feng Jiu jengkel, berjalan ke tengah arena “ayo kemarilah ! kalian mau


satu persatu atau berbarengan ?” semua saling melihat “xiao Zheng Zhu, percaya


diri sekali…” Feng Jiu mencibir “shushu, kalau kalah jangan menangis ya ! kalian


begitu nakal, biarkan Nu Jun ini mengajari kalian hari ini !”


            “Di


Jun, kami maju duluan. Xiao di hou begitu percaya diri, pasti sudah memikirkan


rencana… anda, lihat pertarungan kami dari sini, berusahalah mencari celah di


hou” Mu Rong yang biasa ahli strategi, mencoba memahami pemikiran Feng Jiu.


Dong Hua mengangguk “lakukan semampu kalian…” 72 jenderal mengangguk. Feng Jiu


berdiri di tengah “haih demi satu perkataan mabuk, harus meladeni kalian para


orang tua ini…” mengeluarkan pedang Tao Zhu “Di Hou, maaf sudah keterlaluan…”


mulia puas hari ini !” segera pertarungan dimulai. 72 jenderal, sudah lama


mengikuti Dong Hua Di Jun, banyak ilmu yang bisa mereka gabungkan bersama yang


lain. Kekuatan yang satu dapat menutup celah kekuatan yang lain, tanpa


mengurangi kekuatan salah satunya. Di hadapan Feng Jiu, mereka dibuat


kelimpungan, bukan saja kolaborasi mereka hampir selalu terpatahkan, bahkan


sering kali, mereka menyerang kawan sendiri. Satu persatu jenderal dipukul


mundur Feng Jiu, berganti dengan yang lain.


            Bai


Yi “ini benar Xiao Jiu kah ! kekuatan apa yang digunakannya !” Bai Chen “ini…”


Zhe Yan “Nu Jun memang tidak bisa dianggap remeh…” Lian Song “Dong Hua, xiao di


houmu ini sangat santai menghadapi 72 jenderal… jika yang tidak tahu, mengira


seorang guru sedang mengajari muridnya. Jika bukan sudah tahu kemampuan para


jenderal, akan mengira Feng Jiu sedang mengajari dewa-dewa yang baru naik” Sou


Wan “sebenarnya Xiao Jiu berasal dari mana ? bagaimana dia bisa sepintar dan


sehebat itu ?” Mo Yuan “Dong Hua, apa kau menemukan celahnya ? apa kau ada


keyakinan mengalahkannya ?” Dong Hua “Xiao Bai, memanfaatkan situasi dengan


baik… dia selalu selangkah lebih maju dari para jenderal, membuat kolaborasi

__ADS_1


mereka gagal terbentuk. Jika bisa lebih cepat darinya, harusnya bisa… sisi kiri


Xiao Bai agak terbuka, dia memberi tempat para jenderal untuk mengatur kembali


energi mereka di sisi kiri, bisa memanfaatkan sisi itu !” Yan Ci Wu “aku akan


maju, tampaknya para jenderalmu sudah tidak sanggup !” maju bersama Bai Chen


dan Bai Qian.


            Seiring


dengan percakapan mereka, terlihat jenderal yang dipukul mundur semakin banyak,


masing-masing bermeditasi memulihkan energi. Perlahan, semua dewa dewi prasejarah


itu turut masuk ke partarungan “xiao di hou, sebenarnya sihir apa yang kau


gunakan ?” Sou Wan kebingungan menghadapi Feng Jiu “Shizu, konsentrasi saja


pada seranganmu…” berbicara sambil bertarung “kalian bisa menggunakan sihir


kalian, tidak perlu sungkan !” Sou Wan “xiao di hou, ini kau yang mengatakannya


ya ! jangan salahkan kami, jika kau terluka…” Feng Jiu “tunggu sudah melukaiku,


baru bicara” segera aura di arena berubah…” kekuatan masing-masing dewa dewi


meningkat secara bertahap, berusaha melukai Feng Jiu, walau hanya luka kecil


saja. Feng Jiu masih dengan santai menghadapi semuanya. selain menghadapi


serangan semua, Feng Jiu juga meredam kekuatan lawan agar tidak melukai yang


lain. Dong Hua tercengang, menambah kekuatannya secara terus menerus. Satu


persatu dipukul mundur kembali, tersisa Dong Hua, Mo Yuan, Zhe Yan, dan Bai Ce


di arena “Xiao Jiu, sihir apa yang kau gunakan ?” Feng Jiu “yeye, hanya sihir


sederhana !” Mo Yuan, Bai Ce, dan Zhe Yan berada pada tingkat kekuatan yang


sama dengan keunggulan masing-masing. Dong Hua terus mencari celah Feng Jiu.


Jika mereka gagal kali ini, maka Feng Jiu akan pergi sendiri, itu yang tidak


diinginkannya.


            Bersamaan


dengan pemikiran Dong Hua, kekuatannya bertambah “Dong Hua Di Jun mulai serius…


sangat bagus…” setelah ketiga lainnya dipukul mundur, hanya tinggal Dong Hua


dan Feng Jiu di arena “cahaya ungu bertarung dengan cahaya merah keemasan.


Benturan-benturan kekuatannya, memekakkan telinga “apa kita sudah gagal ?” Sou


Wan “bagaimana Xiao Jiu bisa mempunyai kekuatan sebesar itu ?” Mo Yuan “jangan


bicarakan itu dulu… Dong Hua mulai kehilangan ketenangannya… aku takut dia


tersesat…” Lian Song “tenang saja, Feng Jiu tidak akan membiarkan hal itu


terjadi…” terlihat aura Dong Hua yang mulai berubah ke hitam. Feng Jiu


tersenyum “Di Jun, apa perlu seserius itu !” dengan satu kekuatan yang


tiba-tiba meningkat, memukul mundur Dong Hua. Dong Hua terkejut, tapi tidak


mampu bergerak, tubuhnya terikat sihir Feng Jiu. Feng Jiu menghampirinya


“kalian kalah…” Dong Hua cemberut, segera memeluk Feng Jiu setelah lepas dari

__ADS_1


sihir “Fu Ren, bagaimanapun aku mau ikut…”


__ADS_2