
Dong Hua menggendong Feng Jiu kembali ke Tai
Chen gong. Mo Yuan “Dong Hua, Xiao Jiu menantang kita semua, dia pasti memiliki
keyakinan diri yang tinggi” Lian Song “benar, selama ini, Di Hou tidak pernah
melakukan sesuatu yang tidak pasti” Bai Qian “tapi… apa Xiao Jiu bisa mengalahkan kita semua ?”
Bai Yi “bagaimanapun harus mencobanya ! tidak tahu berapa banyak yang disimpan
oleh putriku ini ! aku ingin mengenal putriku, dia sekarang sangat jauh…” Lian Song
“kita bisa mencobanya… Feng Jiu sudah berjanji tidak akan memakai Yao Chu Xin
dan Suo Yao Tha… Dong Hua, bagaimana denganmu ?” Dong Hua “jika ini adalah
syarat untuk menemaninya, aku harus memenangkan pertandingan besok, apapun
caranya” Bai Ce “sebaiknya, kita membahasnya…” Sou Wan “kita begini banyak,
walaupun xiao di hou kuat, tidak mungkin tidak lelah menghadapi kita begitu
banyak…” Lian Song “Shizu, anda jangan lupa, yang akan kita hadapi ini adalah
Feng Jiu. Kepintarannya jauh diatas kita semua. Jika ingin mengalahkannya, kita
harus memikirkan beberapa langkah kedepan…” Mo Yuan “setelah melihat aksinya
selama ini, aku tidak yakin bisa mengalahkannya. Walaupun Xiao Jiu tidak
memakai kekuatannya, tapi dengan kepintarannya itu, dengan mudah bisa
mengalahkan lawan dengan kekuatan lebih besar darinya” Dong Hua “tidak,
walaupun sedikit melukainya, harus memenangkan pertandingan !” mereka membahas
semua langkah=langkah.
Feng
Jiu bangun keesokan paginya dengan kepala yang sakit “ah kepalaku…” “sudah
bangun !” Dong Hua membantu memijat kepala Feng Jiu “bangunlah dan minum ramuan
penghilang mabuk…” memapah Feng Jiu. Feng Jiu memijat pelipisnya “Dong Hua...”
meminum ramuannya “Xiao Bai, bagaimana ?” Feng Jiu “lebih baik…” Dong Hua “Xiao
Bai, dengan kondisi seperti ini, apa kau bisa bertarung ?” Feng Jiu bingung
“bertarung ?” masih berusaha mengumpulkan ingatan hari sebelumnya. Dong Hua
“Xiao Bai, kau tidak melupakan kata-katamu kemarin kan !” Feng Jiu “kata-kata…
apa aku ada mengatakan bertarung ?” Dong Hua mengangguk “kau mengatakan, satu
saja mengalahkanmu, kau akan membawa semua pergi bersama !” Feng Jiu berusaha
mengingat “benarkah ? sepertinya aku memang ada mengatakannya… ah sudahlah,
kepalaku masih sakit !” Dong Hua cemberut “Xiao Bai…” Feng Jiu melihat Dong Hua
“haiya… bukankah hanya bertarung, apa yang susah… baiklah, karena sudah
berjanji pada kalian, tinggal lakukan saja !” Dong Hua “Nu Jun begitu percaya
diri ?” Feng Jiu menggeleng “tidak, melawan kalian para dewa prasejarah Si Hai
Ba Huang, Nu Jun harus memutar otak… tapi otakku sekarang tidak dapat
berfikir…” Dong Hua tersenyum “siapa yang menyuruhmu meminum arak begitu banyak
!” sambil memijat kepala Feng Jiu “haih… sekali-sekali minum kan tak masalah…”
__ADS_1
Setelah
sarapan, semua ke gunung Tang Ting, Feng Jiu terkejut melihat semuanya “kalian
semua !” Sou Wan “xiao di hou, kau tidak akan mengingkari janjimu kan !” Feng
Jiu cemberut “haih… kalian ini memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan…
shushu, kau disini juga mau ikut bertarung ?” “hihihi tentu saja xiao Zheng
Zhu. Ada kesempatan mengikutimu, walau membelah langit dan lautan, shushu juga
akan menerobosnya” yang berbicara adalah Meng Hao. Feng Jiu menghela nafas
kesal “haih kalian ini ya benar-benar ! Di Jun ya, teman-temanmu tidak cukup,
bahkan memanggil 72 jenderal ! apa kau mau berperang !” Dong Hua mengangguk
nakal. Feng Jiu jengkel, berjalan ke tengah arena “ayo kemarilah ! kalian mau
satu persatu atau berbarengan ?” semua saling melihat “xiao Zheng Zhu, percaya
diri sekali…” Feng Jiu mencibir “shushu, kalau kalah jangan menangis ya ! kalian
begitu nakal, biarkan Nu Jun ini mengajari kalian hari ini !”
“Di
Jun, kami maju duluan. Xiao di hou begitu percaya diri, pasti sudah memikirkan
rencana… anda, lihat pertarungan kami dari sini, berusahalah mencari celah di
hou” Mu Rong yang biasa ahli strategi, mencoba memahami pemikiran Feng Jiu.
Dong Hua mengangguk “lakukan semampu kalian…” 72 jenderal mengangguk. Feng Jiu
berdiri di tengah “haih demi satu perkataan mabuk, harus meladeni kalian para
orang tua ini…” mengeluarkan pedang Tao Zhu “Di Hou, maaf sudah keterlaluan…”
mulia puas hari ini !” segera pertarungan dimulai. 72 jenderal, sudah lama
mengikuti Dong Hua Di Jun, banyak ilmu yang bisa mereka gabungkan bersama yang
lain. Kekuatan yang satu dapat menutup celah kekuatan yang lain, tanpa
mengurangi kekuatan salah satunya. Di hadapan Feng Jiu, mereka dibuat
kelimpungan, bukan saja kolaborasi mereka hampir selalu terpatahkan, bahkan
sering kali, mereka menyerang kawan sendiri. Satu persatu jenderal dipukul
mundur Feng Jiu, berganti dengan yang lain.
Bai
Yi “ini benar Xiao Jiu kah ! kekuatan apa yang digunakannya !” Bai Chen “ini…”
Zhe Yan “Nu Jun memang tidak bisa dianggap remeh…” Lian Song “Dong Hua, xiao di
houmu ini sangat santai menghadapi 72 jenderal… jika yang tidak tahu, mengira
seorang guru sedang mengajari muridnya. Jika bukan sudah tahu kemampuan para
jenderal, akan mengira Feng Jiu sedang mengajari dewa-dewa yang baru naik” Sou
Wan “sebenarnya Xiao Jiu berasal dari mana ? bagaimana dia bisa sepintar dan
sehebat itu ?” Mo Yuan “Dong Hua, apa kau menemukan celahnya ? apa kau ada
keyakinan mengalahkannya ?” Dong Hua “Xiao Bai, memanfaatkan situasi dengan
baik… dia selalu selangkah lebih maju dari para jenderal, membuat kolaborasi
__ADS_1
mereka gagal terbentuk. Jika bisa lebih cepat darinya, harusnya bisa… sisi kiri
Xiao Bai agak terbuka, dia memberi tempat para jenderal untuk mengatur kembali
energi mereka di sisi kiri, bisa memanfaatkan sisi itu !” Yan Ci Wu “aku akan
maju, tampaknya para jenderalmu sudah tidak sanggup !” maju bersama Bai Chen
dan Bai Qian.
Seiring
dengan percakapan mereka, terlihat jenderal yang dipukul mundur semakin banyak,
masing-masing bermeditasi memulihkan energi. Perlahan, semua dewa dewi prasejarah
itu turut masuk ke partarungan “xiao di hou, sebenarnya sihir apa yang kau
gunakan ?” Sou Wan kebingungan menghadapi Feng Jiu “Shizu, konsentrasi saja
pada seranganmu…” berbicara sambil bertarung “kalian bisa menggunakan sihir
kalian, tidak perlu sungkan !” Sou Wan “xiao di hou, ini kau yang mengatakannya
ya ! jangan salahkan kami, jika kau terluka…” Feng Jiu “tunggu sudah melukaiku,
baru bicara” segera aura di arena berubah…” kekuatan masing-masing dewa dewi
meningkat secara bertahap, berusaha melukai Feng Jiu, walau hanya luka kecil
saja. Feng Jiu masih dengan santai menghadapi semuanya. selain menghadapi
serangan semua, Feng Jiu juga meredam kekuatan lawan agar tidak melukai yang
lain. Dong Hua tercengang, menambah kekuatannya secara terus menerus. Satu
persatu dipukul mundur kembali, tersisa Dong Hua, Mo Yuan, Zhe Yan, dan Bai Ce
di arena “Xiao Jiu, sihir apa yang kau gunakan ?” Feng Jiu “yeye, hanya sihir
sederhana !” Mo Yuan, Bai Ce, dan Zhe Yan berada pada tingkat kekuatan yang
sama dengan keunggulan masing-masing. Dong Hua terus mencari celah Feng Jiu.
Jika mereka gagal kali ini, maka Feng Jiu akan pergi sendiri, itu yang tidak
diinginkannya.
Bersamaan
dengan pemikiran Dong Hua, kekuatannya bertambah “Dong Hua Di Jun mulai serius…
sangat bagus…” setelah ketiga lainnya dipukul mundur, hanya tinggal Dong Hua
dan Feng Jiu di arena “cahaya ungu bertarung dengan cahaya merah keemasan.
Benturan-benturan kekuatannya, memekakkan telinga “apa kita sudah gagal ?” Sou
Wan “bagaimana Xiao Jiu bisa mempunyai kekuatan sebesar itu ?” Mo Yuan “jangan
bicarakan itu dulu… Dong Hua mulai kehilangan ketenangannya… aku takut dia
tersesat…” Lian Song “tenang saja, Feng Jiu tidak akan membiarkan hal itu
terjadi…” terlihat aura Dong Hua yang mulai berubah ke hitam. Feng Jiu
tersenyum “Di Jun, apa perlu seserius itu !” dengan satu kekuatan yang
tiba-tiba meningkat, memukul mundur Dong Hua. Dong Hua terkejut, tapi tidak
mampu bergerak, tubuhnya terikat sihir Feng Jiu. Feng Jiu menghampirinya
“kalian kalah…” Dong Hua cemberut, segera memeluk Feng Jiu setelah lepas dari
__ADS_1
sihir “Fu Ren, bagaimanapun aku mau ikut…”