
Budha menyambut ketiga dewa
prasejarah “Shao Yang, Bai Ce, Zhe Yan, ada apa yang mulia mendapat kehormatan
menerima kunjungan anda bertiga bersamaan” Dong Hua “mana Jiu er ?” Budha “Jiu
er ?” Dong Hua “Feng Wei Hua Zun – Zheng Zhu – Cai Hong Huo Feng” Budha
tersenyum “Shao Yang, kau datang ke Huang Jing untuk meminta orang ! sayangnya
Zheng Zhu berada diluar kendalimu dan kendaliku…” Dong Hua “mana dia ?” Budha
menggeleng “jangan mengganggunya, Zheng Zhu sedang bermeditasi, mengistirahatkan
dirinya selama beberapa hari…” Dong Hua bernafas lega “aku ingin melihatnya !”
Budha mengangguk, membawa semua melihat Xiao Zheng Zhu yang sedang meditasi di
sebuah ruangan, dengan tenang.
Dong Hua tersenyum lembut melihat Xiao Zheng Zhu yang
sedang meditasi “Jiu er…” melihat ke Budha “inikah yang anda maksud dengan
kata-kata sebelumnya ? aku tidak bisa mendapatkan Bai Feng Jiu, karena
kesalahanku yang membuatnya menjauh dariku… Bai Feng Jiu bukan milikku, aku
tidak bisa memilikinya karena kesalahanku… tapi Cai Hong Huo Feng ini, adalah
milikku, pasti menjadi milikku…” Budha tersenyum “itu harus melihat dari
kemampuan anda, bisa tidak memilikinya… yang mulia memberikan masukan pada
anda… Xiao Zheng Zhu ini, tidak pernah terpengaruh pada apapun… semuanya adalah
keinginannya sendiri, sesuatu yang tidak diinginkannya, tidak ada yang bisa
memaksanya… walaupun nama kalian berdua, ada di San Sheng Shi, selama Xiao
Zheng Zhu tidak memberi jalan, maka semuanya sia-sia…” Dong Hua tersenyum penuh
percaya diri “dia adalah jalanku… buka atau tidak, kami berdua sudah berada di
jalan yang sama…” Budha tersenyum tanpa mengatakan apapun.
Selama 7 hari, Xiao Zheng Zhu bermeditasi tanpa gangguan.
Dong Hua mendiskusikan dengan Budha perihal gua hitam. Sesuai dengan perkiraan
Dong Hua, gua hitam adalah gua yang menyimpan seorang arahat yang tersesat, gua
kesesatan para makhluk suci. Arahat yang awalnya merupakan calon Budha, sudah
melalui seluruh rintangan dan kehidupan. Awalnya, merupakan junjungan para
arahat lainnya, ketenangan dan hati welas asihnya adalah yang tertinggi.
Rintangan terakhir menuju kebudhaannya adalah Budha sendiri. Disaat akan
mencapai kesempurnaan Budha, entah apa yang terjadi, aura kesesatan muncul
mengelilinginya. Dalam sekejab membuatnya berbalik arah masuk kesesatan dengan
spiritual tertinggi. Selama ini Budha menyegelnya di gua hitam, karena tidak
mampu mengungguli spiritual arahat itu. Segala yang diupayakan Budha, bisa
dibaliknya dengan mudah. Sebagai pencipta dan pemegang kehidupan dan kematian,
Budha mengharap pada Xiao Zheng Zhu. Budha sangat mengharapkan arahat yang
tersesat ini, dapat kembali ke jalan suci.
Xiao Zheng Zhu membuka mata dan keluar ruangan, menghirup
udara segar “Jiu er…” terkejut dengan suara Dong Hua “apa yang anda lakukan
disini ?” Dong Hua tersenyum “mencarimu…” menarik Xiao Zheng Zhu kembali ke
ruangan dan menutup pintunya. Dong Hua segera memeluk Xiao Zheng Zhu “Jiu er,
jangan menjauhiku… aku sudah tahu salah… kepergianmu menghancurkanku… aku tidak
akan melakukan kesalahan lagi… Jiu er, aku mencintaimu…” Xiao Zheng Zhu
__ADS_1
terbelalak disana “Dong Hua Di Jun, aku bukan Bai Feng Jiu” Dong Hua tidak
melerai pelukan “aku tidak peduli, apapun identitasmu, aku hanya tahu, aku
mencintaimu, mencintai dirimu bukan identitasmu… Jiu er, aku tahu aku sudah
banyak melukaimu… berikan aku kesempatan, aku sangat mencintaimu, aku tidak
bisa tanpamu…”
Xiao Zheng Zhu mendorong Dong Hua “Dong Hua Di Jun,
tenangkan dirimu… ini Huang Jing, bukan tempatmu untuk sembarang melakukan hal
yang kau inginkan !” menatap dingin Dong Hua. Dong Hua tertunduk sedih dengan
tampang anak yang sangat sedih dan berkaca-kaca “dengar, yang mulia bukan Bai
Feng Jiu, air matamu, tidak akan berpengaruh padaku…” menghela nafas “kau masih
ingin disini, silahkan tinggal, yang mulia masih ada urusan ! tidak menemani,
permisi !” menjauhi Dong Hua. Dong Hua segera menangkap tangannya “baik, tidak
memaksamu, tapi ijinkan aku menemanimu…” Xiao Zheng Zhu “Dong Hua Di Jun… haih
terserahlah… yang mulia tidak punya waktu berbasa-basi denganmu…” berjalan
keluar ruangan tanpa mempedulikan Dong Hua yang terus mengikutinya.
Xiao Zheng Zhu langsung ke gua hitam, berdiri di depannya
sambil memandang pintu gua yang penuh aura gelap. Xiao Zheng Zhu hanya berdiri,
tidak melakukan apapun selain menatap gua itu. Dong Hua menemaninya, berusaha
menyelami yang akan dilakukan gadis tercintanya ini “Jiu er, apa yang bisa
kubantu ?” mencoba memancing pembicaraan. “siapa ? Zheng Zhu kah ?” terdengat
suara dari dalam gua. Xiao Zheng Zhu tersenyum tanpa menjawab “Zheng Zhu,
apakah Budha yang meminta anda datang untuk menyelesaikanku ?” suaranya sangat
suara lembut Xiao Zheng Zhu “jawaban ? jawaban apa yang arahat kecilku ini inginkan
?” “Zheng Zhu… anda maha tahu… hamba meminta pertolongan jawaban anda…” Xiao
Zheng Zhu tersenyum “arahat kecilku, ada adalah tidak ada, tidak ada adalah
ada… setelah sekian lama, kau juga sudah memahami semua… jawaban yang kau
inginkan adalah kekosongan belaka… yang kau ingin tahu adalah kejadian saat
pengangkatanmu kan ! setelah sekian lama, apa masih perlu difikirkan ? suci
atau sesat hanyalah kekosongan… kau sudah mengerti hal ini !” berbicara dengan
sangat lembut.
Dibalas dengan suara yang lembut “Zheng Zhu, kulihat anda
membawa Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin bersama anda, tampaknya hati anda juga
sudah tidak sesuci sebelumnya” Xiao Zheng Zhu tersenyum, menatap sesaat Dong
Hua “arahat kecilku, aku hanya kekosongan belaka, dari mana datangnya kesucian.
Kesucian atau kesesatan hanya nama belaka… arahat kecilku sudah memahami hal
ini, tidak perlu membalikkannya…” terdengar suara tawa yang lembut “tidak salah
Budha mencari anda untuk menanganiku !” Xiao Zheng Zhu “menangani ? apa yang
perlu yang mulia tangani ? di alam semesta ini, tidak ada hal yang perlu atau
tidak perlu yang mulia tangani… ada peristiwa atau tidak ada peristiwa, tidak
pernah mempengaruhi yang mulia…” “jika seperti itu, tolonglah hambamu ini !”
“anda bukan hambaku, anda adalah arahat kecilku… kehidupan kecil dalam alam
semestaku…”
“Zheng Zhu, hamba berserah padamu… hentikan kesakitanku
__ADS_1
ini…” terdengar suara merintih dari dalam. Xiao Zheng Zhu tersenyum “arahat
kecilku… apa anda sudah memahami dirimu sendiri ? inti dari pencapaianmu ?”
“apakah semua ini karena inti pencapaianku ?” “ini semua terjadi karena dirimu…
tidak kenal keraguan tidak kenal rasa takut, tapi… tumbuh sedikit cela darah
dalam hatimu…” “Zheng Zhu…” “arahat kecilku, kau sudah mengatakan yang mulia
maha tahu…” sesaat tidak terdengar balasan dari dalam. Xiao Zheng Zhu
tersenyum, dengan sabar menunggu jawaban dari dalam gua.
“Zheng Zhu, jika hati anda sudah ada cinta maka anda
tidak suci lagi !” jawaban pelan terdengar “arahat kecil, kau sudah sering
mendengar cinta hanya kekosongan… dengan pencapaianmu, kau dapat melihat dengan
jelas wujudku… apa masih ada pertanyaan ?” “Zheng Zhu, anda…” suara bergetar.
“arahat kecil, hari sudah menggelap, yang mulia pamit undur diri…” tanpa
menunggu jawaban, berbalik kembali ke ruangan sebelumnya.
Budha sudah menunggunya “Zheng Zhu, apa yang perlu
kusiapkan ?” Xiao Zheng Zhu “apa yang perlu disiapkan ?” Dewi Kwam In “Xiao
Zheng Zhu, berapa jauh ?” Xiao Zheng Zhu mengangkat bahu “pasang jiejue saja…”
acuh tak acuh. Budha tersenyum “dimanapun selalu seperti ini ! eh gadis nakal,
ini adalah Huang Jing, setidaknya berikan lao yeye ini kesempatan !” Zhe Yan
dan Bai Ce terkejut dengan kata-kata Budha “hei lao hu tu, bukankah sudah
memberimu kesempatan selama ini… kenapa memintaku kemari ! semua karena ke hu
tu anmu kan !” Budha cekikikan mengangguk “setidaknya biarkan lao yeye ini
memiliki sedikit jasa !” Xiao Zheng Zhu mencibir “cih jasa… baik-baik rawat Qi
Ling Su ku saja…” 2 dewa prasejarah itu dibuat bingung dengan perdebatan dua
dewa besar yang seperti perdebatan anak kecil. Sementara Dong Hua tersenyum
menatap Xiao Zheng Zhu ‘Jiu er, ternyata semuanya kau anggap anak kecil… pantas
saja, tiada suatu apapun yang mempengaruhi kesucianmu bahkan cintamu pun juga
adalah cinta suci… ternyata semua seperti itu, pantas saja, aku yang tidak
pernah tertarik pada siapapun, bisa tertarik pada jeratan cintamu… sepertinya
bukan hanya aku, tapi semuapun kau tarik kedalamnya… hah Jiu er, kau hanya
milikku ! aku menginginkan cinta sucimu untukku sendiri !’
Budha “kapan ?” Xiao Zheng Zhu “3 hari lagi, aku ingin
tidur, jangan menggangguku…” Dewi Kwam In “kau sangat keras kepala…” membelai
kepala Xiao Zheng Zhu yang cemberut “jiejie, hal yang sudah kuputuskan…” “tidak
ada yang bisa mengubahnya !” Budha melanjutkan, Xiao Zheng Zhu protes “eh lao
hu tu, ini bukankah permintaanmu… sekarang berbalik padaku… percaya tidak yang
mulia menurunkan kebudhaanmu !” Budha cekikikan “percaya… percaya… tiada hal
apapun yang tidak bisa dilakukan Xiao Zheng Zhu ku ini !” Xiao Zheng Zhu hanya
melirik acuh tak acuh. Dong Hua “Jiu er akan tidur selama 3 hari ?” Budha “Shao
Yang, kau bisa menemaninya disini !” Xiao Zheng Zhu cemberut “lao hu tu, kau
ingin melakukan hal apa lagi !” Budha tersenyum “gadis kecil, apa…” Xiao Zheng
Zhu “lao hu tu, yang mulia hanya disini untuk menyelesaikan janji… segera dari
sini, yang mulia sudah memiliki misi lain…” menatap Dong Hua dan menghela nafas
“tidak ada waktu…” berjalan pergi.
__ADS_1