Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 229 - Arahat Kecil


__ADS_3

Budha menyambut ketiga dewa


prasejarah “Shao Yang, Bai Ce, Zhe Yan, ada apa yang mulia mendapat kehormatan


menerima kunjungan anda bertiga bersamaan” Dong Hua “mana Jiu er ?” Budha “Jiu


er ?” Dong Hua “Feng Wei Hua Zun – Zheng Zhu – Cai Hong Huo Feng” Budha


tersenyum “Shao Yang, kau datang ke Huang Jing untuk meminta orang ! sayangnya


Zheng Zhu berada diluar kendalimu dan kendaliku…” Dong Hua “mana dia ?” Budha


menggeleng “jangan mengganggunya, Zheng Zhu sedang bermeditasi, mengistirahatkan


dirinya selama beberapa hari…” Dong Hua bernafas lega “aku ingin melihatnya !”


Budha mengangguk, membawa semua melihat Xiao Zheng Zhu yang sedang meditasi di


sebuah ruangan, dengan tenang.


            Dong Hua tersenyum lembut melihat Xiao Zheng Zhu yang


sedang meditasi “Jiu er…” melihat ke Budha “inikah yang anda maksud dengan


kata-kata sebelumnya ? aku tidak bisa mendapatkan Bai Feng Jiu, karena


kesalahanku yang membuatnya menjauh dariku… Bai Feng Jiu bukan milikku, aku


tidak bisa memilikinya karena kesalahanku… tapi Cai Hong Huo Feng ini, adalah


milikku, pasti menjadi milikku…” Budha tersenyum “itu harus melihat dari


kemampuan anda, bisa tidak memilikinya… yang mulia memberikan masukan pada


anda… Xiao Zheng Zhu ini, tidak pernah terpengaruh pada apapun… semuanya adalah


keinginannya sendiri, sesuatu yang tidak diinginkannya, tidak ada yang bisa


memaksanya… walaupun nama kalian berdua, ada di San Sheng Shi, selama Xiao


Zheng Zhu tidak memberi jalan, maka semuanya sia-sia…” Dong Hua tersenyum penuh


percaya diri “dia adalah jalanku… buka atau tidak, kami berdua sudah berada di


jalan yang sama…” Budha tersenyum tanpa mengatakan apapun.


            Selama 7 hari, Xiao Zheng Zhu bermeditasi tanpa gangguan.


Dong Hua mendiskusikan dengan Budha perihal gua hitam. Sesuai dengan perkiraan


Dong Hua, gua hitam adalah gua yang menyimpan seorang arahat yang tersesat, gua


kesesatan para makhluk suci. Arahat yang awalnya merupakan calon Budha, sudah


melalui seluruh rintangan dan kehidupan. Awalnya, merupakan junjungan para


arahat lainnya, ketenangan dan hati welas asihnya adalah yang tertinggi.


Rintangan terakhir menuju kebudhaannya adalah Budha sendiri. Disaat akan


mencapai kesempurnaan Budha, entah apa yang terjadi, aura kesesatan muncul


mengelilinginya. Dalam sekejab membuatnya berbalik arah masuk kesesatan dengan


spiritual tertinggi. Selama ini Budha menyegelnya di gua hitam, karena tidak


mampu mengungguli spiritual arahat itu. Segala yang diupayakan Budha, bisa


dibaliknya dengan mudah. Sebagai pencipta dan pemegang kehidupan dan kematian,


Budha mengharap pada Xiao Zheng Zhu. Budha sangat mengharapkan arahat yang


tersesat ini, dapat kembali ke jalan suci.


            Xiao Zheng Zhu membuka mata dan keluar ruangan, menghirup


udara segar “Jiu er…” terkejut dengan suara Dong Hua “apa yang anda lakukan


disini ?” Dong Hua tersenyum “mencarimu…” menarik Xiao Zheng Zhu kembali ke


ruangan dan menutup pintunya. Dong Hua segera memeluk Xiao Zheng Zhu “Jiu er,


jangan menjauhiku… aku sudah tahu salah… kepergianmu menghancurkanku… aku tidak


akan melakukan kesalahan lagi… Jiu er, aku mencintaimu…” Xiao Zheng Zhu

__ADS_1


terbelalak disana “Dong Hua Di Jun, aku bukan Bai Feng Jiu” Dong Hua tidak


melerai pelukan “aku tidak peduli, apapun identitasmu, aku hanya tahu, aku


mencintaimu, mencintai dirimu bukan identitasmu… Jiu er, aku tahu aku sudah


banyak melukaimu… berikan aku kesempatan, aku sangat mencintaimu, aku tidak


bisa tanpamu…”


            Xiao Zheng Zhu mendorong Dong Hua “Dong Hua Di Jun,


tenangkan dirimu… ini Huang Jing, bukan tempatmu untuk sembarang melakukan hal


yang kau inginkan !” menatap dingin Dong Hua. Dong Hua tertunduk sedih dengan


tampang anak yang sangat sedih dan berkaca-kaca “dengar, yang mulia bukan Bai


Feng Jiu, air matamu, tidak akan berpengaruh padaku…” menghela nafas “kau masih


ingin disini, silahkan tinggal, yang mulia masih ada urusan ! tidak menemani,


permisi !” menjauhi Dong Hua. Dong Hua segera menangkap tangannya “baik, tidak


memaksamu, tapi ijinkan aku menemanimu…” Xiao Zheng Zhu “Dong Hua Di Jun… haih


terserahlah… yang mulia tidak punya waktu berbasa-basi denganmu…” berjalan


keluar ruangan tanpa mempedulikan Dong Hua yang terus mengikutinya.


            Xiao Zheng Zhu langsung ke gua hitam, berdiri di depannya


sambil memandang pintu gua yang penuh aura gelap. Xiao Zheng Zhu hanya berdiri,


tidak melakukan apapun selain menatap gua itu. Dong Hua menemaninya, berusaha


menyelami yang akan dilakukan gadis tercintanya ini “Jiu er, apa yang bisa


kubantu ?” mencoba memancing pembicaraan. “siapa ? Zheng Zhu kah ?” terdengat


suara dari dalam gua. Xiao Zheng Zhu tersenyum tanpa menjawab “Zheng Zhu,


apakah Budha yang meminta anda datang untuk menyelesaikanku ?” suaranya sangat


suara lembut Xiao Zheng Zhu “jawaban ? jawaban apa yang arahat kecilku ini inginkan


?” “Zheng Zhu… anda maha tahu… hamba meminta pertolongan jawaban anda…” Xiao


Zheng Zhu tersenyum “arahat kecilku, ada adalah tidak ada, tidak ada adalah


ada… setelah sekian lama, kau juga sudah memahami semua… jawaban yang kau


inginkan adalah kekosongan belaka… yang kau ingin tahu adalah kejadian saat


pengangkatanmu kan ! setelah sekian lama, apa masih perlu difikirkan ? suci


atau sesat hanyalah kekosongan… kau sudah mengerti hal ini !” berbicara dengan


sangat lembut.


            Dibalas dengan suara yang lembut “Zheng Zhu, kulihat anda


membawa Dong Hua Zi Fu Shao Yang Jin bersama anda, tampaknya hati anda juga


sudah tidak sesuci sebelumnya” Xiao Zheng Zhu tersenyum, menatap sesaat Dong


Hua “arahat kecilku, aku hanya kekosongan belaka, dari mana datangnya kesucian.


Kesucian atau kesesatan hanya nama belaka… arahat kecilku sudah memahami hal


ini, tidak perlu membalikkannya…” terdengar suara tawa yang lembut “tidak salah


Budha mencari anda untuk menanganiku !” Xiao Zheng Zhu “menangani ? apa yang


perlu yang mulia tangani ? di alam semesta ini, tidak ada hal yang perlu atau


tidak perlu yang mulia tangani… ada peristiwa atau tidak ada peristiwa, tidak


pernah mempengaruhi yang mulia…” “jika seperti itu, tolonglah hambamu ini !”


“anda bukan hambaku, anda adalah arahat kecilku… kehidupan kecil dalam alam


semestaku…”


            “Zheng Zhu, hamba berserah padamu… hentikan kesakitanku

__ADS_1


ini…” terdengar suara merintih dari dalam. Xiao Zheng Zhu tersenyum “arahat


kecilku… apa anda sudah memahami dirimu sendiri ? inti dari pencapaianmu ?”


“apakah semua ini karena inti pencapaianku ?” “ini semua terjadi karena dirimu…


tidak kenal keraguan tidak kenal rasa takut, tapi… tumbuh sedikit cela darah


dalam hatimu…” “Zheng Zhu…” “arahat kecilku, kau sudah mengatakan yang mulia


maha tahu…” sesaat tidak terdengar balasan dari dalam. Xiao Zheng Zhu


tersenyum, dengan sabar menunggu jawaban dari dalam gua.


            “Zheng Zhu, jika hati anda sudah ada cinta maka anda


tidak suci lagi !” jawaban pelan terdengar “arahat kecil, kau sudah sering


mendengar cinta hanya kekosongan… dengan pencapaianmu, kau dapat melihat dengan


jelas wujudku… apa masih ada pertanyaan ?” “Zheng Zhu, anda…” suara bergetar.


“arahat kecil, hari sudah menggelap, yang mulia pamit undur diri…” tanpa


menunggu jawaban, berbalik kembali ke ruangan sebelumnya.


            Budha sudah menunggunya “Zheng Zhu, apa yang perlu


kusiapkan ?” Xiao Zheng Zhu “apa yang perlu disiapkan ?” Dewi Kwam In “Xiao


Zheng Zhu, berapa jauh ?” Xiao Zheng Zhu mengangkat bahu “pasang jiejue saja…”


acuh tak acuh. Budha tersenyum “dimanapun selalu seperti ini ! eh gadis nakal,


ini adalah Huang Jing, setidaknya berikan lao yeye ini kesempatan !” Zhe Yan


dan Bai Ce terkejut dengan kata-kata Budha “hei lao hu tu, bukankah sudah


memberimu kesempatan selama ini… kenapa memintaku kemari ! semua karena ke hu


tu anmu kan !” Budha cekikikan mengangguk “setidaknya biarkan lao yeye ini


memiliki sedikit jasa !” Xiao Zheng Zhu mencibir “cih jasa… baik-baik rawat Qi


Ling Su ku saja…” 2 dewa prasejarah itu dibuat bingung dengan perdebatan dua


dewa besar yang seperti perdebatan anak kecil. Sementara Dong Hua tersenyum


menatap Xiao Zheng Zhu ‘Jiu er, ternyata semuanya kau anggap anak kecil… pantas


saja, tiada suatu apapun yang mempengaruhi kesucianmu bahkan cintamu pun juga


adalah cinta suci… ternyata semua seperti itu, pantas saja, aku yang tidak


pernah tertarik pada siapapun, bisa tertarik pada jeratan cintamu… sepertinya


bukan hanya aku, tapi semuapun kau tarik kedalamnya… hah Jiu er, kau hanya


milikku ! aku menginginkan cinta sucimu untukku sendiri !’


            Budha “kapan ?” Xiao Zheng Zhu “3 hari lagi, aku ingin


tidur, jangan menggangguku…” Dewi Kwam In “kau sangat keras kepala…” membelai


kepala Xiao Zheng Zhu yang cemberut “jiejie, hal yang sudah kuputuskan…” “tidak


ada yang bisa mengubahnya !” Budha melanjutkan, Xiao Zheng Zhu protes “eh lao


hu tu, ini bukankah permintaanmu… sekarang berbalik padaku… percaya tidak yang


mulia menurunkan kebudhaanmu !” Budha cekikikan “percaya… percaya… tiada hal


apapun yang tidak bisa dilakukan Xiao Zheng Zhu ku ini !” Xiao Zheng Zhu hanya


melirik acuh tak acuh. Dong Hua “Jiu er akan tidur selama 3 hari ?” Budha “Shao


Yang, kau bisa menemaninya disini !” Xiao Zheng Zhu cemberut “lao hu tu, kau


ingin melakukan hal apa lagi !” Budha tersenyum “gadis kecil, apa…” Xiao Zheng


Zhu “lao hu tu, yang mulia hanya disini untuk menyelesaikan janji… segera dari


sini, yang mulia sudah memiliki misi lain…” menatap Dong Hua dan menghela nafas


“tidak ada waktu…” berjalan pergi.

__ADS_1


__ADS_2