Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 230 - Arahat Sesat


__ADS_3

Budha menahan Dong Hua untuk


tidak mengikuti Xiao Zheng Zhu “Shao Yang, mungkin sudah terlambat…” Dong Hua


tercengang “maksudnya ?” Budha “Shao Yang, kau pernah mengatakan pada Bai Feng


Jiu… seiring berjalannya waktu, semua yang ada dan pernah diketahui akan


berubah dan tidak ada yang perlu dikenang lagi…” Dong Hua mengerutkan kening


“segala sesuatu yang terjadi saat ini dan yang kau ketahui pun akan berjalan


sesuai dengan kata-katamu…” Dong Hua “San Sheng Shi…” Budha mengangguk “Shao


Yang, kau sudah tahu identitas Zheng Zhu… yang kau lakukan sebelumnya,


kesalahanmu itu tidak pernah mempengaruhi takdir Zheng Zhu…” Dong Hua “Wen Chang


Di Jun ?” Budha tersenyum “tidak lama lagi kau akan memperoleh jawabannya…”


            Budha “yang bisa yang mulia beritahukan padamu… takdir


Zheng Zhu tidak ada dalam takdir manapun… satu-satunya tertera di San Sheng Shi


pada saat beliau menciptakan Si Hai Ba Huang… yang ada disini semua tidak


nyata, satu-satunya yang nyata hanya Zheng Zhu…” semua tercengang mendengarnya.


Dong Hua “bahkan saat nama kami tertera bersama, kami tidak bisa bersama…”


bersedih. Budha menggeleng “bukan tidak bisa, tapi waktu sangat singkat…


bukankah anda tadi mendengar Zheng Zhu mengatakan ‘tidak ada waktu’ ! misinya


disini sangat penting… bisa atau tidak bersamamu, semua tergantung dirimu,


bagaimana meyakinkan Xiao Zheng Zhu !” Dong Hua “selama masih ada kesempatan,


aku akan berusaha…” Budha mengangguk “temanilah Zheng Zhu… bebannya terlalu


berat…” Dong Hua mengangguk.


            Dong Hua mencari Xiao Zheng Zhu yang sedang bermain


dengan tanaman Qi Ling Su “Jiu er…” Xiao Zheng Zhu berdiri “Dong Hua Di Jun,


ini adalah Huang Jing, yang mulia harap anda bisa menjaga sikap…” Dong Hua


tersenyum mengangguk, aku hanya ingin berbicara santai denganmu, bisakah ?”


Xiao Zheng Zhu menatap Dong Hua sesaat, seperti menilai ucapannya, tersenyum


mengangguk “kita duduk disana !” bersama menuju gazebo kecil di dekat kebun.


            Xiao Zheng Zhu “apa yang ingin anda bicarakan ?” Dong Hua


“Jiu er, bisakah aku tahu misimu !” Xiao Zheng Zhu terdiam sesaat, mengangguk


“mencari sesuatu…” Dong Hua “sesuatu ?” Zheng Zhu mengangguk “Di Jun, apa yang


anda ketahui tentangku ?” Dong Hua “anda adalah Feng Wei Hua Zun, pencipta Si


Hai Ba Huang…” Zheng Zhu “aku memiliki beberapa hewan mistis, salah satunya


terjebak disini !” Dong Hua “berapa sisa waktu anda ?” Zheng Zhu “tidak sampai


3.000 tahun !” Dong Hua terkejut “apa yang akan terjadi setelah itu ?” Zheng


Zhu “yang seharusnya terjadi ! anda tidak perlu memikirkan apapun, ini adalah


misiku, tidak berhubungan dengan siapapun !” Dong Hua “selama itu, aku akan


menemanimu !”


            Xiao Zheng Zhu tersenyum “apa yang anda inginkan ? aku


tidak menjanjikan apapun dan langkahku tidak akan terhalang oleh siapapun !”

__ADS_1


Dong Hua tersenyum lembut “tidak akan menghalangimu, hanya menemani dan


mendukungmu…” Xiao Zheng Zhu “Dong Hua Di Jun, yang mulia tidak membutuhkan


siapapun” jeda sesaat “yang mulia bisa mendapatkan apapun termasuk anda… baik


sebagai Bai Feng Jiu maupun identitas saat ini. Di Jun, tidak bermaksud


sombong… baik sebagai Qing Qiu Nu Jun maupun diriku pribadi, tiada suatu apapun


yang tidak bisa kudapatkan. Dulu sebagai Bai Feng Jiu hanya tahu mengejar


perasaan, tapi masa itu sudah lewat… sudah bermain dengan perasaan begitu lama,


yang mulia juga sudah lelah…”. Dong Hua cemberut “Jiu er sudah tidak menyukaiku


?” Xiao Zheng Zhu “suka bagaimana ? tidak suka bagaimana ?” Dong Hua “Jiu er,


apapun yang terjadi, aku akan selalu berada di sisimu…” Xiao Zheng Zhu


menggeleng


“yatou,


ijinkanlah… bagaimanapun takdir sudah mengatur Shao Yang untukmu…” Budha


menghampiri “haih lao yeye, permintaanmu sangat banyak, dimanapun aku berada,


kau selalu memanfaatkan kesempatan ya !” melirik sinis. Budha cekikikan “haih


yatou, terima saja…” Xiao Zheng Zhu cekikikan “tampaknya kalian ingin sekali


mengatur kehidupan yang mulia” Budha mengangguk “tentu saja, betapa


menyenangkannya jika hal itu bisa terjadi hahaha…” Dong Hua “Jiu er, aku tidak


akan menyusahkanmu…” Xiao Zheng Zhu “haih… baiklah… waktunya menempa anda…”


Dong Hua tersenyum manis.


Budha


dan merenggangkan tangan “hah… lelah sekali… lao yeye, Di Jun, yang mulia pergi


tidur, jangan nakal…” dengan mata nakal melihat keduanya, meloncat-loncat


menjauhi keduanya. Dong Hua “terima kasih…” Budha menggeleng “Shao Yang,


pergunakan kesempatanmu baik-baik…” Dong Hua “pasti… 3 hari… apa akan berbahaya


!” Budha tersenyum “kenapa ? kau sudah berani menunjukkan kecemasanmu ?” Dong


Hua “yang mulia tidak pernah menutupi apapun !” Budha mengangguk “tidak perlu


ditutupi… Zheng Zhu sendiri sangat tertutup… saat ini dia belajar membuka diri,


itu juga adalah keberuntungan semesta”.


3 hari


kemudian, semua berada di depan gua hitam “Zheng Zhu, kau membawa begitu banyak


?” terdengar suara lembut dari dalam “haih… arahat kecil… bukankah kau tahu,


yang mulia ini seperti madu !” Xiao Zheng Zhu mencibir, melihat lainnya


“hahaha… hahaha… benar… benar… anda adalah madu… maafkan hamba yang hampir


melupakannya !” Xiao Zheng Zhu “maaf diterima… arahat kecil, ayo cepatlah,


jangan terlalu lama… yang mulia masih ingin melihat matahari terbenam


bersamamu…” “Zheng Zhu, jika ada yang kuhormati dan tidak dapat kulepaskan, itu


adalah anda… hati welas asih anda tidak ada yang bisa menandinginya !” Xiao


Zheng Zhu tersenyum “itulah yang mulia hahaha…” semua tertawa “tapi Zheng Zhu,

__ADS_1


apa ada yang mengatakan anda semakin narcis saja…” Xiao Zheng Zhu meledek “wah,


sepertinya baru arahat kecilku ini hahaha… haih kalian ini… yang mulia tidak


narcis, kalian berisik, sekarang mengikuti keinginan kalian, tetap saja


berisik…” semua cekikikan “kamikan ciptaanmu yang manja hahaha…” arahat kecil tertawa


terbahak-bahak.


Mulut


gua terlihat semakin menghitam, perlahan keluar seorang arahat dengan 3 tanduk


hitam di kepalanya dan mata merah menyeramkan “aduh… aduh… arahat kecilku yang


tampan… kau semakin lucu saja… bagaimana kalau tanduk itu untuk yang mulia


jadikan pedang ?” arahat melipat tangannya memberi hormat “terserah anda !”


Xiao Zheng Zhu berbinar “wah memang arahat kecilku hihihi…” mengibaskan tangan,


semua yang dibelakangnya terlindung jiejue, hanya menyisakan Xiao Zheng Zhu dan


arahat sesat “arahat kecilku, permainan apa yang kita mainkan hari ini ?”


sambil menggosok-gosokkan tangannya.


            Wajah arahat sesat berubah menyeramkan, aura hitam yang


keluar penuh dengan kesesatan “Zheng Zhu, maaf, menyusahkan anda…” Xiao Zheng


Zhu tersenyum “tunggu semua selesai, kau harus menumbuhkan pohon buah pin bo


untukku…” arahat sesat “baik, terima kasih Zheng Zhu…” langsung menyerang Xiao


Zheng Zhu. Zhe Yan “tanpa apapun langsung menyerang ? apa yang ingin dilakukan


Xiao Jiu ?” Budha “menghilangkan semua kesesatan dan memurnikan jiwa arahat”


Xiao Zheng Zhu tersenyum, 1 kibasan tangan mementalkan serangan arahat sesat.


            Xiao Zheng Zhu membuat sihir di tangannya dan mengarahkan


ke arahat sehat. Tubuh arahat terangkat, aura hitam terus keluar dari tubuhnya.


Sihir di tangan Zheng Zhu seperti alat penyedot, menyedot semua aura hitam dari


diri arahat sesat. Xiao Zheng Zhu tersenyum, memutar-mutarkan tangannya, tubuh


arahat sesat perlahan menampakkan cahaya putih kecil “arahat kecilku… kau


mempunyai pilihan untuk menentukan langkahmu, tidak perlu menyayangkan suatu


kekosongan, nikmati saja segala sesuatunya…” “terima kasih atas nasihat Zheng


Zhu…” wajah arahat sesat perlahan bersinar dan menampakkan kelembutan, tanduk


di kepalanya menghilang dan menjadi bersih.


            Hingga semua prosesnya selesai, Xiao Zheng Zhu mengambil


kembali sihirnya, sempat goyah dan muntah darah. Yang didalam jiejue cemas,


tidak dapat berbuat apapun hanya melihat interaksi keduanya. Arahat kecil


berlutut memberi hormat “terima kasih Zheng Zhu…” Xiao Zheng Zhu mengangkat


tangannya “hentikan, jangan berlutut lagi… yang mulia hanya tidak ingin tampang


imutmu ini berubah menyeramkan ! hihihi…” arahat kecil tersenyum “Zheng Zhu…


bisa…” “tidak bisa…” arahat kecil cemberut. Xiao Zheng Zhu “tidak ya tidak…”


memeletkan lidahnya “haih… kalian sangat merepotkan… sudah, yang mulia mau


melihat matahari terbenam… lao yeye, janjiku sudah selesai, selanjutnya

__ADS_1


serahkan padamu…” mengibaskan tangan, menghilangkan jiejue dan berjalan pergi.


__ADS_2