
Budha menahan Dong Hua untuk
tidak mengikuti Xiao Zheng Zhu “Shao Yang, mungkin sudah terlambat…” Dong Hua
tercengang “maksudnya ?” Budha “Shao Yang, kau pernah mengatakan pada Bai Feng
Jiu… seiring berjalannya waktu, semua yang ada dan pernah diketahui akan
berubah dan tidak ada yang perlu dikenang lagi…” Dong Hua mengerutkan kening
“segala sesuatu yang terjadi saat ini dan yang kau ketahui pun akan berjalan
sesuai dengan kata-katamu…” Dong Hua “San Sheng Shi…” Budha mengangguk “Shao
Yang, kau sudah tahu identitas Zheng Zhu… yang kau lakukan sebelumnya,
kesalahanmu itu tidak pernah mempengaruhi takdir Zheng Zhu…” Dong Hua “Wen Chang
Di Jun ?” Budha tersenyum “tidak lama lagi kau akan memperoleh jawabannya…”
Budha “yang bisa yang mulia beritahukan padamu… takdir
Zheng Zhu tidak ada dalam takdir manapun… satu-satunya tertera di San Sheng Shi
pada saat beliau menciptakan Si Hai Ba Huang… yang ada disini semua tidak
nyata, satu-satunya yang nyata hanya Zheng Zhu…” semua tercengang mendengarnya.
Dong Hua “bahkan saat nama kami tertera bersama, kami tidak bisa bersama…”
bersedih. Budha menggeleng “bukan tidak bisa, tapi waktu sangat singkat…
bukankah anda tadi mendengar Zheng Zhu mengatakan ‘tidak ada waktu’ ! misinya
disini sangat penting… bisa atau tidak bersamamu, semua tergantung dirimu,
bagaimana meyakinkan Xiao Zheng Zhu !” Dong Hua “selama masih ada kesempatan,
aku akan berusaha…” Budha mengangguk “temanilah Zheng Zhu… bebannya terlalu
berat…” Dong Hua mengangguk.
Dong Hua mencari Xiao Zheng Zhu yang sedang bermain
dengan tanaman Qi Ling Su “Jiu er…” Xiao Zheng Zhu berdiri “Dong Hua Di Jun,
ini adalah Huang Jing, yang mulia harap anda bisa menjaga sikap…” Dong Hua
tersenyum mengangguk, aku hanya ingin berbicara santai denganmu, bisakah ?”
Xiao Zheng Zhu menatap Dong Hua sesaat, seperti menilai ucapannya, tersenyum
mengangguk “kita duduk disana !” bersama menuju gazebo kecil di dekat kebun.
Xiao Zheng Zhu “apa yang ingin anda bicarakan ?” Dong Hua
“Jiu er, bisakah aku tahu misimu !” Xiao Zheng Zhu terdiam sesaat, mengangguk
“mencari sesuatu…” Dong Hua “sesuatu ?” Zheng Zhu mengangguk “Di Jun, apa yang
anda ketahui tentangku ?” Dong Hua “anda adalah Feng Wei Hua Zun, pencipta Si
Hai Ba Huang…” Zheng Zhu “aku memiliki beberapa hewan mistis, salah satunya
terjebak disini !” Dong Hua “berapa sisa waktu anda ?” Zheng Zhu “tidak sampai
3.000 tahun !” Dong Hua terkejut “apa yang akan terjadi setelah itu ?” Zheng
Zhu “yang seharusnya terjadi ! anda tidak perlu memikirkan apapun, ini adalah
misiku, tidak berhubungan dengan siapapun !” Dong Hua “selama itu, aku akan
menemanimu !”
Xiao Zheng Zhu tersenyum “apa yang anda inginkan ? aku
tidak menjanjikan apapun dan langkahku tidak akan terhalang oleh siapapun !”
__ADS_1
Dong Hua tersenyum lembut “tidak akan menghalangimu, hanya menemani dan
mendukungmu…” Xiao Zheng Zhu “Dong Hua Di Jun, yang mulia tidak membutuhkan
siapapun” jeda sesaat “yang mulia bisa mendapatkan apapun termasuk anda… baik
sebagai Bai Feng Jiu maupun identitas saat ini. Di Jun, tidak bermaksud
sombong… baik sebagai Qing Qiu Nu Jun maupun diriku pribadi, tiada suatu apapun
yang tidak bisa kudapatkan. Dulu sebagai Bai Feng Jiu hanya tahu mengejar
perasaan, tapi masa itu sudah lewat… sudah bermain dengan perasaan begitu lama,
yang mulia juga sudah lelah…”. Dong Hua cemberut “Jiu er sudah tidak menyukaiku
?” Xiao Zheng Zhu “suka bagaimana ? tidak suka bagaimana ?” Dong Hua “Jiu er,
apapun yang terjadi, aku akan selalu berada di sisimu…” Xiao Zheng Zhu
menggeleng
“yatou,
ijinkanlah… bagaimanapun takdir sudah mengatur Shao Yang untukmu…” Budha
menghampiri “haih lao yeye, permintaanmu sangat banyak, dimanapun aku berada,
kau selalu memanfaatkan kesempatan ya !” melirik sinis. Budha cekikikan “haih
yatou, terima saja…” Xiao Zheng Zhu cekikikan “tampaknya kalian ingin sekali
mengatur kehidupan yang mulia” Budha mengangguk “tentu saja, betapa
menyenangkannya jika hal itu bisa terjadi hahaha…” Dong Hua “Jiu er, aku tidak
akan menyusahkanmu…” Xiao Zheng Zhu “haih… baiklah… waktunya menempa anda…”
Dong Hua tersenyum manis.
Budha
dan merenggangkan tangan “hah… lelah sekali… lao yeye, Di Jun, yang mulia pergi
tidur, jangan nakal…” dengan mata nakal melihat keduanya, meloncat-loncat
menjauhi keduanya. Dong Hua “terima kasih…” Budha menggeleng “Shao Yang,
pergunakan kesempatanmu baik-baik…” Dong Hua “pasti… 3 hari… apa akan berbahaya
!” Budha tersenyum “kenapa ? kau sudah berani menunjukkan kecemasanmu ?” Dong
Hua “yang mulia tidak pernah menutupi apapun !” Budha mengangguk “tidak perlu
ditutupi… Zheng Zhu sendiri sangat tertutup… saat ini dia belajar membuka diri,
itu juga adalah keberuntungan semesta”.
3 hari
kemudian, semua berada di depan gua hitam “Zheng Zhu, kau membawa begitu banyak
?” terdengar suara lembut dari dalam “haih… arahat kecil… bukankah kau tahu,
yang mulia ini seperti madu !” Xiao Zheng Zhu mencibir, melihat lainnya
“hahaha… hahaha… benar… benar… anda adalah madu… maafkan hamba yang hampir
melupakannya !” Xiao Zheng Zhu “maaf diterima… arahat kecil, ayo cepatlah,
jangan terlalu lama… yang mulia masih ingin melihat matahari terbenam
bersamamu…” “Zheng Zhu, jika ada yang kuhormati dan tidak dapat kulepaskan, itu
adalah anda… hati welas asih anda tidak ada yang bisa menandinginya !” Xiao
Zheng Zhu tersenyum “itulah yang mulia hahaha…” semua tertawa “tapi Zheng Zhu,
__ADS_1
apa ada yang mengatakan anda semakin narcis saja…” Xiao Zheng Zhu meledek “wah,
sepertinya baru arahat kecilku ini hahaha… haih kalian ini… yang mulia tidak
narcis, kalian berisik, sekarang mengikuti keinginan kalian, tetap saja
berisik…” semua cekikikan “kamikan ciptaanmu yang manja hahaha…” arahat kecil tertawa
terbahak-bahak.
Mulut
gua terlihat semakin menghitam, perlahan keluar seorang arahat dengan 3 tanduk
hitam di kepalanya dan mata merah menyeramkan “aduh… aduh… arahat kecilku yang
tampan… kau semakin lucu saja… bagaimana kalau tanduk itu untuk yang mulia
jadikan pedang ?” arahat melipat tangannya memberi hormat “terserah anda !”
Xiao Zheng Zhu berbinar “wah memang arahat kecilku hihihi…” mengibaskan tangan,
semua yang dibelakangnya terlindung jiejue, hanya menyisakan Xiao Zheng Zhu dan
arahat sesat “arahat kecilku, permainan apa yang kita mainkan hari ini ?”
sambil menggosok-gosokkan tangannya.
Wajah arahat sesat berubah menyeramkan, aura hitam yang
keluar penuh dengan kesesatan “Zheng Zhu, maaf, menyusahkan anda…” Xiao Zheng
Zhu tersenyum “tunggu semua selesai, kau harus menumbuhkan pohon buah pin bo
untukku…” arahat sesat “baik, terima kasih Zheng Zhu…” langsung menyerang Xiao
Zheng Zhu. Zhe Yan “tanpa apapun langsung menyerang ? apa yang ingin dilakukan
Xiao Jiu ?” Budha “menghilangkan semua kesesatan dan memurnikan jiwa arahat”
Xiao Zheng Zhu tersenyum, 1 kibasan tangan mementalkan serangan arahat sesat.
Xiao Zheng Zhu membuat sihir di tangannya dan mengarahkan
ke arahat sehat. Tubuh arahat terangkat, aura hitam terus keluar dari tubuhnya.
Sihir di tangan Zheng Zhu seperti alat penyedot, menyedot semua aura hitam dari
diri arahat sesat. Xiao Zheng Zhu tersenyum, memutar-mutarkan tangannya, tubuh
arahat sesat perlahan menampakkan cahaya putih kecil “arahat kecilku… kau
mempunyai pilihan untuk menentukan langkahmu, tidak perlu menyayangkan suatu
kekosongan, nikmati saja segala sesuatunya…” “terima kasih atas nasihat Zheng
Zhu…” wajah arahat sesat perlahan bersinar dan menampakkan kelembutan, tanduk
di kepalanya menghilang dan menjadi bersih.
Hingga semua prosesnya selesai, Xiao Zheng Zhu mengambil
kembali sihirnya, sempat goyah dan muntah darah. Yang didalam jiejue cemas,
tidak dapat berbuat apapun hanya melihat interaksi keduanya. Arahat kecil
berlutut memberi hormat “terima kasih Zheng Zhu…” Xiao Zheng Zhu mengangkat
tangannya “hentikan, jangan berlutut lagi… yang mulia hanya tidak ingin tampang
imutmu ini berubah menyeramkan ! hihihi…” arahat kecil tersenyum “Zheng Zhu…
bisa…” “tidak bisa…” arahat kecil cemberut. Xiao Zheng Zhu “tidak ya tidak…”
memeletkan lidahnya “haih… kalian sangat merepotkan… sudah, yang mulia mau
melihat matahari terbenam… lao yeye, janjiku sudah selesai, selanjutnya
__ADS_1
serahkan padamu…” mengibaskan tangan, menghilangkan jiejue dan berjalan pergi.