
Dong
Hua Di Jun yang sampai di Qing Qiu, hanya melihat sebuah taman bunga tertutup
yang besar di depan gua rubah, keluarga Bai, Zhe Yan, dan Bai Feng Jiu yang
sedang duduk di depan taman bunga. Lian Song “mana kencan butanya ? apa kita
sudah terlambat ?” semua melihat kedatangan Dong Hua Di Jun segera memberi
hormat “Di Jun…” Dong Hua Di Jun hanya mengangguk dan duduk di tempat yang di
berikan Bai Ce Di Jun. Bai Feng Jiu kembali duduk, membaca laporannya, tidak
mempedulikan semua yang ada di arena. Dong Hua Di Jun yang melihat Bai Feng Jiu,
sedikit tidak tenang dan tidak senang, ingin sekali segera menarik Bai Feng Jiu
ke pelukannya. Selama 100 tahun, tiap hari dia mengingat dan merindukan Bai
Feng Jiu, tapi setelah bertemu, Bai Feng Jiu tidak menganggap keberadaan
dirinya.
Lian Song memecah suasana “Zhe Yan
Shan Shen, bukankah akan ada acara di Qing Qiu…” Zhe Yan melirik “san dianxia,
duduklah dengan tenang, acara sudah dimulai dari tadi…” kembali memperhatikan
taman bunga. Setelah 50 menit, seorang pemuda berjalan keluar menghampiri Bai
Feng Jiu “Di Jun” memberi hormat pada Dong Hua Di Jun. Bai Feng Jiu mencibir
“kenapa kau masih begitu lama keluar ?” pemuda itu adalah Wen Chang Di Jun
“haih… labirin Nu Jun memang sangat hebat, yang mulia pun hampir tersesat…” Bai
Feng Jiu mencibir “cih… kau pasti terlalu bermalas-malasan belakangan kan
hingga otakmu tumpul” Wen Chang Di Jun “hihihi… mengecewekan xiao shimei. Shige
minta maaf…” adu mulut mereka terdengar sangat akrab di telinga lainnya terutama
Dong Hua Di Jun yang sudah mengepalkan tangannya. Melihat keakraban Bai Feng
Jiu dan Wen Chang Di Jun membuat Dong Hua Di Jun emosi dan terbakar api
cemburu. Berusaha menenangkan diri karena dia sadar, kemungkinan dia akan yuhua
tidak lama lagi. Jika Bai Feng Jiu bisa bahagia walau tidak bersama dengannya,
dia harus merelakan Bai Feng Jiu.
Setelah 90 menit, hanya 28 pemuda
yang berhasil keluar dari labirin taman bunga. Bai Feng Jiu menghilangkan taman
bunga dan terlihat banyak pemuda yang kebingungan mencari jalan keluar, ada
yang bahkan menangis “terima kasih atas kedatangan kalian, sesuai perkataan
awal, hanya yang berhasil keluar dalam waktu 90 menit yang akan melanjutkan ke
tahap kedua, silahkan para dewa yang berhasil mengikuti yang mulia” Bai Feng Jiu
memimpin jalan ke bawah sebuah pohon, tempat para dewa dewi biasa mendapat
pengajaran di Qing Qiu.
Semua sudah menempati posisi
masing-masing, dihadapannya ada sebuah kertas, kuas, dan tinta. Bai Feng Jiu
menyihir sebuah gambar “dalam 30 menit, temukan apa saja yang ada dalam gambar
ini…” ada yang maju melihat dengan seksama, ada yang hanya santai berfikir dan
menulis. Lian Song “Dong Hua, menurutmu apa yang ingin dilakukan Feng Jiu ?”
Dong Hua Di Jun tersenyum “Jiu er sudah semakin hebat, tidak senang dan tidak
berdaya. Bai Ce, kalian membuat Jiu er sakit kepala hingga menyetujui kencan
__ADS_1
buta kan !” Hu Di salah tingkah “eh… Di Jun…”.
Dalam 5 – 30 menit, semua sudah
mengumpulkan jawaban mereka. Dari 28 dewa, hanya 12 yang jawabannya diterima
Bai Feng Jiu “silahkan mengikuti yang mulia”. Bai Feng Jiu membawa ke-12 pemuda
dan lainnya ke arena gunung Tang Ting. Bai Feng Jiu berdiri di tengah arena
“tahap terakhir adalah adu pedang, yang mulia akan mengetes kalian langsung.
Untuk menjadi suami yang mulia, tentunya harus lebih hebat dari yang mulia,
dewa-dewa terhormat silahkan maju satu persatu” semuanya tersenyum, satu
persatu maju. Ada yang maju dengan kearoganannya, meremehkan Bai Feng Jiu yang
hanya 33.000 tahun. Satu persatu kalah di tangan Bai Feng Jiu, yang paling lama
kalah hanya 4 dewa, dewa Chang Yi pengurus dunia fana, dewa Yuan Chen, putra
mahkota bei hai, dewa Sie Gu Cou pengurus You Ming He, dan Wen Chang Di Jun.
Dewa Chang Yi dan dewa Sie Gu Cou
terlihat mempunyai kemampuan diatas Bai Feng Jiu, tapi kalah oleh kecerdikan
Bai Feng Jiu. Dewa Yuan Chen terlihat setara dengan kemampuan Bai Feng Jiu. Bai
Feng Jiu hanya mengetes tidak mengeluarkan kemampuan sebenarnya, hanya
menggunakan sedikit ilmu pedang dan kecerdikannya. Mereka kalah dengan
terhormat, walau tidak bisa menjadi pasangan, mereka tetap berteman. Dewa Chang
Yi jatuh cinta pada pandangan pertama pada Bai Feng Jiu. Dewa Yuan Chen sudah
terpesona pada Bai Feng Jiu semenjak kultivasi dialam fana. Dewa Sie Gu Cou
hanya menerima undangan dari Bai Feng Jiu untuk meramaikan suasana, mereka
adalah sahabat.
Di Jun “shimei, sudah semakin pintar dan hebat…” Bai Feng Jiu cekikikan
“shisiong, sudah lama tidak berlatih dengan shisiong, xiao shimei meminta
petunjuk” mereka bertarung tidak seperti pertarungan sebelumnya. Bai Yi “ini
bukan jurus Qing Qiu, tidak seperti yang sebelum-sebelumnya…” Zhe Yan “lebih
mirip ilmu di alam fana…” semua melihat pertarungan mereka dengan seksama. Dong
Hua Di Jun pun menonton dengan wajah datarnya ‘Jiu er, semakin pintar dan
semakin hebat, bahkan ilmu dari alam fana pun bisa disesuaikan dan
dipergunakannya dengan baik’.
Setelah sejam tanpa pemenang, Bai
Feng Jiu menghentikan latihan mereka “shisiong, terima kasih atas petunjuknya…”
Wen Chang Di Jun “shimei, memanggilku kesini bukan sebagai shisiong kan, Bai
Feng Jiu Shan Shen…” Bai Feng Jiu tersenyum dingin “tentu saja, tadi hanya
permainan biasa. Wen Chang Di Jun, yang mulia akan mengetes anda” Wen Chang Di
Jun pun tersenyum dingin “Nu Jun, tidak perlu sungkan” “baik… Qing Qiu Nu Jun –
Bai Feng Jiu meminta petunjuk Wen Chang Di Jun” Wen Chang Di Jun “Nu Jun
silahkan…”
Mendadak suasana arena gunung Tang
Ting berubah dingin dan mencekam, aura yang dikeluarkan kedua Shan Shen sudah
berubah. Lian Song tercengang “ini hawa pembunuh…”. Di lapangan, Bai Feng Jiu
sudah terselimuti aura merah keemasan, Wen Chang Di Jun sudah terselimuti aura
__ADS_1
putih. Semua menjadi serius melihat mereka, dihati menimbulkan rasa khawatir.
Bai Qian “hanya kencan buta biasa, tidak perlu sampai seserius ini kan. Xiao
Jiu ini kenapa ?” Bai Chen “sudah dibuat emosi oleh kakak kedua. Biarkan Xiao
Jiu mengeluarkan emosinya, jika itu bisa menenangkannya”. Bai Qian melirik Bai
Yi yang sedang cemas “kakak kedua, apa lagi yang telah kau lakukan ?” Bai Yi
tidak menjawab. Dong Hua Di Jun mendengar semua pembicaraan mereka pun membawa
hati yang cemas ‘Jiu er, apa saja yang telah kau alami hingga seemosi ini ?’.
Semua menonton pertarungan Bai Feng
Jiu dan Wen Chang Di Jun, termasuk ketiga dewa yang sebelumnya kalah olehnya.
Sie Ming “xiao dianxia sangat hebat…” Zhe Yan “pertarungan sebelumnya hanya
permainan untuk Xiao Jiu, inilah kemampuan dia yang sebenarnya saat ini… dalam
1.000 tahun mempunyai kemampuan seperti ini, Xiao Jiu benar-benar sudah
berusaha…” Bai Chen “kakak kedua, lihat kemampuan Xiao Jiu sekarang, apa kau
sebagai die bisa mengalahkannya ?” Bai Yi penuh penyesalan “aku tidak menyangka
telah memaksanya hingga ke tahap ini…”.
Dilapangan suara pedang berbenturan
memekakkan telinga, dua sihir kuat yang beradu membuat semua mata tidak bisa
beralih darinya. Budha datang kesamping Dong Hua Di Jun “bagaimana ? muridku
hebat kan…” Dong Hua Di Jun “apa saja yang sudah dialaminya 100 tahun ini ? apa
yang sudah kau ajarkan padanya ?” Budha “hahaha… semuanya bisa belajar tanpa
perlu dibatasi… anak itu, sekali berkeinginan, tidak ada yang bisa
menghalanginya, anda akan lebih terkejut kalau mengetahui apa yang sudah dan
akan dilakukannya hahaha…” Dong Hua Di Jun “apa maksud anda ?” Budha tersenyum
“rahasia langit tidak boleh bocor… gadis kecil memberitahuku, kau berniat
mengajarinya untuk melihat kemampuan kita mana yang lebih hebat” Dong Hua Di
Jun melihat Budha dengan pandangan penuh arti, Budha meneruskan “baik-baiklah
mengajarinya, dia memegang peranan penting kedepannya”.
Dari lapangan terdengar suara tawa
ceria “hahaha… tidak buruk… tidak buruk… Qing Qiu Nu Jun, yang mulia kalah
dengan puas olehmu hahaha…” Wen Chang Di Jun menunduk memberi hormat. Bai Feng
Jiu dalam api merah membara yang perlahan padam, suasana pun kembali tenang
“Wen Chang Di Jun tidak buruk tidak buruk hahaha…” Wen Chang Di Jun “tentu
saja, yang mulia ini adalah raja klan putih. Bagaimana xiao feng, apa kau
berniat berguru padaku ? dijamin dalam 10 tahun, kau akan mengalami peningkatan
yang luar biasa” Bai Feng Jiu cekikikan “hihihi… kenapa tiba-tiba begitu banyak
yang ingin menjadi guruku hmm… tentu saja, dimana lagi kalian mendapat murid
berbakat sepertiku… hahaha…” bercanda tawa kembali ke kerumunan “Bai Feng Jiu
memberi hormat pada Budha yeye…” Budha tersenyum “kau ini gadis kecil,
betul-betul tak berperasaan, baru berpisah 3 hari, guru ini sudah tidak diakui”
Bai Feng Jiu cekikikan “Budha yeye, bukankah 100 tahun sudah lewat, lihatlah
sudah banyak yang mengantri menjadi guruku, kalau semua kupanggil guru bukankah
akan membingungkanku hihihi…”.
__ADS_1