Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 217 - Kencan Buta 2


__ADS_3

Dong


Hua Di Jun yang sampai di Qing Qiu, hanya melihat sebuah taman bunga tertutup


yang besar di depan gua rubah, keluarga Bai, Zhe Yan, dan Bai Feng Jiu yang


sedang duduk di depan taman bunga. Lian Song “mana kencan butanya ? apa kita


sudah terlambat ?” semua melihat kedatangan Dong Hua Di Jun segera memberi


hormat “Di Jun…” Dong Hua Di Jun hanya mengangguk dan duduk di tempat yang di


berikan Bai Ce Di Jun. Bai Feng Jiu kembali duduk, membaca laporannya, tidak


mempedulikan semua yang ada di arena. Dong Hua Di Jun yang melihat Bai Feng Jiu,


sedikit tidak tenang dan tidak senang, ingin sekali segera menarik Bai Feng Jiu


ke pelukannya. Selama 100 tahun, tiap hari dia mengingat dan merindukan Bai


Feng Jiu, tapi setelah bertemu, Bai Feng Jiu tidak menganggap keberadaan


dirinya.


            Lian Song memecah suasana “Zhe Yan


Shan Shen, bukankah akan ada acara di Qing Qiu…” Zhe Yan melirik “san dianxia,


duduklah dengan tenang, acara sudah dimulai dari tadi…” kembali memperhatikan


taman bunga. Setelah 50 menit, seorang pemuda berjalan keluar menghampiri Bai


Feng Jiu “Di Jun” memberi hormat pada Dong Hua Di Jun. Bai Feng Jiu mencibir


“kenapa kau masih begitu lama keluar ?” pemuda itu adalah Wen Chang Di Jun


“haih… labirin Nu Jun memang sangat hebat, yang mulia pun hampir tersesat…” Bai


Feng Jiu mencibir “cih… kau pasti terlalu bermalas-malasan belakangan kan


hingga otakmu tumpul” Wen Chang Di Jun “hihihi… mengecewekan xiao shimei. Shige


minta maaf…” adu mulut mereka terdengar sangat akrab di telinga lainnya terutama


Dong Hua Di Jun yang sudah mengepalkan tangannya. Melihat keakraban Bai Feng


Jiu dan Wen Chang Di Jun membuat Dong Hua Di Jun emosi dan terbakar api


cemburu. Berusaha menenangkan diri karena dia sadar, kemungkinan dia akan yuhua


tidak lama lagi. Jika Bai Feng Jiu bisa bahagia walau tidak bersama dengannya,


dia harus merelakan Bai Feng Jiu.


            Setelah 90 menit, hanya 28 pemuda


yang berhasil keluar dari labirin taman bunga. Bai Feng Jiu menghilangkan taman


bunga dan terlihat banyak pemuda yang kebingungan mencari jalan keluar, ada


yang bahkan menangis “terima kasih atas kedatangan kalian, sesuai perkataan


awal, hanya yang berhasil keluar dalam waktu 90 menit yang akan melanjutkan ke


tahap kedua, silahkan para dewa yang berhasil mengikuti yang mulia” Bai Feng Jiu


memimpin jalan ke bawah sebuah pohon, tempat para dewa dewi biasa mendapat


pengajaran di Qing Qiu.


            Semua sudah menempati posisi


masing-masing, dihadapannya ada sebuah kertas, kuas, dan tinta. Bai Feng Jiu


menyihir sebuah gambar “dalam 30 menit, temukan apa saja yang ada dalam gambar


ini…” ada yang maju melihat dengan seksama, ada yang hanya santai berfikir dan


menulis. Lian Song “Dong Hua, menurutmu apa yang ingin dilakukan Feng Jiu ?”


Dong Hua Di Jun tersenyum “Jiu er sudah semakin hebat, tidak senang dan tidak


berdaya. Bai Ce, kalian membuat Jiu er sakit kepala hingga menyetujui kencan

__ADS_1


buta kan !” Hu Di salah tingkah “eh… Di Jun…”.


            Dalam 5 – 30 menit, semua sudah


mengumpulkan jawaban mereka. Dari 28 dewa, hanya 12 yang jawabannya diterima


Bai Feng Jiu “silahkan mengikuti yang mulia”. Bai Feng Jiu membawa ke-12 pemuda


dan lainnya ke arena gunung Tang Ting. Bai Feng Jiu berdiri di tengah arena


“tahap terakhir adalah adu pedang, yang mulia akan mengetes kalian langsung.


Untuk menjadi suami yang mulia, tentunya harus lebih hebat dari yang mulia,


dewa-dewa terhormat silahkan maju satu persatu” semuanya tersenyum, satu


persatu maju. Ada yang maju dengan kearoganannya, meremehkan Bai Feng Jiu yang


hanya 33.000 tahun. Satu persatu kalah di tangan Bai Feng Jiu, yang paling lama


kalah hanya 4 dewa, dewa Chang Yi pengurus dunia fana, dewa Yuan Chen, putra


mahkota bei hai, dewa Sie Gu Cou pengurus You Ming He, dan Wen Chang Di Jun.


            Dewa Chang Yi dan dewa Sie Gu Cou


terlihat mempunyai kemampuan diatas Bai Feng Jiu, tapi kalah oleh kecerdikan


Bai Feng Jiu. Dewa Yuan Chen terlihat setara dengan kemampuan Bai Feng Jiu. Bai


Feng Jiu hanya mengetes tidak mengeluarkan kemampuan sebenarnya, hanya


menggunakan sedikit ilmu pedang dan kecerdikannya. Mereka kalah dengan


terhormat, walau tidak bisa menjadi pasangan, mereka tetap berteman. Dewa Chang


Yi jatuh cinta pada pandangan pertama pada Bai Feng Jiu. Dewa Yuan Chen sudah


terpesona pada Bai Feng Jiu semenjak kultivasi dialam fana. Dewa Sie Gu Cou


hanya menerima undangan dari Bai Feng Jiu untuk meramaikan suasana, mereka


adalah sahabat.


Di Jun “shimei, sudah semakin pintar dan hebat…” Bai Feng Jiu cekikikan


“shisiong, sudah lama tidak berlatih dengan shisiong, xiao shimei meminta


petunjuk” mereka bertarung tidak seperti pertarungan sebelumnya. Bai Yi “ini


bukan jurus Qing Qiu, tidak seperti yang sebelum-sebelumnya…” Zhe Yan “lebih


mirip ilmu di alam fana…” semua melihat pertarungan mereka dengan seksama. Dong


Hua Di Jun pun menonton dengan wajah datarnya ‘Jiu er, semakin pintar dan


semakin hebat, bahkan ilmu dari alam fana pun bisa disesuaikan dan


dipergunakannya dengan baik’.


            Setelah sejam tanpa pemenang, Bai


Feng Jiu menghentikan latihan mereka “shisiong, terima kasih atas petunjuknya…”


Wen Chang Di Jun “shimei, memanggilku kesini bukan sebagai shisiong kan, Bai


Feng Jiu Shan Shen…” Bai Feng Jiu tersenyum dingin “tentu saja, tadi hanya


permainan biasa. Wen Chang Di Jun, yang mulia akan mengetes anda” Wen Chang Di


Jun pun tersenyum dingin “Nu Jun, tidak perlu sungkan” “baik… Qing Qiu Nu Jun –


Bai Feng Jiu meminta petunjuk Wen Chang Di Jun” Wen Chang Di Jun “Nu Jun


silahkan…”


            Mendadak suasana arena gunung Tang


Ting berubah dingin dan mencekam, aura yang dikeluarkan kedua Shan Shen sudah


berubah. Lian Song tercengang “ini hawa pembunuh…”. Di lapangan, Bai Feng Jiu


sudah terselimuti aura merah keemasan, Wen Chang Di Jun sudah terselimuti aura

__ADS_1


putih. Semua menjadi serius melihat mereka, dihati menimbulkan rasa khawatir.


Bai Qian “hanya kencan buta biasa, tidak perlu sampai seserius ini kan. Xiao


Jiu ini kenapa ?” Bai Chen “sudah dibuat emosi oleh kakak kedua. Biarkan Xiao


Jiu mengeluarkan emosinya, jika itu bisa menenangkannya”. Bai Qian melirik Bai


Yi yang sedang cemas “kakak kedua, apa lagi yang telah kau lakukan ?” Bai Yi


tidak menjawab. Dong Hua Di Jun mendengar semua pembicaraan mereka pun membawa


hati yang cemas ‘Jiu er, apa saja yang telah kau alami hingga seemosi ini ?’.


            Semua menonton pertarungan Bai Feng


Jiu dan Wen Chang Di Jun, termasuk ketiga dewa yang sebelumnya kalah olehnya.


Sie Ming “xiao dianxia sangat hebat…” Zhe Yan “pertarungan sebelumnya hanya


permainan untuk Xiao Jiu, inilah kemampuan dia yang sebenarnya saat ini… dalam


1.000 tahun mempunyai kemampuan seperti ini, Xiao Jiu benar-benar sudah


berusaha…” Bai Chen “kakak kedua, lihat kemampuan Xiao Jiu sekarang, apa kau


sebagai die bisa mengalahkannya ?” Bai Yi penuh penyesalan “aku tidak menyangka


telah memaksanya hingga ke tahap ini…”.


            Dilapangan suara pedang berbenturan


memekakkan telinga, dua sihir kuat yang beradu membuat semua mata tidak bisa


beralih darinya. Budha datang kesamping Dong Hua Di Jun “bagaimana ? muridku


hebat kan…” Dong Hua Di Jun “apa saja yang sudah dialaminya 100 tahun ini ? apa


yang sudah kau ajarkan padanya ?” Budha “hahaha… semuanya bisa belajar tanpa


perlu dibatasi… anak itu, sekali berkeinginan, tidak ada yang bisa


menghalanginya, anda akan lebih terkejut kalau mengetahui apa yang sudah dan


akan dilakukannya hahaha…” Dong Hua Di Jun “apa maksud anda ?” Budha tersenyum


“rahasia langit tidak boleh bocor… gadis kecil memberitahuku, kau berniat


mengajarinya untuk melihat kemampuan kita mana yang lebih hebat” Dong Hua Di


Jun melihat Budha dengan pandangan penuh arti, Budha meneruskan “baik-baiklah


mengajarinya, dia memegang peranan penting kedepannya”.


            Dari lapangan terdengar suara tawa


ceria “hahaha… tidak buruk… tidak buruk… Qing Qiu Nu Jun, yang mulia kalah


dengan puas olehmu hahaha…” Wen Chang Di Jun menunduk memberi hormat. Bai Feng


Jiu dalam api merah membara yang perlahan padam, suasana pun kembali tenang


“Wen Chang Di Jun tidak buruk tidak buruk hahaha…” Wen Chang Di Jun “tentu


saja, yang mulia ini adalah raja klan putih. Bagaimana xiao feng, apa kau


berniat berguru padaku ? dijamin dalam 10 tahun, kau akan mengalami peningkatan


yang luar biasa” Bai Feng Jiu cekikikan “hihihi… kenapa tiba-tiba begitu banyak


yang ingin menjadi guruku hmm… tentu saja, dimana lagi kalian mendapat murid


berbakat sepertiku… hahaha…” bercanda tawa kembali ke kerumunan “Bai Feng Jiu


memberi hormat pada Budha yeye…” Budha tersenyum “kau ini gadis kecil,


betul-betul tak berperasaan, baru berpisah 3 hari, guru ini sudah tidak diakui”


Bai Feng Jiu cekikikan “Budha yeye, bukankah 100 tahun sudah lewat, lihatlah


sudah banyak yang mengantri menjadi guruku, kalau semua kupanggil guru bukankah


akan membingungkanku hihihi…”.

__ADS_1


__ADS_2