Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 246 - Luka ringan


__ADS_3

Dong Hua membantu melepas


pakaian Xiao Shen Zhu dan berendam bersamanya “Feng Wei, bagaimana keadaanmu ?”


Xiao Shen Zhu memberikan senyum manis “sangat baik…” Dong Hua memegang


tangannya “jangan membohongiku… Feng Wei, kita adalah suami istri, sudah


seharusnya kita berbagi segala sesuatunya bersama…” Xiao Shen Zhu mengerutkan


keningnya melihat Dong Hua. Dong Hua menarik Xiao Shen Zhu ke pelukannya


“jangan menutupinya dariku… kau baru saja chuguang, tanpa istirahat langsung


menggunakan energi yang sangat besar dan memberi saripatimu kepada ketujuhnya…


Feng Wei, separah apa lukamu ?” Xiao Shen Zhu tersenyum menggelengkan kepala


kecilnya “Hua Zi gege… huk… huk… huk…” wajahnya berubah pucat dan muntah darah


pelangi “Feng Wei… Feng Wei…” Dong Hua sangat cemas.


            Xiao Shen Zhu “tidak masalah… istirahat beberapa hari


akan baik-baik saja…” Dong Hua menitikkan air mata “Feng Wei, kenapa kau selalu


memaksakan dirimu ?” Xiao Shen Zhu “Hua Zi gege, ini adalah harapan mereka… aku


tidak mungkin mengecewakannya… apa kau tidak melihat tawa ceria mereka !”


tersenyum lembut. Dong Hua tersenyum “Feng Wei, hatimu ini adalah milikku…”


Xiao Shen Zhu masuk kedalam pelukan Dong Hua “Feng Wei, aku tidak akan


melarangmu melakukan apapun, tapi jangan menutupi apapun dariku… saat kau


lelah, saat kau terluka, atau merencanakan dan akan menghadapi apapun, katakan


semuanya padaku…” Xiao Shen Zhu mengangguk ‘Feng Wei, disaat kau melupakan


dirimu sendiri, aku akan selalu mengingatkanmu… aku tidak akan melakukan


kesalahan yang sama… aku akan selalu mendukungmu, tapi kau harus selalu


membawaku… aku tidak akan menjadi bebanmu, aku ingin menjadi senjatamu bukan


seseorang yang harus kau lindungi terus-menerus’ Dong Hua mengalirkan aura


murni ke tubuh Xiao Shen Zhu.


            Xiao Shen Zhu “Hua Zi gege, perutku sudah memanggil…”


cemberut dengan wajah tertindas. Dong Hua tersenyum, mengecup bibir mungilnya


“ayo, kita isi perut kecilmu… setelahnya, kau harus beristirahat…” Xiao Shen


Zhu segera berbinar ceria “baik…” Dong Hua mengelus hidungnya “tidak boleh


menutupi apapun dariku… luka sekecil apapun…” Xiao Shen Zhu cekikikan “sudah


tahu hihihi…” Dong Hua mencium pipi Xiao Shen Zhu dan mengakhiri aliran


auranya. Dong Hua menggendong Xiao Shen Zhu, keluar menemui yang lain.


            Wen Xin “Huo Feng, minum ini dulu…” memberikan ramuan


pemulih. Dong Hua segera menyuapinya “tidak pahit, sudah menambahkan madu


untukmu…” Wen Xin menjelaskan lembut. Xiao Shen Zhu menikmati makannya “kenapa


makan sedikit sekali ?” Bai Yi protes “diedie, perutku masih begini kecil…”


sambil memegang perut kecilnya yang sudah terasa penuh dan menguap “kalian


pergilah…” menunjuk ke ketujuh pemuda pemudi “awas tidak bisa mempertahankan

__ADS_1


wujud ini, yang mulia akan mengambil kembali…” “bisa… pasti bisa…” ketujuhnya


segera menyela “Zhu Ren, jangan galak begitu…” merengek “ah kenapa aku


merindukan wujud asli kalian…” mengangkat tangan dengan wajah usil “Zhu Ren…


aku belum menikmati kedua kakiku…” Man Dong merajuk diikuti lainnya. Xiao Shen


Zhu tertawa terbahak-bahak membuat lainnya ikut tertawa.


            Budha “yatou…” Xiao Shen Zhu menggeleng sebelum Budha


menyelesaikan kalimatnya “terima kasih lao yeye, tapi tidak perlu…” Budha


mengangguk, tersenyum lembut “masih seperti dulu…” Xiao Shen Zhu nyengir “haih


yatou… Huangjing selalu siap untukmu…” Xiao Shen Zhu memainkan rambut Dong Hua


“lao yeye, jangan merusak permainan masa kecilku…” Budha cekikikan “yah… yah…


masa bermainmu…” arahat kecil “Shen Zhu, aku juga ingin ikut bermain…” Xiao


Shen Zhu memajukan bibirnya “maka carikan aku lahan permainan yang seru…” You


Zun “sudah siap !” segera berkomentar. Xiao Shen Zhu menguap,


mengerjap-ngerjapkan matanya “nanti saja bermain… aku ingin makan manisan plum


alam fana…” sambil menutup mata dan tertidur di kata terakhir.


            Semua menggeleng melihatnya “Zhe Yan…” Dong Hua


memanggil, Zhe Yan segera memeriksa “tidak apa… hanya luka ringan… tubuhnya


masih sangat lemah… banyak beristirahat, minum ramuan pemulih, dia akan


baik-baik saja…” semua bernafas lega setelah mendengar pemeriksaan Zhe Yan.


Gang Laba tersenyum lembut “Zhu Ren memang luar biasa… Di Jun, jaga Zhu Ren,


tersesat…” tersenyum lembut melihat Gang Laba. Ketujuhnya tercengang, menatap


Dong Hua kemudian Xiao Shen Zhu, berkaca-kaca “Di Jun, kami serahkan Zhu Ren


pada anda… tolong jangan mengecewakannya…” ketujuhnya menunduk dan berpamitan.


            Budha “Dong Hua, awal yang baik… kami juga sudah saatnya


kembali…” arahat kecil “oh… perhatikan permen yang dimakannya…” cekikikan.


Budha “dia merubah ketujuh hewan itu tapi tidak bisa mengubah kebiasaannya


memakan gula batu hahaha… ini berikan padanya, akan membantu pemulihannya…”


memberi dua botol cairan. Dewi Kwam In membasuh kepala Xiao Shen Zhu


“beristirahatlah yang baik… segala yang indah menantimu…” terlihat Xiao Shen


Zhu bergerak dan ada senyum manis di bibirnya. Selain keluarga besar Dong Feng,


semua kembali ke tempat masing-masing. Yang di Si Hai Ba Huang, bersiap untuk


perang dengan wilayah barat dan utara. Sementara kedua Zun Wang berkeliling,


sekali lagi memastikan seluruh alam semesta dalam kondisi aman. Semua ingin


menemani Xiao Shen Zhu bermain atau lebih tepat dikatakan mengulang kejahilan


gadis cilik yang usil itu.


            Dong Hua membawa Xiao Shen Zhu beristirahat, lega karena


tindakan kali ini tidak memberi luka parah pada tubuh gadis kecilnya. Xiao Shen


Zhu tertidur nyenyak sepanjang sisa hari dengan Dong Hua yang setia disisinya.

__ADS_1


Xiao Shen Zhu terbangun sudah keesokan harinya, disapa dengan senyum manis Dong


Hua “selamat pagi… bagaimana ?” Xiao Shen Zhu “sudah membaik… Hua Zi gege, kita


ke alam fana ya…” Dong Hua tersenyum mengangguk, gadis kecil bersorak gembira


“jangan kelelahan ! sekarang pergi, alam fana dalam musim dingin, harus memakai


baju yang lebih tebal…” Xiao Shen Zhu mengangguk, mengikuti semua pengaturan


Dong Hua. Anak, menantu, dan cucu mereka pun mengajukan diri ikut bersama,


bersama Chong Lin dan Mu Yun.


            Sesampai dialam fana, kadang mereka bersama seluruh


keluarga besar, kadang berpisah jalan berdua maupun membagi 2 kelompok. Dong


Hua menggenggam erat tangan Xiao Shen Zhu, sesekali memeluk dan menggendongnya.


Perbedaan usia 30.000 tahun diantara mereka, tidak terlihat aneh di alam fana.


Xiao Shen Zhu seperti anak 8-9 tahun, sementara Dong Hua terlihat seperti


remaja 16 - 17 tahun. Dong Hua membawa Xiao Shen Zhu dan lainnya bermain,


menjauhi tempat-tempat yang bermasalah “Feng Wei, kau ingin makan apa ?”


bersama melihat jajanan-jajanan. Xiao Shen Zhu menatap semua dengan mata


berbinar dan mulut yang sudah hampir mengeluarkan liur “ingin semua, tapi…”


“bibi, tolong bungkuskan semua, masing-masing 1” sang penjual segera menyiapkan


pesanan Dong Hua.


            Dong Hua menggendong Xiao Shen Zhu yang tangannya penuh dengan


makanan ringan “bagaimana ? apa enak ?” Xiao Shen Zhu sibuk makan, mendengar


pertanyaan Dong Hua, memasukkan sebagian kue kedalam mulutnya “hmm sangat


manis…” Dong Hua berkomentar. Xiao Shen Zhu memainkan wajahnya dan menggeleng,


menandakan tidak menyukai kue yang sebelumnya dimakan. Dong Hua cekikikan “coba


yang lainnya…” mereka membagi dan merasakan semua jenis kue yang dibelinya. Xiao


Shen Zhu menarik Dong Hua melihat pertunjukan “Hua Zi gege, ayo… ayo… cepatlah…


nanti tidak mendapat tempat di depan… ayo…” menerobos kerumunan.


            Berjalan-jalan di pasar malam sambil memegang beberapa


mainan yang bisa berbunyi “Feng Wei, kau tidak lelah…” “hmm… agak lelah… Hua Zi


gege…” Dong Hua segera menggendongnya “tidurlah, kita kembali ke penginapan…


besok lanjut bermain…” Mu Yun mengambil semua mainan ditangan Xiao Shen Zhu. Dong


Hua tersenyum, Xiao Shen Zhu segera mengalungkan kedua tangan kecilnya ke leher


Dong Hua dan merebahkan kepalanya ke pundak Dong Hua. Dong Hua menggendong dan


memeluk erat kesayangannya sampai ke penginapan diikuti lainnya. Xin Xin “Niang


Qin, bahagia kan !” Dong Hua “yah, dia sangat suka bermain di alam fana…” Xiong


Xiong “Fu Qin, kita sudah waktunya berpindah tempat !” Dong Hua mengangguk


“sekarang masih terlalu dingin disini. Ingin berpindah tempat, tunggu cuaca


berubah… tubuh Feng Wei masih lemah…” merebahkan Xiao Shen Zhu. Dong Hua


menyelimuti Xiao Shen Zhu, setelah membuka jubah dan membersihkan sisa-sisa

__ADS_1


salju pada baju dan tubuh kecilnya.


__ADS_2