
Dong Hua membantu melepas
pakaian Xiao Shen Zhu dan berendam bersamanya “Feng Wei, bagaimana keadaanmu ?”
Xiao Shen Zhu memberikan senyum manis “sangat baik…” Dong Hua memegang
tangannya “jangan membohongiku… Feng Wei, kita adalah suami istri, sudah
seharusnya kita berbagi segala sesuatunya bersama…” Xiao Shen Zhu mengerutkan
keningnya melihat Dong Hua. Dong Hua menarik Xiao Shen Zhu ke pelukannya
“jangan menutupinya dariku… kau baru saja chuguang, tanpa istirahat langsung
menggunakan energi yang sangat besar dan memberi saripatimu kepada ketujuhnya…
Feng Wei, separah apa lukamu ?” Xiao Shen Zhu tersenyum menggelengkan kepala
kecilnya “Hua Zi gege… huk… huk… huk…” wajahnya berubah pucat dan muntah darah
pelangi “Feng Wei… Feng Wei…” Dong Hua sangat cemas.
Xiao Shen Zhu “tidak masalah… istirahat beberapa hari
akan baik-baik saja…” Dong Hua menitikkan air mata “Feng Wei, kenapa kau selalu
memaksakan dirimu ?” Xiao Shen Zhu “Hua Zi gege, ini adalah harapan mereka… aku
tidak mungkin mengecewakannya… apa kau tidak melihat tawa ceria mereka !”
tersenyum lembut. Dong Hua tersenyum “Feng Wei, hatimu ini adalah milikku…”
Xiao Shen Zhu masuk kedalam pelukan Dong Hua “Feng Wei, aku tidak akan
melarangmu melakukan apapun, tapi jangan menutupi apapun dariku… saat kau
lelah, saat kau terluka, atau merencanakan dan akan menghadapi apapun, katakan
semuanya padaku…” Xiao Shen Zhu mengangguk ‘Feng Wei, disaat kau melupakan
dirimu sendiri, aku akan selalu mengingatkanmu… aku tidak akan melakukan
kesalahan yang sama… aku akan selalu mendukungmu, tapi kau harus selalu
membawaku… aku tidak akan menjadi bebanmu, aku ingin menjadi senjatamu bukan
seseorang yang harus kau lindungi terus-menerus’ Dong Hua mengalirkan aura
murni ke tubuh Xiao Shen Zhu.
Xiao Shen Zhu “Hua Zi gege, perutku sudah memanggil…”
cemberut dengan wajah tertindas. Dong Hua tersenyum, mengecup bibir mungilnya
“ayo, kita isi perut kecilmu… setelahnya, kau harus beristirahat…” Xiao Shen
Zhu segera berbinar ceria “baik…” Dong Hua mengelus hidungnya “tidak boleh
menutupi apapun dariku… luka sekecil apapun…” Xiao Shen Zhu cekikikan “sudah
tahu hihihi…” Dong Hua mencium pipi Xiao Shen Zhu dan mengakhiri aliran
auranya. Dong Hua menggendong Xiao Shen Zhu, keluar menemui yang lain.
Wen Xin “Huo Feng, minum ini dulu…” memberikan ramuan
pemulih. Dong Hua segera menyuapinya “tidak pahit, sudah menambahkan madu
untukmu…” Wen Xin menjelaskan lembut. Xiao Shen Zhu menikmati makannya “kenapa
makan sedikit sekali ?” Bai Yi protes “diedie, perutku masih begini kecil…”
sambil memegang perut kecilnya yang sudah terasa penuh dan menguap “kalian
pergilah…” menunjuk ke ketujuh pemuda pemudi “awas tidak bisa mempertahankan
__ADS_1
wujud ini, yang mulia akan mengambil kembali…” “bisa… pasti bisa…” ketujuhnya
segera menyela “Zhu Ren, jangan galak begitu…” merengek “ah kenapa aku
merindukan wujud asli kalian…” mengangkat tangan dengan wajah usil “Zhu Ren…
aku belum menikmati kedua kakiku…” Man Dong merajuk diikuti lainnya. Xiao Shen
Zhu tertawa terbahak-bahak membuat lainnya ikut tertawa.
Budha “yatou…” Xiao Shen Zhu menggeleng sebelum Budha
menyelesaikan kalimatnya “terima kasih lao yeye, tapi tidak perlu…” Budha
mengangguk, tersenyum lembut “masih seperti dulu…” Xiao Shen Zhu nyengir “haih
yatou… Huangjing selalu siap untukmu…” Xiao Shen Zhu memainkan rambut Dong Hua
“lao yeye, jangan merusak permainan masa kecilku…” Budha cekikikan “yah… yah…
masa bermainmu…” arahat kecil “Shen Zhu, aku juga ingin ikut bermain…” Xiao
Shen Zhu memajukan bibirnya “maka carikan aku lahan permainan yang seru…” You
Zun “sudah siap !” segera berkomentar. Xiao Shen Zhu menguap,
mengerjap-ngerjapkan matanya “nanti saja bermain… aku ingin makan manisan plum
alam fana…” sambil menutup mata dan tertidur di kata terakhir.
Semua menggeleng melihatnya “Zhe Yan…” Dong Hua
memanggil, Zhe Yan segera memeriksa “tidak apa… hanya luka ringan… tubuhnya
masih sangat lemah… banyak beristirahat, minum ramuan pemulih, dia akan
baik-baik saja…” semua bernafas lega setelah mendengar pemeriksaan Zhe Yan.
Gang Laba tersenyum lembut “Zhu Ren memang luar biasa… Di Jun, jaga Zhu Ren,
tersesat…” tersenyum lembut melihat Gang Laba. Ketujuhnya tercengang, menatap
Dong Hua kemudian Xiao Shen Zhu, berkaca-kaca “Di Jun, kami serahkan Zhu Ren
pada anda… tolong jangan mengecewakannya…” ketujuhnya menunduk dan berpamitan.
Budha “Dong Hua, awal yang baik… kami juga sudah saatnya
kembali…” arahat kecil “oh… perhatikan permen yang dimakannya…” cekikikan.
Budha “dia merubah ketujuh hewan itu tapi tidak bisa mengubah kebiasaannya
memakan gula batu hahaha… ini berikan padanya, akan membantu pemulihannya…”
memberi dua botol cairan. Dewi Kwam In membasuh kepala Xiao Shen Zhu
“beristirahatlah yang baik… segala yang indah menantimu…” terlihat Xiao Shen
Zhu bergerak dan ada senyum manis di bibirnya. Selain keluarga besar Dong Feng,
semua kembali ke tempat masing-masing. Yang di Si Hai Ba Huang, bersiap untuk
perang dengan wilayah barat dan utara. Sementara kedua Zun Wang berkeliling,
sekali lagi memastikan seluruh alam semesta dalam kondisi aman. Semua ingin
menemani Xiao Shen Zhu bermain atau lebih tepat dikatakan mengulang kejahilan
gadis cilik yang usil itu.
Dong Hua membawa Xiao Shen Zhu beristirahat, lega karena
tindakan kali ini tidak memberi luka parah pada tubuh gadis kecilnya. Xiao Shen
Zhu tertidur nyenyak sepanjang sisa hari dengan Dong Hua yang setia disisinya.
__ADS_1
Xiao Shen Zhu terbangun sudah keesokan harinya, disapa dengan senyum manis Dong
Hua “selamat pagi… bagaimana ?” Xiao Shen Zhu “sudah membaik… Hua Zi gege, kita
ke alam fana ya…” Dong Hua tersenyum mengangguk, gadis kecil bersorak gembira
“jangan kelelahan ! sekarang pergi, alam fana dalam musim dingin, harus memakai
baju yang lebih tebal…” Xiao Shen Zhu mengangguk, mengikuti semua pengaturan
Dong Hua. Anak, menantu, dan cucu mereka pun mengajukan diri ikut bersama,
bersama Chong Lin dan Mu Yun.
Sesampai dialam fana, kadang mereka bersama seluruh
keluarga besar, kadang berpisah jalan berdua maupun membagi 2 kelompok. Dong
Hua menggenggam erat tangan Xiao Shen Zhu, sesekali memeluk dan menggendongnya.
Perbedaan usia 30.000 tahun diantara mereka, tidak terlihat aneh di alam fana.
Xiao Shen Zhu seperti anak 8-9 tahun, sementara Dong Hua terlihat seperti
remaja 16 - 17 tahun. Dong Hua membawa Xiao Shen Zhu dan lainnya bermain,
menjauhi tempat-tempat yang bermasalah “Feng Wei, kau ingin makan apa ?”
bersama melihat jajanan-jajanan. Xiao Shen Zhu menatap semua dengan mata
berbinar dan mulut yang sudah hampir mengeluarkan liur “ingin semua, tapi…”
“bibi, tolong bungkuskan semua, masing-masing 1” sang penjual segera menyiapkan
pesanan Dong Hua.
Dong Hua menggendong Xiao Shen Zhu yang tangannya penuh dengan
makanan ringan “bagaimana ? apa enak ?” Xiao Shen Zhu sibuk makan, mendengar
pertanyaan Dong Hua, memasukkan sebagian kue kedalam mulutnya “hmm sangat
manis…” Dong Hua berkomentar. Xiao Shen Zhu memainkan wajahnya dan menggeleng,
menandakan tidak menyukai kue yang sebelumnya dimakan. Dong Hua cekikikan “coba
yang lainnya…” mereka membagi dan merasakan semua jenis kue yang dibelinya. Xiao
Shen Zhu menarik Dong Hua melihat pertunjukan “Hua Zi gege, ayo… ayo… cepatlah…
nanti tidak mendapat tempat di depan… ayo…” menerobos kerumunan.
Berjalan-jalan di pasar malam sambil memegang beberapa
mainan yang bisa berbunyi “Feng Wei, kau tidak lelah…” “hmm… agak lelah… Hua Zi
gege…” Dong Hua segera menggendongnya “tidurlah, kita kembali ke penginapan…
besok lanjut bermain…” Mu Yun mengambil semua mainan ditangan Xiao Shen Zhu. Dong
Hua tersenyum, Xiao Shen Zhu segera mengalungkan kedua tangan kecilnya ke leher
Dong Hua dan merebahkan kepalanya ke pundak Dong Hua. Dong Hua menggendong dan
memeluk erat kesayangannya sampai ke penginapan diikuti lainnya. Xin Xin “Niang
Qin, bahagia kan !” Dong Hua “yah, dia sangat suka bermain di alam fana…” Xiong
Xiong “Fu Qin, kita sudah waktunya berpindah tempat !” Dong Hua mengangguk
“sekarang masih terlalu dingin disini. Ingin berpindah tempat, tunggu cuaca
berubah… tubuh Feng Wei masih lemah…” merebahkan Xiao Shen Zhu. Dong Hua
menyelimuti Xiao Shen Zhu, setelah membuka jubah dan membersihkan sisa-sisa
__ADS_1
salju pada baju dan tubuh kecilnya.