
Zhe Yan memeriksa dan mengkonfirmasi
kondisi optimal bayi Feng Wei. Bai Chen melihat Feng Wei dengan kasih sayang
“sungguh merindukan masa bayimu, tidak sangka bisa mengulangnya lagi. Hong Ling
kali ini jangan membuat khawatir lagi. Tumbuhlah, kami akan membesarkanmu
dengan penuh kasih sayang seperti sebelumnya.” Zhe Yan menambahkan “dia yang
seperti ini sungguh indah. Chen Chen, walaupun Hong Ling masih bayi,
kekuatannya melebihi kita semua. Tidak akan ada yang bisa melukainya” Hua Zi segera
memeluk erat bayi Feng Wei “tidak akan kubiarkan ada yang mencelakainya. Kali
ini aku yang akan melindunginya.”
Bayi
Feng Wei bergerak-gerak, perutnya berbunyi dan tiba-tiba “oek… oek… oek…”.
“Niang Qin lapar, Fu Qin aku akan menyiapkan susu hangat untuk Niang Qin” Ling
Ling berkomentar dan berlalu ke dapur bersama Xiao Long Nu. Tidak lama Ling
Ling kembali bersama susu hangat. Hua Zi menyuapi bayi Feng Wei, sementara Gun
Gun juga menyuapi bayi Bai Jin. Feng Wei yang kenyang menampakkan senyum manis,
Hua Zi tidak tahan dan mencium pipinya. “Fu Qin, Ling Ling juga mau mencium Niang
Qin” “Gun Gun juga” kakak beradik berebutan mencium bayi Feng Wei. Mereka
mengajak bayi Feng Wei bermain dan membuatnya tertawa ‘kekekekeke…’.
Hua Zi tidak mengijinkan
yang lain menggendong bayi Feng Wei. Ling Ling yang ingin menggendong bayi
merengek “Fu Qin, aku juga ingin menggendong Niang Qin…” Hua Zi acuh tak acuh
“buat bayi sendiri…” Ling Ling berteriak “Fu Qin…” “oek… oek… oek…” bayi Feng
Wei menangis, terkejut dengan teriakan Ling Ling. Hua Zi segera
menimang-nimangnya “Feng Wei, jangan menangis, anak kecil ini memang sungguh
berisik… Feng Wei… anak kecil, kecilkan suaramu” Bai Jin berdiri di depan Hua
Zi menatap tajam Ling Ling. Bai Chen cekikikan “lihat Bai Jin sudah marah, kau
mengganggu majikannya hahaha…” Bai Chen mengambil Bai Jin dan mengelus bulunya
“tidak usah pedulikan dia, dia memang sangat berisik…” Bai Jin mengeluarkan
suara ‘eng… eng…’ tanda setuju.
Zhe Yan “Yu Huang, Hong
__ADS_1
Ling masih bayi, kita juga ingin bermain bersamanya. Lihat keimutannya jangan
kamu kuasai seorang diri. Dia masih belum bisa menjadi istrimu. Sini berikan
padaku, aku juga ingin menggendongnya” Hua Zi memeluk erat bayi Feng Wei acuh
tak acuh “Feng Wei mau bayi ataupun bukan tetap istriku. Singkirkan tangan
kotormu dari Feng Wei-ku, iyakan Feng Wei !” sambil mencium kening bayi Feng
Wei. Bayi Feng Wei menangkap rambut Hua Zi dan memainkan di tangannya, tidak
mempedulikan pergumulan lainnya.
Long Jin Shan dan Feng Huo
Huang yang telah selesai menetralkan situasi kembali ke istana Cai Hong. “Di
Jun, bagaimana Huo Feng ?” “Feng Wei baik-baik saja. Sesuai perkataan Budha,
Feng Wei akan tumbuh normal. Bagaimana situasi diluar ?” Hua Zi ikut khawatir.
keduanya menghela nafas “baguslah, ternyata Huo Feng-lah The Supreme Emperor.
Sebenarnya kami sudah mencurigainya, mengingat asal usul Huo Feng. Hanya saja sudah
berlalu begitu lama dan semua mengatakan itu hanya mitos atau legenda yang
tidak jelas asal usulnya” Long Jin Shan menambahkan “apa rencanamu selanjutnya
? Besok akan mengadakan rapat di aula He bersama 28 jenderal dan para Jun Wang,
dan menjawab “Baik, aku akan membawa Feng Wei dan yang lain ke rapat. Untuk
sebulan ini, aku akan merawat Feng Wei di Cai Hong gong. Aku rasa Feng Wei juga
akan tenang setelah tahu Yu Zhou Da Lu terkendali. Setelah itu akan membawanya
ke Si Hai Ba Huang.”
Long Jin Shan dan Feng Huo
Huang menganggukkan kepala, Long Jin Shan melanjutkan “Yah lebih baik untuk Huo
Feng saat ini, setelah rapat besok, kami akan dinas memastikan semua dalam
kondisi aman terkendali. Seharusnya kondisi sudah kembali normal. Saat ini
sudah tidak ada ancaman dari manapun, curiga ada suku-suku kecil yang berulah
saja. Setelah itu kami akan sering menjenguk kalian di Si Hai Ba Huang”. Dong
Hua mengangguk, Long Jin Shan dan Feng Huo Huang pamit kembali ke istana mereka
masing-masing.
Zhe Yan melihat Hua Zi
yang tidak mau melepas Feng Wei “Yu Huang, dulu kamu selalu penasaran dengan
__ADS_1
Feng Jiu kecil. Sekarang akhirnya terpenuhi, kamu bisa melihat Hong Ling dari
bayi hingga dewasa. Hanya akan menyulitkanmu tidak bisa makan Zi Shu Bing
hahaha…” yang lain ikut tertawa. Gun Gun ikut berkomentar “dulu, Fu Qin berkata
jika sudah tahu Niang Qin dari kecil akan menjaganya sendiri” Hua Zi tersenyum
menatap sayang Feng Wei di gendongannya.
Rapat di aula He, Long Jin
Shan Zuo Zun, Feng Huo Huang You Zun, 28 Jenderal, para Jun Wang Yu Zhou Da Lu,
dan dewa dewi yang datang dari Si Hai Ba Huang telah berkumpul. Hua Zi membawa
Feng Wei duduk di singgasana Shen Zhu. Rapat dimulai dengan Feng Wei yang masih
tertidur pulas dalam gendongan Hua Zi. Long Jin Shan Zuo Zun dan Feng Hu Huang
You Zun gantian menjelaskan kejadian selama 1.000 hari dan kelahiran Feng Wei
sebagai The Supreme Emperor. Banyak yang senang dan sebahagian dari mereka juga
ikut memantau kejadian 1.000 hari ini. Ada juga yang menatap bayi Feng Wei tak
percaya, bayi sekecil itu adalah Shen Zhu adalah The Supreme Emperor, meminta
penjelasan lebih meyakinkan dari Zuo Zun dan Yao Zun. Suara mereka yang saling
bersahutan membangunkan bayi Feng Wei. Bayi Feng Wei yang bangun, tidak
menangis dan tidak ribut, perlahan membalikkan tubuh mencari sumber-sumber
suara. Semua yang melihat bayi Feng Wei goyang terdiam, setelah melihat sorot
mata Feng Wei segera berlutut memberi hormat. Sorot mata Feng Wei sangat tajam
dan segera aula dipenuhi aura dingin.
Semua yang awalnya tak
percayapun, tidak berkutit hanya dengan sebuah tatapan Feng Wei. Yang lain juga
tercengang melihatnya. Sorot mata Feng Wei bukan sorot mata bayi pada umumnya,
sorot matanya sama dengan Feng Wei yang di langit Yu Zhou Da Lu. Semua pun menerima
bayi ini adalah Shen Zhu yang mereka tahu bahkan The Supreme Emperor.
Sebagian ada yang
menanyakan identitas Hua Zi dan dewa dewi yang datang dari Si Hai Ba Huang.
Hanya 10 jenderal besar yang sementara mengetahui identitas Hua Zi sebagai
suami Feng Wei dan lainnya. Feng Wei belum mengumumkan identitas Hua Zi, karena
sebelumnya berfikir akan yuhua.
__ADS_1