Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 399 - Bermain di Pantai


__ADS_3

Bab 399 –


          Semua segera membersihkan diri dan turun makan bersama,


sebelum istirahat. Tian Guang “ini sup kesehatan disini, cobalah !” menyediakan


sup di hadapan semua. Shen Yao yang penasaran, sambil makan, sambil


bercengkrama dengan pemilik dan tukang masak disana. Selain Hao Cun dan Xi


Juan, semua mengerutkan kening mendengar pembicaraan mereka, yang sebagian


besar tidak di mengertinya.


          Hui Shi “apa benar dia bisa masak ?” Hao Cun “hei kami


bukanlah omong kosong” Mei Gui “bersemangat sekali !” terpana melihat Shen Yao


yang bercanda tawa dengan pemilik dan tukang masak. Shen Yao berbalik pada


mereka “aku pergi dulu !” berdiri dan berjalan bersama tukang masak. Xin Qian


“apa dia mau memasak !” Xi Juan “ah aku akan setia menunggu disini !” dengan wajah


penantiannya. Melihat antusias Xi Juan dan Hao Cun, semua tidak beranjak dari


meja mereka.


          Setengah jam kemudian, Shen Yao keluar dengan sebuah baki


“ayo, dicoba… hari ini sudah menguntungkan kalian !” Hui Shi sudah hampir


meneteskan air liur “wow wangi sekali !” semua bergegas mengambil sumpit dan


sendok mencicipi hidangan dari Shen Yao. Shen Yao tersenyum manis “ayi, terima


kasih… sudah mengotori dapur anda…” berterima kasih pada tukang masak dan


pemilik penginapan. “jangan sungkan… sangat langka melihat anak muda yang


begitu berpengetahuan dalam urusan dapur…” tukang masak memuji.


          Hui Shi memuji “wah ini benar-benar enak sekali… Shen Yao,


aku mau lagi !” Li Suen mencibir “Hui Shi Da Ren, kau bukannya tadi sudah makan


dan berkata kenyang !” Hui Shi “ini sangat enak, perutku masih cukup untuk 5


mangkok lagi.” Semua menggelengkan kepala, mendengar kata-katanya. Shen Yao


tidak terganggu, melanjutkan pembicaraannya.


          Hao Cun “bagaimana ?” semua mengangkat jempol. Xi Juan


cekikikan “benar-benar menguntungkan kalian. Kami saja biasanya dengan susah


payah, baru bisa mencicipi masakannya” Xin Qian memuji “dia benar-benar serba


bisa. Siapa yang bisa menikahinya akan sangat beruntung” Fang Ying “lihat dia,


bisa menyesuaikan diri dengan segala situasi. Awalnya berfikir, keluarga sana


akan sangat arogan dan sombong, tidak akan mau berhubungan dengan keluarga


bawah” Hao Cun “dia bahkan dengan hewan saja bisa menyatu, apalah artinya


seperti ini !” sambil makan sambil melihat Shen Yao.


          “Da Ren…” Seorang pelayan datang memanggil Tian Guang. Tian


Guang mengalihkan pandangannya “ada apa ?” Pelayan itu “Da Ren, kuda anda


meronta-ronta dan berlari ke depan penginapan !” Tian Guang mengerutkan kening


“aku akan melihatnya !” mengikuti si pelayan keluar. Tian Guang kembali beberapa


saat kemudian “Shen Yao…” Shen Yao yang masih bercengkrama, berbalik, mendengar


namanya dipanggil “kudamu meronta, tidak ada yang bisa menenangkannya !” Tian

__ADS_1


Guang menjelaskan.


          Shen Yao mengerutkan kening, langsung berjalan keluar. Yang


lain mengikutinya di belakang “Ling Jiao, ada apa ?” Shen Yao langsung


menghampiri kudanya, mengelus-ngelus kepala kuda. Kuda Ling Jiao langsung


tenang mendengar sang pemilik memanggilnya. Kuda mengangkat kepala, melihat ke


langit, Shen Yao pun ikut melihat. Seekor burung elang turun di kepala kuda,


mematuk-matuk pundak Shen Yao. Banyak yang ngeri melihatnya, ada yang penasaran


akan interaksi kedua hewan ini dan Shen Yao.


          Wajah Shen Yao berubah “baik, aku sudah tahu, awasi… kami


akan segera tiba.” Burung elang kembali terbang “Ling Jiao tunggu aku,


bersiaplah.” Kuda Ling Jiao mengangguk-anggukkan kepalanya. Shen Yao berbalik


melihat semua “persiapkan diri kalian, kita segera melanjutkan perjalanan.”


Tian Guang “Shen Yao, ada apa ? hari sudah malam” Shen Yao menatap Li Suen


“kakekmu sakit lagi, kita harus segera sampai ke Lu Guo, bersiaplah…” semua


tercengang, mengikuti langkah Shen Yao, bergegas menyiapkan semua barang bawaan


mereka.


          Setelah berpamitan, mereka segera berangkat “Shen Yao,


gunakan jubah ini… hari sudah malam, sangat mudah masuk angin !” Tian Guan


menggantungkan sebuah jubah ringan di pundak Shen Yao “terima kasih… ayo, kita


berangkat” naik ke atas kuda “kalian semua berhati-hatilah, pentingkan


keselamatan” sang pemilik penginapan dan tukang masak menasehati. Shen Yao


hanya menunduk sesaat, langsung berbalik dan melesatkan kudanya.


Guo. Perjalanan yang harusnya menghabiskan waktu 1,5 hari, mereka lalui tidak


sampai sehari. Mereka tiba di Lu Guo, di hari berikutnya pada petang hari. Li


Suen dan Mei Gui, segera berlari masuk, diikuti lainnya. Tabib istana melihat


Shen Yao, Hao Cun, dan Xi Juan langsung berlutut memberi hormat “tabib


bangkitlah… bagaimana kondisi kakek Li ?” Tabib berdiri tapi tetap menunduk


“Putri, Kakek Li memiliki penyakit Jantung dan tubuh yang terlalu kurus. Siang


tadi sudah bisa makan dan turun ranjang. Kondisi saat ini sudah lumayan stabil”.


          Shen Yao menghampiri ranjang dengan senyum lembut “Kakek Li,


bagaimana perasaan anda ?” Kakek Li dengan nafas tersenggal-senggal membuka


mata “anda ?” Li Suen memperkenalkan “Kakek, ini Putri Mahkota Song Shen Yao !”


Kakek Li langsung terbelalak, ingin memberi hormat ditahan Shen Yao “Kakek Li,


tidak perlu seperti itu ! anda berbaring dengan baik !” membantu menyandarkan


Kakek Li dengan lembut. Kakek Li “maaf Putri…” Shen Yao tersenyum “harusnya


saya yang meminta maaf… karena saya, menyebabkan Li Suen dan Mei Gui terlambat


sampai disini !”


          Kakek Li tersenyum “anak muda memang harus banyak berjalan


diluar… harus melihat dunia luas…” Shen Yao kembali bertanya “bagaimana keadaan


anda ?” Kakek Li terbatuk, Shen Yao membantu memberi minum “penyakit lama,

__ADS_1


sudah tua, penyakit datang semua…” Shen Yao menghibur “Kakek Li, walupun anda


tua tapi masih berjiwa muda. Penyakit ini tidak ada apa-apanya… bukankah anda


seorang pejuang ? apakah akan kalah oleh penyakit kecil ini ? anda hanya


terlalu kesepian hingga tidak memperhatikan tubuh anda. Sekarang ada kedua cucu


bodoh ini bersama anda, dengan keributan yang mereka lakukan… hmm, bahkan


akupun tidak tahan” berbisik pada Kakek Li. Yang langsung tertawa


terbahak-bahak “memang mereka sangat berisik hahaha…”


Shen


Yao cekikikan “jadi, anda sudah harus baik-baik memperhatikan tubuh anda.


Tunjukkan pada kedua cucu bodoh anda ini, anda bahkan masih kuat menggendong


cicit dari mereka”. Kakek Li tersenyum, mengangguk-anggukkan kepala “yah… aku


masih kuat… aku akan menggendong anak kalian ! dulu saja, aku menggendong cucu


nakal ini hanya menggunakan 1 tangan” memukul pundak Li Suen. Shen Yao langsung


mengeluarkan jempolnya “hebat… dengar itu anak bodoh ! kau bahkan membawa 5


kitab saja tidak kuat cih…” mengejek Li Suen yang menunduk malu.


Kakek


Li mengambil tangan Shen Yao “ceritakan pada kakek, apa yang dilakukan anak


bodoh ini di sekolah ?” Shen Yao mengejek “wah kakek, anda ingin


menjerumuskanku ya !” Kakek Li “bagaimana bisa mengatakan menjerumuskan !” Shen


Yao mendekatkan wajahnya ke telinga Kakek Li, berbisik “Kakek Li, sekarang cucu


bodohmu ini sudah menikah… bukan hanya 1, aku harus menghadapi 2 kebodohan yang


sangat berisik, bukankah anda menjerumuskanku ? apalagi, istrinya ini sangat


galak, hati-hati kakek nanti diangkat menggunakan 1 tangannya” Kakek Li


langsung tertawa terbahak-bahak. Walau suaranya kecil, tapi 1 ruangan bisa


mendengarnya. Semua tersenyum, melihatnya memberi semangat dan menghibur Kakek


Li.


          Kakek


Li mengangguk-angguk tidak berhenti tertawa “anda tidak usah khawatir, jika


istrinya galak, aku akan lebih galak !” Shen Yao mengacungkan jempolnya lagi


“wah kakek, anda memang hebat ! nah kalau begitu, kakek bantulah aku menghajar


kedua anak bodoh ini !” Kakek Li “ooo… apa yang mereka lakukan padamu ?


beritahu kakek, kakek akan menghajar mereka.” Shen Yao cemberut “mereka selalu


menindasku, merampas makananku… belum lagi menyuruhku, nona kecil ini


memasakkan mereka… kakek, kau harus memberi keadilan padaku ya !” Kakek Li


membuka matanya lebar-lebar “benarkah ? hey anak kurang garam, kenapa kau


memperlakukan putri seperti itu ?” menghardik Li Suen. Li Suen hanya


mesem-mesem, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


          Shen Yao “nah makanya kakek, cepatlah sembuh, jadi kuat


menghajar mereka ok” Kakek Li mengangguk-angguk “aku masih kuat memegang cambuk


petirku !” mengangkat tangannya, memperlihatkan ototnya. Shen Yao melirik sinis

__ADS_1


Li Suen “rasakan ! lihat kalian masih berani menindasku lagi tidak”. Li Suen


hanya cekikikan, Mei Gui tersenyum, menggelengkan kepala.


__ADS_2