Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 137 - Manisan Lei Shen


__ADS_3

Ling


Ling “apa Niang Qin tidak merasa sakit sama sekali ?” Xiong Xiong dan Xin Xin


sudah berlari masuk menemani Hua Zi dan Feng Wei. Feng Huo Huang “bukan tidak


sakit hanya tidak menyadari sakitnya saja…” Bai Jin mondar mandir, Long Jin


Shan “tidak perlu khawatir, dia akan baik-baik saja…” Budha “aku datang


terlambat hihihi…” Feng Huo Huang “ada apa anda datang hari ini ?” Budha “demi


bocah ini !” membelai Bai Jin, Bai Jin mendengus kesal. Long Jin Shan “oh sudah


tiba waktunya !” Budha mengangguk “masih memerlukan bantuan Xiao Shen Zhu” Bai


Jin menunduk “dia akan dengan senang hati melakukannya !” Budha tersenyum dan


membelai bulu Bai Jin.


        Hua Zi berkaca-kaca melihat tubuh Feng


Wei penuh luka. Feng Wei tidak menyadari kesedihan Hua Zi dan kedua anak. Feng


Wei perlahan mengobati luka-lukanya, meringis kesakitan dan meniup-niup dengan


bibir kecilnya “shh… hu… hu… hu… shh… ouch… hu… hu… hu…” Hua Zi melihat Feng


Wei yang tidak menyadari kehadirannya, sangat sedih, perlahan mengambil tangan


kecil Feng Wei “Feng Wei, aku membantumu…” Feng Wei mendongak “eh Hua Zi gege,


tidak perlu, aku bisa sendiri…” Hua Zi tidak melepasnya “Feng Wei, kita adalah


suami istri… jangan menolakku… melihatmu seperti ini, hatiku sangat sakit… kau


memilikiku, jangan menanggung semuanya sendiri…” Feng Wei terbengong “ini


sangat sakit…” Hua Zi tersenyum lembut “aku akan mengobatimu dengan lembut,


bisakah !” Feng Wei mengangguk.


        Hua Zi perlahan membersihkan dan


mengobati Feng Wei yang meringis menahan sakit. Banyak lukanya yang terbuka


hingga terlihat tulang putih didalamnya. Feng Wei tidak mengeluh, hanya


meringis ‘shh… shh… shh…’ Hua Zi menitikkan air mata “Feng Wei, kau tidak harus


menjadi begitu kuat… jika sakit, teriaklah…” Feng Wei gemetar “Hua Zi gege,


tidak bertenaga…” jatuh tidak sadarkan diri. Hua Zi panik “Feng Wei… Feng Wei…”


Xin Xin segera berlari keluar “Zhe Yan yeye, Zhe Yan yeye…” menarik Zhe Yan ke


kamar Feng Wei. Zhe Yan memeriksa “biarkan dia tertidur, segera obati lukanya…”


semua melihatnya dan pamit undur diri. Bai Jin tidur di sisi Feng Wei,


menemaninya.


        Lei Shen berulang kali gagal membuat


manisan plum. Tiap hari membawa manisan plum yang gagal ke hadapan Feng Wei,


selalu kembali dengan muka masam, harus memakan manisan plum yang berantakan


buatannya sendiri. Hingga hari ke-10, Lei Shen berhasil membuat manisan plum


yang walau rasanya masih berantakan tapi sudah bisa diterima Feng Wei “lain


kali mengganggu kesenangan yang mulia lagi, bukan hanya membuat manisan plum

__ADS_1


semudah itu…” Lei Shen memberi hormat “terima kasih Shen Zhu… eh Shen Zhu, luka


anda sudah sembuh…” Feng Wei mengangguk. Lei Shen melihat Bai Jin “pergilah…”


Lei Shen memberi hormat dan pergi.


        Hua Zi “Feng Wei, ada apa ?” Feng Wei


tersenyum manis “Hua Zi gege, aku akan ke Zuan Bao Shi Dao…” Hua Zi menggeleng


“lukamu baru mengering, kau belum bisa banyak gerak, masih butuh istirahat…”


Feng Wei memajukan bibirnya “baiklah, sembuhkan luka dahulu… 20 hari lagi pun


masih belum terlambat hihihi…” Hua Zi cemberut “Feng Wei… apa yang akan kau


lakukan ? kenapa harus ke sana ?” Feng Wei membelai kepala Bai Jing “harus


mengawal 7 kesayanganku evolusi…” Bai Jin mengangkat kepala, menaruh di


pangkuan Feng Wei. Hua Zi membelai bulu Bai Jin “aku menemanimu…” Feng Wei


mengangguk.


        Hua Zi memeluk Feng Wei “apa masih sakit


?” Feng Wei cemberut “hanya sedikit tapi sangat gatal…” Hua Zi “tahan beberapa


hari lagi, akan membawamu berendam…” Feng Wei mengangguk. Feng Wei “Hua Zi


gege, bagaimana penguasaan api abadimu ?” Hua Zi mengeluarkan sihir api abadi,


terlihat kobaran api kecil melayang “hmm bagus, jangan memaksakan diri, aku


masih belum bisa mengawalmu…” Hua Zi tersenyum manis “aku akan berhati-hati,


tidurlah…” Feng Wei tersenyum dan menutup mata.


        15 hari kemudian, Long Jin Shan, Feng


Zi mengerutkan kening, takut terjadi sesuatu. Budha “Shao Yang, tidak perlu


seperti itu, Shen Zhu sudah tahu yang harus dilakukannya” Feng Wei “lao yeye,


ada apa dengan kedatanganmu ?” sambal memainkan rambut Hua Zi. Budha tersenyum


“Shen Zhu, apa rencanamu kali ini ? penyatuan Bai Jin ?”


        Bai Jin menaruh kepalanya di pangkuan


Feng Wei, menunduk dan ber-eng -eng “hihihi kenapa denganmu ? mana tampang


garangmu ?” Feng Wei mencubit-cubit pipi Bai Jin. Dewi Kwam In tersenyum “Shen


Zhu…” Hua Zi “apa akan berbahaya ?” Feng Wei menggeleng “paling akan tidur


panjang lagi, apa yang perlu dikhawatirkan !”


        Budha “apa anda akan tidur di Zuao Bao


Shi Dao ? Hua Zi memegang Feng Wei “Feng Wei… bisakah tidur di tempat lain ?”


tertunduk sedih. Feng Wei tersenyum “bukankah sudah mengijinkanmu menemani ke


Zuan Bao Shi Dao ! Hua Zi gege bisa membawaku setelah semua selesai” Hua Zi


mengangguk, Budha tersenyum “akhirnya ada yang membuka diri !” lainnya


tersenyum. Feng Wei berdiri “haih lao yeye, semua aman-aman saja, kenapa yang


mulia harus bersusah payah… aku masih mau ke Huang Jing mengambil kembali Qi


Lin Shu ku” dengan tangan dijulurkan ke Budha, Budha cekikikan.

__ADS_1


        Hua Zi “Qi Lin Shu…” Zhe Yan “Qi Lin Shu


adalah milikmu ?” melihat ke Feng Wei. Feng Wei acuh tak acuh “tentu saja, itu


adalah tanaman pertama yang kutumbuhkan di Zuan Bao Shi Dao…” Budha “jadi Bai


Feng Jiu tidak bisa menumbuhkannya dimanapun, karena tanpa essensi dan darah Xiao


Shen Zhu ini, Qi Lin Shu tidak akan bisa tumbuh dimanapun” Feng Wei memainkan


bibirnya, lainnya mengangguk-angguk tanda mengerti.


        Lian Song “berarti anda bukan melupakan


Qi Lin Shu tapi menyadari kultivasi anda yang tidak bisa menumbuhkannya” Feng


Wei menguap “aku hanya tidak ingin menghabiskan Qi Lin Shu yang tumbuh di Huang


Jing” Lian Song “wah Dong Hua, kesedihanmu sia-sia…” Hua Zi memeluk Feng Wei


“aku sudah tahu, Xiao Bai tidak akan meninggalkanku…” Feng Wei tersenyum manis.


        Budha “sembarang anda mengambilnya, tapi


sisakan untuk lao yeye ini…” Feng Wei cekikikan. Dewi Kwam In “sudah menentukan


saatnya ?” Feng Wei mengangguk “5 hari lagi, aku sudah mengabari ketujuhnya”


berdiri gagah. Budha mengangguk “Shen Zhu…” Feng Wei mengangkat tangannya “yeye,


aku berterima kasih untuk maksud baikmu, tapi ini adalah bagianku… kalian hanya


perlu melihat, tidak perlu melakukan apapun… semua masih dalam batasku…” Budha


tersenyum menggeleng “anda tetap tidak berubah… baik, Shao Yang jaga baik-baik


gadis kecil ini…” Hua Zi mengangguk.


        Feng Huo Huang “Huo Feng, Yu Zhou Da Lu


?” Feng Wei merenggangkan tubuhnya “lao nainai… Yu Zhou Da Lu serahkan pada


kalian… aku masih ingin bersenang-senang” berjalan menjauh bersama Bai Jin.


Semua saling melihat “Jin di, bagaimana kalau kita membuka dunia baru ?” Bai


Jin segera berdiri tegak melihat Feng Wei kecil.


        Feng Wei tersenyum, melayang naik ke


pohon fuling “Bai Jin, setelah melewati evolusi kali ini, jiejie akan membuka 2


dunia baru, bagaimana ? evolusi sebelumnya sudah berputar padamu anak nakal…”


membuang tangkai pohon mengetuk kepala Bai Jin. Bai Jin menggosok kepalanya


sambal cekikikan “maaf jiejie…”.


        Hua Zi naik memeluk Feng Wei “Feng Wei…”


Feng Wei “Hua Zi gege, kau ingin dunia seperti apa ? saat aku tidur panjang,


desainlah sebuah dunia, aku akan mengabulkannya untukmu…” Bai Jin “jiejie…”


Feng Wei menatap Bai Jin “ada permintaan ?” Bai Jin cekikikan merengek “jiejie,


dunia ilusi…” Feng Wei “wah kirin nakal, kau juga banyak permintaan…”


        Budha “eh kalau begitu yeye juga mau…”


Feng Wei melirik “haih lao yeye, kau fikirkan saja gua kecilmu itu…” Budha


“haih xiao Shen Zhu…” Feng Wei memainkan bibirnya “jangan nakal-nakal, cukup

__ADS_1


aku saja yang nakal hahaha…” Budha menggeleng


__ADS_2