
“Xiao Guang, hari sudah
gelap, kita kembali ke Desa Huo Mei…” Huang Guang mengajak. Bertiga kembali
berpacu ke Desa Huo Mei. Situasi sementara sudah diatasi, ketua desa sudah
memerintahkan untuk para penduduk sementara tidak menempati sisi timur. Huang
Guang dan Yang Guang diterima sebagai tamu di kediaman Ketua Desa “Huang er,
bagaimana ayahmu ? dia tidak kemari bersamamu ?” Huang Guang “die masih menjamu
para tamu yang ikut perlombaan sebelumnya dan juga memperbaharui arena
perlombaan” Yang Guang “shushu, apa pernah mencoba memanfaatkan lahar di perut
gunung ?” semua melihat ke Yang Guang. Ketua tertarik “Xiao Guang, kau ada ide
apa ?”
Yang Guang memberi hormat “shushu, maaf kalau lancang, tapi
menurutku daripada menunggu dan mengatasi masalah yang telah terjadi, lebih
baik mencegahnya. Aku sudah melihat aliran kali ke laut. Jika Desa Huo Mei
bertahan dengan situasi seperti ini, maka tidak sampai beberapa tahun lagi,
Desa ini bisa saja hanya tinggal kenangan” Jing Guang menatap Huang Guang dan
melihat Yang Guang “Xiao Guang, coba katakan pengamatanmu…”
Yang Guang mengangguk “ehm… ini hanya ide yang kudapat saat
melihat situasi yang terjadi… shushu, Jing Guang, daripada memakai kayu dan
mengurangi pepohonan untuk keasrian desa ini, bagaimana jika kalian membangun
rumah menggunakan bebatuan… kualitas batu lahar sangat bagus, rumah juga akan
lebih kokoh… selain itu, kalian bisa membuat benteng pertahanan… ehm kalau
membuat benteng sepanjang kali juga akan bermanfaat untuk desa ini” sang ketua
mengangguk “dan maksudmu dengan memanfaatkan lahar perut gunung ?” Yang Guang
“shushu, bisa membuat lubang pada perut gunung dan mengalirkan laharnya, bisa
memanfaatkan untuk perapian atau kebutuhan dapur, menggantikan kayu bakar” Jing
Guang “die, aku sudah bilang bisa memanfaatkannya” ketua berfikir “Xiao Guang,
apa kau bisa menggambarnya ?” Yang Guang berfikir “bisa saja…”
Yang Guang “ehm shushu, menurutku sebaiknya kalian membuat
kanal yang mengalirkan lahar letusan langsung ke laut, jangan melalui kali.
Lahar panas yang terkena air kali akan mengeras malah menjadi sumber banjir…” ketua
“benar, seharusnya membuat kanal, dulu takut akan melukai penduduk jika bara
apinya tidak segera dipadamkan…” Yang Guang “tidak masalah… shushu bisa membuat
penutup diatasnya yang bisa dibuka sewaktu-waktu… sementara bebatuan itu
dikumpulkan saja, semakin banyak untuk membuat benteng pertahanan juga bisa
menjadi pelindung untuk desa ini” tersenyum manis. Jing Guang “tapi kalau
membuat perubahan ini, akan membuat perbaikan besar-besaran…” Huang Guang “Jing
di, jangan khawatir, aku akan mengabari die, kami akan membantu kalian”
tersenyum pada Yang Guang.
Selama beberapa bulan, Yang Guang menggambar dan terus
memberi petunjuk untuk mengikuti rancangannya. Jing Guang “Huang xiong,
__ADS_1
kesetiaanmu berada di tempat yang benar… aku sangat malu, usiaku lebih tua
darinya tapi tidak dapat memikirkan semua ini…” Huang Guang tersenyum bangga
“Xiao Guang memang luar biasa…” Jing Guang “Huang xiong, aku juga mau
mengikutinya, aku akan memberitahu die…” Huang Guang “Jing di, apa kau sudah
yakin ?” Jing Guang “Huang xiong, sebenarnya sama sepertimu, saat pertama
melihat Yang Guang, entah kenapa aku seperti memiliki suatu perasaan yang tidak
bisa diartikan. Aku melihat cahaya pelangi di matanya !” “kau juga melihatnya
?” Jing Guang mengangguk “kukira itu hanya halusinasiku saja…” Jing Guang
“cahaya pelangi ?” Huang Guang mengangguk.
Huang Guang “Jing di, jika kau sudah yakin, aku tidak akan
menghalangimu…” Jong Guang “apa Yang Guang mau menerimaku ?” Huang Guang
cekikikan “dia… sudah pasti tidak terima hahaha… aku saja hampir ditinggal
olehnya… untung aku pintar, aku sudah menunggunya di luar kamarnya sepanjang
malam hahaha…” Jing Guang “ooo…” Huang Guang “hihihi sudahlah, mau mengikutinya,
kita harus memutar otak agar tidak ditinggalkannya hahaha…” Jing Guang “wah
Huang xiong, sejak kapan kau berubah menjadi penguntit ?” Huang Guang “selama
bisa mengikutinya, aku tidak keberatan !” keduanya tertawa bersama.
You Zun “lihat, sebagai manusia, mereka juga sangat nakal
hahaha… menjadi penguntit Shen Zhu hihihi… saat Yang Guang mendengarnya, pasti
akan pusing hahaha…” Gun Gun “kenapa Niang Qin tidak suka mereka ikut ? bahkan
disini, dia selalu mencari alasan menghindar…” You Zun “dia tidak ingin
dengan segala cara… jadi daripada mengikutinya, dia lebih suka semua aman
bersama keluarga mereka…” Hua Zi “dia sangat nakal…” cemberut. You Zun “kalau dia
tidak seperti itu, apa anda akan jatuh cinta setengah mati padanya ?” Hua Zi
tersenyum “sebelum aku mengenalnya, semua selalu meminta perlindunganku,
tertarik padaku karena statusku, selalu berdiri di belakangku… dia satu-satunya
yang tidak menganggapku, selalu berdiri di depanku melindungiku… setinggi
apapun statusku, sehebat apapun diriku, dia dengan kemampuan yang tidak
seberapa dan tubuh kecilnya dengan gagah berdiri di hadapanku”.
You Zun “Di Jun, kau sudah mengikutinya 10 tahun, apa tidak
kembali ke alam dewa ?” Hua Zi menggeleng “tidak perlu, aku akan menemaninya
hingga dia menyelesaikan semua kultivasinya…” Gun Gun “Fu Qin, apa kau
memerlukan sesuatu ?” Hua Zi menggeleng sambil melihat Yang Guang yang sedang
memantau perkembangan “hah… mereka sudah mengerti, aku tidak perlu disini lagi…
ah, disini tidak seru lagi… aku ingin berendam, tubuhku sudah pegal semua…”
berbalik ke kediaman yang disiapkan untuknya. Sebelum masuk kamar, bertemu Jing
Guang “Xiao Guang, ada apa denganmu ?” Yang Guang “tidak ada apa-apa… aku ingin
berendam dan mandi… ada apa mencariku ?” Jing Guang “oh kalau begitu aku tidak
mengganggumu… setelahnya, datanglah ke aula, malam nanti ada acara makan
malam bersama” Yang Guang tersenyum “baik…” masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Yang Guang membuka seluruh pakaiannya, menggerai rambutnya,
wajah manis dan tubuh putih gadis muda perlahan masuk ke air yang sudah
disiapkan “ah nyaman sekali…” “apa kau kelelahan ?” suara dan sepasang tangan
yang memijat bahunya tiba-tiba muncul, membuat Yang Guang terlonjak kaget “Hua…
Hua Zi gege, apa yang kau lakukan ?” Hua Zi menarik Yang Guang kembali
membelakanginya “jangan banyak bergerak, nikmati saja !” Yang Guang malu dan
menutupi tubuhnya “Hua Zi gege, walaupun kau malaikat, berbuat seperti ini
bukannya tidak baik…” “apa yang tidak baik ? aku memijat istriku sendiri, apa
yang salah ?” “is… istri ?” Yang Guang semakin terkejut.
Hua Zi memeluk Yang Guang “yah… kau adalah istriku…” Yang
Guang mematung tidak bergerak “Hua Zi gege, aku masih kecil, bagaimana mungkin
istrimu ? apa kau tidak salah mengenali orang ?” Hua Zi menggeleng “Feng Wei,
kau adalah istriku, di segala kehidupanmu, kau hanya bisa menjadi istriku” Yang
Guang kebingungan “apa malaikat bisa menikah ? apalagi menikah dengan manusia ?”
Hua Zi tersenyum mengecup belakang kepalanya “ini tidak perlu kau fikirkan…
yang penting kau tahu, aku adalah suamimu, suamimu satu-satunya…” Yang Guang
masih kebingungan “ehm…”
Hua Zi “beberapa bulan ini kau sudah kelelahan…” Yang Guang
“tidak masalah… bisa melihat senyum dan semangat hidup mereka sungguh sesuatu
yang indah…” Hua Zi menaruh kepalanya di bahu telanjang Yang Guang “Feng Wei,
kau milikku… berapa banyakpun lelaki yang kau temui, kau hanya boleh selalu
memandangku…” Yang Guang “bukannya aku tidak pernah memandangmu… bahkan wajahmu
seperti apapun, aku tidak tahu…” Hua Zi tersenyum, mengangkat kepalanya,
memutar Yang Guang menghadapnya “lihat baik-baik wajah suamimu…” Yang Guang
membelalakkan matanya, memegang rambut Hua Zi “hmm apa malaikat semua memiliki
rambut perak ?” Hua Zi menggeleng “hanya beberapa…” Yang Guang “Hua Zi gege,
kau sangat tampan…” Hua Zi tersenyum “apa kau puas dengan wajah suamimu yang
seperti ini ?” Yang Guang tersenyum malu.
Hua Zi tersenyum “mulai saat ini, kau bisa melihat wajahku,
tidak perlu menutup mata lagi…” Yang Guang mengangguk “Hua Zi gege, pergilah
dulu, aku tidak nyaman…” Hua Zi tersenyum “bagian tubuhmu sudah kulihat semua,
bahkan saat usiamu sudah lebih dewasa… bersamaku, kau tidak perlu malu…” Hua Zi
melepas semua bajunya dan ikut masuk ke bak rendaman, Yang Guang segera menutup
matanya “Hua Zi gege, apa yang kau lakukan ?” Hua Zi tersenyum “kemarilah…”
menaikkan Yang Guang ke pangkuannya “Feng Wei kecilku, buka matamu…” Yang Guang
membuka matanya perlahan tapi tidak berani bergerak. Hua Zi mengecup bibir
mungilmya, Yang Guang membelalakkan matanya “ciuman pertamaku…” Hua Zi
cekikikan “ciuman pertamamu sudah kudapatkan saat kau berusia 3 tahun” Yang
Guang semakin melebarkan matanya “hihihi sudah, tidak usah terkejut seperti
itu, rilekskan badanmu…”
__ADS_1