Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 150 - Bantuan untuk Desa Huo Mei


__ADS_3

“Xiao Guang, hari sudah


gelap, kita kembali ke Desa Huo Mei…” Huang Guang mengajak. Bertiga kembali


berpacu ke Desa Huo Mei. Situasi sementara sudah diatasi, ketua desa sudah


memerintahkan untuk para penduduk sementara tidak menempati sisi timur. Huang


Guang dan Yang Guang diterima sebagai tamu di kediaman Ketua Desa “Huang er,


bagaimana ayahmu ? dia tidak kemari bersamamu ?” Huang Guang “die masih menjamu


para tamu yang ikut perlombaan sebelumnya dan juga memperbaharui arena


perlombaan” Yang Guang “shushu, apa pernah mencoba memanfaatkan lahar di perut


gunung ?” semua melihat ke Yang Guang. Ketua tertarik “Xiao Guang, kau ada ide


apa ?”


          Yang Guang memberi hormat “shushu, maaf kalau lancang, tapi


menurutku daripada menunggu dan mengatasi masalah yang telah terjadi, lebih


baik mencegahnya. Aku sudah melihat aliran kali ke laut. Jika Desa Huo Mei


bertahan dengan situasi seperti ini, maka tidak sampai beberapa tahun lagi,


Desa ini bisa saja hanya tinggal kenangan” Jing Guang menatap Huang Guang dan


melihat Yang Guang “Xiao Guang, coba katakan pengamatanmu…”


          Yang Guang mengangguk “ehm… ini hanya ide yang kudapat saat


melihat situasi yang terjadi… shushu, Jing Guang, daripada memakai kayu dan


mengurangi pepohonan untuk keasrian desa ini, bagaimana jika kalian membangun


rumah menggunakan bebatuan… kualitas batu lahar sangat bagus, rumah juga akan


lebih kokoh… selain itu, kalian bisa membuat benteng pertahanan… ehm kalau


membuat benteng sepanjang kali juga akan bermanfaat untuk desa ini” sang ketua


mengangguk “dan maksudmu dengan memanfaatkan lahar perut gunung ?” Yang Guang


“shushu, bisa membuat lubang pada perut gunung dan mengalirkan laharnya, bisa


memanfaatkan untuk perapian atau kebutuhan dapur, menggantikan kayu bakar” Jing


Guang “die, aku sudah bilang bisa memanfaatkannya” ketua berfikir “Xiao Guang,


apa kau bisa menggambarnya ?” Yang Guang berfikir “bisa saja…”


          Yang Guang “ehm shushu, menurutku sebaiknya kalian membuat


kanal yang mengalirkan lahar letusan langsung ke laut, jangan melalui kali.


Lahar panas yang terkena air kali akan mengeras malah menjadi sumber banjir…” ketua


“benar, seharusnya membuat kanal, dulu takut akan melukai penduduk jika bara


apinya tidak segera dipadamkan…” Yang Guang “tidak masalah… shushu bisa membuat


penutup diatasnya yang bisa dibuka sewaktu-waktu… sementara bebatuan itu


dikumpulkan saja, semakin banyak untuk membuat benteng pertahanan juga bisa


menjadi pelindung untuk desa ini” tersenyum manis. Jing Guang “tapi kalau


membuat perubahan ini, akan membuat perbaikan besar-besaran…” Huang Guang “Jing


di, jangan khawatir, aku akan mengabari die, kami akan membantu kalian”


tersenyum pada Yang Guang.


          Selama beberapa bulan, Yang Guang menggambar dan terus


memberi petunjuk untuk mengikuti rancangannya. Jing Guang “Huang xiong,

__ADS_1


kesetiaanmu berada di tempat yang benar… aku sangat malu, usiaku lebih tua


darinya tapi tidak dapat memikirkan semua ini…” Huang Guang tersenyum bangga


“Xiao Guang memang luar biasa…” Jing Guang “Huang xiong, aku juga mau


mengikutinya, aku akan memberitahu die…” Huang Guang “Jing di, apa kau sudah


yakin ?” Jing Guang “Huang xiong, sebenarnya sama sepertimu, saat pertama


melihat Yang Guang, entah kenapa aku seperti memiliki suatu perasaan yang tidak


bisa diartikan. Aku melihat cahaya pelangi di matanya !” “kau juga melihatnya


?” Jing Guang mengangguk “kukira itu hanya halusinasiku saja…” Jing Guang


“cahaya pelangi ?” Huang Guang mengangguk.


          Huang Guang “Jing di, jika kau sudah yakin, aku tidak akan


menghalangimu…” Jong Guang “apa Yang Guang mau menerimaku ?” Huang Guang


cekikikan “dia… sudah pasti tidak terima hahaha… aku saja hampir ditinggal


olehnya… untung aku pintar, aku sudah menunggunya di luar kamarnya sepanjang


malam hahaha…” Jing Guang “ooo…” Huang Guang “hihihi sudahlah, mau mengikutinya,


kita harus memutar otak agar tidak ditinggalkannya hahaha…” Jing Guang “wah


Huang xiong, sejak kapan kau berubah menjadi penguntit ?” Huang Guang “selama


bisa mengikutinya, aku tidak keberatan !” keduanya tertawa bersama.


          You Zun “lihat, sebagai manusia, mereka juga sangat nakal


hahaha… menjadi penguntit Shen Zhu hihihi… saat Yang Guang mendengarnya, pasti


akan pusing hahaha…” Gun Gun “kenapa Niang Qin tidak suka mereka ikut ? bahkan


disini, dia selalu mencari alasan menghindar…” You Zun “dia tidak ingin


dengan segala cara… jadi daripada mengikutinya, dia lebih suka semua aman


bersama keluarga mereka…” Hua Zi “dia sangat nakal…” cemberut. You Zun “kalau dia


tidak seperti itu, apa anda akan jatuh cinta setengah mati padanya ?” Hua Zi


tersenyum “sebelum aku mengenalnya, semua selalu meminta perlindunganku,


tertarik padaku karena statusku, selalu berdiri di belakangku… dia satu-satunya


yang tidak menganggapku, selalu berdiri di depanku melindungiku… setinggi


apapun statusku, sehebat apapun diriku, dia dengan kemampuan yang tidak


seberapa dan tubuh kecilnya dengan gagah berdiri di hadapanku”.


          You Zun “Di Jun, kau sudah mengikutinya 10 tahun, apa tidak


kembali ke alam dewa ?” Hua Zi menggeleng “tidak perlu, aku akan menemaninya


hingga dia menyelesaikan semua kultivasinya…” Gun Gun “Fu Qin, apa kau


memerlukan sesuatu ?” Hua Zi menggeleng sambil melihat Yang Guang yang sedang


memantau perkembangan “hah… mereka sudah mengerti, aku tidak perlu disini lagi…


ah, disini tidak seru lagi… aku ingin berendam, tubuhku sudah pegal semua…”


berbalik ke kediaman yang disiapkan untuknya. Sebelum masuk kamar, bertemu Jing


Guang “Xiao Guang, ada apa denganmu ?” Yang Guang “tidak ada apa-apa… aku ingin


berendam dan mandi… ada apa mencariku ?” Jing Guang “oh kalau begitu aku tidak


mengganggumu… setelahnya, datanglah ke aula, malam nanti ada acara makan


malam bersama” Yang Guang tersenyum “baik…” masuk ke kamarnya.

__ADS_1


          Yang Guang membuka seluruh pakaiannya, menggerai rambutnya,


wajah manis dan tubuh putih gadis muda perlahan masuk ke air yang sudah


disiapkan “ah nyaman sekali…” “apa kau kelelahan ?” suara dan sepasang tangan


yang memijat bahunya tiba-tiba muncul, membuat Yang Guang terlonjak kaget “Hua…


Hua Zi gege, apa yang kau lakukan ?” Hua Zi menarik Yang Guang kembali


membelakanginya “jangan banyak bergerak, nikmati saja !” Yang Guang malu dan


menutupi tubuhnya “Hua Zi gege, walaupun kau malaikat, berbuat seperti ini


bukannya tidak baik…” “apa yang tidak baik ? aku memijat istriku sendiri, apa


yang salah ?” “is… istri ?” Yang Guang semakin terkejut.


          Hua Zi memeluk Yang Guang “yah… kau adalah istriku…” Yang


Guang mematung tidak bergerak “Hua Zi gege, aku masih kecil, bagaimana mungkin


istrimu ? apa kau tidak salah mengenali orang ?” Hua Zi menggeleng “Feng Wei,


kau adalah istriku, di segala kehidupanmu, kau hanya bisa menjadi istriku” Yang


Guang kebingungan “apa malaikat bisa menikah ? apalagi menikah dengan manusia ?”


Hua Zi tersenyum mengecup belakang kepalanya “ini tidak perlu kau fikirkan…


yang penting kau tahu, aku adalah suamimu, suamimu satu-satunya…” Yang Guang


masih kebingungan “ehm…”


          Hua Zi “beberapa bulan ini kau sudah kelelahan…” Yang Guang


“tidak masalah… bisa melihat senyum dan semangat hidup mereka sungguh sesuatu


yang indah…” Hua Zi menaruh kepalanya di bahu telanjang Yang Guang “Feng Wei,


kau milikku… berapa banyakpun lelaki yang kau temui, kau hanya boleh selalu


memandangku…” Yang Guang “bukannya aku tidak pernah memandangmu… bahkan wajahmu


seperti apapun, aku tidak tahu…” Hua Zi tersenyum, mengangkat kepalanya,


memutar Yang Guang menghadapnya “lihat baik-baik wajah suamimu…” Yang Guang


membelalakkan matanya, memegang rambut Hua Zi “hmm apa malaikat semua memiliki


rambut perak ?” Hua Zi menggeleng “hanya beberapa…” Yang Guang “Hua Zi gege,


kau sangat tampan…” Hua Zi tersenyum “apa kau puas dengan wajah suamimu yang


seperti ini ?” Yang Guang tersenyum malu.


          Hua Zi tersenyum “mulai saat ini, kau bisa melihat wajahku,


tidak perlu menutup mata lagi…” Yang Guang mengangguk “Hua Zi gege, pergilah


dulu, aku tidak nyaman…” Hua Zi tersenyum “bagian tubuhmu sudah kulihat semua,


bahkan saat usiamu sudah lebih dewasa… bersamaku, kau tidak perlu malu…” Hua Zi


melepas semua bajunya dan ikut masuk ke bak rendaman, Yang Guang segera menutup


matanya “Hua Zi gege, apa yang kau lakukan ?” Hua Zi tersenyum “kemarilah…”


menaikkan Yang Guang ke pangkuannya “Feng Wei kecilku, buka matamu…” Yang Guang


membuka matanya perlahan tapi tidak berani bergerak. Hua Zi mengecup bibir


mungilmya, Yang Guang membelalakkan matanya “ciuman pertamaku…” Hua Zi


cekikikan “ciuman pertamamu sudah kudapatkan saat kau berusia 3 tahun” Yang


Guang semakin melebarkan matanya “hihihi sudah, tidak usah terkejut seperti


itu, rilekskan badanmu…”

__ADS_1


__ADS_2