
Feng
Huo Huang “bagaimana situasinya ?” Long Jin Shan menggeleng “tidak baik… Budha
dan Dewi Kwam In pun sudah datang. Mereka ingin mengantar kepergian Huo Feng”
Hua Zi mencengkeram tangan Long Jin Shan “Supreme Emperor… dimana Supreme
Emperor ? aku akan mencarinya” kedua Zun Wang tercengang “bagaimana kau tahu
Supreme Emperor ?” Gun Gun “Jin Shan shushu, apa benar Supreme Emperor bisa
menyelamatkan Niang Qin ? kalau benar, katakan pada kami, kami akan mencarinya”
kedua Zun Wang menggeleng “tidak ada Supreme Emperor…” semuanya kecewa. Long
Jin Shan menjelaskan “Supreme Emperor adalah sebuah mitos atau legenda mengenai
penguasa sejati seluruh alam. Aku tidak tahu dimana kalian mendengarnya tapi
tidak ada Supreme Emperor hingga saat ini. Selama ini, kalian hanya melihat
darah kultivasi Huo Feng yang berwarna merah emas perak. Sebenarnya darah asli
Huo Feng berwarna merah, jingga, emas – kuning, hijau, biru, dan nila.” semua
tercengang.
Feng Huo Huang melanjutkan “Huo Feng
beraura pelangi yang memiliki 7 warna. Berdasar pada semua hal yang sudah
dilakukannya selama ini dan kurangnya 1 warna ungu pelangi pada darahnya, kami
berandai-andai jika Huo Feng lah Supreme Emperor. Tapi sekali lagi hal itu
hanya mitos, Huo Feng tidak mau memberi kalian harapan palsu jadi tidak pernah
membahasnya. Huo Feng sendiri tidak pernah memikirkannya, tidak menyukai hal
yang tidak pasti seperti itu”. Disaat mereka berbicara, tampak langit
menggelap, bintang dan meteor berjatuhan “99 alam langit jatuh, tanda Zun Shen
yuhua… Huo Feng…” melihat ke hadapan mereka.
Dihadapan mereka, dalam jiejue raksasa
terjadi adu 2 kekuatan besar. Mereka hanya dapat melihat kilatan-kilatan merah
keemasan melawan hitam keemasan. Terdengar dentuman-dentuman pedang dan
peraduan sihir yang memekakkan telinga. Hei Ye “hahaha… Feng Wei, lihat pecinta
kecilmu ada disini hahaha… aku akan membunuhnya…” Feng Wei menatap tajam Hei Ye
“mimpi, kau tidak akan keluar dari sini…” melanjutkan pertempuran. Disaat
mereka tiba di Tian Ling Dong, Hei Ye dan Feng Wei sudah menyadari kehadiran
mereka. Feng Wei sempat terganggu dan mendapat beberapa serangan Hei Ye.
Setelah melihat kedua Zun Wang yang melindungi mereka dalam jiejue berlapis,
Feng Wei kembali fokus melawan Hei Ye.
Long Jin Shan “apapun yang kita
lakukan, tidak dapat mengelabuinya… Huo Feng sudah tahu kedatangan kalian” Hua
Zi “Feng Wei…” Feng Huo Huang segera menarik Hua Zi “jangan memanggilnya, apa
kau tidak lihat tadi Huo Feng sempat goyah… apa kau mau dia pergi dengan
sia-sia ?” berkata tajam. Hua Zi terdiam melihat pertarungan Feng Wei vs Hei
Ye. Hati semua bergejolak, terutama saat melihat tubuh kecil Feng Wei yang
__ADS_1
terluka dan muntah darah.
Selama
7 hari 7 malam, pertarungan tidak berhenti “huh…. Huh… huh… Feng Wei, kenapa
harus seperti ini ? kita menguasai dunia bersama tidak baikkah ?” Hei Ye
mencoba mempengaruhi. Feng Wei menodongkan pedangnya “Hei Ye adikku, tidak
perlu mengatakan apapun… siapa yang lebih mengenal dirimu lebih baik dari padaku…
ayo adik kecilku, jiejie membawamu kembali” tersenyum, mengeluarkan energi
besar, dengan satu tusukan menebus tubuh Hei Ye. Disaat menusuk Hei Ye, Feng
Wei pun tertusuk pedang Hei Ye hingga menancap dan menembus dadanya “Huh… huh…
huh…” segera berbalik menopang tubuh Hei Ye dengan pedang yang masih menancap
di dadanya.
Feng
Wei membuang pedangnya, menaruh Hei Ye di pangkuannya “Xiao Hei… Xiao Hei…” Hei
Ye dengan susah payah membuka mata “Da Hua, kau menang…” tersenyum lembut. Feng
Wei tersenyum “kau ini adik bodoh…” Hei Ye “jiejie, terima kasih, demiku, kau
sudah mengorbankan segalanya, tidak pernah mengabaikanku…” Feng Wei “bodoh, kau
adalah didiku, selamanya adalah adikku yang paling baik… mana mungkin aku
mengabaikanmu…” Hei Ye tersenyum menutup mata “yah itulah dirimu, selalu begitu
welas asih, selalu begitu setia, selalu begitu hebat, selalu begitu cantik,
selalu begitu pintar, selalu begitu baik, selalu begitu sabar…” Feng Wei
hebat, hingga membuat semua menempel padamu… aku tidak suka melihat mereka
menempel dan menggunakan kebaikanmu…” Feng Wei “jadi kau berubah menjadi iblis
gila…” Hei Ye cekikikan “hihihi iblis gila… Da Hua, bisa juga kata-kata ini
keluar dari mulutmu hahaha… Feng Wei, jika ada kehidupan berikutnya, aku ingin
terlahir menjadi adikmu yang sebenarnya… saat itu aku akan melindungimu…” Feng
Wei tersenyum lembut “bodoh, kau selamanya adalah adikku yang sebenarnya…” Hei
Ye “yah bodoh, aku adalah adik bodoh dan kau adalah kakak terbodoh hahaha….
hahaha…” keduanya tertawa hingga Hei Ye berubah menjadi cahaya hitam keemasan
dan menghilang.
Feng
Wei bangkit berdiri, mencabut pedang dari dadanya, muntah darah yang sangat
banyak dan menghancurkan kedua pedang. Tubuhnya pun berubah menjadi cahaya
merah keemasan, terbang keluar Tian Ling Dong ke hadapan Budha dan Dewi Kwam
In. Cahaya berubah menjadi Feng Wei yang tembus pandang “lao yeye, jiejie,
kalian datang hihihi… bagaimana aku ? sangat hebatkan… hihihi…” bertingkah
seperti anak kecil dengan tawa ceria. Budha tersenyum lembut “Xiao Shen Zhu
memang yang terhebat, akhirnya sesuai dengan kemauanmu, semua berubah menjadi
baik…” Feng Wei tertawa terbahak-bahak “lao yeye kalahkan… masih aku yang
menangkan hahaha…” Dewi Kwam In “Xiao Shen Zhu, caramu sangat unik dan luar
__ADS_1
biasa…” Feng Wei tertawa terbahak-bahak “hal biasa hal biasa hahaha… nah
selanjutnya giliran kalian…” memberi hormat pada Budha dan Dewi Kwam In.
Feng
Wei beralih ke jiejue berlapis, menembusnya, terbang ke hadapan Hua Zi dengan
senyum manis dan cerianya. Feng Wei membelai kepala Hua Zi “kau harus
berbahagia, mengerti !” Hua Zi tersenyum sedih “Feng Wei yang terhebat…” “Niang
Qin / Hong Ling” Feng Wei sangat ceria “eh berhenti, yang mulia tidak mau melihat
kesedihan hihihi… kalian harus tersenyum berbahagia, hari ini yang mulia sangat
bahagia, akhirnya adik bodohku itu kembali hihihi… ah akhirnya sudah bisa
beristirahat hahaha… nah semua, sekarang giliran kalian menjaga semesta ini”
berdiri di hadapan semua dengan senyum ceria “Cai Hong Huo Feng, disini
berterima kasih pada semua… Cai Hong Huo Feng pamit undur diri hihihi…”
menundukkan kepala. Feng Wei berbalik dan berlari, melompat-lompat kegirangan
seperti anak kecil menjauh dari mereka. Feng Wei berubah menjadi cahaya merah
keemasan terbang masuk ke raga asli Cai Hong Huo Feng.
Cai
Hong Huo Feng membuka mata yang memancarkan sinar yang menyilaukan. Ada senyum
lembut di bibirnya, mengerahkan sihir berkekuatan besar. Dari tubuhnya muncul
cahaya pelangi, semakin lama semakin terang dan semakin besar. Dengan satu
teriakan ‘aaa….’ meluluhlantakkan Tian Ling Dong. Semua jiejue, semua aura
hitam keemasan, aura iblis dan siluman yang pekat sebelumnya hilang digantikan
dengan hawa yang sejuk dan pemandangan yang asri. Tian Ling Dong hilang dan
musnah tak berbekas. Cai Hong Huo Feng dengan wajah pucat turun ke hadapan
semua, tersenyum manis. Dari langit mulai turun hujan fengwei hua. Tubuh Cai
Hong Huo Feng perlahan berubah menjadi cahaya pelangi, menghilang dari hadapan
semua.
Hua
Zi muntah darah dan terjatuh “Fu Qin… Fu Qin…” Gun Gun dan Ling Ling sangat
cemas. Budha dan Dewi Kwam In menghampiri “Yu Huang, kau harus bangga padanya.
Sampai saat terakhirnya pun dia tetap memegang keyakinannya. Shen Zhu sudah
berhasil membuktikan keyakinannya, mengembalikan Hei Ye ke jalan yang benar.”
Lian Song “apa semua ini direncakan Di Hou ?” Budha mengangguk “awalnya yang
mulia pun masih ragu… yang dikatakan kultivasi untuk menyembuhkan diri,
sebenarnya bukanlah menyembuhkan dirinya sendiri tapi Hei Ye. Dia sudah tahu,
Hei Ye akan mengejarnya demi untuk mengacaukan bahkan membunuh raga
kultivasinya. Tapi dengan begitu, Shen Zhu bisa sedikit demi sedikit
menghilangkan unsur iblis dan siluman dari diri Hei Ye. Gadis itu sampai akhirpun
tidak menyerah dengan keyakinannya. Demi hal itu, dia rela kehilangan nyawanya
sendiri. Pantas saja terjadi perubahan dalam kultivasinya”.
__ADS_1