
Keesokan harinya, Yang Guang
sangat bersemangat bahkan memegang tangan Sang Putri “ Tuan Putri-ku yang
mulia, aku menunggu kabar baikmu” membuat Sang Putri tersipu malu. Sudah hilang
Yang Guang yang biasa dingin, yang ada adalah Yang Guang kekanakan dengan
pengharapan yang sangat besar di wajahnya. “kau… kau lepaskan aku… aku akan
segera menemui ayahanda…” Yang Guang segera melepas tangannya dan mengangguk
antusias “silahkan Tuan Putri” dengan senyum manis di bibir mungilnya. Sang
Putri menatap Yang Guang, ada perasaan yang berbeda di hatinya mengalahkan
kebenciannya pada Yang Guang selama ini.
Sang Putri segera berbalik, menyembunyikan wajahnya yang
memerah, berjalan ke istana Raja ‘apa yang terjadi padaku ? tidak… tidak mungkin…
aku tidak mungkin menyukainya… ah ternyata Yang Guang juga mempunyai sisi
kekanakan… ah tidak, dia selalu sangat sombong… tapi senyumnya itu… ah apa yang
kufikirkan…’ “argh…” “hahaha… 1 lagi korban pesona Yang Guang” Zhe Yan tertawa
terbahak-bahak. Bai Chen menghela nafas “haih… setinggi harapannya maka sakit karena
kekecewaan yang dirasakan akan membuatnya lebih menderita…” Hua Zi “dia tidak
memikirkan untuk dirinya, dia ingin membawa pulang ketujuh temannya”.
Sang Putri menemui Raja “salam ayahanda…” Raja yang sedang
membaca laporan mengangkat kepala melihat sang putri, dengan santai menjawab
“Ren Ya, ada masalah apa kau begitu tergesa-gesa mencariku ?” sang putri
tersenyum “ayahanda, esok akan dikeluarkan pengumuman kelulusan. Yang Guang Da Ren
sudah melakukan tanggung jawabnya dengan baik dalam mendidik kami. Ayahanda,
walaupun Yang Guang Da Ren sangat berbakat, tapi asal usulnya tidak jelas,
tidak mempunyai latar belakang yang mendukung. Putri tahu anda melihat bakatnya
jadi mengangkatnya, tapi ayahanda, tempat Yang Guang Da Ren bukanlah disini.”
wajah Raja menjadi dingin dan ada kerutan.
“Ayah, sudah cukup penghormatan yang anda berikan untuk
bakat Yang Guang Da Ren dan teman-temannya. Yang Guang Da Ren pernah mengatakan
rumahnya di seluruh dunia ini, putri yakin Da Ren akan lebih berkembang diluar
ibukota. Ayahanda, bebaskanlah dan biarkan Yang Guang Da Ren dan ketujuh
temannya kembali ke kehidupan mereka.” Sang Raja memukul meja dengan marah
“siapa yang menyuruhmu mengatakan ini ?” “ayahanda, mohon jangan marah…”
seorang pangeran masuk “ayah, kemarin kami bicara dari hati ke hati dengan
Pengawas. Pengawas mengatakan beliau lebih suka hidup bebas, tidak terikat
dengan status dan tanggung jawab. Ananda dan adik berfikir, karena status dan
tanggung jawab, kita sudah merenggut kebebasan Pengawas. Bukankah anda
mengajarkan kami untuk menghormati dan menghargai keinginan yang lain ! jadi
__ADS_1
kami berfikir untuk mengabulkan keinginan Pengawas. Melepasnya pergi melakukan
hal yang mereka inginkan !”
Sang Raja murka “brengsek… kalian fikir siapa kalian berani
mengajariku untuk melakukan sesuatu !” membuat keduanya tersentak kaget, tidak
mengerti dengan kemarahan sang ayah. “ayahanda…” “cukup, kalian tidak tahu
apapun… aku tidak akan pernah melepaskan Yang Guang…” “ayahanda, siapa Yang
Guang ? kenapa anda begitu menghormatinya ?” tanya pangeran. Sang Raja “bukan
siapa-siapa…” “kalau bukan siapa-siapa, kenapa anda harus mempertahankannya ?”
“ayah, Yang Guang lebih menginginkan kebebasan daripada di ibukota” “kalian
bodoh… Yang Guang adalah berlian tidak ternilai… ah sudahlah, aku tidak perlu
menjelaskan apapun… kalian kembalilah…” keduanya hanya bisa menunduk dan keluar
dari ruangan.
Pangeran “siapa sebenarnya Yang Guang, kenapa ayah
bersikeras mempertahankannya !” Putri “kakak, mungkin kita sudah salah faham
pada Yang Guang. Sepertinya dia tidak seburuk itu” Pangeran mencibir “adik, kau
bukan jatuh cinta padanya kan ? baru kemarin kau begitu membencinya” “aku… aku
tidak…” wajah putri memerah. Pangeran “baguslah kalau tidak, lagipula usia Yang
Guang berada di bawahmu, kalian tidak akan bisa bersama” Putri tertunduk sedih,
dia tidak memikirkannya sama sekali, dia sendiri tidak menyadari apa yang
terjadi padanya “kakak, apa begitu jelas aku menyukainya ?” Pangeran
Guang memegang tanganku dengan senyum manis yang penuh harapan. Disaat itu, aku
merasa jantungku berdebar kencang. Hihi tampang dinginnya yang biasa
diperlihatkan sudah tidak ada, yang ada adalah tampang imut kekanakan anak
kecil yang mengharapkan permen. Kakak, mungkin Yang Guang hanya berusaha
menjalankan tanggung jawabnya”.
Pangeran “adik, sejak kapan kau jadi seperti ini ?” Putri
menggeleng “aku tidak tahu… aku masih harus mengantarkan berita kegagalan ini
padanya, rasanya tidak tega melihat wajah sedihnya” Pangeran “cih, aku tidak
percaya dia akan bersedih… dia pastinya akan sangat bahagia ! ayo, kakak
menemanimu menemuinya !” berjalan bersama ke tempat Yang Guang.
Yang Guang yang tidak sabar menunggu kabar, berjalan mondar
mandir tidak tenang “kenapa lama sekali ?” Jing Guang “ Yang er, kenapa kau
begitu gugup, santai saja…” Huang Guang menghela nafas “Yang er, jangan terlalu
banyak berharap…” Yang Guang “tapi mereka mengatakannya dengan penuh keyakinan
kemarin… setidaknya…” melihat ketujuhnya “ah… mereka adalah putri dan pangeran,
raja harusnya mendengar mereka kan !” Tian Ling memegang tangan Yang Guang
dengan senyuman “yah, tapi…” “Pengawas…” belum sempat menyelesaikan kata-katanya,
__ADS_1
putri dan pangeran sudah muncul di pintu ruangan.
Yang Guang segera berbalik dengan binar kebahagiaan,
memegang tangan Sang Putri dan membuatnya tersipu “bagaimana ? kalian berhasil
kan ? kami sudah bebas kan ? tenang saja, aku akan segera pergi dari sini”
pangeran terkejut dengan sikap Yang Guang. Sementara ketujuhnya yang melihat
wajah pangeran dan putri sudah tahu jawabannya, tersenyum sedih menatap Yang
Guang “Yang er…” Yang Guang “Putri… Putri, apa anda baik-baik saja ?”
menguncang tubuh sang putri yang tampak melamun “eh oh Pengawas… mengenai
kebebasan…” “berhasil kan ? kami bebaskan ?” masih dengan senyum manisnya
“maaf, ayahanda tidak memberikannya, ayahanda bahkan melarang kami
mengungkitnya lagi” raut kebahagiaan di wajah Yang Guang menghilang, tampak
wajah pucat seketika.
“Yang
er…” Jing Guang memegang pundaknya. Yang Guang tersadar, melepas tangannya dari
tangan sang putri dan menunduk, sangat jelas kesedihan dan kekecewaan di
wajahnya “maaf…” Jing Guang menggeleng “Yang er…” Yang Guang menepis tangan
Jing Guang dipundaknya “tidak masalah… aku keluar, tidak perlu mengikutiku, aku
akan kembali…” perlahan berjalan keluar tanpa menoleh pada yang lain. Pangeran
dan putri bingung dengan reaksi Yang Guang dan lainnya “maaf, apa…” Huang Guang
berkata pelan “Putri, tolong… untuk kedepannya jauhi kami…” “Huang Guang…” Tian
Ling “Putri – Pangeran, jika anda bermain-main dengan kami, kami bisa
menerimanya. Tapi tolong jangan mempermainkan Yang Guang, kami tidak bisa
menerimanya” Pangeran “kami tidak mempermainkannya…” Shui Lan “Putri –
Pangeran, dengan memberikan harapan kemudian menghancurkannya begitu saja… kami
tahu kami bukan orang penting untuk kalian, tapi kami juga mempunyai hati…
terutama hati emas Yang Guang. Kalian bisa menyakiti kami, tapi tolong jangan
Yang Guang… hari ini kalian sudah menghancurkan hati Yang Guang yang selalu
kami jaga… pergilah…” ketujuhnya meninggalkan ruangan dengan raut kesedihan.
Putri “kakak, apa aku sangat kejam ?” Pangeran masih belum
tersadar dari kebingungannya. Putri memegang tangan Pangeran “kakak, aku merasa
bersalah pada Pengawas !” Pangeran tersadar “dia… begitu menginginkan kebebasan
mereka ?” Putri mengangguk “kakak sudah lihat kan, raut wajahnya itu… sangat
berbeda dengan yang kita kenal selama ini… yang kita kenal hanya Pengawas bukan
Yang Guang yang asli… kak, aku merasa bersalah pada mereka. Selama ini, aku
sudah banyak melakukan sesuatu yang menyulitkan mereka, tapi mereka tidak
pernah putus mengajariku… kak, mungkin betul yang mereka katakan, status
membuat kita menjadi egois dan sombong” Pangeran “sudahlah, kita cari mereka
__ADS_1
dan meminta maaf” Putri mengangguk, bersama keluar mencari Yang Guang dan 7
lainnya.