Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 165 - Kekecewaan


__ADS_3

Keesokan harinya, Yang Guang


sangat bersemangat bahkan memegang tangan Sang Putri “ Tuan Putri-ku yang


mulia, aku menunggu kabar baikmu” membuat Sang Putri tersipu malu. Sudah hilang


Yang Guang yang biasa dingin, yang ada adalah Yang Guang kekanakan dengan


pengharapan yang sangat besar di wajahnya. “kau… kau lepaskan aku… aku akan


segera menemui ayahanda…” Yang Guang segera melepas tangannya dan mengangguk


antusias “silahkan Tuan Putri” dengan senyum manis di bibir mungilnya. Sang


Putri menatap Yang Guang, ada perasaan yang berbeda di hatinya mengalahkan


kebenciannya pada Yang Guang selama ini.


          Sang Putri segera berbalik, menyembunyikan wajahnya yang


memerah, berjalan ke istana Raja ‘apa yang terjadi padaku ? tidak… tidak mungkin…


aku tidak mungkin menyukainya… ah ternyata Yang Guang juga mempunyai sisi


kekanakan… ah tidak, dia selalu sangat sombong… tapi senyumnya itu… ah apa yang


kufikirkan…’ “argh…” “hahaha… 1 lagi korban pesona Yang Guang” Zhe Yan tertawa


terbahak-bahak. Bai Chen menghela nafas “haih… setinggi harapannya maka sakit karena


kekecewaan yang dirasakan akan membuatnya lebih menderita…” Hua Zi “dia tidak


memikirkan untuk dirinya, dia ingin membawa pulang ketujuh temannya”.


          Sang Putri menemui Raja “salam ayahanda…” Raja yang sedang


membaca laporan mengangkat kepala melihat sang putri, dengan santai menjawab


“Ren Ya, ada masalah apa kau begitu tergesa-gesa mencariku ?” sang putri


tersenyum “ayahanda, esok akan dikeluarkan pengumuman kelulusan. Yang Guang Da Ren


sudah melakukan tanggung jawabnya dengan baik dalam mendidik kami. Ayahanda,


walaupun Yang Guang Da Ren sangat berbakat, tapi asal usulnya tidak jelas,


tidak mempunyai latar belakang yang mendukung. Putri tahu anda melihat bakatnya


jadi mengangkatnya, tapi ayahanda, tempat Yang Guang Da Ren bukanlah disini.”


wajah Raja menjadi dingin dan ada kerutan.


          “Ayah, sudah cukup penghormatan yang anda berikan untuk


bakat Yang Guang Da Ren dan teman-temannya. Yang Guang Da Ren pernah mengatakan


rumahnya di seluruh dunia ini, putri yakin Da Ren akan lebih berkembang diluar


ibukota. Ayahanda, bebaskanlah dan biarkan Yang Guang Da Ren dan ketujuh


temannya kembali ke kehidupan mereka.” Sang Raja memukul meja dengan marah


“siapa yang menyuruhmu mengatakan ini ?” “ayahanda, mohon jangan marah…”


seorang pangeran masuk “ayah, kemarin kami bicara dari hati ke hati dengan


Pengawas. Pengawas mengatakan beliau lebih suka hidup bebas, tidak terikat


dengan status dan tanggung jawab. Ananda dan adik berfikir, karena status dan


tanggung jawab, kita sudah merenggut kebebasan Pengawas. Bukankah anda


mengajarkan kami untuk menghormati dan menghargai keinginan yang lain ! jadi

__ADS_1


kami berfikir untuk mengabulkan keinginan Pengawas. Melepasnya pergi melakukan


hal yang mereka inginkan !”


          Sang Raja murka “brengsek… kalian fikir siapa kalian berani


mengajariku untuk melakukan sesuatu !” membuat keduanya tersentak kaget, tidak


mengerti dengan kemarahan sang ayah. “ayahanda…” “cukup, kalian tidak tahu


apapun… aku tidak akan pernah melepaskan Yang Guang…” “ayahanda, siapa Yang


Guang ? kenapa anda begitu menghormatinya ?” tanya pangeran. Sang Raja “bukan


siapa-siapa…” “kalau bukan siapa-siapa, kenapa anda harus mempertahankannya ?”


“ayah, Yang Guang lebih menginginkan kebebasan daripada di ibukota” “kalian


bodoh… Yang Guang adalah berlian tidak ternilai… ah sudahlah, aku tidak perlu


menjelaskan apapun… kalian kembalilah…” keduanya hanya bisa menunduk dan keluar


dari ruangan.


          Pangeran “siapa sebenarnya Yang Guang, kenapa ayah


bersikeras mempertahankannya !” Putri “kakak, mungkin kita sudah salah faham


pada Yang Guang. Sepertinya dia tidak seburuk itu” Pangeran mencibir “adik, kau


bukan jatuh cinta padanya kan ? baru kemarin kau begitu membencinya” “aku… aku


tidak…” wajah putri memerah. Pangeran “baguslah kalau tidak, lagipula usia Yang


Guang berada di bawahmu, kalian tidak akan bisa bersama” Putri tertunduk sedih,


dia tidak memikirkannya sama sekali, dia sendiri tidak menyadari apa yang


terjadi padanya “kakak, apa begitu jelas aku menyukainya ?” Pangeran


Guang memegang tanganku dengan senyum manis yang penuh harapan. Disaat itu, aku


merasa jantungku berdebar kencang. Hihi tampang dinginnya yang biasa


diperlihatkan sudah tidak ada, yang ada adalah tampang imut kekanakan anak


kecil yang mengharapkan permen. Kakak, mungkin Yang Guang hanya berusaha


menjalankan tanggung jawabnya”.


          Pangeran “adik, sejak kapan kau jadi seperti ini ?” Putri


menggeleng “aku tidak tahu… aku masih harus mengantarkan berita kegagalan ini


padanya, rasanya tidak tega melihat wajah sedihnya” Pangeran “cih, aku tidak


percaya dia akan bersedih… dia pastinya akan sangat bahagia ! ayo, kakak


menemanimu menemuinya !” berjalan bersama ke tempat Yang Guang.


          Yang Guang yang tidak sabar menunggu kabar, berjalan mondar


mandir tidak tenang “kenapa lama sekali ?” Jing Guang “ Yang er, kenapa kau


begitu gugup, santai saja…” Huang Guang menghela nafas “Yang er, jangan terlalu


banyak berharap…” Yang Guang “tapi mereka mengatakannya dengan penuh keyakinan


kemarin… setidaknya…” melihat ketujuhnya “ah… mereka adalah putri dan pangeran,


raja harusnya mendengar mereka kan !” Tian Ling memegang tangan Yang Guang


dengan senyuman “yah, tapi…” “Pengawas…” belum sempat menyelesaikan kata-katanya,

__ADS_1


putri dan pangeran sudah muncul di pintu ruangan.


          Yang Guang segera berbalik dengan binar kebahagiaan,


memegang tangan Sang Putri dan membuatnya tersipu “bagaimana ? kalian berhasil


kan ? kami sudah bebas kan ? tenang saja, aku akan segera pergi dari sini”


pangeran terkejut dengan sikap Yang Guang. Sementara ketujuhnya yang melihat


wajah pangeran dan putri sudah tahu jawabannya, tersenyum sedih menatap Yang


Guang “Yang er…” Yang Guang “Putri… Putri, apa anda baik-baik saja ?”


menguncang tubuh sang putri yang tampak melamun “eh oh Pengawas… mengenai


kebebasan…” “berhasil kan ? kami bebaskan ?” masih dengan senyum manisnya


“maaf, ayahanda tidak memberikannya, ayahanda bahkan melarang kami


mengungkitnya lagi” raut kebahagiaan di wajah Yang Guang menghilang, tampak


wajah pucat seketika.


          “Yang


er…” Jing Guang memegang pundaknya. Yang Guang tersadar, melepas tangannya dari


tangan sang putri dan menunduk, sangat jelas kesedihan dan kekecewaan di


wajahnya “maaf…” Jing Guang menggeleng “Yang er…” Yang Guang menepis tangan


Jing Guang dipundaknya “tidak masalah… aku keluar, tidak perlu mengikutiku, aku


akan kembali…” perlahan berjalan keluar tanpa menoleh pada yang lain. Pangeran


dan putri bingung dengan reaksi Yang Guang dan lainnya “maaf, apa…” Huang Guang


berkata pelan “Putri, tolong… untuk kedepannya jauhi kami…” “Huang Guang…” Tian


Ling “Putri – Pangeran, jika anda bermain-main dengan kami, kami bisa


menerimanya. Tapi tolong jangan mempermainkan Yang Guang, kami tidak bisa


menerimanya” Pangeran “kami tidak mempermainkannya…” Shui Lan “Putri –


Pangeran, dengan memberikan harapan kemudian menghancurkannya begitu saja… kami


tahu kami bukan orang penting untuk kalian, tapi kami juga mempunyai hati…


terutama hati emas Yang Guang. Kalian bisa menyakiti kami, tapi tolong jangan


Yang Guang… hari ini kalian sudah menghancurkan hati Yang Guang yang selalu


kami jaga… pergilah…” ketujuhnya meninggalkan ruangan dengan raut kesedihan.


          Putri “kakak, apa aku sangat kejam ?” Pangeran masih belum


tersadar dari kebingungannya. Putri memegang tangan Pangeran “kakak, aku merasa


bersalah pada Pengawas !” Pangeran tersadar “dia… begitu menginginkan kebebasan


mereka ?” Putri mengangguk “kakak sudah lihat kan, raut wajahnya itu… sangat


berbeda dengan yang kita kenal selama ini… yang kita kenal hanya Pengawas bukan


Yang Guang yang asli… kak, aku merasa bersalah pada mereka. Selama ini, aku


sudah banyak melakukan sesuatu yang menyulitkan mereka, tapi mereka tidak


pernah putus mengajariku… kak, mungkin betul yang mereka katakan, status


membuat kita menjadi egois dan sombong” Pangeran “sudahlah, kita cari mereka

__ADS_1


dan meminta maaf” Putri mengangguk, bersama keluar mencari Yang Guang dan 7


lainnya.


__ADS_2