Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 199 - Permainan Bunga Sederhana


__ADS_3

Xiong Xiong dan Xin Xin bersorak “Niang Qin, Niang Qin,


itu sangat indah, lagi… Niang Qin, lagi…” Feng Jiu cemberut “Xiong Xiong – Xin


Xin, diluar panggil Xiao Feng” Xiong Xiong dan Xin Xin memeletkan lidahnya,


menggoyang-goyangkan tangan Shen Zhu kecil dan merengek “Xiao Feng, Xiao Feng,


lagi, lagi… Xiong Xiong / Xin Xin masih mau melihatnya…” Cai Hong Huo Feng


memonyongkan bibirnya menghadap Ling Ling dan Jin Lan “giliran kalian…” Ling


Ling dan Jin Lan membuka mata lebar-lebar kemudian mengangguk.


            Ling Ling dan


Jin Lan dengan mudah memanggil bunga-bunga masuk ke ruangan walaupun tidak


sebanyak dan secepat Cai Hong Huo Feng, tapi kesusahan mengendalikannya. Mereka


mencoba membentuk bunga-bunga menjadi wujud hewan-hewan, tapi sering tidak


lengkap dan menjadi bentuk lucu. Pertunjukannya menjadi lucu membuat semua


tertawa terbahak-bahak, seperti melihat panggung boneka.


            Para dewa


dewi agung, tegang melihat hasil sihir Ling Ling dan Jin Lan. Cai Hong Huo Feng


kecil menikmati pertunjukannya dan cengingisan, berusaha menahan suara tawanya


(ya iya to, Shen Zhu yang hebat ini masih kecil, sukanya yang lucu-lucu, semua


bisa dijadikan mainan olehnya). Cai Hong Huo Feng kecil tidak tahan dan suara


tawanya pecah “hahahahahaha…” semua melihat kearahnya. Cai Hong Huo Feng dengan


cekikikan terbang kearah bunga-bunga itu, dengan segera mengambil alih semua


bunga. Membentuk hewan-hewan sempurna (kelinci, harimau, kura-kura, ikan, kuda,


dsb) dan bermain bersama mereka. Cai Hong Huo Feng tidak mempedulikan semua


mata yang melihat kearahnya, dia berada di dunianya sendiri. Melihat ke anak-anak


yang matanya berbinar-binar, Cai Hong Huo Feng membentuk bola dari bunga dan


menembakkannya ke anak-anak, kemudian tertawa ceria.


            Cai Hong Huo


Feng berteriak “ayo, jangan diam saja disana. Pertunjukan disini tidak menarik,


kita bermain saja diluar…” bunga-bunga seperti mengerti, membawa Shen Zhu kecil


keluar ruangan. Semuapun mengikutinya keluar ruangan.


            Cai Hong Huo


Feng dibawa bunga-bunga berterbangan di angkasa. Semakin banyak bunga yang


berdatangan, langit tertutup dengan bunga-bunga beraneka warna. Shen Zhu kecil


mengirimkan bunga, mengangkat anak-anak bergabung bermain bersamanya. Mereka


menari, melempar bola bunga, dan kejar-kejaran di langit. Cai Hong Huo Feng


membuat bunga sebagai tunggangan dan membuat langit menjadi lapangan bermain


mereka. Wewangian bunga tersebar di seluruh Jiu Jong Tian. Yang ada dibawah,


tertawa-tawa, tersenyum, dan geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anak. Xiao


Di Hou baru bangun sudah membuat heboh Jiu Jong Tian.

__ADS_1


Bagi xiao Di Hou, ini hanya permainan, tapi yang melihat


dan tidak mengenal Cai Hong Huo Feng dibuat takjub olehnya. Penguasaan sihir


semacam ini, menguasai langit yang begitu luas, bahkan mereka yang sudah


setingkat dewa agung pun belum tentu bisa melakukannya. Cai Hong Huo Feng bisa


bermain tanpa beban, bertanda sihir itu tidak ada apa-apanya untuknya. Ini juga


membuat yang mempunyai fikiran melenceng pada Dong Hua Di Jun pun sadar. Mereka


tidak akan mungkin bisa mengalahkan xiao Di Hou dari sisi manapun, kecantikan,


kekuatan, kepintaran, dan lainnya. Tidak ada yang bisa mereka unggulkan di


hadapan xiao Di Hou. Mereka juga paham keterikatan Dong Hua Di Jun pada Di Hou


ini, bahkan semuapun ingin dekat dengannya.


Berhubung Cai Hong Huo Feng baru bangun, badannya masih


agak lemah dan membutuhkan banyak asupan energi. Permainan semacam ini pun


menguras energinya dan cepat lapar, sehingga Huo Feng kecil menyudahinya


setelah sejam. Huo Feng kecil, terbang masuk ke pelukan Dong Hua dengan mata


berkedip-kedip berharap “Hua Zi gege, lapar…”. Dong Hua mengelus hidung Shen


Zhu kecil yang sangat ceria, berpura-pura marah “nakal… tahunya hanya bermain,


lapar baru ingat Fu Jun” Huo Feng kecil merengek “emmm, Fu Jun, jangan


marahlah… aku sudah tertidur begitu lama, sudah lama tidak bermain… Fu Jun,


jangan marah ya ya ya…” sambil mencium-cium wajah Dong Hua. Dong Hua tertawa


“hahaha… Fu Jun memang tidak bisa marah padamu… ayo kita isi perut kecilmu”


Dong Hua dan rombongan kembali ke istana Tai Chen.


Anak-anak sangat senang, sepanjang jalan menceritakan permainan mereka bersama


xiao Di Hou. Mereka sudah tidak tertarik menonton pertunjukan selanjutnya.


Dibandingkan rombongan Dong Hua, yang tersisa disini masih melongo, belum


keluar dari keindahan dan keceriaan permainan Shen Zhu kecil.


Cai Hong Huo Feng sekarang adalah anak 1.000 tahun jika


di dunia fana sama dengan anak 4 tahun. Bai Yi Fu Ren membuatkan makanan dan


kue-kue kesukaan Cai Hong Huo Feng. Sudah sangat lama, tidak ada kebersamaan


seperti ini diantara mereka. Huo Feng kecil memakan makanannya sambil melihat


semuanya “Hua Zi gege, mereka siapa ?” menunjuk 2 anak kecil yang berusia 700 tahunan.


Ching Ching “nainai, aku Dong Feng Yu Ching…” Huo Feng kecil tersedak makanannya


“huk… huk… huk… ja… jangan… jangan sembarangan memanggil…” Dong Hua mengelus


dada Huo Feng kecil.


Ling Ling memegang tangan Huo Feng kecil “Niang Qin, ini


anakku dan Jin Chen, Lian Zhuo Chang, yang itu adalah anak Gun Gun gege dan


Long Nu, Dong Feng Yu Ching” Chang Chang “waipo…” Huo Feng yang sedang meminum


teh langsung menyemburkan tehnya “huk… huk… huk…” Dong Hua menepuk-nepuk


punggung kecil Huo Feng “Feng Wei, perlahan…” Cai Hong Huo Feng menatap kedua

__ADS_1


anak kecil dihadapannya “anak kalian…” Ling Ling – Jin Chen, Gun Gun – Long Nu


mengangguk bersamaan.


Cai Hong Huo Feng “wah Hua Zi gege, tidak saja mempunyai


anak yang lebih besar 58.000 tahun dariku, sekarang ada cucu yang hanya beda


beberapa ratus tahun dariku… Dong Hua Di Jun, keluargamu banyak sekali…” Dong


Hua tersenyum memeluk erat Huo Feng kecil “keluarga kita… Feng Wei, keluarga


kita… semua ini kau yang berikan padaku…” Huo Feng cekikikan “jadi Dong Hua Di


Jun akan membalasku dengan apa ?” Dong Hua berfikir sejenak “membalasmu dengan


diriku…” Huo Feng kecil mencibir “cih… apa yang mulia ini bisa menolaknya ?”


Dong Hua cemberut menggeleng “haih malangnya nasibku, memiliki kalian yang


mempunyai sangat banyak permintaan…” semua nyengir.


Gun Gun memegang tangan Huo Feng kecil “tidak banyak,


hanya satu, ingin selalu bersama Niang Qin, berjuang bersama Shen Zhu” mulut


Huo Feng membulat “ooo… siapa Shen Zhu ? apa yang diperjuangkan ?” Ling Ling


cemberut “Niang Qin… kau selalu mempermainkan kami…” Huo Feng kecil “benarkah ?


eh seingat yang mulia, selama ini kalian yang paling banyak meminta sesuatu…”


Ling Ling merengek “Niang Qin…” Huo Feng kecil mencibir “aiyo Nu Di, sudah


menjadi seorang ibu, kenapa masih merengek pada yang mulia ?” Ling Ling kesal


“aku tidak peduli, aku selamanya adalah putri Niang Qin…” melipat tangannya di


dada. Huo Feng kecil cekikikan “Hua Zi gege, kapan aku memiliki anak sebesar


ini ? hei aku masih suci, mana punya anak…” memeletkan lidahnya dan tertawa


terbahak-bahak, semua tersenyum menggelengkan kepalanya.


Dong Hua “tidak usah mempedulikan anak kecil ini…” “Fu


Qin…” Ling Ling berteriak kesal. Huo Feng kecil menutup telinganya “eh ayi kenapa


kau masih saja sangat berisik !” Ling Ling merengek “Niang Qin…” semua tertawa


terbahak-bahak. Huo Feng kecil cekikikan “aih Nu Di… bagaimana sebenarnya kau


menjadi Nu Di ?” Ling Ling berbinar “bagaimana kalau Niang Qin mengikuti rapat


di Qing Qiu ?” Huo Feng kecil menggeleng “tidak ada yang menarik, tidak mau…”


Ling Ling merengek “Niang Qin…” Huo Feng kecil “ah jangan merengek lagi, yang


mulia merinding mendengarmu…”.


            Kedua anak kecil melongo melihat pembicaraan mereka, baru


melihat Ling Ling yang manja dan suka merengek. “Niang Qin…” Xiao Huo Feng


menatap anak kecil yang berbicara “Zhuo Chang - Chang Chang kan !” abak kecil


itu mengangguk “jangan mengikuti sifat ibumu yang berisik…” “Niang Qin…” Ling


Ling berteriak. Xiao Huo Feng menutup telinganya dan tertawa terbahak-bahak “Hua


Zi gege, anakmu sanat berisik hahaha… tampaknya beberapa ratus tahun, kemampuan


berteriaknya semakin meningkat hahaha…” semua juga tertawa melihat Ling Ling


yang kesal dipermainkan ibu kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2