
Ling Ling “Niang Qin, pengalaman kami tidak bisa
dibandingkan dengan Yu Zhou Da Lu… tapi sudah belajar selama ini, walau masih
sangat kurang, tapi kami sudah memiliki peningkatan… kami anak-anak Fu Qin
Niang Qin, kami bukan dewa dewi yang harus selalu dilindungi… kami ingin
penjadi pelindung… Niang Qin…” Xiao Shen Zhu menatap keyakinan dimata Ling Ling
dan Gun Gun “perang bukan permainan… kalian harus menggunakan kekuatan kalian
sendiri untuk bertahan hidup… setiap saat dalam perang, kehidupan kalian akan
berada di ujung tanduk…” Gun Gun “Niang Qin, aku tidak takut…. Aku adalah anak
kalian, dewa penjaga alam semesta… lebih baik yuhua dalam perang daripada yuhua
dalam kepengecutan…” Xiao Shen Zhu menggelengkan kepala “selain para dewa dewi
disini… siapa yang mengetahui kau adalah anakku… sudah, tidak perlu mengatakan
apapun… yang mulia bukan dewi yang akan termakan oleh kata-kata…”
Gun Gun dan Ling Ling menatap Xiao Shen Zhu dengan
keyakinan tinggi “hmm… kalian belajar saja yang baik… kita akan melihat
kemampuan kalian 5.000 tahun mendatang” Gun Gun dan Ling Ling tersenyum “Niang
Qin, aku juga akan berusaha…” Xiao Shen Zhu mengangguk “baiklah, berikan
kesempatan pada kalian…” semua tersenyum. Xin Xin “kapan kami bisa seperti gege
jiejie…” Xiao Shen Zhu “kalian ! sebaiknya kalian belajar dulu bagaimana
mengejarku hahaha…” tertawa terbahak-bahak. “Niang Qin…” Xiong Xiong dan Xin
Xin kesal. Jin Chen “Huo Feng niang…” Xiao Shen Zhu “hmm… perang kali ini hanya
perang biasa… bukan tidak bisa jika kalian ingin ikut… hanya saja kalian akan
mengurangi kesenanganku hihihi…” semua berbinar.
“Shen Zhu, apa kami bisa ikut ?” Meng Hao antusias “wah
shushu, sebaiknya kau rawat kumis dan jenggotmu saja… perang biasa buatku,
perang besar buat kalian… kekuatan para prajurit itu melampaui Di Xian… setelah
keluar dari Bing Huo Dao, aku akan mengetes kalian” semua berdiri “kami akan
berusaha Shen Zhu…” Xiao Shen Zhu memutar matanya “diberi kesempatan malah
melunjak… sepertinya yang tadi meminta kesempatan hanya Gun Gun dan Ling Ling,
kenapa menjadi sebanyak ini cih… yang bisa ikut hanya yang melampaui tingkat
35, dibawah itu pulang saja rawat kumis dan janggut…” “Shen Zhu…” Meng Hao
merajuk dibalas ketus Xiao Shen Zhu “apa ulat tua ?”
Dong Hua “Feng Wei, yang kau maksud dengan perang biasa
?” Xiao Shen Zhu “oh kalian bisa bebas menggunakan spiritual… sedangkan aku,
aku akan bertarung dengan pedang Hong Liu Yu…” Bai Qian “kau menggunakan pedang
Si Hai Ba Huang ?” Dong Hua “apa kau tidak menggunakan spiritual ?” Xiao Shen
Zhu menggeleng “mereka masih belum layak untukku mengeluarkan spiritual…” semua
saling melihat “Huo Feng, yang seperti apa yang layak untukmu memakai spiritual
?” Sou Wan penasaran, Xiao Shen Zhu cekikikan “kalian sangat penasaran ! perang
itu debut pertamamu… kaulah yang harus mencuri perhatian disana ! aku hanya
bersenang-senang saja”
Ling Ling “Niang Qin, kau tidak boleh muncul
__ADS_1
ditengah-tengah membereskan medan perang.” Xiao Shen Zhu berooo ria “aku
berencana membuat pegunungan hihihi…” Dong Hua “pegunungan ?” Xiao Shen Zhu
mengangguk “mau melihat matahari terbit, posisi paling baik berada di titik
teratas. Matahari yang menyinari wilayah selatan sangat cantik… kalian belum
pernah melihatnya ?” semua menggeleng “haih kalian tidak mengasikkan… wilayah
selatan cenderung panas, saat matahari menyinarinya, di berbagai tempat
terlihat berkilauan, sangat cantik…” semua berooo ria “Niang Qin minta
membesarkannya ?” “semakin banyak sumber daya maka semakin tinggi gunung yang
kubangun hihihi” semua menganga melihat Xiao Shen Zhu yang tertawa.
Xiao Shen Zhu mengucek-ucek matanya “lelah ?” Xiao Shen
Zhu mengangguk, berbalik, mengalungkan kedua tangannya pada leher Dong Hua dan
merebahkan kepalanya di pundak Dong Hua. Dong Hua tersenyum, membelai kepala
Xiao Shen Zhu “kita beristirahat didalam ?” Xiao Shen Zhu menggeleng “gendong…”
Dong Hua “ingin berjalan-jalan ?” Xiao Shen Zhu mengangguk. Dong Hua tersenyum,
mencium kepalanya, menggendong Xiao Shen Zhu dan berjalan-jalan di sekitar.
Xiao Shen Zhu yang merasakan angin semilir-milir, perlahan masuk ke alam
mimpinya.
Mu Rong “Di Jun sangat memanjakannya !” Meng Hao “siapa
yang tidak ingin memanjakannya !” Mu Rong “jika saat perang dulu ada Di Hou,
semua akan lebih menyenangkan” Meng Hao “Gun Gun, kapan kalian kembali ke Feng
Huo Cang Ling ?” Gun Gun “setelah Fu Qin Niang Qin ke Bing Huo Dao…” Mu Rong
dipimpin Di Hou…” Mo Yuan “Gun Gun, shifu juga ikut !” semua saling menyahut
“baiklah… aku akan meminta Niang Qin meminjamkan Juan Feng” semua mengangguk.
Mereka sering berkumpul di Bi Hai Cang Ling, bersantai
bersama, lebih tepatnya menemani Xiao Shen Zhu bersantai. Xiao Shen Zhu tidak
selalu bermain, sering menghabiskan waktunya mengerjakan laporan-laporan yang
dikirimkan Qing Yun. Ling Ling “Niang Qin, bagaimana kau bisa begitu santai
menyelesaikan semua persoalan ini ?” Xiao Shen Zhu “jadi mau bagaimana
menyelesaikannya ?” Ling Ling termenung “Niang Qin, jika seperti ini, bukankah
hanya akan memberi kesempatan pada pemberontak !” Xiao Shen Zhu tersenyum “Ling
Ling, jika selalu menyelesaikan masalah-masalah sepele dengan begitu serius
bukankah akan sangat melelahkan…” Ling Ling “kenapa Qing Yun jiejie
memberikanmu laporan-laporan ini ?” Xiao Shen Zhu “hanya penghibur saja,
seperti buku cerita Sie Ming”.
Ling Ling “Niang Qin, apa yang biasa kau lakukan untuk
para pemberontak ini ?” Xiao Shen Zhu tersenyum “disimpan saja untuk permainan
selanjutnya” Ling Ling “perang kali ini ?” Xiao Shen Zhu “termasuk salah
satunya ! nanti saatnya, Niang Qin akan membawamu bermain !” Ling Ling berbinar
dan mengangguk “apa seperti ini tidak menjadi masalah di Yu Zhou Da Lu ?” Xiao
Shen Zhu menggeleng “hingga saat ini belum ada yang menjadi masalah…” Ling Ling
terbelalak. Jika hal ini terjadi di Si Hai Ba Huang, mereka sudah pusing
__ADS_1
mencari cara menyelesaikannya.
Ling Ling “Niang Qin, jika di Si Hai Ba Huang, Lao Tian
Jun dulu biasa mengambil ikatan pernikahan untuk menyelesaikan masalah dan
mempererat hubungan…” Xiao Shen Zhu “hal itu biasa terjadi pada tingkat bawah…
hal itu tidak berlaku di tingkat atas… tidak pernah melihat hubungan, selama
berkemampuan, bisa unjuk diri… walau memiliki status setinggi apapun, tanpa
kemampuan sama dengan orang lumpuh…” Ling Ling “kemampuan ? spiritual ?” Xiao
Shen Zhu “semua mendukung dari spiritual dan kemampuan berfikir… jika hanya
memiliki spiritual tinggi tapi tidak mempunyai kemampuan berfikir, sama seperti
Meng Hao shushu akan dipermainkan dengan mudahnya”
Ling Ling “Niang Qin, kau jarang mengikuti pertemuan !”
Xiao Shen Zhu “hmm… jika maksudmu pertemuan seperti yang lalu sangat jarang.
Semua sudah berada di pos masing-masing, tidak perlu kehadiranku. Jika ada yang
mendesak, mereka bisa langsung menemuiku” Ling Ling “Niang Qin, apa kau yang
mengatur semua seperti itu ?” Xiao Shen Zhu mengangguk “kenapa dulu Niang Qin
tidak mengatur Qing Qiu ?” Xiao Shen Zhu “sudah diatur… hanya saja waigong-mu
menyukai banyak aturan jadi menyesuaikan dengannya !” Ling Ling mengangguk.
Xiao Shen Zhu “Ling Ling, kau sekarang Qing Qiu Nu Di,
Qing Qiu – Wu Huang adalah aturanmu… kau ingin bagaimana, sesuaikan saja !”
Ling Ling “Niang Qin, sebenarnya aku ingin mengangkat Ching Ching menjadi Qing
Qiu Nu Jun…” Xiao Shen Zhu menunggu kata-kata Ling Ling “Niang Qin, aku tidak
mementingkan status… dulu menerima status, menggantikan Niang Qin… tidak ada
gadis lain keturunan rubah ekor sembilan…” Xiao Shen Zhu “jadi apa yang kau
inginkan ?” Ling Ling “Niang Qin, aku ingin mengikutimu… aku akan tetap
membantu jika Si Hai Ba Huang atau Qing Qiu saat membutuhkanku, tapi aku ingin
mengikuti Niang Qin…”
Xiao Shen Zhu “Jin Cheng ? Chang Chang ?” Ling Ling “Jin
Cheng juga sependapat denganku… Jin Cheng sama seperti Lian Song diedie, dia
tidak menyukai kekuasaan. Jin Cheng suka berlatih tapi tidak menyukai terikat
pada status. Chang Chang, sama seperti ayahnya dan Xiong Xiong, sangat suka
pada senjata. Chang Chang sudah pernah mengatakan mengidolakan Fu Qin. Melihat
perjuangan Fu Qin untuk bisa berdampingan dengan Niang Qin, Chang Chang sangat
terinspirasi. Hanya Chang Chang masih belum paham, kenapa Niang Qin selalu
terluka !” Xiao Shen Zhu cekikikan “biarkan dia mencari jawabannya sendiri !”
Ling Ling “Niang Qin, kenapa dari terlahir kembali,
begitu banyak rintangan yang harus Niang Qin lalui ?” Xiao Shen Zhu tersenyum “Ling
Ling, ini semua tidak berarti apapun… rintangan-rintangan ini hanya luka
kecil…” Ling Ling “tapi aku tidak suka melihat Niang Qin terluka !” Xiao Shen
Zhu “putri cantikku… apa kau lupa siapa Niang Qin-mu ini ? luka adalah teman
hidupku. Jika tidak ada dia, aku tidak akan ada di sini dan tidak akan
mempunyai putri secantik dirimu…”
__ADS_1