Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 187 - Sang er


__ADS_3

Aula pertemuan sudah penuh


dengan para perjabat yang melapor masalah harian pada Wang Jun. Tai Hou dan


Wang Hou mengikuti pertemuan tanpa memberi komentar. Setelah semua pejabat


sudah selesai melapor, Jenderal Ye menghormat “Wang Jun, pada perayaan Qi Sau Jie


kemarin, hamba menemukan seseorang yang ingin menyabotase perayaan. Atas


petunjuk Wang Hou, hamba berhasil menahan pelaku” Wang Jun “hadapkan…” Jenderal


Ye menepuk tangan, 2 orang pengawal membawa masuk seorang dayang yang melirik


sana sini.


          Jenderal Ye “Wang Jun, dayang ini bernama Sang er, hamba


menemukannya mengganti piring beberapa kue asoka dengan piring beracun.”


Seorang pengawal membawa masuk sebuah baki dengan 2 piring kue asoka diatasnya


“Wang Jun, tiap istana memiliki motif dan ukiran piring yang berbeda. Kue asoka


adalah buatan Wang Hou, motif piring Xi Ning gong sama dengan Mu Ning gong,


beda dengan istana lainnya. Sang er mengubah piring beberapa kue asoka, setelah


diperiksa ternyata piring mengandung racun batu giok hitam.” semua terkejut,


Wang Jun sangat tenang, sudah mengetahui jalan ceritanya dari Xiao Jiu dan


kehidupan sebelumnya.


          “wah bahaya sekali…” “sangat berbahaya…” “untung saja


tertangkap…” bisik-bisikan terdengar dari para pejabat. Wang Jun “kenapa


menyabotase masakan Wang Hou ?” Sang er “karena hamba membenci anda… anda tidak


layak menjadi Wang Jun… anda hanya pria yang terlena pada seorang wanita…. Jadi


aku mau membantu rakyat menghukum kalian” “kurang ajar…” ‘tring…’ Ying Wang


menggerakkan pedangnya pada dayang Sang er. Sebelum menyentuh leher dayang,


sebuah gelas menghantam pedang Ying Wang dan mementalkannya ke lantai.


          Semua melihat kearah pedang yang terpental “Ying Wang,


tidak perlu terburu-buru membunuh untuk menutup mulut kan !” suara dingin


terdengar, semua berbalik melihat Wang Hou yang tersenyum dingin. Ying Wang


memberi hormat “Wang Hou, mana ada membunuh untuk menutup mulut, hamba hanya


tidak tahan mendengar kata-katanya yang menghina Wang Jun” Wang Hou “Ying Wang,


sudah bersusah hati… tapi disini adalah aula pertemuan, tidak baikkan jika


membiarkan darah mengotorinya !” Ying Wang menunduk “benar, yang dikatakan Wang


Hou benar” Wang Hou tersenyum dingin “perayaan Qi Sau Jie adalah tanggung jawab


yang mulia, sesuai aturan, yang mulia lah yang berhak menghukum Sang er” Ying


Wang memberi hormat “Wang Hou benar. Maafkan hamba terlalu terburu-buru !” Wang


Hou mengangguk.


          Wang Hou turun dari singgasana, menghampiri Sang er “Sang


er, katamu membenci Wang Jun, karena terlena pada wanita cantik. Hmm… bisa


lebih perjelas maksudmu ? apa Wang Jun ada berbuat sesuatu yang salah ? apa


Wang Jun mengabaikan tanggung jawabnya ?” Sang er terbengong sesaat “semenjak

__ADS_1


mengenal anda, Wang Jun tidak fokus dalam mengurus negara. Sepanjang hari hanya


menemani anda…” Wang Hou membuat wajah bingung “Sang er, apa kau tidak salah


lihat ? yang mulialah yang menemani Wang Jun setiap saat. Sementara perayaan Qi


Sau Jie adalah tanggung jawabku dan tidak sekalipun Wang Jun menemani selain


untuk menanyakan persiapan perayaan. Kalau anda mengatakan Wang Jun selalu


menemani…” kata-kata Wang Hou menggantung, Sang er berkeringat dingin melirik.


          Wang Hou melanjutkan “nona Sang er, apa masih ada alasan


lain anda tidak menyukai Wang Jun ?” Sang er tidak menjawab “baik, kalau sudah


tidak ada, sekarang yang mulia akan mulai bertanya…” Sang er gemetar, tidak


berani melihat Wang Hou “Sang er, yang mulia ini paling suka bermain” tersenyum


nakal melihat Sang er “karena nona Sang er ingin bermain, jadi yang mulia akan


meladeni” Sang er terbelalak melihat Wang Hou, yang lainpun mengerutkan kening


melihat Wang Hou.


          Wang Hou tersenyum usil “nona Sang er, yang mulia tahu nona


masih mempunyai seorang ayah dan adik. Beberapa hari yang lalu, nona


mengirimkan uang yang cukup banyak untuk keluarga anda. Hmm… berdasarkan dengan


gaji yang anda dapatkan di istana, yang mulia tidak tahu bagaimana anda


mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Sementara yang mulia tahu,


nona setiap bulan juga mengirimkan gaji ke mereka” “yang mulia, hamba…” Sang er


gemetaran. Wang Hou “ada yang ingin anda katakan ?” Sang er menggeleng sambil


melirik.


sembarang racun, bukan kapasitas gaji seorang dayang bisa mendapatkannya. Bisa


saja anda mengatakan membuatnya, tapi apa anda tahu cara membuat racun ini ?


sementara yang mulia melihat tangan anda yang tidak memiliki tanda-tanda adanya


unsur racun ini.” Sang er “hamba mendapatkannya dari saudara… iya dari


saudara…” mata Wang Hou mendingin “saudara ? jadi maksud anda, adik nonalah


yang memberikannya, karena yang mulia tahu, nona sudah tidak memiliki saudara


lainnya” Sang er terdiam, Wang Hou mengangguk “baik, yang mulia menganggap


diamnya nona sebagai tanda mengiyakan ucapan yang mulia. Jenderal Ye, tolong


anda mengundang ayah dan adik nona Sang er ke istana” :tidak… jangan… yang


mulia…. Hamba mohon, mereka tidak tahu apapun…”


          Wang Hou “ooo…” Sang er “yang mulia, anda mau menghukum,


hukum saja hamba, tolong jangan membawa keluarga hamba” Wang Hou “nona Sang er,


anda memberi racun untuk mencelakakan semua yang ada di perayaan. Ini adalah


kejahatan besar. Menurut aturan, anda dan keluarga anda akan dihukum. Tapi…”


“tapi apa ?” Sang er bertanya. Wang Hou tersenyum dingin “tapi kalau ada yang


meminta nona melakukannya, bisa saja hukuman anda diringankan” Sang er


menggeleng “tidak, tidak ada, tidak ada yang meminta hamba…” sepasang mata


menatapnya dengan dingin dan amarah.

__ADS_1


          Wang Hou kembali tersenyum “baik, jika memang tidak ada,


maka hukuman anda akan dilakukan sesuai aturan. Jenderal Ye…” “tidak… yang


mulia, kumohon jangan melibatkan keluarga hamba… ayah hamba sudah tua, adik


masih kecil…” Wang Hou cemberut “nona, anda begini menyulitkan yang mulia…


bagaimanapun, yang mulia harus mempertanggung jawabkan hal ini… lihat semua


yang disini, bisa saja kemarin mereka merenggang nyawa. Nona ingin mengambil


hukuman, maka hukuman harus dijalankan sesuai aturan…” Sang er berdiri memaki


:cih masih bisa Raja dan Ratu adalah ayah dan ibu negara… anda semena-mena


menghukum rakyat, apa ini yang dinamakan baik dan bijaksana ?”


          Wang Hou “oh betul-betul yang nona katakan. Wang Jun dan


yang mulia adalah ayah dan ibu negara, bagaimana bisa menghukum anak-anak kami


dengan semena-mena ! Hmm… sepertinya ada yang dilewatkan. Oh yang mulia tahu,


nona menghidangkan piring ini untuk diberikan pada kami ayah dan ibu anda.


Bukankah ini berarti anda ingin menghidangkan ini untuk diberikan pada ayah dan


ibu anda. Oh baiklah… yang mulia sudah faham. Jenderal Ye, tolong berikan


hidangan ini pada penerima yang sesungguhnya.” Jenderal Ye segera menghormat “


laksanakan yang mulia !” mengkode para pengawal yang membawa baki. Wang Hou


tersenyum, mengangkat Sang er “maaf sudah menyulitkanmu… yang mulia tidak


mengerti maksud nona sebelumnya. Sudah… sudah… sudah tidak ada masalah…


ternyata hanya salah faham. Nona Sang er, sebagai permintaan maaf dari yang


mulia, yang mulia sendiri yang akan mengawasi hidangan ini sampai ke tangan


penerima yang sebenarnya.” tersenyum penuh arti.


          Tanpa


mempedulikan raut wajah Sang er yang memucat, Wang Hou berbalik “Wang Jun. yang


mulia rasa cukup sampai disini pertemuan ini. Yang mulia pamit undur diri,


sekalian meminta ijin menemui ayah nona Sang er, untuk menyampaikan maksud baik


dari putrinya” “tidak… Wang Hou, kumohon, jangan ganggu ayahku… kumohon…” Sang


er bersimpuh di kaki wang Hou dengan linangan air mata. Wang Hou melirik Sang


er, suaranya berubah dingin “masih ingin bermain ?” Sang er terkejut dengan


nadanya melihat Wang Hou dan menggeleng.


 


 


          Sang er tersedu-sedu “Wang Hou, yang penting anda


melepaskan keluargaku, anda ingin menghukumku bagaimana pun terserah anda” Wang


Hou “nona Sang er, bukan yang mulia tidak mau membebaskan keluarga anda, tapi


anda sendiri yang tidak ingin melepas keluargamu…” Sang er terduduk “Wang Hou,


maafkan hamba… aku tidak punya jalan lain, orang itu juga mengancam membunuh


keluargaku. Wang Hou, ayahku sudah tua dan sakit-sakitan, membutuhkan uang


untuk pengobatan. Adik masih kecil belum bisa bekerja, dibawah tekanan hamba

__ADS_1


hanya bisa mengiyakan perintah orang itu”.


__ADS_2