
Aula pertemuan sudah penuh
dengan para perjabat yang melapor masalah harian pada Wang Jun. Tai Hou dan
Wang Hou mengikuti pertemuan tanpa memberi komentar. Setelah semua pejabat
sudah selesai melapor, Jenderal Ye menghormat “Wang Jun, pada perayaan Qi Sau Jie
kemarin, hamba menemukan seseorang yang ingin menyabotase perayaan. Atas
petunjuk Wang Hou, hamba berhasil menahan pelaku” Wang Jun “hadapkan…” Jenderal
Ye menepuk tangan, 2 orang pengawal membawa masuk seorang dayang yang melirik
sana sini.
Jenderal Ye “Wang Jun, dayang ini bernama Sang er, hamba
menemukannya mengganti piring beberapa kue asoka dengan piring beracun.”
Seorang pengawal membawa masuk sebuah baki dengan 2 piring kue asoka diatasnya
“Wang Jun, tiap istana memiliki motif dan ukiran piring yang berbeda. Kue asoka
adalah buatan Wang Hou, motif piring Xi Ning gong sama dengan Mu Ning gong,
beda dengan istana lainnya. Sang er mengubah piring beberapa kue asoka, setelah
diperiksa ternyata piring mengandung racun batu giok hitam.” semua terkejut,
Wang Jun sangat tenang, sudah mengetahui jalan ceritanya dari Xiao Jiu dan
kehidupan sebelumnya.
“wah bahaya sekali…” “sangat berbahaya…” “untung saja
tertangkap…” bisik-bisikan terdengar dari para pejabat. Wang Jun “kenapa
menyabotase masakan Wang Hou ?” Sang er “karena hamba membenci anda… anda tidak
layak menjadi Wang Jun… anda hanya pria yang terlena pada seorang wanita…. Jadi
aku mau membantu rakyat menghukum kalian” “kurang ajar…” ‘tring…’ Ying Wang
menggerakkan pedangnya pada dayang Sang er. Sebelum menyentuh leher dayang,
sebuah gelas menghantam pedang Ying Wang dan mementalkannya ke lantai.
Semua melihat kearah pedang yang terpental “Ying Wang,
tidak perlu terburu-buru membunuh untuk menutup mulut kan !” suara dingin
terdengar, semua berbalik melihat Wang Hou yang tersenyum dingin. Ying Wang
memberi hormat “Wang Hou, mana ada membunuh untuk menutup mulut, hamba hanya
tidak tahan mendengar kata-katanya yang menghina Wang Jun” Wang Hou “Ying Wang,
sudah bersusah hati… tapi disini adalah aula pertemuan, tidak baikkan jika
membiarkan darah mengotorinya !” Ying Wang menunduk “benar, yang dikatakan Wang
Hou benar” Wang Hou tersenyum dingin “perayaan Qi Sau Jie adalah tanggung jawab
yang mulia, sesuai aturan, yang mulia lah yang berhak menghukum Sang er” Ying
Wang memberi hormat “Wang Hou benar. Maafkan hamba terlalu terburu-buru !” Wang
Hou mengangguk.
Wang Hou turun dari singgasana, menghampiri Sang er “Sang
er, katamu membenci Wang Jun, karena terlena pada wanita cantik. Hmm… bisa
lebih perjelas maksudmu ? apa Wang Jun ada berbuat sesuatu yang salah ? apa
Wang Jun mengabaikan tanggung jawabnya ?” Sang er terbengong sesaat “semenjak
__ADS_1
mengenal anda, Wang Jun tidak fokus dalam mengurus negara. Sepanjang hari hanya
menemani anda…” Wang Hou membuat wajah bingung “Sang er, apa kau tidak salah
lihat ? yang mulialah yang menemani Wang Jun setiap saat. Sementara perayaan Qi
Sau Jie adalah tanggung jawabku dan tidak sekalipun Wang Jun menemani selain
untuk menanyakan persiapan perayaan. Kalau anda mengatakan Wang Jun selalu
menemani…” kata-kata Wang Hou menggantung, Sang er berkeringat dingin melirik.
Wang Hou melanjutkan “nona Sang er, apa masih ada alasan
lain anda tidak menyukai Wang Jun ?” Sang er tidak menjawab “baik, kalau sudah
tidak ada, sekarang yang mulia akan mulai bertanya…” Sang er gemetar, tidak
berani melihat Wang Hou “Sang er, yang mulia ini paling suka bermain” tersenyum
nakal melihat Sang er “karena nona Sang er ingin bermain, jadi yang mulia akan
meladeni” Sang er terbelalak melihat Wang Hou, yang lainpun mengerutkan kening
melihat Wang Hou.
Wang Hou tersenyum usil “nona Sang er, yang mulia tahu nona
masih mempunyai seorang ayah dan adik. Beberapa hari yang lalu, nona
mengirimkan uang yang cukup banyak untuk keluarga anda. Hmm… berdasarkan dengan
gaji yang anda dapatkan di istana, yang mulia tidak tahu bagaimana anda
mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Sementara yang mulia tahu,
nona setiap bulan juga mengirimkan gaji ke mereka” “yang mulia, hamba…” Sang er
gemetaran. Wang Hou “ada yang ingin anda katakan ?” Sang er menggeleng sambil
melirik.
sembarang racun, bukan kapasitas gaji seorang dayang bisa mendapatkannya. Bisa
saja anda mengatakan membuatnya, tapi apa anda tahu cara membuat racun ini ?
sementara yang mulia melihat tangan anda yang tidak memiliki tanda-tanda adanya
unsur racun ini.” Sang er “hamba mendapatkannya dari saudara… iya dari
saudara…” mata Wang Hou mendingin “saudara ? jadi maksud anda, adik nonalah
yang memberikannya, karena yang mulia tahu, nona sudah tidak memiliki saudara
lainnya” Sang er terdiam, Wang Hou mengangguk “baik, yang mulia menganggap
diamnya nona sebagai tanda mengiyakan ucapan yang mulia. Jenderal Ye, tolong
anda mengundang ayah dan adik nona Sang er ke istana” :tidak… jangan… yang
mulia…. Hamba mohon, mereka tidak tahu apapun…”
Wang Hou “ooo…” Sang er “yang mulia, anda mau menghukum,
hukum saja hamba, tolong jangan membawa keluarga hamba” Wang Hou “nona Sang er,
anda memberi racun untuk mencelakakan semua yang ada di perayaan. Ini adalah
kejahatan besar. Menurut aturan, anda dan keluarga anda akan dihukum. Tapi…”
“tapi apa ?” Sang er bertanya. Wang Hou tersenyum dingin “tapi kalau ada yang
meminta nona melakukannya, bisa saja hukuman anda diringankan” Sang er
menggeleng “tidak, tidak ada, tidak ada yang meminta hamba…” sepasang mata
menatapnya dengan dingin dan amarah.
__ADS_1
Wang Hou kembali tersenyum “baik, jika memang tidak ada,
maka hukuman anda akan dilakukan sesuai aturan. Jenderal Ye…” “tidak… yang
mulia, kumohon jangan melibatkan keluarga hamba… ayah hamba sudah tua, adik
masih kecil…” Wang Hou cemberut “nona, anda begini menyulitkan yang mulia…
bagaimanapun, yang mulia harus mempertanggung jawabkan hal ini… lihat semua
yang disini, bisa saja kemarin mereka merenggang nyawa. Nona ingin mengambil
hukuman, maka hukuman harus dijalankan sesuai aturan…” Sang er berdiri memaki
:cih masih bisa Raja dan Ratu adalah ayah dan ibu negara… anda semena-mena
menghukum rakyat, apa ini yang dinamakan baik dan bijaksana ?”
Wang Hou “oh betul-betul yang nona katakan. Wang Jun dan
yang mulia adalah ayah dan ibu negara, bagaimana bisa menghukum anak-anak kami
dengan semena-mena ! Hmm… sepertinya ada yang dilewatkan. Oh yang mulia tahu,
nona menghidangkan piring ini untuk diberikan pada kami ayah dan ibu anda.
Bukankah ini berarti anda ingin menghidangkan ini untuk diberikan pada ayah dan
ibu anda. Oh baiklah… yang mulia sudah faham. Jenderal Ye, tolong berikan
hidangan ini pada penerima yang sesungguhnya.” Jenderal Ye segera menghormat “
laksanakan yang mulia !” mengkode para pengawal yang membawa baki. Wang Hou
tersenyum, mengangkat Sang er “maaf sudah menyulitkanmu… yang mulia tidak
mengerti maksud nona sebelumnya. Sudah… sudah… sudah tidak ada masalah…
ternyata hanya salah faham. Nona Sang er, sebagai permintaan maaf dari yang
mulia, yang mulia sendiri yang akan mengawasi hidangan ini sampai ke tangan
penerima yang sebenarnya.” tersenyum penuh arti.
Tanpa
mempedulikan raut wajah Sang er yang memucat, Wang Hou berbalik “Wang Jun. yang
mulia rasa cukup sampai disini pertemuan ini. Yang mulia pamit undur diri,
sekalian meminta ijin menemui ayah nona Sang er, untuk menyampaikan maksud baik
dari putrinya” “tidak… Wang Hou, kumohon, jangan ganggu ayahku… kumohon…” Sang
er bersimpuh di kaki wang Hou dengan linangan air mata. Wang Hou melirik Sang
er, suaranya berubah dingin “masih ingin bermain ?” Sang er terkejut dengan
nadanya melihat Wang Hou dan menggeleng.
Sang er tersedu-sedu “Wang Hou, yang penting anda
melepaskan keluargaku, anda ingin menghukumku bagaimana pun terserah anda” Wang
Hou “nona Sang er, bukan yang mulia tidak mau membebaskan keluarga anda, tapi
anda sendiri yang tidak ingin melepas keluargamu…” Sang er terduduk “Wang Hou,
maafkan hamba… aku tidak punya jalan lain, orang itu juga mengancam membunuh
keluargaku. Wang Hou, ayahku sudah tua dan sakit-sakitan, membutuhkan uang
untuk pengobatan. Adik masih kecil belum bisa bekerja, dibawah tekanan hamba
__ADS_1
hanya bisa mengiyakan perintah orang itu”.