Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 220 - Rubah kecil tidak mudah dibohongi


__ADS_3

Setelah


3 hari beristirahat, Feng Jiu sudah berlatih kembali seperti biasa, walaupun


wajahnya masih agak pucat. Dong Hua Di Jun pun tidak bisa mencegahnya,


melarangnya berlatih pedang, dia akan meditasi melatih spiritualnya. Bai Feng


Jiu tidak bisa diam diistana Tai Chen, ada saja yang dilakukannya. Dong Hua Di


Jun merasa sakit hati melihat Bai Feng Jiu yang begitu keras menempa dirinya


sendiri “Jiu er, makan bersamaku…” Feng Jiu menolak “tidak usah Di Jun, aku


sudah menyisakan untukku di dapur” Dong Hua Di Jun tidak mau menerima bantahan,


cemberut “kalau kau tidak makan bersamaku hari ini, singkirkan saja makanan


ini, yang mulia tidak mau memakannya” Bai Feng Jiu tercengang “hanya makan kan,


apa perlu diperdebatkan… haih Di Jun, apa anda tidak merasa anda seperti anak


kecil ? haih… baiklah, aku akan mengambil mangkok lain…” berlalu kedapur, Dong


Hua Di Jun tersenyum ‘hanya rubah kecil ini yang bisa menganggapku seperti anak


kecil’.


            Bai Feng Jiu pun kembali membawa


semangkok nasi untuknya “ayo, Di Jun, aku akan menemanimu makan…” Dong Hua Di


Jun membersihkan ikan dari tulangnya dan memberikan ke mangkok Bai Feng Jiu


“kau harus makan yang banyak, lihat tubuhmu sudah sekurus ini” Bai Feng Jiu


terkejut, segera sadar “terima kasih Di Jun, anda juga makanlah, sudah


menyusahkan anda mengajariku” Dong Hua Di Jun pun makan dengan gembira dan


banyak, sekali-kali melayani Bai Feng Jiu. Wajah Bai Feng Jiu pun memerah “Di


Jun, terima kasih, aku sudah kenyang… anda makanlah, aku permisi…” Dong Hua Di


Jun tersenyum lembut “selanjutnya makanlah denganku, makan sendiri sungguh


sangat kesepian” Bai Feng Jiu tercengang melihat Dong Hua Di Jun, Dong Hua Di


Jun menghampiri dan merapikan rambut Bai Feng Jiu “Jiu er, masakanmu sangat


lezat, aku sangat menyukainya, terima kasih…” Bai Feng Jiu merasa seperti


sedang bermimpi Dong Hua Di Jun berkata lembut padanya, segera menjauh “Di Jun,


tidak perlu sungkan, aku tidak bisa apapun, hanya bisa memasak sedikit makanan


ini untuk membalas jasamu. Aku permisi” segera pergi. Bai Feng Jiu merasa ada


yang salah pada Dong Hua Di Jun, Dong Hua Di Jun tidak mungkin bersikap lembut


padanya.


            Selanjutnya Bai Feng Jiu akan selalu


menemani Dong Hua Di Jun makan, dikarenakan Dong Hua Di Jun yang tidak akan


makan jika tidak ditemani. Melihat Bai Feng Jiu yang begitu giat berlatih, Dong


Hua Di Jun terus terngiang kata-kata Zhe Yan dan Budha. Memanfaatkan saat


makan, Dong Hua Di Jun menyiapkan arak Shi Hong Guo, baunya seperti teh,


seharusnya dengan tingkatan Bai Feng Jiu tidak akan menyadarinya.


            Dong Hua Di Jun menuangkan arak ke

__ADS_1


gelas yang sebelumnya dipakai Bai Feng Jiu, tanpa mengatakan apapun. Selesai


makan, Bai Feng Jiu mengambil gelasnya, hendak meminumnya, mencium sesuatu yang


berbeda. Bai Feng Jiu melihat Dong Hua Di Jun yang sedang asik memakan


makanannya, tersenyum sejenak “Di Jun, aku sudah selesai makan, aku permisi…”


menaruh kembali gelasnya, meninggalkan Dong Hua Di Jun sendiri. Dong Hua Di Jun


tersenyum menggeleng “rubah kecil sudah tidak dapat dibohongi”. Beberapa hari


selanjutnya, Bai Feng Jiu tidak makan bersama Dong Hua Di Jun, bahkan lebih


menjaga jarak daripada sebelumnya. Dong Hua Di Jun yang sudah terbiasa makan


berduapun, tidak bisa makan dengan baik, beberapa kali melewatkan waktu


makannya.


            Bai Feng Jiu selalu bangun lebih


pagi dari Dong Hua Di Jun, berlatih pedang. Dong Hua Di Jun mencari cara


memperbaiki hubungannya dengan Bai Feng Jiu “Jiu er, aku lapar, kau buatlah


beberapa kue untukku sebelum melanjutkan latihan” Bai Feng Jiu pun tidak menolak,


dengan wajah datar mengiyakan kemauan Dong Hua Di Jun dan segera membuatkannya.


Saat membawakan kue kembali, Zhe Yan dan Bai Chen sedang duduk bersama Dong Hua


Di Jun. Setelah menaruh semua kue diatas meja, Bai Feng Jiu menyapa mereka “si


shu, lao feng huang, ada masalah kah di Qing Qiu ?” Zhe Yan segera mengambil


kue “yatou, sudah lama tidak memakan masakanmu… ini sangat lezat… Dong Hua, kau


betul-betul beruntung” Dong Hua Di Jun meliriknya sinis “kurangi makanmu…”


mengambil kuenya.


“Xiao Jiu, ini ada beberapa laporan perlu kau lihat.” Bai Feng Jiu segera


mengambil dan duduk membaca laporannya, tidak mempedulikan 3 pria yang


menatapnya. Zhe Yan melirik Dong Hua Di Jun, memberinya kode melihat sikap Bai


Feng Jiu yang serius. Dong Hua Di Jun “Jiu er, apa ada masalah ?” mencoba


memancing percakapan dengan Bai Feng Jiu. Bai Feng Jiu tidak menggubris


perkataan Dong Hua Di Jun, melanjutkan membaca laporannya.


Zhe


Yan mengkode Dong Hua Di Jun menjauh dari Bai Feng Jiu “bagaimana ? apa sudah


menemukan sesuatu ?” Dong Hua Di Jun menggeleng “rubah kecil sudah tidak mudah


dibohongi. Karena hal itu, dia menjauhiku 10 hari ini”. Zhe Yan “hahaha, bahkan


Dong Hua Di Jun pun tidak dapat menanganinya… Dong Hua, sepertinya gelarmu perlu


difikirkan kembali”. Dong Hua Di Jun mencibir “kau hebat, kenapa tidak mencari


tahu sendiri !” Zhe Yan cekikikan “hihihi… jangan begitu piciklah… haih…


sekarang hanya bisa menunggu…”.


Dong


Hua Di Jun menghela nafas “Zhe Yan, jika suatu saat aku yuhua, Jiu er


kuserahkan padamu, bantu aku menjaganya… Jika… Jika dia bahagia bersama Wen

__ADS_1


Chang Di Jun nantinya, aku memberikan restuku untuk mereka…” Zhe Yan serius


“Dong Hua, kenapa berbicara seperti itu ? apa kau bisa merelakan yatou dengan


pria lain ? yang lain mungkin tidak mengetahuinya, tapi aku tahu dengan jelas,


yatou sudah menarikmu masuk dalam jeratan cintanya. Kau, Dong Hua Zi Fu Shao


Yang Jin mencintai Bai Feng Jiu, katakan padaku jika aku salah !” Dong Hua Di


Jun tersenyum sedih “mencintaipun bisa bagaimana, diantara kami terbentang batu


3 kehidupan dan sekarang Miao Yi Yuan. Zhe Yan, tidak menutupinya darimu,


mungkin aku tidak akan selamat kembali. Aku bisa merasakan Miao Luo sebentar


lagi akan bangun. Bisa bersama Jiu er 100 tahun ini sudah merupakan kebahagiaan


terbesarku. Seperti yang kau katakan, aku tidak rela dia bersama pria lain,


membayangkannya saja aku tidak sanggup, tapi aku tidak bisa melakukan apapun.


Aku tidak bisa menemaninya selamanya, dia masih muda, jalannya masih panjang”


menggeleng sedih.


Zhe


Yan menghela nafas “Dong Hua, bukan aku tidak ingin membantumu menjaganya,


sebisa mungkin aku dan keluarga Bai pun ingin melindunginya. Tapi seperti yang


kau ketahui, dari semenjak dia menjadi Nu Jun, perlindungan kami sudah tidak


berguna lagi padanya. Haih sudahlah… semoga kami bisa mencegahnya menghadapi


bahaya” Dong Hua Di Jun “100 tahun ini, aku akan mengajarkan segala sesuatunya,


dapat membantunya menjaga diri sendiri” Zhe Yan mengangguk “sementara hanya


bisa seperti itu…”.


Bai


Feng Jiu sedang berdiskusi dengan Bai Chen penanganan masalah di Wu Huang “si


shu, ikut caraku harusnya tidak akan ada masalah. Tunggu aku sudah selesai


disini, aku akan merubah sistem di Qing Qiu, begini terus terlalu merepotkan.”


Selesai berdiskusi, Bai Feng Jiu pun ke dapur menyiapkan makan siang Dong Hua


Di Jun dan lainnya. Saat mengantar makanan “Di Jun, aku akan pergi ke Qing Qiu


memeriksa situasi, akan kembali sebelum malam. Makan malam anda sudah


kusiapkan, anda bisa meminta Chong Lin menghidangkannya” Zhe Yan “yatou, sini


makan bersama dulu, kau juga belum makan…” Bai Feng Jiu “terima kasih lao feng


huang, aku langsung saja, ada beberapa hal yang perlu kuperiksa, aku permisi…”


langsung menghilang, ketiga pria itu menggelengkan kepala.


            Bai Chen “Zhe Yan, hari ini kau ada


memeriksa yatou ?” Zhe Yan menggeleng “ada apa ?” Bai Chen “kulihat tubuhnya


semakin mengurus, tidak seperti terakhir kali melihatnya” Zhe Yan melihat Dong


Hua Di Jun “bukankah kalian selalu makan bersama ?” Dong Hua Di Jun “karena idemu


itu, sudah 10 hari dia menghindariku…” Bai Chen “sudah kukatakan jangan


melakukannya, kau tidak mendengarku…” Zhe Yan salah tingkah “Chen Chen, aku ini

__ADS_1


bukannya ingin membantu kalian.” Bai Chen pun pergi, Zhe Yan menggeleng “para


rubah ini, satupun tidak bisa disinggung haih…”. Akhirnya mereka makan berdua.


__ADS_2