Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 71 - Bantuan Tak Terduga


__ADS_3

Ling Ling “gege,


bagaimana ?” Gun Gun sedang bersama Zhe Yan, tersenyum melihat Ling Ling “Ling


Ling sudah datang… tidak apa-apa, disini aman !” Ling Ling melihat Gun Gun yang


mengobrol dengan Zhe Yan “ini adalah jiejue Niang Qin…” Ling Ling terkejut “apa


?” Gun Gun mengangguk “sini, kemarikan tanganmu…” Ling Ling menaruh tangannya,


tangannya menembus dinding. Gun Gun tersenyum menarik Ling Ling menembus jiejue


“permandian ?” Gun Gun mengangguk, Zhe Yan “ini adalah permandian rahasia Xiao


Jiu, sudah sekian lama masih terlindung jiejuenya…” Ling Ling “Bao Bao ?” Gun


Gun tersenyum “anak itu sudah dibawa pulang Mi Gu. Dia tertidur sama seperti


kedua temannya, mereka baru selesai memakan ubi bakar, kekenyangan, ngantuk dan


tertidur” Ling Ling tersenyum menggeleng “dasar anak gendut…” Zhe Yan “kita


kembali ke tai lao ye mu…” mengangguk, bersama-sama kembali ke tempat Bai Ce.


          Semua masih mencari pintu masuk dunia ilusi “waigong


bagaimana ?” Bai Yi menggeleng “dunia ilusi ini rapat sekali, sangat susah


mencari pintunya” mereka mencari sampai petang, tidak juga menemukannya,


sesekali terdengar suara rintihan dari balik dunia ilusi “haih bagaimana ini,


suara mereka semakin melemah…” “ehm… Ling Ling, apa yang sedang kalian cari ?”


sebuah suara merdu mengalihkan perhatian mereka, semua berbalik melihat kearah


suara. Seorang pemuda tampan dengan tanda fuling hua dikeningnya dan seorang


gadis cantik dengan tanda fengwei hua dikeningnya, datang bersama Mi Gu “Xiao


Jiu / Feng Jiu / Niang Qin…” Zhe Yan, Bai Chen, Bai Yi, Bai Ce, Lian Song, Zu


Zhe, dan Gun Gun segera bersuara. Ling Ling segera tersenyum, berlari memeluk


sang gadis “Hong Ling, akhirnya kau datang, aku sangat merindukanmu…” Feng Wei


yang sekarang, sangat mirip dengan Bai Feng Jiu, Hua Zi pun seperti Dong Hua


hanya berbeda di rambut hitam dan tanda fuling hua di kening. Feng Wei


tersenyum “wah aku baru mendengar berita Qing Qiu Nu Di yang berwibawa, tampaknya


rumornya salah besar !” Ling Ling segera merengek “Hong Ling… kau kemana saja ?


aku sangat merindukanmu !” Feng Wei tersenyum “aku baru chuguang beberapa bulan


yang lalu, setelah beristirahat langsung kemari…” memberi salam kepada semua.


          Hua Zi “apa yang kalian lakukan disini ?” Feng Wei “kami


sudah menunggu di gua rubah sejaman, ada apa ?” melihat ke serbuk yang terdiam


di udara “hmm… dunia ilusi…” Ling Ling “kau bisa melihatnya ?” Hua Zi dan Feng


Wei mengangguk “ada anak-anak didalamnya, kami sedang mencari pintunya !” Hua


Zi mengangguk, Feng Wei “pintu ?” Gun Gun “dunia ini sangat rapat, tidak tahu


dimana letak pintunya” Feng Wei mengangguk, berjalan maju, Hua Zi menahannya,


Feng Wei berbalik tersenyum, Hua Zi mengangguk dan melepasnya. Feng Wei berdiri


di depan dunia ilusi, semua melihatnya mengerahkan sihir, sebuah kabut merah

__ADS_1


terbentuk, masuk ke satu titik di dinding dunia ilusi. Segera dinding dunia


ilusi roboh, terlihat ada 5 anak-anak yang sudah tidak sadarkan diri di


dalamnya. Feng Wei menarik kembali sihirnya, kabut merah menghilang. Hua Zi


merangkul Feng Wei, sementara lainnya segera menggendong kelima anak. Feng Wei


dan Hua Zi menghampiri mereka, Feng Wei kembali mengerahkan sihir masuk ke


kepala masing-masing anak “mereka baik-baik saja, hanya kelelahan” tersenyum.


          Semuanya kembali ke gua rubah, orang tua masing-masing anak


telah datang dan menjemput anak mereka, sangat berterima kasih pada Feng Wei.


Ling Ling sangat manja pada Feng Wei, sampai Hua Zi pun merasa cemburu “hihihi


Ling Ling, kenapa kau tidak berubah sama sekali ? bukankah sekarang sudah


menjadi Nu Di !” Ling Ling “biar saja, aku hanya Ling Ling-mu, hari ini kau


harus tidur denganku…” mata Hua Zi terbelalak, cemberut melihat Feng Wei yang


cekikikan melihatnya “Ling Ling, kami datang karena Hong Ling sudah berjanji


padamu akan melakukan pernikahan di sini !” Ling Ling tersontak “kalian mau


menikah ?” Hua Zi dan Feng Wei mengangguk.


Bai


Yi “kalian berencana kapan menikah ?” Hua Zi “kami tidak mempersoalkan apapun,


semua adalah hari baik selama kami bisa bersama. Aku ingin menikah secepatnya”


tersenyum melihat Feng Wei. Feng Wei “Ling Ling, ehm… sebenarnya kami ingin


mengurusnya, aku akan membuat pernikahan mewah untuk kalian !” Feng Wei segera


menggeleng “tidak… tidak perlu… Ling Ling, kami hanya menginginkan pernikahan


sederhana…” Ling Ling “tidak, pernikahan kalian harus meriah…” Feng Wei masih


mau menolak “Hong Ling, jangan menolak lagi, anggap saja ini terima kasih kami


telah membantu menyelesaikan dunia ilusi” Gun Gun menengahi.


Feng


Wei tersenyum “Gun Gun, kami tidak mengenal siapapun, lagipula kami tidak


mempersoalkan hal seperti itu… tidak penting meriah atau sederhana, yang


penting kami bersama… kami hanya tamu disini, tidak pantas kalian melakukan


itu. Kami datang hanya untuk mengabarkan dan mengundang kalian. Kami akan


menikah di tempat Yu Huang, hanya pernikahan sederhana” saling melihat dengan


Hua Zi. Semua saling memandang, Ling Ling mau protes, segera dipotong Zhe Yan


“bagus juga, kami bisa berkunjung ke tempatmu. Ling Ling, kita bisa membantu


mereka menyiapkan pernikahan di tempat Yu Huang!” Ling Ling cemberut “tapi…”


Gun Gun memegang tangan Ling Ling menggeleng “Yu Huang, di mana tempatmu, kapan


kami bisa melihatnya ?” Hua Zi “Bi Hai Cang Ling. Jika kalian bersedia, aku


akan membawa kalian kesana.” Semua saling mengangguk, Bai Yi “kalian tinggal


dulu di Qing Qiu beberapa hari, aku akan meminta Ling Ling waipo untuk

__ADS_1


menyiapkan…” Feng Wei “Shan Shen terima kasih, kami sudah menyiapkan, hanya


perlengkapan sederhana. Kedatangan kalian sudah merupakan suatu kehormatan


untuk kami” tersenyum tulus. Bai Yi berkaca-kaca mendengar kata-kata Feng Wei.


Ling


Ling tegas “baik ditempat Yu Huang, tapi kami akan menyiapkan semuanya.


Pernikahan sederhana tetapi tetap harus melewati semua prosesnya” Hua Zi dan


Feng Wei saling menatap “eee…” Gun Gun “kalian tidak usah bingung, kami akan


bertindak sebagai keluarga dan wali kalian” Bai Ce “iya, Hong Ling, Yu Huang,


walau sederhana harus tetap melalui proses pernikahan suci. Kalau kalian tidak


keberatan, kami akan menjadi wali menikahkan kalian” Hua Zi dan Feng Wei saling


menatap dan mengangguk “terima kasih atas bantuan semua” Ling Ling tersenyum,


memeluk Feng Wei “Hong Ling tidak perlu berterima kasih, ini hal yang harus


kami lakukan !”. Berita Hua Zi dan Feng Wei yang akan menikah segera tersebar


ke Mo Yuan – Sou Wan, Ye Hua – Bai Qian. Mereka membawa serta anak-anak, segera


ke Qing Qiu berkumpul bersama. Hu Hou dan Wen Xin sibuk menyiapkan semua


persiapan pernikahan walaupun sering mendapat penolakan Feng Wei.


Drama


kesibukan terjadi di Qing Qiu selama seminggu, dengan Ling Ling yang sangat


manja pada Feng Wei membuat Hua Zi cemberut dan cemburu. Gun Gun pun selalu


mencari mereka, walau tidak semanja Ling Ling, Gun Gun pun tidak melepas


mereka.  Feng Wei pusing menghadapi sikap


semuanya, Ling Ling yang seperti anak kecil terus lengket padanya, Hua Zi yang


memasang tampang cemberut sepanjang hari, keluarga Bai yang tiada hentinya


memberikan barang untuknya. Memanfaatkan waktu disaat Ling Ling lengah, Hua Zi


segera membawa Feng Wei menghilang ke atas gunung “hah, akhirnya bisa


berduaan…” Feng Wei tertawa terbahak-bahak “hahaha…” Hua Zi cemberut “kau masih


tertawa… Feng Wei, kita tidak usah memiliki anak ya…” Feng Wei terkejut “kenapa


?” Hua Zi cemberut “kalau memiliki anak seperti Ling Ling, aku tidak akan


memiliki waktu berdua denganmu…” Feng Wei semakin kencang tertawa “hahaha… Hua


Zi gege, Ling Ling seperti itu hanya karena tanda fengwei hua ku ini. Lagipula,


dia bukan hanya manja padaku, bukankah manja padamu juga” Hua Zi “haih… aku


juga tidak tahu kenapa, tapi aku tidak merasa marah menghadapi Gun Gun dan Ling


Ling yang manja” Feng Wei mengangguk “seperti ada perasaan sayang yang aneh…”


Hua Zi mengangguk “Feng Wei, aku ingin memiliki anak denganmu… tapi kau tidak


boleh mengabaikanku…” Feng Wei terbahak-bahak “Hua Zi gege, kau tetap yang


terpenting di hatiku” mengecup bibirnya yang dibalas Hua Zi dengan ciuman


mesra. Mereka menikmati langit berbintang sampai tertidur di atas gunung.

__ADS_1


__ADS_2