Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 303 - Ubi Bakar


__ADS_3

Bab 303 –


            Dong Hua “jiwamu tercabik-cabik ?” Cai Hong Huo Feng “Hua


Zi gege, aku pernah memberitahumu, bahkan dewa terkuat sekalipun hanya bisa


membagi 4 jiwanya” Dong Hua mengangguk “sebagian jiwaku melakukan Ikatan Tubuh


Suci denganmu… tenanglah jiwa itu sudah kembali pada saat rintangan Shan


Shen-mu. Sekarang sebagian jiwa kita sama-sama membawa esensi jiwa yang lain”


Dong Hua “selain itu ?” Cai Hong Huo Feng melanjutkan “untuk mempertahankan


kesadaranku, aku membagi sebagian jiwaku ke ruang hampa untuk beristirahat…


awalnya aku mengira hal itu cukup… tapi dampak Ikatan Tubuh Suci ternyata


sangat kuat…” “karena hanya memakai jantungmu !” Dong Hua cemberut, Cai Hong


Huo Feng mengangguk.


            Dong Hua “selama itu kau menderita… kenapa kau tidak


memberitahuku ? kita bisa menunda perayaan itu ! aku bisa menemanimu biguang !”


Cai Hong Huo Feng tersenyum “Hua Zi gege, jika aku yang menginginkannya, apa


yang kau lakukan ?” Dong Hua tercengang “Hua Zi gege, disaat aku memutuskan


melakukan Ikatan Tubuh Suci, dari awal, aku memang tidak bermaksud membawamu”


Dong Hua semakin terkejut “Hua Zi gege, Ikatan Tubuh Suci adalah keinginanku


sendiri, tidak berhubungan denganmu… tanpa sepengetahuanku, Huo Huang


menceritakannya pada kalian, sehingga membuatku ragu sejenak… mendengar


keinginanmu membuat pernikahan 200 hari, semua keraguan itu sudah hilang !”


            Dong Hua cemberut “Feng Wei, aku mau melakukan Ikatan


Tubuh Suci denganmu dengan jiwa dan jantungku… aku membutuhkanmu disampingku,


bukan mengharap perlindunganmu…” Cai Hong Huo Feng membelai wajah Dong Hua “Hua


Zi gege, kau adalah milikku dan aku menjaga milikku…” Dong Hua memegang tangan


Cai Hong Huo Feng “Feng Wei, aku milikmu, selamanya hanya milikmu seorang… Feng


Wei, aku ingin ikut terlibat di setiap langkahmu… aku ingin berdiri


berdampingan denganmu, berjuang bersamamu, bukan seseorang yang harus kau


lindungi di belakangmu !” Cai Hong Huo Feng “dan kau akan melakukannya…” Dong


Hua memeluk tubuh mungilnya “kalau begitu yang mulia berterima kasih atas kepercayaan


Shen Zhu” tersenyum lembut.


            Dong Hua “bagaimana lukamu ?” Cai Hong Huo Feng “Ikatan


Tubuh Suci sudah sempurna, hanya perlu beristirahat untuk pemulihan… dampak


rintangan juga sudah hampir pulih !” Dong Hua “dadamu masih sakit ? detakanmu


masih lemah !” Huo Feng mengangguk “masih terasa perih… hanya butuh


penyesuaian…” Dong Hua “apa sekarang perih ?” Huo Feng menggeleng “kau harus


memberitahuku jika sakit, jangan menutupi apapun lagi dariku…” Huo Feng

__ADS_1


mengangguk “baiklah…” Dong Hua “Feng Wei, kau perlu biguang berapa lama ?” Huo


Feng menghela nafas “Hua Zi gege…” “Feng Wei, aku menginginkan kesembuhanmu…


aku akan menemanimu biguang…” Dong Hua mematahkan kata-kata Huo Feng. Huo Feng


melihat Dong Hua beberapa saat “baiklah, aku akan biguang di Bing Huo Dao.”


            Gang Laba “Zhu Ren, kami akan bersamamu biguang di Bing


Huo Dao.” Huo Feng mengetuk keningnya “jangan mengambil ubi bakarku !”


ketujuhnya cekikikan “Zhu Ren, disaat anda chuguang, kita bisa pesta ubi bakar


dan madu… ada banyak ubi di Bing Huo Dao” Huo Feng mencibir “bakar sendiri !”


“aaa… Zhu Ren… ubi bakar… ubi bakar… Zhu Ren…” semua merengek. Huo Feng memijat


pelipisnya “haih… kalian membuatku sakit kepala…”. Dong Hua “sudah… Feng Wei


belum pulih, jangan menyusahkannya…” semua cemberut tapi mengangguk.


            Mengetahui perang kali ini, ada yang mencoba bermain


dengan Si Hai Ba Huang, Dong Hua dan keempat anak siap sedia. Huo Feng sama


sekali tidak memberikan komentar apapun, terkesan acuh tak acuh. Ketujuh


kesayangan menemaninya, duduk manis mengelilinginya, tanpa berkomentar jika


tidak diminta. Lian Song “hmm… dia memiliki pengawal pribadi ! apa yang mereka


lakukan disini ?” Dong Hua memeluk Huo Feng yang tertidur “mereka menunggu


perang dan saat biguang bersama…” “jangan lupa ubi bakar !” Ling Ling


berkomentar.


            Sou Wan “tidak menyangka mereka yang memiliki kekuatan


masih seperti anak-anak…” Gun Gun “walaupun sudah memiliki wujud manusia, sifat


mereka masih terbawa…” Xin Xin “Huo Huang ayi mengatakan, setelah memberi


kesetiaannya, adalah mereka yang menemani Niang Qin kemanapun… hal seperti ini


sudah biasa dilihat di Yu Zhou Da Lu…” Lian Song “Dong Hua, tidak menyangka kau


tidak menyimpan kecemburuan pada ketujuhnya ! biasanya tidak peduli siapapun,


kau pasti cemburu !” Dong Hua membelai kepala Huo Feng “selama tidak merebut


Feng Wei-ku, tingkah mereka bisa di tolerir…”


            Jin Cheng “hmm… mereka sudah menerima diedie sebagai


pasangan Huo Feng niang…” Zhe Yan “perjuangan 1.000 harimu di Zuan Bao Shi Dao


membuahkan hasil yang baik…” Mo Yuan “jika bukan karena ketidaksabaran Hui


Sheng, Huo Feng belum kembali saat ini !” Bai Chen “mereka saling menjaga


dengan cara mereka sendiri…” Xiong Xiong “hanya mereka yang tidak peduli Niang


Qin setuju atau tidak, ijinkan atau tidak, selalu berada disisinya… mereka


mempunyai kepekaan yang luar biasa…”.


            Sou Wan “Dong Hua, Zhe Yan mengatakan kau biguang di Bi


Hai Cang Ling sebelum hari itu… apa kau khusus chuguang untuk ulang tahun Huo

__ADS_1


Feng ?” Dong Hua menggeleng “setelah melihatnya, aku sudah tidak bisa jauh


darinya… hampir 500 tahun aku bersamanya…” Zhe Yan “bukankah saat itu kau


mengira pasangannya adalah dewa lain ?” Dong Hua mengangguk “awalnya aku


berniat biguang, tapi tidak dapat berkonsentrasi… akhirnya berlatih di Bi Hai


Cang Ling… 8 bulan kemudian, aku ke Wang Sheng Hai, mulai menemaninya, hingga 2


hari sebelum ulang tahunnya !” semua saling melihat.


            Ling Ling “Huo Huang ayi masih khawatir Fu Qin akan


tertarik pada yang lain haih…” menggeleng dengan senyuman. Dong Hua “tidak


akan… selamanya, kehidupan manapun, dengan atau tanpa ingatan, aku akan selalu


kembali padanya…” mengecup kening Huo Feng “eng… shh…” tangan Huo Feng naik ke


dadanya. Dong Hua mengalirkan energi hangat ke dada Huo Feng “Niang Qin masih


kesakitan ?” semua khawatir. Zhe Yan “sama dengan kesakitan ketika Dong Hua


mengeluarkan Ban Xin, Huo Feng juga mengalami hal yang sama sekarang.” Dong Hua


“Feng Wei masih butuh penyesuaian… setelah perang ini, kami akan biguang…”.


            Gun Gun “hmm… Fu Qin, apa ada yang direncanakan Niang Qin


?” Dong Hua melihat Gun Gun “kali ini Feng Wei memberi kesempatan menunjukkan


kemampuan… Feng Wei akan ada saat perang, dia akan mengawasi bersama mereka”


Lian Song “semudah itu ! tidak seperti sifatnya…” Ling Ling “ingat kata-kata


ayi dan shushu… kita harus menyelesaikan secepatnya, sebelum Niang Qin tidak


sabar dan bertindak” semua mengangguk.


            Bai Yi mengerutkan kening melihat Huo Feng “apa masih


sering Huo Feng kesakitan ?” Dong Hua menggeleng, Zhe Yan “jantungnya masih


lemah, ada aktifitas yang berat akan memacu rasa sakitnya… dampak rintangannya


juga masih bersarang di tubuhnya… entah berapa banyak petir dan bola api


rintangan kali ini !” Dong Hua “setidaknya sekarang Feng Wei sudah bisa


tertidur nyenyak…” memeluk erat kesayangannya. Zhe Yan mengangguk “seperti


sebelumnya, saat Huo Feng sudah tidak mengalami peningkatan suhu pada tubuhnya,


dia akan segera pulih…” Dong Hua “sejak Feng Wei sadar, hanya 3 kali demam


hingga saat ini !” Zhe Yan “apa Huo Feng masih meminum getah dan embun ?” Dong


Hua menggeleng “sebelum jatuh, semua embun dan getah sudah habis… efek Ikatan


Tubuh Suci terlalu kuat, keduanya tidak dapat membantu kondisinya saat itu”.


            Gun Gun “Zhe Yan yeye, aku akan memberikan xintouxie-ku


untuk niang qin” Dong Hua menggeleng “Gun Gun, sebentar lagi akan ada perang.


Feng Wei tidak akan mengijinkanmu melakukan hal itu. Jika dia sampai khawatir,


perang kali ini tidak akan terlepas dari campur tangannya.” Gun Gun tertunduk sedih.


Ling Ling “gege, jangan khawatir… mereka bertujuh ada bersama niang qin, akan

__ADS_1


menjaga kondisi niang qin tetap stabil” Jin Cheng membelai kepala Ling Ling


“kau mulai memahami sifat dan kebiasaan Huo Feng niang…” Ling Ling tersenyum.


__ADS_2