Return Of God Emperor

Return Of God Emperor
Bab 313 - Beruntung


__ADS_3

Huo Feng “haih Mu Shen, kau


beruntung ! Sebelumnya, yang mulia sudah dipaksa untuk tidak melibatkan diri !


haih… yang mulia sudah mengantuk !” Mu Shen mulai panik “kau !” Huo Feng


berbalik ke arah Dong Hua “kau tidak akan mendapatkan apapun dari yang mulia


dan Dong Hua. Kau harus belajar, menyelesaikan masalahmu sendiri. Keinginanmu


itu tidak akan terwujud ! kau dan Fu Shen tidak akan bisa hidup selamanya di Si


Hai Ba Huang ! kesalahan yang kau lakukan sudah menjadi kehancuranmu !”.


            Mu Shen berlutut “Di Hou…” Huo Feng menghentikan


langkahnya “kumohon bebaskan aku ! biarkan aku keluar dari sini !” Huo Feng


berbalik “apa ada yang menghentikan langkahmu ?” melihat Mu Shen seperti orang


aneh. Mu Shen tercengang “kutukan itu ?” Huo Feng “ooo… kutukan itu akan


mengikuti ! yang mulia sudah membebaskan rantai belenggumu, tidak ada yang


menahan langkahmu… karma dari perbuatan burukmu mengikatmu, tapi bukan berarti


kau tidak bisa meninggalkan sini ! kau bebas meninggalkan Wang Sheng Hai,


dengan resiko yang harus kau tanggung sendiri !”.


            Mu Shen “jika seperti itu, bebaskan kutukanku !” Huo Feng


melipat tangan di dadanya “hmm sekali lagi yang mulia bertanya padamu… kau


memiliki apa untuk tawar menawar dengan yang muia ?” mencibir. Mu Shen “aku


akan menyelesaikan Gu Zu Hua dan Feng Ping Hua !” Huo Feng memainkan alisnya,


menatap jijik pada Mu Shen “bebaskan kutukanku ! aku sudah tidak tahan lagi


disini !” Mu Shen memaksa. Huo Feng menggelengkan kepalanya “haih… kau tidak


dalam kapasitas tawar menawar denganku… jalani takdirmu sendiri… semua adalah


sebab akibat… sebelum melakukan sesuatu, sebaiknya kau memikirkan akibat di


depannya !” menghilangkan pembatas.


            Mu Shen panik, mengulurkan tangan ingin menarik Huo Feng.


Satu kilatan ungu menghantamnya hingga jatuh tersungkur “Mo Yuan…” Dong Hua


dengan dingin menatap Mu Shen sambil memeluk Huo Feng. Mo Yuan tidak tega,


segera memapah Mu Shen “Mo Yuan, minta dia membebaskan kutukan ibu… aku sudah


tidak tahan dengan kutukan ini !” Dong Hua merapikan rambut Huo Feng “lelah ?”


bertanya setelah melihat Huo Feng yang merenggangkan tubuhnya tadi. Huo Feng


menguap “ngantuk…” Dong Hua tersenyum lembut, menekuk kakinya dan menggendong


Huo Feng “gua rubah atau Dong Feng Yuan ?” Huo Feng merebahkan kepalanya ke


dada bidang Dong Hua “Dong Feng Yuan…” Dong Hua mengangguk, mengecup keningnya


dan mulai berjalan.

__ADS_1


            Bersama dengan langkah Dong Hua yang menjauh, Wang Sheng


Hai bergejolak “tidak… tidak… aku tidak mau lagi…” Mu Shen gemetar melihat Wang


Sheng Hai. Dari Wang Sheng Hai muncul beberapa cahaya menangkap Mu Shen dan


menyeretnya ke bawah “Niang Qin !” Mo Yuan berusaha menahan tapi gagal. Mo Yuan


yang khawatir, ikut masuk ke Wang Sheng Hai, diikuti Sou Wan, Zhe Yan, Zu Zhe,


dan Bai Ce “ini adalah hari penerimaan hukuman untuknya !” terlihat ribuan


rubah ekor sembilan yang menyerang Mu Shen seperti petir-petir yang menyambar,


hingga Mu Shen jatuh, terkulai lemas.


            Bai Ce “mereka betul-betul tak memiliki perasaan !” sakit


hati. Zu Zhe “mengorbankan jiwa murni sebanyak ini demi 1 nyawa…” Sou Wan


“Ayuan, dia tidak pantas mendapatkan rasa simpatikmu…” Mo Yuan “Wan Wan,


bagaimanapun dia adalah ibuku…” Zhe Yan “Mo Yuan, karena dia adalah ibumu,


seharusnya kau menghalanginya melakukan kesalahan lainnya lagi. Semakin


bertambah kesalahannya, semakin menderita dirinya” Zu Zhe “tidak menyangka Fu


Shen Mu Shen yang begitu dihormati, ternyata adalah dewa dewi seperti ini…” Bai


Ce “untung saja Di Jun yang menjadi Tian Di Gong Zhu, keadaan baru bisa seperti


sekarang ini !” semua menghela nafas.


            Mo Yuan ingin mendekati Mu Shen, dihalangi Zhe Yan


“hentikan ! biarkan Mu Shen saat ini ! ini adalah hal yang harus dijalaninya !


dihadapinya, kau tidak bisa membantu apapun !” dengan berat hati, Mo Yuan


mengikuti lainnya kembali ke Qing Qiu. Sou Wan memegang pundaknya “Ayuan, apa


kau baik-baik saja ?” melihat Mo Yuan yang menunduk “apa ada cara membebaskan


Niang Qin dari kutukan itu ?” Zhe Yan “Mo Yuan, jika Mu Shen tidak melalui


karmanya, selanjutnya dia akan semakin menderita.”


            Bai Ce “bagaimana masalah kedua bunga itu ?” Sou Wan


“jika mendengar pembicaraan tadi, keduanya akan datang mencari Mu Shen. Haih…


mungkin saja kita tidak bisa membantu apapun !” Zhe Yan “sebelumnya, Mu Shen


berkata untuk mencari pemiliknya ! mungkin saja mereka terbutakan dendam dan


tidak akan memberi kesetiaan mereka pada siapapun !” Bai Ce “ditengah


ketakutannya, Mu Shen kembali ingin mengorbankan Dong Hua dan Huo Feng ! sedikit


saja Huo Feng emosi, Mu Shen tidak akan hidup sampai sekarang !” Mo Yuan “apa


yang bisa dilakukan untuk membantunya ?” Zhe Yan “hal ini masih harus meminta


pertolongan Huo Feng ! tapi dilihat dari kejadian tadi, Dong Hua tidak akan


membiarkanmu mendekati Huo Feng.”

__ADS_1


            Dong Hua membawa Huo Feng beristirahat di Dong Feng Yuan


“Feng Wei, baik-baik saja ?” Huo Feng mengangguk “apa yang bisa terjadi padaku


! tidak usah memasang wajah seperti itu, bukankah aku baik-baik saja di


hadapanmu !” tersenyum manis. Dong Hua ikut tersenyum “sekarang waktunya


melakukan urusan kita !” tersenyum nakal. Huo Feng terbelalak “kau… kau…


menjauh dari… uuu…” mulutnya ditutup Dong Hua dengan bibirnya yang sudah mulai


melakukan aksi nakalnya.


            Dong Hua “Fu Ren, kau sangat cantik…” menguasai tubuh


mungil Huo Feng yang masih dalam masa pertumbuhan seorang remaja. Dari


perjalanan mereka selama ini, Dong Hua sudah mengetahui titik-titik sensitif


istri kecilnya. Huo Feng yang masih remaja pun kelimpungan mengimbangi aksi


suami nakalnya “ah Hua Zi gege… perlahan… ah…” “Feng Wei, kau hanya milikku…”


Dong Hua memberi beberapa tandanya di tubuh polos Huo Feng “ah Hua Zi gege… ah…


perlahan…” Dong Hua melihat wajah frustasi istri kecilnya, mengecup bibirnya


dengan lembut “Feng Wei, kau semakin sempurna, aku mencintaimu…” meneruskan


aksinya, menggoda dan memuaskan istri kecilnya “ah… Feng Wei…” mendapatkan


pelepasannya.


            Dong Hua berbaring, memeluk istrinya dengan nafas yang


masih ngos-ngosan “Hua Zi gege keluarkan…” Huo Feng cemberut. Dong Hua


menggeleng “masih menginginkanmu…” mencium bibir pinknya. Huo Feng meronta,


bukan kebebasan yang didapatnya tetapi membangkitkan naga tidur “Feng Wei, ini


kau yang menggodaku…” “ah… mana… mana ada… Hua Zi gege ah…” kembali bergoyang


dalam harmoni. Melakukannya berulang kali hingga Huo Feng tidak lagi bisa


bertahan dan tertidur kelelahan “terima kasih sayangku… ah sangat nyaman berada


di dalammu…” Dong Hua tersenyum puas dan memandang sang ratu hatinya yang


kelelahan akibat ulah nakalnya.


            Dong Hua membelai wajah tidur sang permaisuri “aku tidak


dapat menahan diri…” menggelengkan kepala, menertawakan dirinya sendiri “Feng


Wei-ku semakin sempurna…  aku menikmati


setiap perubahanmu…” mengecup kening Huo Feng. “Feng Wei, kita tidak perlu di


Si Hai Ba Huang… masalah mereka, biarkan mereka selesaikan sendiri… Mo Yuan


bisa mengatasinya… masih ada bantuan Zhe Yan dan lainnya… aku tidak perlu ikut


campur… entah kapan anak itu akan menampakkan diri !” melihat Huo Feng “aku


ingin menghabiskan waktu berdua denganmu !” tersenyum lembut, mengeratkan

__ADS_1


pelukannya. Dong Hua mengangkat dan membersihkan tubuh mereka berdua, sebelum


tertidur memeluk ratu hatinya.


__ADS_2