
Huo Feng “haih Mu Shen, kau
beruntung ! Sebelumnya, yang mulia sudah dipaksa untuk tidak melibatkan diri !
haih… yang mulia sudah mengantuk !” Mu Shen mulai panik “kau !” Huo Feng
berbalik ke arah Dong Hua “kau tidak akan mendapatkan apapun dari yang mulia
dan Dong Hua. Kau harus belajar, menyelesaikan masalahmu sendiri. Keinginanmu
itu tidak akan terwujud ! kau dan Fu Shen tidak akan bisa hidup selamanya di Si
Hai Ba Huang ! kesalahan yang kau lakukan sudah menjadi kehancuranmu !”.
Mu Shen berlutut “Di Hou…” Huo Feng menghentikan
langkahnya “kumohon bebaskan aku ! biarkan aku keluar dari sini !” Huo Feng
berbalik “apa ada yang menghentikan langkahmu ?” melihat Mu Shen seperti orang
aneh. Mu Shen tercengang “kutukan itu ?” Huo Feng “ooo… kutukan itu akan
mengikuti ! yang mulia sudah membebaskan rantai belenggumu, tidak ada yang
menahan langkahmu… karma dari perbuatan burukmu mengikatmu, tapi bukan berarti
kau tidak bisa meninggalkan sini ! kau bebas meninggalkan Wang Sheng Hai,
dengan resiko yang harus kau tanggung sendiri !”.
Mu Shen “jika seperti itu, bebaskan kutukanku !” Huo Feng
melipat tangan di dadanya “hmm sekali lagi yang mulia bertanya padamu… kau
memiliki apa untuk tawar menawar dengan yang muia ?” mencibir. Mu Shen “aku
akan menyelesaikan Gu Zu Hua dan Feng Ping Hua !” Huo Feng memainkan alisnya,
menatap jijik pada Mu Shen “bebaskan kutukanku ! aku sudah tidak tahan lagi
disini !” Mu Shen memaksa. Huo Feng menggelengkan kepalanya “haih… kau tidak
dalam kapasitas tawar menawar denganku… jalani takdirmu sendiri… semua adalah
sebab akibat… sebelum melakukan sesuatu, sebaiknya kau memikirkan akibat di
depannya !” menghilangkan pembatas.
Mu Shen panik, mengulurkan tangan ingin menarik Huo Feng.
Satu kilatan ungu menghantamnya hingga jatuh tersungkur “Mo Yuan…” Dong Hua
dengan dingin menatap Mu Shen sambil memeluk Huo Feng. Mo Yuan tidak tega,
segera memapah Mu Shen “Mo Yuan, minta dia membebaskan kutukan ibu… aku sudah
tidak tahan dengan kutukan ini !” Dong Hua merapikan rambut Huo Feng “lelah ?”
bertanya setelah melihat Huo Feng yang merenggangkan tubuhnya tadi. Huo Feng
menguap “ngantuk…” Dong Hua tersenyum lembut, menekuk kakinya dan menggendong
Huo Feng “gua rubah atau Dong Feng Yuan ?” Huo Feng merebahkan kepalanya ke
dada bidang Dong Hua “Dong Feng Yuan…” Dong Hua mengangguk, mengecup keningnya
dan mulai berjalan.
__ADS_1
Bersama dengan langkah Dong Hua yang menjauh, Wang Sheng
Hai bergejolak “tidak… tidak… aku tidak mau lagi…” Mu Shen gemetar melihat Wang
Sheng Hai. Dari Wang Sheng Hai muncul beberapa cahaya menangkap Mu Shen dan
menyeretnya ke bawah “Niang Qin !” Mo Yuan berusaha menahan tapi gagal. Mo Yuan
yang khawatir, ikut masuk ke Wang Sheng Hai, diikuti Sou Wan, Zhe Yan, Zu Zhe,
dan Bai Ce “ini adalah hari penerimaan hukuman untuknya !” terlihat ribuan
rubah ekor sembilan yang menyerang Mu Shen seperti petir-petir yang menyambar,
hingga Mu Shen jatuh, terkulai lemas.
Bai Ce “mereka betul-betul tak memiliki perasaan !” sakit
hati. Zu Zhe “mengorbankan jiwa murni sebanyak ini demi 1 nyawa…” Sou Wan
“Ayuan, dia tidak pantas mendapatkan rasa simpatikmu…” Mo Yuan “Wan Wan,
bagaimanapun dia adalah ibuku…” Zhe Yan “Mo Yuan, karena dia adalah ibumu,
seharusnya kau menghalanginya melakukan kesalahan lainnya lagi. Semakin
bertambah kesalahannya, semakin menderita dirinya” Zu Zhe “tidak menyangka Fu
Shen Mu Shen yang begitu dihormati, ternyata adalah dewa dewi seperti ini…” Bai
Ce “untung saja Di Jun yang menjadi Tian Di Gong Zhu, keadaan baru bisa seperti
sekarang ini !” semua menghela nafas.
Mo Yuan ingin mendekati Mu Shen, dihalangi Zhe Yan
“hentikan ! biarkan Mu Shen saat ini ! ini adalah hal yang harus dijalaninya !
dihadapinya, kau tidak bisa membantu apapun !” dengan berat hati, Mo Yuan
mengikuti lainnya kembali ke Qing Qiu. Sou Wan memegang pundaknya “Ayuan, apa
kau baik-baik saja ?” melihat Mo Yuan yang menunduk “apa ada cara membebaskan
Niang Qin dari kutukan itu ?” Zhe Yan “Mo Yuan, jika Mu Shen tidak melalui
karmanya, selanjutnya dia akan semakin menderita.”
Bai Ce “bagaimana masalah kedua bunga itu ?” Sou Wan
“jika mendengar pembicaraan tadi, keduanya akan datang mencari Mu Shen. Haih…
mungkin saja kita tidak bisa membantu apapun !” Zhe Yan “sebelumnya, Mu Shen
berkata untuk mencari pemiliknya ! mungkin saja mereka terbutakan dendam dan
tidak akan memberi kesetiaan mereka pada siapapun !” Bai Ce “ditengah
ketakutannya, Mu Shen kembali ingin mengorbankan Dong Hua dan Huo Feng ! sedikit
saja Huo Feng emosi, Mu Shen tidak akan hidup sampai sekarang !” Mo Yuan “apa
yang bisa dilakukan untuk membantunya ?” Zhe Yan “hal ini masih harus meminta
pertolongan Huo Feng ! tapi dilihat dari kejadian tadi, Dong Hua tidak akan
membiarkanmu mendekati Huo Feng.”
__ADS_1
Dong Hua membawa Huo Feng beristirahat di Dong Feng Yuan
“Feng Wei, baik-baik saja ?” Huo Feng mengangguk “apa yang bisa terjadi padaku
! tidak usah memasang wajah seperti itu, bukankah aku baik-baik saja di
hadapanmu !” tersenyum manis. Dong Hua ikut tersenyum “sekarang waktunya
melakukan urusan kita !” tersenyum nakal. Huo Feng terbelalak “kau… kau…
menjauh dari… uuu…” mulutnya ditutup Dong Hua dengan bibirnya yang sudah mulai
melakukan aksi nakalnya.
Dong Hua “Fu Ren, kau sangat cantik…” menguasai tubuh
mungil Huo Feng yang masih dalam masa pertumbuhan seorang remaja. Dari
perjalanan mereka selama ini, Dong Hua sudah mengetahui titik-titik sensitif
istri kecilnya. Huo Feng yang masih remaja pun kelimpungan mengimbangi aksi
suami nakalnya “ah Hua Zi gege… perlahan… ah…” “Feng Wei, kau hanya milikku…”
Dong Hua memberi beberapa tandanya di tubuh polos Huo Feng “ah Hua Zi gege… ah…
perlahan…” Dong Hua melihat wajah frustasi istri kecilnya, mengecup bibirnya
dengan lembut “Feng Wei, kau semakin sempurna, aku mencintaimu…” meneruskan
aksinya, menggoda dan memuaskan istri kecilnya “ah… Feng Wei…” mendapatkan
pelepasannya.
Dong Hua berbaring, memeluk istrinya dengan nafas yang
masih ngos-ngosan “Hua Zi gege keluarkan…” Huo Feng cemberut. Dong Hua
menggeleng “masih menginginkanmu…” mencium bibir pinknya. Huo Feng meronta,
bukan kebebasan yang didapatnya tetapi membangkitkan naga tidur “Feng Wei, ini
kau yang menggodaku…” “ah… mana… mana ada… Hua Zi gege ah…” kembali bergoyang
dalam harmoni. Melakukannya berulang kali hingga Huo Feng tidak lagi bisa
bertahan dan tertidur kelelahan “terima kasih sayangku… ah sangat nyaman berada
di dalammu…” Dong Hua tersenyum puas dan memandang sang ratu hatinya yang
kelelahan akibat ulah nakalnya.
Dong Hua membelai wajah tidur sang permaisuri “aku tidak
dapat menahan diri…” menggelengkan kepala, menertawakan dirinya sendiri “Feng
Wei-ku semakin sempurna… aku menikmati
setiap perubahanmu…” mengecup kening Huo Feng. “Feng Wei, kita tidak perlu di
Si Hai Ba Huang… masalah mereka, biarkan mereka selesaikan sendiri… Mo Yuan
bisa mengatasinya… masih ada bantuan Zhe Yan dan lainnya… aku tidak perlu ikut
campur… entah kapan anak itu akan menampakkan diri !” melihat Huo Feng “aku
ingin menghabiskan waktu berdua denganmu !” tersenyum lembut, mengeratkan
__ADS_1
pelukannya. Dong Hua mengangkat dan membersihkan tubuh mereka berdua, sebelum
tertidur memeluk ratu hatinya.