
Bab 327 –
Huo Feng memberikan sejumlah uang pada pemilik kedai
untuk mengganti kerugiannya. Pemilik kedai dengan rendah hati memperingatinya
“nona dan tuan, anda sebaiknya pergi dari kota ini. Pemuda tadi adalah anak
jenderal Lie, kekuatan di belakangnya sangat besar. Biasa datang berbuat onar
dan selalu membawa banyak pengawal” Huo Feng tersenyum lembut “Nyonya, tidak
apa-apa. Kami tidak berbuat salah, dia tidak akan bisa melakukan sesuatu pada
kami. Terima kasih atas peringatan nyonya, kami permisi” Nyonya itu masih berbaik
hati memberitahu “nona, anda sangat cantik, sebaiknya jangan sembarangan
berjalan. Walaupun suami anda sangat kuat tetapi seorang tidak bisa mengalahkan
banyak orang. Berhati-hatilah” Huo Feng tersenyum mengangguk dan keluar dari
kedai. Dong Hua – Huo Feng tetap menikmati perjalanan mereka, tidak terganggu
dengan hal barusan.
Beberapa hari kemudian, saat Dong Hua – Huo Feng
sedang berjalan menikmati jajanan di jalan, mereka dihadang oleh sekelompok
orang. Dari tampang mereka, terlihat bukan orang biasa kemungkinan adalah
prajurit yang ahli bela diri. Dong Hua pun melindungi Huo Feng dibelakangnya,
“kalian siapa ? kenapa menghalangi jalan kami ?” salah seorang berkata dengan
sopan “tuan kami menginginkan wanita ini. Tolong tuan memberi jalan membiarkan
kami membawa wanita ini, kami tidak akan menyulitkan anda” Dong Hua mencibir
“siapa tuan kalian ? apa yang diinginkannya dengan istriku ?” orang tadi masih
sopan “anda tidak perlu tahu siapa tuan kami. Anda hanya perlu mengingat sejak
saat ini, wanita itu adalah milik tuan kami, bukan lagi istri anda” Dong Hua
dengan dingin berkata “cih, istriku adalah milikku. Tidak ada yang bisa
mengambil istriku dariku” memeluk dan mencium Huo Feng.
Dari belakang terdengar “apa yang kalian lakukan, untuk
apa basa basi dengannya ?” “tapi tuan muda…” orang tadi ingin berbicara sesuatu
tapi terputus karena pandangan dingin. Terlihat pemuda pemabuk berdiri dengan
gagah di belakang kumpulan orang itu “bunuh dia. Ambil wanita itu untukku”
menunjuk ke Dong Hua. “Baik” orang itu memberi isyarat pada teman-temannya
untuk maju.
Terdengar suara merdu yang dingin “cih, anak muda
__ADS_1
sombong. Tuan pemabuk, ada apa mencariku ? sekarang aku berdiri disini dan kamu
juga dalam keadaan sadar, katakan apa yang kamu inginkan ?” Huo Feng berbicara
dengan sorot mata tajam. Pemuda itu tersenyum dingin “kamu adalah wanita
pertama yang berani berbicara seperti itu padaku. Aku suka. Gadis cantik, kamu
pantas menjadi milikku. Aku menginginkanmu adalah keberuntungan buatmu.
Kemarilah, ikut denganku, semua kesenangan dan kekayaan akan menjadi milikmu”.
Huo Feng mencibir “cih, hanya mengandalkan kekayaan.
Baiklah, begini saja, jika kamu bisa mengalahkanku, aku akan ikut denganmu,
bagaimana ?” Pemuda mabuk tertawa terbahak-bahak “hahaha… rupanya kamu belum
tahu siapa aku. Jika bukan saat itu aku mabuk, kamu kira segampang itu
mengalahkanku. Tapi gadis cantik yang pemberani, baru pertama kujumpai. Ayo,
tuan ini akan bermain-main denganmu.” Menyuruh para pengawal mundur memberikan
area untuknya. Huo Feng tersenyum menyuruh Dong Hua minggir, dia akan bermain
sejenak. Di sekitar mereka, sudah ramai orang-orang yang berkumpul melihat,
termasuk nyonya pemilik kedai arak sebelumnya. Nyonya itu geleng-geleng sangat
menyayangkan pasangan muda yang tidak mendengar nasehatnya.
Pemuda itu
“gadis cantik, kamu ingin menggunakan senjata apa ? aku akan meladeni” Huo Feng
cukup selendangku ini saja. Silahkan” mempersila dengan tangannya. Pemuda itu
tersenyum sombong, mulai menyerang Huo Feng. Huo Feng hanya bergoyang-goyang
santai, pemuda itu sama sekali tidak bisa menggapainya. Semakin lama, pemuda
itu semakin emosi mengeluarkan pedang “gadis cantik, kamu boleh juga.
Berhati-hatilah jangan sampai terluka oleh pedangku, aku akan sakit hati jika
ada luka di tubuhmu yang mulus” Huo Feng mencibir “sebenarnya kemampuanmu
termasuk lumayan, sayang digunakan untuk hal tidak benar”. Dong Hua sudah
mengepalkan tangan, ingin memberi pelajaran pada pemuda brengsek ini.
Sama seperti
sebelumnya, pedang pemuda sama sekali tidak bisa melukai Huo Feng, malah pemuda
itu terluka sekali demi sekali oleh pedangnya sendiri hingga terjatuh “sialan,
kalian, maju, tangkap dia dan bunuh orang itu” semua orang itupun maju
bersamaan menyerang Huo Feng dan Dong Hua. Dong Hua – Huo Feng dengan mudah
menjatuhkan semua orang itu. Sebaik apapun kemampuan mereka bukanlah lawan
__ADS_1
kedua kaisar dewa ini. Pemuda itu berteriak “sialan.. kalian orang bodoh, maju
bunuh mereka berdua”.
Di saat para
pengawal pemuda mabuk akan menyerang, dari kejauhan berlarian para prajurit
mendekati mereka, menahan pemuda dan semua yang tadi melawan Dong Hua – Huo Feng.
Pemuda itu meronta, berteriak “siapa kalian ? siapa pemimpin kalian ? apa tidak
tahu siapa diriku ? patuhi perintahku serang mereka, aku ingin mereka mati
dibawah kakiku” satu pukulan membuat pemuda muntah darah dan jatuh berlutut.
Gun Gun, Xin
Xin, Xiong Xiong, dan Ling Ling turun dari kuda mereka, berlari menghampiri dan
memeluk Dong Hua – Huo Feng “Fu Qin, Niang Qin, kalian tidak apa-apa ?” Dong Hua
– Huo Feng tersenyum menggeleng. Jenderal Ming mendekat dan berlutut memberi
hormat “Wang Jun, Wang Hou, maaf hamba datang terlambat. Silahkan Wang Jun menghukum
hamba” yang tadi memukul pemuda itu adalah jenderal Ming. Dong Hua menatap
dingin “bawa mereka ke istana. Kembali !” pemuda itu terperanjat melihat Dong Hua
– Huo Feng, tidak menyangka identitas mereka. Dong Hua membawa Huo Feng menaiki
Juan Feng, kemudian sendiri menaiki unicorn lainnya. Semua rakyat berlutut
memberi hormat “semoga yang mulia kaisar panjang umur, semoga yang mulia ratu
panjang umur” terus mengantar kepergian Dong Hua – Huo Feng. Nyonya itupun
kaget ‘ternyata Wang Jun dan Wang Hou, pantas saja mereka tidak takut apapun.
Aku beruntung yang mulia Wang Jun dan Wang Hou masuk ke kedai arakku”
Sesampainya di gerbang istana, Dong Hua turun dari
unicornnya dan memapah Huo Feng, langsung menggendongnya. Kaki Huo Feng tidak
menyentuh tanah sama sekali. Dong Hua melihatnya dengan kasih sayang “lelah ?”
Huo Feng tersenyum lembut “sedikit”. Dong Hua tersenyum lembut “istirahatlah,
aku akan menggendongmu masuk.” Huo Feng melingkarkan tangannya pada leher Dong
Hua dan membaringkan kepala di dadanya, perlahan tertidur. Dong Hua mengecup
keningnya dan perlahan menggendongnya masuk ke istana kediaman mereka. Yang
melihat, iri dengan kasih sayang Wang Jun pada Wang Hou mereka. Wang Jun sangat
memanjakan Wang Hou, Wang Hou juga sangat baik dan cantik.
Kasih sayang keluarga kerajaan, sangat terkenal
dimana-mana. Keluarga kerajaan yang hanya mencintai satu pasangannya dan tidak
__ADS_1
tergoda apapun, membuat contoh yang baik dikalangan rakyat. Jajaran pegawai
kerajaan yang jujur pun, kebanyakan hanya memiliki 1 pasangan.